Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Belanja Bersama


__ADS_3

Di salah satu pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di kalangan masyarakat, ada sekelompok orang tengah berkeliling sambil menenteng barang belanjaan mereka.


Alvian berjalan diantara mereka sambil menggendong Bima yang berada di gendongannya sambil tertawa saat melihat orang-orang yang berlalu lalang di sekitar mereka, Alvian terlihat seperti seorang ayah beranak satu yang sedang mengajak anaknya itu untuk berjalan-jalan.


"Sial aku sudah dikira Papa muda sebelum nikah" Sungut Alvian kesal saat melihat tatapan orang-orang yang tengah tersenyum padanya.


"Al cepat dong lelet banget sih, udah tahu lagi buru-buru malah jalan kayak siput, kamu ikut apa gunanya sih Al?" Imel Kikan sambil menatap anaknya itu dengan kesal.


"Kan Al jagain Bima Ma, lagian kita mau kemana lagi sih belanja kok gak kelar-kelar" Ucap Alvian dengan wajah cemberut.


"Namanya juga belanja buat nikahan Al pasti lama lah, aduh kalau ingat dulu pas aku kau nikah suka nyesel sendiri deh,  coba aja aku belanja bareng kalian kayak gini pasti lebih seru" Ucap Rania sambil menatap ketiga temannya.


Saat ini mereka tengah berbelanja untuk keperluan pernikahan Gisuwa yang sebentar lagi akan menikah, temannya yang satu itu kini akan mengikuti langkahnya memulai kehidupan baru dan menjadi seorang istri.


Setelah pulang kuliah mereka berjanjian dengan Kikan yang sudah menunggu di mall bersama Alvian dan Bima, dengan bantuan ibu mertuanya itu mereka bisa dengan cepat menemukan semua keperluan Gisuwa untuk pernikahan ah lebih tepatnya untuk memanjakan gadis yang akan segera melepas masa lajangnya itu.


"Tenang Ran gimana kalau kamu nikah ulang lagi aja, biar kita bisa temenin kamu belanja juga" Ucap Nungky sambil cengengesan.


Rania menatap sahabatnya itu sambil berdecak sebal."Gak bisalah Ky, aku udah punya buntut sekarang udah gak bisa mikirin kayak begituan" Jawabnya lesu."Tapi aku senang banget bisa nganterin kamu belanja keperluan mu Gis" Ucap Rania sambil tersenyum pada Gisuwa.


"aku juga senang bisa ikutan kayak gini, sekalian belajar buat nanti kan kalau aku mau nikah" Ucap Veyya menyetujui ucapan Rania.


Gisuwa sang calon pengantin menatap ketiga sahabatnya itu sambil tersenyum, kemudian dia memeluk ketiga sahabatnya dengan erat membuat ketiganya ikut membalas pelukan Gisuwa" Terima kasus h ya guys kalian memang sahabatku yang terbaik" Ucapnya tulus, dia merasa bangga karena memiliki sahabat sepertinya mereka.


"Tentu Gis pokoknya kamu tenang saja kita bakal selalu ada disamping kamu sampai kamu nikah nanti" Ucap Rania sambil tersenyum.


"iya kalau perlu sampai malam pertama kamu Ama Bang Radit juga boleh kok Gis" Ucap Nungky sambil cengengesan yang langsung mendapat jitakan pelan dari ketiga sahabatnya itu.


"Sudah pelukannya ditunda dulu ayo cus kita pergi lagi masih banyak yang harus kita beli!" Ucap Kikan mengajak ketiga gadis itu untuk pergi bersamanya.

__ADS_1


"kita mau beli apa lagi Ma, bukannya udah semua ya?" Tanya Gisuwa bingung sambil berjalan di sisi Kikan.


Kikan menoleh sambil tersenyum pada Gisuwa."Belum sayang kita harus belanja barang yang paling penting untung pernikahan kamu nak" Ucapnya misterius.


"Apa Ma?" Tanya Rania bingung, sedetik kemudian dia tersenyum setelah menyadari maksud ucapan Kikan."Oh yang itu iya juga ya kalau gak ada itu bisa kurang greget dong" Ucapnya lagi sambil tersenyum misterius bersama Kikan membuat Gisuwa, Veyya dan Nungky menatap mereka penasaran, sedangkan Alvian yang mengekor di belakang mereka terlihat acuh sambil memberikan Bima susu di dalam botol.


"kayaknya enak ya Bim, apalagi kalau minum dari sumbernya" Ucap Alvian sambil tersenyum menatap Bima yang tengah meminum susu dengan rakusnya., 'astagfirullah" Ucapnya lagi sambil mengusap wajahnya pelan, dia mencoba mengenyahkan berbagai macam pikiran kotor yang bersarang di otaknya, sepertinya dia memang harus segera memiliki pacar dan menikah sebelum dia jadi stres sendiri karena merindukan kasih sayang dari seorang gadis.


Saat mereka sampai di salah satu toko dimana Kikan dan Rania membawa mereka, Gisuwa, Veyya dan Nungky melongo melihat jejeran baju tipis yang sangat menerawang ditambah lagi jejeran pakaian dalam yang terlihat sangat seksi, Alvian meneguk salivanya saat menatap semua itu.


"Gis ini adalah tempat terakhir dan paling wajib buat kamu datangi sebelum nikah, lihat sayang kamu pilih baju-baju nafsu ini yang menurut kamu paling bagus nak!" Ucap Kikan memberi instruksi.


"Gak ah Ma aku malu" Cicit Gisuwa dengan wajah bersemu merah.


"Ngapain malu Gis, Mama cantik ini bagus gak?" Tanya Nungky Yang sudah mengambil salah satu baju nafsu dan memperlihatkannya pada mereka sambil bergaya seksi yang tentu saja membuat seorang Alvian dibuat ngiler menatapnya.


"Kak Al kenapa Kak kok kayak gitu banget mukanya, hayo nafsu ya Kak lihat yang begituan" Goda Veyya yang sedari tadi memperhatikannya.


"Yang sabar ya Kak ini ujian" Ucap Veyya sambil menepuk pundak Alvian pelan dan bergabung bersama yang lain.


Alvian menoleh menatap Bima yang terkikik geli digendongannya, bayi kecil itu seolah menertawai nasibnya."Gak apa-apa Bim, Abang kuat kok" Ucapnya sedih yang malah membuat Bima tertawa senang.


"Al sini Bima sama aku aja mending kamu tunggu diluar, gak enak juga kan masa ku disini!" Ucap Rania sambil tersenyum bersiap mengambil anaknya Bima digendongan Alvian.


Namun Bima malah mengeratkan pelukannya pada Alvian saat Rania ingin menggendongnya, bayi itu seolah lebih menyukai bersama Alvian atau lebih tepatnya membuat Alvian susah."Sudah Ran biar Bima sama aku aja disini!" Ucap Alvian menenangkan.


"ya sudahlah nitip Bima ya Al" Ucap Rania menyerah, kemudian dia mencium dan mencubit pipi Bima gemas membuat bayi tersebut terkikik geli sambil menatap Rania."Baik-baik sama Om ya Bima sayang jangan nakal nanti Mama cubit" UcapRania bercanda yang malah membuat Bima tertawa.


"Abang dong Ran, masa cowok keren dan ganteng kayak aku ini dibilang om sih" Protes Alvia tidak suka.

__ADS_1


Rania menatap Alvian sambil tersenyum."Tapi jomblo juga kan Al" Ucapnya membuat Alvian mengerucutkan bibirnya sebal."Sudah terima nasib aja Al kamu itu paman yang tak dirindukan" Ucapnya lagi dan kembali bergabung bersama yang lain.


Akhirnya mereka pun memilih u banyak baju nafsu beserta pakaian dalam yang dipersiapkan untuk malam pertama Gisuwa, Rania memilih beberapa baju nafsu yang menurutnya lucu dan seksi pipinya langsung bersemu merah saat membayangkan wajah Reno jika melihatnya memakai baju nafsu tersebut.


"tunggu Mas Renoku sayang nanti malam kamu dapat hadiah cantik" Ucap Rania dalam hati dan kembali memilih-milih pakaian lain bersama Veyya, Gisuwa dan Nungky yang terlihat sibuk memilih beberapa pakaian dalam.


"Astagfirullah Alvian!" Teriak Kikan membuat beberapa pengunjung menatap kearahnya termasuk Rania dan ketiga temannya itu yang langsung menghampiri Kikan.


Kikan menatap Alvian dengan mata melotot tajam, bagaimana tidak pria itu sedang memakai Bh di kepalanya , sedangkan Bima sedang tertawa diatas tumpukan pakaian dalam sambil memberikan melemparkan beberapa pakaian dalam kepada Alvian.


Rania melotot saat melihat sesuatu yang dipakai Bima dikepalanya membuat gadis itu langsung menghampiri Bima dan menggendong nya.


"Astagfirullah Al apa yang kamu lakukan pada anakku?" Omel Rania marah sambil melepaskan sesuatu yang sedang dipakai Bima yang tak lain dan tak bukan adalah celana dalam wanita.


Alvian melepaskan By yang bertengger di kepalanya dengan kasar sambil tersenyum gugup menatap mereka."I-itu Ran aku sama Bima cuman lagi senang-senang aja kok biar Bima senang" Cicit Alvian menjelaskan dia menunduk takut melihat tatapan sangar Rania dan ibunya Kikan.


"Sudah Bang ngaku aja Abang udah gak kuat pengen nikah juga ya Bang, aku ngerti kok Bang" Ucap Nungky tersenyum maklum sambil menepuk-nepuk pundak Alvian.


"Kak Al yang sabar ya Kak, aku yakin jodoh kakak pasti sudah dekat" Ucap Gisuwa memberi semangat.


"Apa kubilang Kak Al itu sudah ngebet pengen kawin, tadi aja dia langsung ngiler waktu liat kamu nunjukin baju nafsu Ku" Ucap Veyya mengompori.


"Apa?" Ucap Nungky pura-pura terkejut."Bang Al tak kusangka ternyata kamu mesum Bang" Ucapnya lagi dengan memasang raut wajah kecewa.


"Ng-nggak kok Ky aku gak mesum cuma khilaf aja tadi" Ucap Alvian menjelaskan Nungky dan yang lain tidak mengindahkan ucapannya membuat Alvian menunduk sedih bagaimana bisa dia menjatuhkan harga dirinya sendiri di depan para gadis apalagi di depan Nungky gadis yang sedang berusaha dia dekati.


"argh sakit Ma" Ucap Alvian saat Kikan menjewer kupingnya.


"Diam kamu anak kurang ngajar, dasar mesum kamu suka gitu turunan siapa sih Al sampe mesum gitu otakmu, Ya Allah telah tobat Mama Al ngurusin anak gak guna kayak kamu" Omel Kikan kesal sambil terus menjewer kuping Alvian.

__ADS_1


Bima tertawa senang sambil menepuk-nepukan tangannya seolah bertepuk tangan melihat Alvian yang sedang disiksa oleh Kikan."Kamu gak boleh kayak gitu ya nak, kamu kan anak baik kalau sudah besar nanti jangan mesum ya" Ucap Rania sambil menatap Bima membuat tersebut dibuatnya.


__ADS_2