
Pagi itu Reno sedang mengepel lantai sedangkan Rania gadis itu tengah asyik bermain hp sambil tersenyum di dalam kamar, Reno melirik Rania yang terlihat sudah wangi karena baru saja selesai mandi.
Dengan perlahan Reno mengepel lantai di kamar mereka, sejak mereka jadi dekat Reno memang sering memanjakan istrinya tersebut, bahkan saat hari libur pun Reno tidak membiarkan istrinya itu untuk membereskan rumah.
"Mas capek gak, mau aku bantuin gak sayang?" Tanya Rania merasa tak enak saat melihat Reno sibuk sendiri.
"Gak usah sayang kamu diam saja, jangan sampai kamu kecapean" Ucap Reno sambil tersenyum.
"Tapi Mas aku gak enak kalau kamu kerja sendiri" Ucap Rania.
"Gak apa-apa sayang, kewajibanku sebagai suami adalah membahagiakan kamu sayang, aku menikahimu bukan untuk disuruh-suruh tapi untuk kumanjakan!" Ucap Reno sambil duduk disebelah Rania dan mengusap rambut gadis itu dengan lembut.
"Makasih sayang kamu memang suami terbaik" Ucap Rania sambil mencium pipi Reno.
"Sama-sama sayang, hari ini kamu mau sarapan apa?" Tanya Reno lembut.
"Apa aja Mas, kamu masak apa aja aku suka kok!" Ucap Rania sambil tersenyum.
"Yasudah aku bikinin kamu nasi goreng aja ya setelah aku selesai mengepel lantai, kamu kan suka nasi goreng buatanku" Ucap Reno.
"Iya sayang yang agak pedas ya Mas!" Ucap Rania.
Selesai mengepel lantai Reno membuatkan nasi goreng untuk Rania dan dirinya sarapan, sambil bersenandung ria Reno mengaduk nasi di atas wajan dengan senang.
Menjadi suami yang baik dan juga perhatian tentu membuat Reno dikagumi oleh siapa pun termasuk Rania yang sedari tadi memandang Reno sambil duduk di kursi meja makan.
"Mas Reno makin hari makin tampan saja, udah ganteng perhatian banget lagi, gak ada yang bisa gantiin dia, aku beruntung bisa memilikinya, terima kasih Ya Allah kamu sudah memberi hamba suami terbaik di dunia!" Gumam Rania penuh syukur.
Bersama Reno dia mendapat semua perhatian dan kasih sayang baik itu dari Reno dan juga orang tua Reno yang begitu baik padanya, tidak seperti ayahnya sendiri yang bahkan tidak pernah memperdulikannya.
"Nih sayang makan dulu yang banyak ya!" Ucap Reno sambil menaruh 2 piring nasi goreng diatas meja dan duduk disamping Rania.
"Iya Mas tampanku sayang!" Ucap Rania sambil menyendok nasi goreng miliknya.
Reno tersenyum menatap wajah istrinya yang sedang makan dengan lahap, Reno mengelap sudut bibir Rania yang tertempel makanan dengan ibu jarinya.
__ADS_1
"Makannya pelan-pelan saja sayang, kamu itu sudah gede masih berantakan saja makannya" Ucap Reno sambil tersenyum geli.
"Biarin yang penting Mas suka, suapin dong Mas!" Ucap Rania manja.
"Yasudah sini aku siapin biar banyak makannya!" Ucap Reno sambil menyuapi Rania.
Rania langsung melahap suapan Reno sambil tersenyum, tidak ada kata yang bisa ungkapkan selain Bahagia ah tidak yang benar adalah dia sangat bahagia dengan kehidupan baru yang dijalaninya.
Selesai makan Rania dan Reno duduk di ruang tamu sambil menonton tv, Rania membaringkan kepalanya diatas pangkuan Reno, sambil membelai rambut Rania dengan lembut Reno menonton acara berita dengan serius.
"Mas" panggil Rania pelan sambil mendongak menatap suaminya Reno.
"Iya apa Ran?" Tanya Reno sambil menunduk menatap Rania di pangkuannya.
"Aku sebel deh Mas, aku udsh capek-capek belajar tetap saja nilaiku masih merahloh Mas!" Ucap Rania curhat.
"Oh iya aku belum pernah melihat nilai raportmu, coba mana aku mau lihat memangnya nilai kamu yang merah yang mana saja!" Ucap Reno.
Dia memang tidak tahu bagaimana nilai pelajaran disekolah, sejak menikah dengannya Rania tidak pernah terlihat memusingkan pelajarannya membuat Reno berpikir Rania cukup pintar.
"Bentar ya Mas aku ambil dulu!" Ucap Rania sambil beranjak bangun menuju kamarnya.
"Astagfirullah" Ucap Reno tak percaya.
"Ini nilai kamu Ran, kecil amat Ran yang paling besar nilainya cuma pelajaran bahasa indonesia dan itupun nilainya cuma 7" Ucap Reno heran.
"Bagus tahu mas, itumah udah mendingan dari pada dulu, lagian nilaiku lebih baik dari pada teman-temanku yang lain Mas!" Ucap Rania membela diri.
"Masa sih Ran, aku penasaran seburuk apa nilai mereka, nilai kamu saja sudah begini apalagi mereka" Ucap Reno.
"Lihat saja nanti Mas, emangny Mas pas sekolah dulu nilainya berapa Mas?" Tanya Rania penasaran sambil duduk disamping suaminya Reno.
"Yang jelas nilaiku tidak seperti nilaimu Ran" Ucap Reno.
"Sombong banget Mas kayak dapat rangking pertama saja" Ucap Rania sambil mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
"Aku memang rangkin pertama Rania sayang dan itupun tingkat sekolah!" Ucap Reno sambil tersenyum.
"Hebat dong Mas, akumah apa atuh dapat ranking ketiga saja sudah bahagia Mas" Ucap Rania.
"Wah itu kamu juga hebat Ran bisa dapat rangking ketiga, kenapa nilaimu turun sekarang sayang?" Tanya Reno bingung.
"Ihh kan aku sudah bilang barusan nilaiku naik bukan turun" Ucap Rania kesal.
"Tadi kamu bilang kamu pernah dapat rangking 2 Ran itu maksudnya apa?" Tanya Reno.
"Maksudku Ranking 3 dari urutan bawah Mas, gak mungkinlah aku dapat rangking 3 kalau dilihat dari atas" Ucap Rania sambil tersenyum malu.
Reno mengeleng-gelengkan tak percaya, kenapa gadis itu sudah bahagia hanya dengan mendapat rangking ketiga itupun dari tingkat bawah yang artinya dia termasuk dalam daftar anak terbodoh dikelasnya.
"Lalu siapa yang dapat ranking kedua dan pertama Ran?" Tanya Reno sambil menatap wajah istrinya.
"Yang pertama itu tentu saja si Nungky Mas, kalau yang kedua si Veyya tapi aku kadang dapat ranking keempat juga Mas soalnya nilaiku sama Gisuwa gak beda jauh" Ucap Rania menjelaskan.
"Apa kamu tidak punya satupun tema yang pintar Ran?" Tanya Reno.
"Gak Mas mereka gak mau temenan sama aku dan yang lain, katanya mereka gak mau masa depan mereka dirusak Nungky" Ucap Rania.
"Kok gitu Ran, memangnya apa yang suka Nungky lakukan sampai orang-orang bilang begitu?" Tanya Reno lagi.
"Gak tahu juga Mas, dulu pernah ada orang pintar gabung sama kita seminggu kemudian tuh anak pasti langsung jadi bodoh Mas sampai orang tuanya pindahin dia sekolah, aku juga gak tahu Nungky ngapain tuh anak, perasaan pas kita lagi kumpul dia gak pernah ngapa-ngapain!" Ucap Rania bingung sendiri jika mengingatnya.
"Aneh sekali temanmu itu Ran tapi apakah kamu tahu dulu Adinda itu juara kelas sayang dia tidak pernah mendapatkan nilai dibawah 8, itupun nilai dia yang paling kecil rata-rata nilainya adalah 9" Ucap Reno kemudian.
"Kok jadi bahas si Adinda sih Mas apa hubungannya coba, Mas lagi kangen sama dia ya, ngomong aja Mas gak apa-apa kok akumah" Ucap Rania sambil menatap Reno tajam.
"Tidan sayang aku cuma mau bilang bahkan orang yang terlihat buruk pun tidak semuanya buruk sayang, dia sebenarnya baikloh kecuali dia menyukaiku dengan berlebihan Ran" Ucap Reno sambil tersenyum.
"Lok kok Mas kayak belain dia gitu sih, sudah ah aku males ngomongin tuh cewej gatel!" Ucap Rania sambil beranjak pergi.
"Awas saja si Adinda kampret itu kalau ketemu aku habisin dia biar Mas Reno gak ngomongin kebaikan dia lagi" Gumam Rania penuh tekad.
__ADS_1
Reno menatap Rania yang berjalan menuju kamar sambil menggerutu dan langsung membanting pintu kamarnya dengan kesal.
"Dasar aku suka melihat kamu cemburu sayang, manis sekali" Gumam Reno sambil tersenyum.