
"Terima kasih ya karena kalian sudah menolongku!" Ucap Adinda tulus kepada Rania dan Gisuwa yang sudah membantunya melepaskan ikatan yang melilit tangan dan juga mulutnya.
Rania dan Gisuwa mengangguk mengiyakan mereka akhirnya bisa bernafas lega karena Adinda tidak bunuh diri seperti yang mereka pikirkan.
Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka menampilkan sosok Reno dan Justin yang menatap Adinda khawatir, sebelumnya Rania memang sudah mengabari Reno jika Adinda sudah ditemukan dengan keadaan terikat tentunya.
"Kamu gak apa-apa kan Din?" Tanya Reno khawatir.
"Mas Renoku aku trauma Mas, gak kuat aku diginiin" Ucap Adinda manja saat hendak beranjak memeluk Reno Rania sudah lebih dulu menariknya untuk kembali duduk.
"Jangan suka nyari kesempatan dalam kesempitan deh, mau aku ikat lagi terus aku gantung di balkon sana biar lebih seru?" Bisik Rania yang membuat Adinda langsung terdiam dan nyengir sambil mengangguk dengan patuh.
"Din kamu kok bisa diiket terus di sembunyiin dilemari gitu, ada rampok?" Tanya Justin menatap Adinda penasaran.
Adinda menggeleng dia menghembuskan nafasnya kasar mengingat apa yang dialaminya semalaman.
"Bukan gak ada rampok disini, ini kerjaan si Nungky sama Veyya!" Ucap Adinda sedih sambil menatap mereka semua.
"Kok bisa sih Din, kalian berantem lagi sampai kamu diikat kayak gitu?" Tanya Reno penasaran sama seperti Justin.
"Bukan semalan pas aku tidur tiba-tiba aja si Nungky ngiket aku terus masukin aku ke lemari coba, dan sialnya pas tadi pagi dia buka lemari aku minta buat bukain iketan malah gak jadi karena Veyya datang dan ngelarang si Nungky, sedih akutuh aku gak salah apa-apa tapi terus saja kena siksa" Ucap Adinda curhat sambil mengelap air matanya yang tidak ada.
Rania dan Gisuwa diam saling melirik satu sama lain, mereka sudah menduga kalau ini kerjaan Nungky tapi mereka juga tak menyangka kalau Veyya yang biasanya memarahi Nungky kalau berbuat hal aneh malah kini dia juga ikut-ikutan mengerjai Adinda.
"Sabar ya Din maafin teman-teman Ran ya, aku yakin mereka cuma bercanda" Ucap Reno sambil tersenyum lembut.
"Iya bener tuh Mas, mereka kalau lagi bercanda emang suka gitu maklumin aja ya mba gatel" Ucap Rania sambil menyungingkan senyumannya dan menepuk-nepuk pundak Adinda pelan.
Adinda tersenyum kecut menatap mereka pasangan suami istri yang kini terlihat menyebalkan baginya itu, mana ada orang bercanda sampai ngurung dia di lemari dan mengikat tangan dan juga mulutnya.
Mereka lebih terlihat seperti penjahat yang suka menculik gadis cantik sepertinya untuk dijual kepada para mafia kaya yang cuma dijadikan pemias nafsu bejat mereka.
"Ya Allah kenapa aku harus diciptakan sebagai pelakor yang teraniyaya?" Batin Adinda sedih mulai meratapi nasibnya yang malang.
"Iya mau gimana lagi mungkin sudah nasibku gini, mana semalam ada yang nembak mataku lagi untuk gak parah dan gak ada bekasnya!" Ucap Adinda pasrah dan memilih bersyukur saja karena dia masih hidup sampai sekarang.
Mendengar itu Rania langsung melirik Gisuwa yang sudah nyengir kepadanya, Rania tersenyum kecut dia mulai merasa salah dalam bergaul, kalau di pikir-pikir temanya seperti penjahat bermuka malaikat.
Tapi jika diingat-ingat lagi dia juga sama saja seperti mereka membuat Rania jadi senyum sendiri, tapi untungnya dia sudah tidak seperti itu tepatnya setelah dia dan Reno menikah.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang kok senyam-semyum gitu?" Tanya Reno bingung sambil menatap istrinya itu.
"Gak apa-apa kok Mas" Ucap Rania sambil tersenyum malu karena yang lain juga ikut menatapnya penasaran.
"Yasudah ayo kita berangkat ke pantai Kuta sekarang, yang lain sudah menunggu kita disana!" Ajak Justin yang diangguki oleh Reno dan yang lain.
"Ayo sayang kita pergi aku yakin kamu pasti suka, disana kita bisa jalan-jalan menyusuri pantai berdua!" Ucap Reno sambil tersenyum dan menggenggam tangan istrinya itu dengan lembut dan membawanya keluar kamar.
"Huh menyebalkan sekali dimana-mana selalu nemplok berduaan aku kayak ngontrak disini" Ucap Adinda kesal sambil berjalan mengikuti mereka.
"Sabar mba gatek resiko jadi pelakor emang gitu bawaanya syirik lihat orang bahagia, gimana kalau mba gatel ganti profesi saja?" Ucap Gisuwa sambil merangkul Adinda layaknya teman dekat.
"Sudah kubilang jangan suka merangkulku kita tidak sedekat itu ya!" Ucap Adinda sambil melepaskan rangkulan Gisuwa.
"Tadi ganti profesi kayak gimana maksudmu?" Tanya Adinda sambil melirik Gisuwa penasaran.
"Ya mba gatek bisa jadi sales obat kurap, panu sama gatal-gatal, saya yakin pasti laku tuh" Ucap Gisuwa sambil nyengir dan langsung ngacir meninggalkan Adinda sendiri.
"Kurang ngajar kenapa juga aku bertanya pada bocah aneh itu!" Ucap Adinda kesal merutuki kebodohannya sendiri yang termakan omongan Gisuwa.
Akhirnya mereka pun berangkat dengan menggunakan mobil yang dikendari oleh Justin menuju pantai Kuta lombok.
Meski memiliki nama destinasi wisata yang sama dengan pantai kuta Bali, namun nuansa kedua pantai tersebut memiliki perbedaan yang cukup siginfikan.
Selain keadaan lautnya yang tenang dan juga indah dengan hamparan pasir putih yang jenisnya beragam, disini kita juga menikmati keindahan bawah laut yang yang memukau mata.
Disini kita bisa menikmati laut yang indah dengan menyewa perahu atau pun menyewa baju diving untuk menyelam dan menikmati keindahan bawah laut.
Selain itu banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan disini seperti bermain pasir ataupun menikmati fasilitas lainya yang sudah tersedia di tempat itu.
"Wah indah banget ya Mas" Ucap Rania pelan sambil menyipitkan matanya yang silau terkena sinar matahari.
"Tentu sayang kamu suka kan, ayo kita kesana!" Ucap Reno mengajak Rania menemui Iyan dan Alvian yang sedang berdiri di pinggir pantai bersama Veyya dan Nungky.
"Mas tampan kepanasan ya sini kita neduh berdua mas!" Ucap Veyya sambil menarik tangan Iyan untuk meneduh di bawah payung yang dia bawa.
"Ngapain pakai bawa payung segala sih Veyy emang hujan disini, mending kayak aku sama bang Al yang panas-panasan di bawah terik sinar matahari yang membakar kulit dengan begini kita bisa membuktikan kuatnya cinta kita ya bang Al, yang masih kuat bertahan meski di terpa panas sekali pun" Ucap Nungky penuh drama.
Alvian hanya meringis sambil tersenyum samar sambil memotret keindahan pantai, keadaan tak jauh berbeda dialami oleh Iyan yang juga terlihat merana.
__ADS_1
Sejak pagi mereka harus kuat menghadapi tingkah 2 gadis menyebalkan yang selalu menggoda mereka dengan tingkahnya yang unik dan aneh.
"Oh gitu ya Ky, yasudah nih payungnya buat kamu saja deh aku sama mas tampan mau panas-panasan juga!" Ucap Veyya sambil menyerahkan payung miliknya kepada Nungky.
"Nah bang Al sekarang kita bisa neduh nih bang ujian tadi udah berhasil kita lewatin" Ucap Nungky tersenyum senang sambil menggunakan payung milik Veyya untuknya meneduh bersama Alvian.
"Kak Ren kalian kemana aja sih lama banget, kitaidah nungguin sampai jamuran tahu gak!" Ucap Alvian kesa setelah Reno dan yang lainnya menghampiri mereka.
"Iya Ren, Dinda kamu juga kemana saja tadi aku telepon kamu gak diangkat-angkat?" Tanya Iyan sambil menatap Adinda yang terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna biru laut membuat Iyan terkagum-kagum menatapnya.
"Cantik banget kamu Din jadi pengen nyosor" Ucap Iyan dalam hati sambil tersenyum.
"Jangan salahkan aku Yan, tanya aja tuh sama 2 makhluk kecil disampingmu itu!" Ucap Adinda kesal sambil menatap Veyya dan Nungky dengan tajam sedangkan mereka berdua hanya nyengir tanpa rasa bersalah.
"Hei mba gatel dari mana saja mba kok baru kelihatan padahal tadi aku cariin sampai nyari di kamar orang lain tapi mba gak ketemu juga, baru selesai nyari ikan ya?" Ucap Nungky berbasa-basi sambil tersenyum.
"Iya mba gatel padahal tadi disini seruloh gak panas kayak sekarang iyakan Mas tampan?" Ucap Veyya sambil menoleh kearah Iyan yang hanya tersenyum sambil mengangguk.
"Bukan tadi aku diculik kolong wewe yang syirik dengan kecantikanku!" Ketus Adinda membuat Nungky dan Veyya tertawa.
"Wah hebat mba gatel udah bisa ngelawak sekarang!" Ucap Nungky sambil tertawa yang diikuti oleh Veyya sedangkan Adinda sudah mengerucutkan bibirnya sebal.
"Mungkin karena mba gatel ketemu sama kita Ky jadi selera humornya keluar semua" Ucap Veyya sambil tersenyum.
"Dasar para penjahat kejam udah salah gak mau ngaku lagi, bisa banget aktingnya" Batin Adinda sambil menatap Veyya dan Nungky.
"Ayo kita temuin sutradara disana!" Ajak Justin sambil menunjuk kearah kerumunan disana terlihat Aldo, Kimmy dan juga Alysha yang sedang mengobrol bersama yang lain.
Mereka pun berjalan mengikuti Justin menemui sutradara, akhirnya syuting akan segera dimulai dan artinya mereka bisa kembali ke Jakarta secepatnya.
---------
Holla
Jangan lupa Like n Vote yaππ
Sorruy aku gak ceritain cerita pas nungky ngiket Adinda kalian bisa temuin itu di lapak lain yang akan aku buat nantiπππ
Doain aja moodku bagus dan bisa bikin tuh ceritaπππ
__ADS_1
Salam Sayang
Author Galau