
Rania tengah duduk termenung di bangkunya, dia menghembusakn nafasnya kasar hari ini dia merasa sangat bosan dan ingin segera pulang menemui suaminya itu, Rania melirik cincin berlian yang diberikan Reno semalam, Rania tersenyum malu membayangkan kejadian semalam yang dia lakukan bersama Reno.
“Wih cincin apa tuh Ran, hadiah dari ciki ya?” Tanya Nungky sambil duduk di samping Rania.
“Dasar kamu ini Ky itu cincin asli Ky gak lihat tuh berliannya bikin silau mata!” Ucap Veyya sambil melempar Nungky dengan kuaci yang langsung di makan oleh gadis itu.
“Hadiah dari si Om ganteng ya Ran, emang ya orang kaya mah beli berlian kayak beli terasi di warung tinggal comot langsung gesek!” Ucap Gisuwa mengagumi keindahan cincin yang pakai Rania.
“Iya ini dari Mas Reno, dia emang baik banget sih aku mau apa aja tinggal gesek kartu yang dia kasih!” Ucap Rania sambil tersenyum senang.
Mereka mengangguk menyetujui ucapan Rania, Reno memang kaya raya dan mereka mengakui itu bahkan sebagai teman Rania mereka ikut kecipratan enaknya karena Reno suka sekali mentraktir mereka makan enak.
Tidak lama kemudian datang Dewi bersama antek-anteknya menghampiri Rania dan yang lain, Dewi menatap Rania tajam sedangkan Rania gadis itu belum menyadari kedatangan Dewi, dia terlihat sibuk mengagumi cincin pemberian Reno.
“Heh Kurai ngapain kesini bawa antek-antek segala mau minta sumbangan?” Tanya Gisuwa dengan ketus sambil menatap Dewi dan ketiga temannya dengan kesal.
“Dew leher sama muka kamu kenapa Dew banyak perbannya gitu, mau ikut kontes pelakor yang teraniaya ya, atau kontes gadis kesepian setanah air?” Tanya Nungky sambil cengengesal membuat Rania, Veyya dan Gisuwa langsung terkikik geli.
“Biarin sih guys ngapain ngurusin bocah Kurai kayak mereka kurang kerjaan gak mutu, lihat tukang bakso lebih bagus dipandang dibanding gadis seperti mereka!” Ucap Veyya cuek sambil memakan kuaci miliknya.
Dewi dan ketiga temannya langsung berdecak kesal sambil menatap mereka kesal, Dewi menghampiri meja Rania dan langsung menggebrak meja tersebut membuat gadis itu terkejut sambil memegang cincinnya yang terlepas.
“Apa Sih datang-datang sudah bikin rusuh!” Ucap Rania sambil menatap Dewi dengan kesal.
“Aku mau bikin perhitungan sama kakak, karena kakak leherku sampai sakit gini dan juga wajahku jadi berkurang cantiknya karena babak belur gini aku gak terima!” Ucap Dewi dengan nada tinggi.
“Wah kamu semalam apain si Dewi Kurai Ran, bagus sih jadi lebih cantik menurutku sekarang kayak ada pahit-pahitnya gitu!” Ucap Gisuwa sambil tertawa senang.
“Diam dasar kakak kelas jelek!” Ucap Jeni teman Dewi sambil menjambak rambut Gisuwa.
“Heh kampret berani ya main jambak rambut katulistiwa aku, ngomong dulu kek!” Ucap Gisuwa kesal.
“Wah ngajak ribut nih guys Ran ayo kita sikat mereka!” Ucap Nungky yang sudah siap tempur.
“Gak ah aku gak mau ladenin mereka aku sudah janji buat gak ribut lagi, aku mau jadi anak baik mulai sekarang!” Ucap Rania menolak ajakan Nungky.
__ADS_1
Setelah Reno menasehatinya semalam Rania jadi berpikir untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik, dia ingin terlihat anggun dan berbeda sekarang untuk itu dia ingin menjauhi hal-hal yang berbau pertengkaran.
“Gak bisa aku mau buat perhitungan sama kakak, sebelum itu terjadi aku dan pasukanku gak bakal mundur!” Ucap Dewi yang diangguki ketiga temannya.
Veyya berdecak kesal dan langsung beranjak berdiri sambil membuang bungkus kuaci miliknya yang sudah kosong, dia menatap Dewi dan ketiga temannya itu dengan kesal.
“Heh jablay sebelum kamu buat perhitungan sama Ran, hadapi kita bertiga dulu!” Ucap Veyya sambil mendorong Dewi hingga gadis itu terjatuh.
“Betul tuh Veyy, heh Kurai sini kalau berani lawan kita!” Ucap Gisuwa menantang sambil mengacungkan tinjunya.
“Tenang guys mereka bisa aku hadapi sendirian kok, bocah kunyuk kayak mereka mah kecil!” Ucap Nungky sombong sambil berdiri dengan posisi membelakangi Dewi dan ketiga temannya itu.
Bugghh
Dewi menendang Nungky hingga gadis itu terpental yang langsung ditangkap oleh Gisuwa dan Veyya, kini mereka saling berhadapan mulai bersiap untuk saling baku hantam.
“Siapa tadi yang nendang aku sini kamu jangan main belakang kampret!” Ucap Nungky sambil menampar dan menjambak Jeni.
Akhirnya perkelahian kembali terjadi, Dewi yang lehernya terluka pun ikut baku hantam melawan ketiga teman Rania yang brutal, sedangkan Rania dia tidak memperdulikan mereka dan memilih asyik melamun dengan memangku dagunya dengan kedua tangan sambil membayangkan Reno suaminya.
Tanpa sengaja sepatu Dewi tiba-tiba melayang ke arah Rania dan tepat mengenai hidungnya, Rania mengernyit merasakan hidung mancungnya yang sakit ditambah lagi saat dia mencium bau sepatu yang sangat busuk itu membuat Rania naik pitam dan langsung menghampiri mereka dan ikut saling baku hantam, melupakan janjinya sendiri untuk tidak berkelahi lagi.
“Apa yang kalian lakukan!” Teriak Bu Rina membuat perkelahian di antara mereka langsung berhenti.
Mereka menoleh ke arah Bu Rina yang berdiri bersama Pak Balung disampingnya, Pak Balung menatap murid-muridnya itu dengan pandangan tak terbaca seolah sudah kehilangan harapan atas mereka berempat.
“Hai Bu Rina yang cantik lagi pacaran sama Pak Balung ya hehe!” Ucap Nungky yang tentu saja membuat Bu Rina menatapnya dengan tajam.
Bu Rina dan Pak Balung melirik ke delapan gadis yang terlihat berantakan dengan wajah dan penampilan yang sudah tak berbentuk itu.
“Pak Balung ini kenapa dengan murid-murid bapak kenapa mereka masih suka berkelahi?” Tanya Bu Rina menatap Pak Balung dengan pandangan tak percaya.
“Maaf Bu silahkan hukum mereka saja Bu saya ikhlas!” Ucap Pak Balung pasrah.
“Oh Pak Balung ku jangan sedih Pak, saya gak apa-apa kok pak!” Ucap Nungky.
__ADS_1
“Diam kamu Nungky, kalian ini ada saja tingkahnya yang bikin umur saya tambah pendek” Ucap Pak Balung dengan merana.
“Sudah Pak yang sabar ya nanti saja traktir es cendol deh ya Pak biar bapak gak sedih!” Ucap Bu Rina dengan genit.
Pak Balung tersenyum samar, guru BK yang satu ini masih saja mencari kesempatan dalam kesempitan, Pak Balung mengangguk pasrah berharap itu bisa mengurangi hukuman murid-muridnya yang nakal.
“Gak apa-apa lah makan es cendol doang aku gak bakal diculik juga sama dia” Ucap Pak Balung dalam hati berusaha menenangkan dirinya sendiri.
“Saya ikut ya Bu enak kayanya!” Ucap Nungky sambil cengengesan.
“Iya lebih enak lagi kalau kamu dan yang lain ikut sama saya ke ruang Bk sekarang!” Perintah Bu Rina tegas.
Dengan patuh murid-murid tersebut mengikuti Bu Rina dan Pak Balung keluar kelas menuju Ruang Bk, Rania menghembuskan nafasnya kasar dia menyesali perbuatanya.
“Mas Reno maaf aku khilaf!” Ucap Rania dalam hati.
Reno berjalan cepat menyusuri koridor sekolah dengan tatapan fokus ke depan menuju ruang BK, tadi sedang sibuk bekerja di kantor dia mendapat telepon dari sekolah Rania yang memberitahu jika gadisnya itu bikin ulah lagi.
Beberapa siswi menatap Reno dengan pandangan kagum, saat dia tersenyum ke arah mereka para siswi langsung berteriak dengan senang, senyuman Reno seolah membius mereka semua.
Ceklek
Reno membuka pintu ruang Bk tersebut, disana Rania dan yang lain sedang berdiri sambil menunduk, Reno menoleh ke arah Bu Rina yang bengong seolah terbius dengan ketampanan Reno, di sampingnya berdiri Pak Balung yang terlihat sudah menua dengan cepat dari kemarin, wajahnya terlihat sangat kacau menghadapi murid-muridnya masuk ruang BK lagi.
“Selamat siang saya Reno wali Rania dan ketiga temannya, saya disini untuk mewakili mereka!” Ucap Reno dengan sopan.
----
Holla siapa penggemar Nungky dkk angkat tangan!!!!!!
Like lebih dari 3000 dan komen lebih dari 500 akan ku tulis dan Up cerita tentang Nungky hehe, kebanyakan ya, aku mau lihat pendukung mereka sebanyak apa sih😆😆😆
Mulai sekarang di lapak ini aku fokus ke Reno dan Rania ya agar tak ada yang protes lagi.
Love U Guys
__ADS_1
Author Receh