Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Hanya Berharap


__ADS_3

Reno dan Rania sedang asyik olah raga lari pagi mengelilingi taman yang letaknya tidak jauh dari apartemen mereka.


Rania terlihat cantik dengan rambut yang diikat dan juga mengenakan jaket dan sepatu berwarna senada yaitu merah muda.


Sedangkan Reno mengenakaj kaos dan sepatu berwarna putih dipadu padankan dengan celana dan jaket hitam serta topi hitam yang menghiasi kepalanya membuat siapa saja terpesona akan ketampanannya.


Selain mereka ada juga orang lain yang sedang berolah raga sama seperti mereka, ada yang berumur seperti Rania dan Reno ada juga anak-anak kecil dan para orang tua, taman terlihat cukup ramai hari itu.


"Hai Mas ganteng sendirian saja, boleh ikutan gak" Ucap seorang gadis cantik bersama kedua temannya.


Rania yang tepat berada di belakang Reno menatap mereka kesal, dia memperhatikan para wanita tersebut yang dia yakin masih berusia 20an, mungkin saat ini mereka juga masih mengenyam pendidikan di bangku kuliah.


"Dasar cewek rese gak lihat apa ada aku disini, ada saja yang bikin emosi padahal lagi asyik olah raga gini" Sungut Rania kesal dalam hati sambil menatap mereka tajam.


"Masnya kenapa diam saja, kenalin aku Vivian Mas" Ucap Si wanita cantik mengajak Reno bersalaman.


"Reno!" Ucap Reno sambil membalas uluran tangan gadis itu.


"Aku Amel!"


"Aku Zahra Mas bisa panggil aku Ara!"


Kedua teman Vivian ikut mengajak Reno berkenalan dengan gaya centil mereka sedangkan Reno hanya menjawab seadanya saja.


"Habislah aku malam ini!" Gumam Reno dalam hati.


Reno melirik Rania yang sudah menatapnya tajam seakan ingin memakannya hidup-hidup, ketiga gadis yang mendekatinya juga malah makin gencar membuat Rania tambah panas dibakar api cemburu.


Cemburu? bahkan sebelum bersama Reno dia tidak pernah merasakan apa yang namanya cemburu, sekalipun dulu saat dia dan Alvian berpacaran banyak sekali gadis yang mendekati kekasihnya itu.


Saat itu Rania berpikir jika itu memang sudah resiko berpacaran dengan seorang photografer profesional yang terkenal dan juga tampan seperti Alvian.


Bahkan Alvian sendiri bingung saat melihat Rania yag terlihat cuek-cuek saja saat dia dikerubuni oleh para gadis yang mencoba mendekatinya, saat Alvian bertanya Rania hanya menjawab.


"Itu sudah menjadi resiko dari pekerjaanmu dan aku sebagai kekasihmu harus mengerti itu, selama kamu tidak bermain api dengan mereka aku tidak akan perduli!"


Namun melihat Reno digoda oleh wanita lain, perasaan Rania jadi tidak karuan ingin rasanya dia menjambak rambut gadis-gadis tersebut saat ini juga.


Mungkin ini yang namanya takut kehilangan, takut akan sesuatu yang sudah jadi milikmu direbut oleh orang lain dan Rania tidak mau hal itu terjadi padanya.

__ADS_1


"Masku sayang ayo kita kesana, dede bayi kita katanya mau es krim Mas!" Ucap Rania manja sambil mengusap perutnya yang rata.


"Hueeekkk, maaf Mba saya suka mual kalau nyium bau parfum yang menyengat" Ucap Rania berpura-pura mual di depan ketiga gadis tersebut.


"Oh jadi Mba ini istri si Mas nya?" Tanya gadis yang bernama Amel sambil menatap Rania.


"Iya Mba, kami sudah menikah dari 6 bulan lalu, dan sekarang saya hamil anak dia" Ucap Rania sambil tersenyum malu.


"Masa sih, kok gak kelihatan hamilnya Mba gak bohong kan?" Tanya Zahra curiga saat menatap perut Rania yang rata.


"Gak lah Mba, ngapain juga saya bohong, saya beneran hamil kok tapi baru 3 minggu makannya belum kelihatan" Ucap Rania menjelaskan.


"Kalau gak percaya tanya aja sama Masnya, iyakan Mas?" Ucap Rania sambil menoleh kearah Reno menunjukan senyum manisnya.


"I-iya dia istri saya, kami memang sudah menikah dari 6 bulan yang lalu!" Ucap Reno masih bingung mendengar apa yang dikatakan Rania barusan.


Hamil? benarkah itu, atau itu semua akal-akalan Rania untuk mengusir para gadis yang mendekatinya, Reno melirik Rania yang tengah tersenyum dengan manisnya seolah tidak ada yang terjadi barusan.


"Oh maaf ya Mba, Mas kami tidak tahu kalau Masnya sudah menikah sekali lagi maaf" Ucap Vivian meminta maaf yang di angguki oleh kedua temannya itu.


"


"Gak apa-apa kok saya ngerti, suami saya ini memang banyak yang suka saya sudah biasa kok!" Ucap Rania sambil tersenyum ramah.


Kadang Rania sendiri capek sebenarnya apa yang diinginkan Adinda, gadis itu seolah tidak perduli meski Reno menolaknya berkali-kali.


Terlalu cinta? entahlah Rania tidak tahu, hanya Adinda sendiri yang tahu bagaimana perasaan yang sebenarnya kepada Reno, tugas dia disini hanya menjaga Reno agar tidak tergoda dengan wanita manapun.


"Yasudah kami pergi dulu ya Mas,Mba permisi kami duluan!" Pamit ketiga gadia tersebut.


"Iya silahkan!" Ucap Rania dan Reno sambil mengangguk.


Ketiga gadis tersebut pun pergi sambil berlari kecil melanjutkan olah raga pagi mereka yang tertunda karena tergoda saat melihat lelaki tampan seperti Reno, namun sayang mereka gagal dapat gebetan karen lelaki tersebut adalah pria beristri yang sebentar lagi akan memiliki anak.


"Ayo Mas, kita kesana dulu akh capek nih pegel kakiku mau istirahat sebentar!" Ajak Rania sambil menarik tangan Reno menuju bangku taman yang terletak di sebelah tukang minuman dan es krim.


"Ran!" Panggil Reno pelan kepada Rania yang sedang meminum air putih daro botol kemasan yang baru saja mereka beli.


Saat ini mereka tengah duduk di bangku tersebut sambik minum air dari hausnya yang melanda mereka setelah lari pagi, banyak orang berlalu lalang di depan mereka yang juga tengah berlari pagi atau hanya jalan-jalan santai bersama pasangan mereka.

__ADS_1


"Iya Mas kenapa?" Tanya Rania menoleh sambil menutup botol minuman yang sudah dia minum.


"Tadi yang kamu bilang sama gadis-gadis itu beneran apa bohong Ran?" Tanya Reno sambil menatap Rania.


"Yang mana Mas, aku emang ngomong apa?" Tanya Rania polos tidak mengerti dengan apa yang baru saja Reno katakan padanya.


"Ituloh Ran, tadi kamu bilang kamu lagi hamil sama mereka, itu beneran?" Tanya Reno lagi.


"Oh itu kirain apaan, Mas maunya itu beneran apa bohong sayang?" Goda Rania sambil tersenyum.


"Jawab dulu Ran, jangan bertanya balik padaku!" Ucap Reno kesal sambil cemberut karena Rania malah bertanya balik padanya.


"Iya Mas iya aku jawab lucu banget sih kamu Mas gampang cemberut sekarang!" Ucap Rania tersenyum geli sambil menatap suaminya itu.


"Aku bohonglah Mas, aku belum hamil Mas lagipula aku baru jebol sebulan yang lalu" Ucap Rania menjawab pertanyaan Reno.


"Sudah kuduga kamu memang berbohong Ran!" Ucap Reno pelan.


Ada sedikit rasa sedih dan kecewa tersirat dimata Reno yang membuat Rania merasa bersalah, mungkinkah Reno berharap dia benar-benar hamil?


"Maaf Mas, apa kamu beneran berharap aku hamil Mas? maaf ya aku tidak maksud berbohong padamu Mas" Ucap Rania pelan sambil tertunduk karena menyesal.


"Tidak apa sayang, aku bukannya berharap tapi lelaki mana yang tidak mau istrinya hamil? sudahlah jangan dipikirkan kalau sudah waktunya nanti juga kamu pasti hamil" Ucap Reno sambil mengulas senyumnya yang menawan.


Reno mengerti itu semua tidak bisa dia atur sendiri, dia tidak bisa mengatur Rania untuk segera hamil ataupun tidak, lagipula dia juga sedang sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama Rania istrinya yang tersayang.


"Makasih Mas sayang, kalau gitu kita sering-sering aja tempurnya biar aku bisa cepat hamil" Ucap Rania sambil memeluk Reno.


"Dasar kamu ini Ran, memangnya kamu sudah siap menjadi seorang ibu?" sebaiknya kamu segera bersiap untuk menghadapi ujian kelulusanmu, setelah itu baru kita pikirkan soal anak!" Ucap Reno sambil tersenyum.


"Siap Mas Tampanku sayang!" Ucap Rania sambil menaruh hormat dan ikut tersenyum bersama Reno.


--------


Holla aku balik lagi😆😆


Maaf ya guys aku lagi sibum jadi gak bisa sering up atau balas komen kalian, tapi aku selau baca kok karena komen kalian adalah salah 1 penyemangatku dalam menulis.


Terima kasih untuk dukungan kalian selama ini, aku sayang kalian semua😚

__ADS_1


Salam Sayang


Author Jual Galon


__ADS_2