Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Harus Berpisah


__ADS_3

Pagi harinya seperti biasa Rania dan Reno sarapan bersama Kikan dan William yang berbeda kini ada Alvian yang ikut sarapan bersama mereka.


Kikan sedari tadi tersenyum sambil melirik kearah Reno dan Rania, dia masih ingat kejadian semalam bagaimana tidak berdayanya Reno saat Rania mengintimidasinya.


Reno dan Rania merasa risih mendapat tatapan dari Kikan, ibu paruh baya itu selalu saja menggoda mereka dimana pun dan kapan pun mereka berada, dia tidak perduli bahkan jika itu saat tengah sarapan seperti ini.


Rania melirik ke arah Alvian yang sedari tadi menatapnya sambil tersenyum, kemudian dia melirik Reno suaminya yang terlihat fokus menyantap sarapannya, beruntung Reno dan yang lain tidak menyadari tingkah Alvian yang terang-terangan menatapnya itu.


"Nih orang ngapain sih ngeliatin aku mulu, gak mikir apa aku ini sudah jadi istri kakaknya" Ucap Rania kesal dalam hati.


"Ran hari ini kamu mau berangkat dianter Mama gak?, kemarin kan Mama gak jadi nganterin kamu!" Ucap Kikan memecah keheningan di antara mereka.


"Aku sih terserah Mas Reno saja Ma, aku ikut saja mau dianter sama siapa juga, aku juga biasa berangkat sendiri ke sekolah" Ucap Rania sambil melirik ke arah Reno.


"Tidak perlu mulai hari ini aku yang akan mengantar Rania ke sekolah, selama aku ada orang lain tidak boleh mengantarnya!" Ucap Reno tegas.


"Yah gak jadi dong, yasudah Ran lain kali saja ya" Ucap Kikan sambil tersenyum.


"Iya Ma" Ucap Rania.


"Al bagaimana, apa kamu ada rencana hari ini? kalau tidak ada datanglah ke kantor Papa, disana kamu bisa sedikit belajar tentang perusahaan!" Ucap William.


"Tidak bisa Pa, hari ini aku ada pemotretan di kantor Kak Reno, iya kan Kak?" Ucap Alvian.


"Iya Pa, aku merekrut dia untuk jadi photografer di produk sabun terbaru perusahaanku" Ucap Reno sambil mengangguk mengiyakan pernyataan Alvian.


"Kamu ini Al yang kamu pikirkan hanya pemotretan, berbeda sekali dengan Reno yang lebih suka mengurus perusahaanya sendiri hingga sukses seperti sekarang, tapi yasudahlah aku tidak bisa memaksakan kehendakku pada kalian" Ucap William lagi.


"Gak apa-apa Pa, yang penting Al serius dengan pekerjaannya, kita dukung anak-anak kita mau apapun pekerjaan yang mereka pilih, selama itu membuat mereka bahagia kenapa tidak!" Ucap Kikan.


"Aku tahu itu, aku hanya merasa bosan dengan rutinitas kantor yang menumpuk, aku ingin segera pensiun dan di gantikan oleh anak-anakku" Ucap William curhat.


"Tenang Pa, aku akan membantu sebisa ku, Papa jangan khawatir" Ucap Reno menenangkan.


"Bagaimana kamu bisa mengurus perusahaan Papa, sedangkan kamu sendiri sudah sangat sibuk dengan urusan kantormu, sudahlah mungkin ini sudah nasib Papa" Ucap William dengan muka memelas.


"Baiklah baik, mulai sekarang aku akan membantu mengurus perusahaan, tapi aku juga akan melanjutkan hobyku!" Ucap Alvian menyerah dia sudah tahu maksud ayahnya berkata begitu.


"Nah gitu dong, itu baru anak Papa dan Mama, tentu saja Al kamu bisa melanjutkan kesenanganmu itu, tapi ingat jangan sampai membuat perusahaan terbengkalai!" Ucap William menasehati.


"Iya Al jika bukan kamu dan Reno siapa lagi yang akan mengurus perusahaan ayah kalian" Ucap Kikan.


"Yasudah aku berangkat dulu hari ini aku ada rapat penting di kantor" Ucap Reno sambil beranjak.


"Rania ayo ambil tasmu kita berangkat sekarang!" Ucap Reno lagi kepada Rania.

__ADS_1


Selama perjalanan menuju sekolah Reno hanya diam tanpa mengatakan sepatah kata pun, membuat Rania bingung sendiri dengan tingkah Reno yang berbeda.


Sejak tadi pagi Reno memang sudah kelihatan berbeda, biasanya dia akan sangat bawel jika Rania mandi dengan lama, tapi pagi itu Reno hanya diam menunggu Rania selesai mandi dengan sabar.


"Baiklah aku pergi dulu ya Mas, Assalamualaikum" Ucap Rania sambil mencium tangan suaminya Reno dan mencoba membuka pintu mobil mereka.


"Rania tunggu!" Ucap Reno membua Rania mengurungkan niatnya dan kembali menutup pintu mobil mereka.


"Ada apa Mas, apa Mas perlu sesuatu?" Tanya Rania penasaran.


Tanpa aba-aba Reno langsung memeluk Rania dengan erat membuat Rania bingung sendiri, dari balik bahu Rani menatap Reno yang tengah memejamkan matanya.


"Kenapa Mas, ada apa bicaralah jangan membuatku bingung dengan tingkahmu Mas" Ucap Rania sambil melepaskan pelukan mereka.


"Nanti siang aku harus pergi ke Kalimantan, ada proyek yang harus aku tinjau disana" Ucap Reno pelan.


"Berapa hari, kenapa mendadak sekali?" Tanya Rania.


"Bisa seminggu lebih atau kurang, maafkan aku Ran tadinya aku ingin memberi tahumu dari kemarin tapi aku tidak punya kesempatan untuk mengatakannya" Ucap Reno sambil menatap Rania.


"Lama sekali, lalu bagaimana denganku Mas, aku pasti akan merindukanmu!" Ucap Rania sambil menunduk sedih.


Dia tidak menyangka akan tiba waktu dimana dia dan Reno harus berpisah, ingin rasanya dia menolak dan melarang Reno pergi, tapi mau bagaimana lagi itu sudah menyangkut pekerjaan, mau tidak mau dia harus merelakan Reno berpisah darinya untuk sementara.


"Aku juga pasti merindukanmu sayang, aku minta tinggalah untuk sementara waktu di rumah orang tuaku sampai aku kembali, aku tidak akan tenang jika kamu tinggal sendirian di apartemen" Ucap Reno sambil memeluk Rania.


"Tentu saja, aku pasti meneleponmu jika ada waktu, ketahuilah aku tidak akan bersemangat kerja jika belum melihat wajahmu sayang" Ucap Reno membuat wajah Rania bersemu merah karena malu.


"Mas sekarang jago gombal ya bikin aku klepek-klepek" Ucap Rania sambil tersenyum malu.


"Kamu juga dengan tingkahmu yang menyebalkan dan berotak mesum membuatku tidak bisa jauh darimu Rania" Ucap Reno sambil mendekatkan wajahnya ke arah Rania.


Mereka pun berciuman dengan sangat intens, Rania merangkul leher Reno saat Reno memperdalam pagutan mereka.


Beruntung kaca mobil Reno gelap jadi tidak ada yang bisa menyaksikan aksi mereka di dalam mobil, suara bising dari kendaraan seolah jadi musik pengiring adegan romantis mereka.


"Ciumanmu membuatku candu Rania, hingga aku ingin melakukan sesuatu yang lain" Ucap Reno setelah pagutan mereka terlepas.


"Masa, tadi malam aja aku ajak gituam Masnya sok jual mahal, sekarang Mas malah ngomong kayak gitu" Ucap Rania sambil mengerucutkan bibirnya sebal.


"Bukannya aku tidak mau, aku sudah bilang aku ingin kamu fokus belajar menghadapi ujianmu dulu,setelah itu kita bisa melakukannya dengan bebas" Ucap Reno sambil tersenyum.


"Benarkah itu, bukan karena ada wanita lain di pikiranmu kan Mas?"Tanya Rania curiga sambil menatap Reno.


"Aissh kamu ini ada-ada saja mana mumgkin aku punya wanita lain dihidupku selain ibu dan kamu tentu saja" Ucap Reno.

__ADS_1


"Habisnya aku aneh saja kenapa Mas tiba-tiba tidak mau melakukannya aku pikir ada wanita lain sehingga Mas tidak bernafsu lagi padaku" Ucap Rania sendu.


"Itu demi kebaikanmu sendiri fokuslah belajar, sebentar lagi kamu akan mengikuti ujian Nasional, asal kamu tahu aku lebih tersiksa menahannya di bandingkan kamu Rania" Ucap Reno pelan.


"Yasudah aku masuk dulu ya Mas, hati-hati di jalan!" Ucap Rania sambil keluar mobil.


"Rania tunggu!" Ucap Reno setelah membuka kaca mobilnya.


"Ada apa?" Tanya Rania sambil berbalik.


"Aku akan meneleponmu nanti jangan sampai kamu tidak mengangkatnya!" Ucap Reno.


"Baiklah tentu saja aku tunggu telepon darimu" Ucap Rania sambil mengangguk membuat Reno tersenyum di tempatnya.


"Hai Om ganteng kenalan dong, nama Om ganteng siapa aku Nungky Om temannya Rania" Ucap Nungky.


Reno menatap Nungky bingung, gadis itu tiba-tiba muncul entah dari mana dan melongok ke dalam melewati kaca mobilnya yang terbuka, gadis itu sepertinya lebih ajaib dan aneh dari Rania.


"Saya Reno" Ucap Reno pelan.


"Oh nama Om Reno ya, namanya bagus cocok buat Om ganteng, minta nomernya dong Om kali aja kita bisa kenalan gitu hehe" Ucap Nungky sambil mengambil hp nya di dalam saku.


Rania yang kesal melihat tingkah ajaib Nungky yang mendadak nongol dan menggoda Reno, dia langsung menghampiri Nungky dan Reno yang sedang mengobrol itu.


"Ayo pergi, jangan membuat masalah pagi-pagi!" Ucap Rania sambil menarik kerah kemeja Nungky membawanya menjauh dan memasuki gerbang.


"Dah Om ganteng lain kali aja ya kita tukeran nomornya" Ucap Nungky dengan nada agak tinggi.


Reno menatap Rania dan Nungky secara bersamaan, Reno pun tersenyum akhirnya dia tahu kenapa Rania bisa segesrek dan semesum itu, ternyata selain pengaruh dari ibunya Rania juga memiliki teman yang aneh bin ajaib.


---------


Holla aku balik lagi😆😆


Ini kenapa pada nanyain MP sih kan aku dah bilang itu bakal jadi kejutan, jangan nanyain teruslah bulan puasa juga hihi😆😆😆


Jangan lupa like sebanyak-sebanyaknya pliss dukung aku, jangan jadi silent readers teruslah.


Vote n tips bagi yang mau, aku akan sangat senang menerimanya😚😚


 


Salam Manis


 

__ADS_1


Author Galau Terus


__ADS_2