
Cahaya matahari masuk menyinari dua sejoli yang tengah tidur terlelap itu, Rania membuka matanya perlahan sambil menguap merasakan rasa kantuk yang belum hilang sepenuhnya.
Rania menatap wajah Reno yang masih tertidur pulas sambil memeluk Rania, gadis itu mendapati tubuhnya dan Reno tanpa sehelai benangpun hanya ditutupi selimut tebal yang menyelimuti mereka.
Perlahan Rania menyentuh wajah tampan Reno, membelai rahang tegas dan juga alis tebalnya dan juga bibir Reno yang selalu mencuri ciuman darinya dan memberikan bekas kemerahan jika Rania bangun di pagi hari.
Pipi Rania langsung bersemu merah mengingat pertempuran yang dilakukan Reno dan dirinya semalam, bisa dibilang Reno yang mendominasi permainan mereka semalam, sedangkan Rania gadis itu tidak banyak ikut andil.
"Pagi Mas Renoku sayang!" Ucap Rania sambil mengecup bibir Reno dan tersenyum.
Rania beranjak bangun sambil menutupi tubuhnya dengan selimut tebal dan langsung beranjak menuju ke kamar mandi.
Sambil bersenandung pelan Rania mulai membasuh tubuhnya dengan air, dinginnya air yang menyegarkan membuat Rania merasa rasa kantuknya hilang digantikan dengan semangat baru untuk memulai harinya.
Setelah keluar kamar mandi Rania mengenakan kaos putih dengan celana pendek hitam, dia tengah duduk di depan cermin sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
"Kamu sudah bangun sayang?" Tanya Rania saat dilihatnya pergerakan Reno dibalik kaca.
"Hai sayang pagi, iya aku baru bangun aku ngantuk banget sampai kesiangan" Ucap Reno masih dalam posisi berbaring sambil memandang Rania.
Setelah rambutnya kering Rania menaruh pengering rambutnya ke tempat semula, dia pun beranjak dan berjalan menghampiri Reno yang tengah tersenyum padanya.
"Mau aku buatkan kopi?" Tawar Rania duduk di samping Reno sambil membelai wajah Reno dengan lembut.
"Boleh sayang" Ucap Reno sambil mengangguk senang.
"Yasudah tunggu aku buatkan dulu ya sayang" Ucap Rania.
Cup
Rania mengecup kening Reno dengan lembut membuat Reno mengerjap lucu karena kaget sekaligus senang dengan perlakuan Rania.
"Kamu kenapa Mas mukanya lucu banget?" Ucap Rania sambil tersenyum geli.
"Tidak aku suka saja kamu mencium keningku barusan Ran" Ucap Reno jujur.
"Aku kira apa, tunggu aku buatkan kopimu dulu ya Mas, bangunlah sudah siang" Ucap Rania.
"Sebentar lagi sayang, aku masih ngantuk" Ucap Reno sambil memeluk pinggang Rania dengan mesra.
"Dasar kamu ini Mas, baiklah terserah sudah lepaskan aku mau pergi!" Ucap Rania sambil melepaskan pelukan Reno dan beranjak pergi keluar kamar.
Setelah Rania pergi Reno tersenyum sambil memandang langit-langit kamar yang masih penuh dengan hiasan bunga dan balon yang dia pasang kemarin malam.
"Terima kasih Ya Allah, karena kamu sudah memberikan hamba kebahagiaan yang berlimpah" Ucap Reno pelan penuh syukur.
__ADS_1
Dia tidak menyangka jika hari-harinya akan begitu indah sejak kedatangan gadia nakal yang bernama Rania, gara-gara perjodohan paksa yang dilakukan kedua orang tua mereka, Reno dan Rania jadi merasakan bahagianya menikah.
Reno tersenyum membayangkan bagaimana jika dia dan Rania memiliki anak nanti pasti hidup mereka akan lebih sempurna, dengan kehadiran seorang anak akan membuat hidup mereka lebih berwarna dan menyenangkan.
Dan dimasa tua nanti mereka akan duduk berdua di aras kursi empuknya sambil menimang cucu-cucu mereka yang cantik, ganteng dan juga menggemaskan.
Reno terkikik sendiri membayangkan semua itu, entah kapan itu akan terjadi yang bisa dia lakukan hanya menunggu dengan sabar dan berusaha mencapainya.
Namun mengingat Rania masih belum lulus sekolah membuat Reno mengurungkan niatnya, gadis itu masih terlalu kecil untuk jadi seorang ibu, apalagi jika hamil sekarang mungkin itu malah akan mengganngu sekolah Rania.
Tapi jika tuhan berkehendak lain dan malah membuat Rania hamil duluan dia tentu akan menerimanya dengan senang hati, mau itu perempuan atau laki-laki dia akan sangat bahagia menyambutnya.
"Lagi mikirin apa kamu Mas, sampai senyum-senyum gitu?" Tanya Rania.
Rania menghampiri Reno sambil menaruh kopi yang baru saja di buat di atas nakas, Rania menatap Reno sambil duduk disampingnya.
"Kamu belum bangun juga Mas, tumben banget biasanya kamu suka bangun pagi" Ucap Rania.
"Kamu juga Ran, biasanya kamu bangun paling siang kalau dibangunin juga susah banget, sekarang kamu malah udah wangi" Ucap Reno sambil tersenyum.
Reno melirik kalung berlian yang semalam dia berikan kepada Rania, kalung itu masih bertengger dileher Rania yang dengan sangat manis.
"Cantik" Gumam Reno.
"Makasih Mas, pagi-pagi udah ngerayu saja sih bikin aku malu aja!" Ucap Rania sambil tersenyum malu.
"Kalung doang yang cantik, aku nggak nih Mas?" Ucap Rania sambil mengerucutkan bibirnya.
"Cantik dong sayang siapa yang bilang kamu jelek, kamu itu putri Rania putri yang sudah mengambil hatiku" Ucap Reno menggoda Rania membuat pipi gadis itu bersemu merah.
"Hari ini kamu mau kemana Mas, ada kegiatan gak?" Tanya Rania.
"Tidak ada hari ini hari minggu aku juga tidak punya janji dengan siapa pun, ada apa, apa kamu mau pergi ke suatu tempat?" Tanya Reno sambil duduk bersandar di atas ranjang dan meminum kopi buatan Rania.
"Enak" Pikirnya.
Sejak menikah dengan Reno, Rania lambat laun mulai bisa membuat kopi yang enak, sekarang dia juga bisa membuatkan sarapan meski itu hanya nasi goreng.
"Mas ih pakak baju dulu dong!" Ucap Rania sambik memalingkan wajahnya.
"Kenapa sih, kamu suka liat tiap malam juga malah kamy suka nyium kan?" Goda Reno sambil tersenyum.
"Apasih Mas beda lagi lah, udah pakai baju dulu nih!" Ucap Rania sambil melemparkan kaos milik Reno yang langsung dipakainya.
Bukan apa-apa Rania tidak mau mengotori otaknya dengan pikiran mesum pagi-pagi setelah melihat badan Reno yang berotot dan juga seksi.
__ADS_1
"Sudah tuh, jadi gimana kamu mau pergi kemana hari ini?" Tanya Reno.
"Gak tahu Mas, aku gak mau kemana-mana kok" Ucap Rania.
"Kamu yakin, oh iya kamu gak kangen sama ayah kamu Ran sudah lama juga kita tidak kerumahnya" Ucap Reno.
Memang semenjak menikah dengan Reno, Rania langsung pindah dan tinggal bersamanya, setau Reno gadis itu belum pernah sekali pun mengunjungi rumah ayahnya lagi.
"Kangen kok Mas, tapi kayaknya Papa lagi sibuk mungkin dia juga tidak ada di rumah sekarang" Ucap Rania pelan berusaha menyembunyikan kesedihannya.
"Kalau kamu mau kita bisa kesana hari ini sayang, siapa tahu ayah kamu ada di rumah" Tawar Reno mengajak Rania.
"Tidah usahlah Mas, lain kali saja!" Tolak Rania.
Bukannya dia tidak ingin mengunjungi ayahnya, dia juga merindukan ayahnya itu tapi dia segan untuk datang, dia takut jika ayahnya akan bersikap dingin seperti biasa padanya dan itu hanya akan melukai hatinya.
Bukannya dia berpikiran buruk tapi ayahnya itu bahkan tidak pernah membalas satupun pesan darinya padahal hampir setiap hari dia mengirim pesan.
Rania tersenyum miris, perlakuan ayahnya berbanding terbalik dengan orang tua Reno yang begitu baik dan juga menyayanginya, kadang dia sendiri merasa jika dia bukan anak kandung ayahnya.
Reno yang melihat ekspresi Rania yang mendadak berubah menjadi terlihat sendu menjadi merasa bersalah.
Dia memang tidak tahu apa yang terjadi antara Rania dan ayah mertuanya itu, namun yang Reno tahu sikap ayah Rania dan Natalya itu memang terlihat berbeda perlakuannya terhadap Rania dan kakaknya itu.
"Baiklah bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan saja di taman Ran, apa kamu mau?" Tanya Reno sambil tersenyum mencoba mengalihkan perhatian.
"Mau Mas, aku juga sudah lama tidak ke taman aku ingin makan es krim" Ucap Rania senang dengan mata berbinar.
"Yasudah tunggu aku mandi dulu ya!" Ucap Reno sambil mengecup kening Rania dengan lembut dan beranjak berjalan menuju kamar mandi.
"Cepetan mandinya Mas nanti keburu siang!" Ucap Rania.
Reno hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa dan kembali melanjutkan langkah kakinya.
"Aku tidak tahu apa masalahmu dengan ayahmu sendiri Ran, tapi aku janji aku akan mencoba memperbaikinya" Ucap Reno dalam hati penuh tekad.
Dia tidak ingin melihat wajah Rania yang terlihat sedih lagi jika mengingat ayah kandungnya sendiri, Reno hanya ingin melihat senyum di wajah Rania tanpa adanya kesedihan, apapun akan coba dia lakukan untuk mewujudkannya.
-------
Holllaaa
Makasih banyak yang ngucapin gws I love u guys, kalian yang terbaik๐๐๐
Salam Sayang
__ADS_1
Athor Cinta Kamu