
Perlahan ketiga gadis yang tadi pingsan itu tersadar, mereka mengerjap menatap Rania dan Reno yang sudah menunggu mereka sadar.
"Aku ada dimana nih?" Gumam Gisuwa sambil melihat sekitar ruangan yang merupakan kamar Reno dan Rania yang diikuti oleh Veyya dan Nungky yang juga baru sadar itu.
"Udah sadarkan kalian, kalian ada di kamar aku!" Ucap Rania.
Veyya, Gisuwa dan Nungky menatap Rania dan Reno secara bergantian.
"Kamu beneran sudah nikah Ran, sejak kapan?" Tanya Veyya.
"Iya aku sudah nikah sama Mas Reno" Ucap Rania sambil tersenyum.
"Kenapa kamu gak ngasih tahu kita-kita Ran, kok bisa sih kamu nikah tanpa ada yang tahu?" Tanya Gisuwa penasaran.
"Maaf aku gak maksud buat nyembunyiin ini dari kalian, ini benar-benar gak aku rencanain guys, jadi gini ceritanya!"
Rania pun memceritakan bagaimana awal dia dan Reno bisa menikah termasuk perjodohan kakaknya dengan Reno, dan juga insiden yang mengharuskan Rania menggantikan kakaknya itu.
Ketiga temannya itu mendengarkan dengan seksama sesekali mereka bertanya yang karena kurang paham, sedangkan Reno hanya duduk diam mendengarkan istrinya bercerita.
"Oh jadi semuanya gara-gara perjodohan orang tua kalian?" Ucap Veyya setelah Rania selesai bercerita.
"Iyaloh aku gak nyangka masih ada saja yang suka jodoh-jodohin anaknya kayak jaman Siti Nurbaya saja" Ucap Gisuwa.
"Dasar bodoh kamu sendiri juga dijodohkan orang tua kamu Gis" Ucap Veyya sambil mendelik kearah temannya.
"Akumah beda Veyy, aku dijodohin juga karena kita saling suka" Ucap Gisuwa.
"Jadi kalian udah malam pertama dong, gimana rasanya Ran enak gak?" Tanya Nungky dengan muka polosnya membuat Rania dan Reno tersenyum malu.
"Kamu ini Ky kalau nanya suka kebangetan deh lihat mereka jadi malu tuh, tapi iya Ran kasih tahu dong gimana rasanya?" Tanya Gisuwa.
"Pasti enak lah, lihat saja sudah banyak tandanya tuh" Ucap Veyya sambil menunjuk leher Rania yang terdapat bercak merah.
Dengan reflek Rania menutupi bagian lehernya sambil mendelik kearah Reno yang hanya nyengir tidak jelas, dia lupa kalau semalam Reno bermain dengan kasar hingga meninggalkan bekas kemerahan ditubuhnya.
"Dasar Si Mas Mesum bikin aku malu saja" Ucap Rania dalam hati.
"Widih merah banget Ran mana banyak lagi!" Ucap Gisuwa sambil mendekat melihat bekas kemerahan ditubuh Rania.
"Iya Ran rasanya pasti enak banget ya, Om ganteng hebat banget ya mainnya sampai banyak bekasnya gini top lah Om!" Ucap Nungky sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Ah kamu bisa saja itu belum apa-apa kok, Ran juga hebat mainnya" Ucap Reno tersenyum malu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Diam Mas kalau ngomong jangan asal deh" Bisik Rania sambil mencubit pinggang Reno dengan gemas.
"Maaf sayang tapi kamu emang jago mainnya aku saja ketagiham" Ucap Reno membuat yang lain langsung tertawa kecuali Rania yang sudah memberi tatapan tajam pada suaminya itu.
__ADS_1
"Gak apa-apa kok Ran jujur aja sama kitamah, kita ngerti kok" Goda Veyya sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Iya Ran, jadi pengen aku cepat-cepat nikah sama bang Awan, pasti deh bang Awan bakal klepek-klepek sama aku" Ucap Nungky mengkhayal sendiri.
"Kalau aku jadi Awan aku pasti kabur Ky pas malam pertama" Ucap Veyya.
"Benar tuh lagian Awan juga pasti udah kabur pas ijab kabul kalau tahu calonnya kamu Ky" Ucap Gisuwa.
"Syirik aja kalian, kalau udah cinta mah mau oranh ngomong apa juga terserah iya gak Om?" Ucap Nungky meminta dukungan.
"Betul Ky, seperti saya dan Rania awalnya dipaksa nikah ujung-ujungnya cinta beneran" Ucap Reno membuat Rania tersenyum.
"Iyasih, ngomong-ngomong kamu sudah hamil Ran?" Tanya Gisuwa penasaran.
"Iya Ran kalau kamu hamil kita bakal punya ponakan dong" Ucap Veyya bersemangat.
"Kalau bayinya lahir biar aku saja yang urus ya Ran, sekalian belajar ngurus anak biar nanti kalau aku sudah nikah sama bang Awan dan punya anak aku gak susah lagi" Ucap Nungky sambil tersenyum mengajukan diri jadi pengasuh dari anak Rania dan Reno.
"Jangan Ran, biar aku saja sama Gisuwa yang bantu ngurus anak kamu kalau sama Nungky bisa-bisa anak kamu ikutan gesrek kayak dia" Ucap Veyya membuat Rania bergidik ngeri.
"Gak usah guys biar aku saja sama Mas Reno yang ngurus, aku gak mau ngerepotin kalian!" Ucap Rania sambil tersenyum
Dia bisa membayangkan bagaimana jadinya jika anaknya nanti diurus oleh mereka bertiga, Veyya dan Gisuwa memang tidak separah Nungky.
Tapi sebagai orang yang sudah berteman dengan mereka sejak kecil membuat Rania hapal betul apa saja kelakuan teman-temannya itu, apalagi dia juga tahu mereka berempat bukan orang yang pantas untuk mengurus anak.
"Belum sih, itu cuma persiapan saja kalau nanti aku beneran punya anak, aku mau ngurus sendiri saja sama Mas Reno iyakan Mas?" Ucap Rania sambil menoleh kearah suaminya itu.
"Tentu saja sayang, apapun mau kamu aku turutin" Ucap Reno sambil tersenyum.
"Enak yah punya laki, mau apa saja diturutin" Ucap Veyya sambil menatap Rania dan Reno.
"Makanya cari cowok Veyy terus nikah, aku jodohin sama kang nasi goreng deh mau gak?" Tawar Nungky.
"Ogah kamu saja duluan Ky, sesama jomblo jangan saling mengatai" Ucap Veyya kesal.
Kriuuuuuukkk
Suara bunyi perut membuat semua orang langsung menoleh kearah Gisuwa yang sudah nyengir ditempatnya.
"Maaf guys aku lapar nih belum makan, ada makanan gak?" Tanya Gisuwa.
"Sama aku juga lapar Gis, tadi cuman sempet makan soto doang!" Ucap Nungky.
"Emang perut karet kamu ya Ky, tadi bukanya sebelum kesini kamu juga sudah makan bubur yang ada di depan apartemen?" Tanya Veyya yang diangguki oleh Gisuwa.
"Hehe iya ya aku lupa Veyy, kalau lupa berarti makanannya gak dihitung dong ya kan lupa?" Ucap Nungky.
__ADS_1
"Gitu ya Ky, berarti kalau kita makan sebanyak apapun kalau lupa gak masuk kedalam perut dong ya dan kita juga gak kenyang" Ucap Gisuwa termakan omongan Nungky.
"Iya itu tahu Gis makanannya gak masuk keperut buktinya aku masih laparkan" Ucap Nungky yang langsung diangguki Gisuwa.
"Ampun dah Gis kamu masih saja bisa dibegoin sama si ratu licik" Ucap Veyya prihatin.
Rania hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, temannya itu memang tidak ada yang normal, sedangkan Reno hanya diam melongo tanpa mengerti apapun.
"Kalian mau makan apa biar aku pesenin?" Ucap Rania sambil mengambil hp nya di atas nakas.
"Apa saja Ran yang penting bisa bikin kenyang, oh iya dibayarin kan nih?" Tanya Nungky.
"Kebiasaan deh kamu Ky maunya yang gratisan mulu, tapi Ran aku juga lagi bokek nih!" Ucap Gisuwa sambil tersenyum.
"Aku sih ada uang Ran, tapi ini buat beli buku!" Ucap Veyya sambil tersenyum.
"Lagamu Veyy pakai mau beli buku segala, paling tuh buku dijadiin alas kulit kuaci doang, ngomong saja kamu juga mau di traktir iyakan?" Ucap nungky membuat Veyya tersenyum malu.
"Sudah kalian tenang saja aku yang bayarin kok!" Ucap Rania membuat yang lain bersorak senang.
"Mas keluar gih aku mau ngobrol sama teman-temanku nanti kalau pesanannya datang bayar ya!" Ucap Rania sambil tersenyum lembut kearah Reno.
"Baik sayang aku tunggu di ruang tamu ya!" Ucap Reno sambil tersenyum.
"Iya Mas, sudah gih kesana!" Ucap Rania menyuruh Reno keluar kamar.
Dengan patuh Reno keluar kamar sambil membawa laptop miliknya, Veyya, Gisuwa dan Nungky menatap punggung Reno yang berjalan keluar kamar.
"Hebat kamu Ran, suami kamu sampai nurut gitu" Ucap Veyya takjub.
"Iya Ran ajarin dong, gimana caranya supaya laki nurut sama kita" Ucap Gisuwa.
"Aku juga mau diajarin Ran supaya bang Awan mau sama aku" Ucap Nungky.
"Maaf Ky aku gak bisa nyantet orang kamu cari orang lain saja" Ucap Rania menolak permintaan Nungky.
"Cara naklukin laki mah gampang guys, cukup kasih mereka apa yang mereka mau dan buat mereka ketagihan sama kalian dijamin deh suami mana pun pasti nurut" Ucap Rania sambil tersenyum.
-------------
Holla
Jangan lupa likenya ya, Vote n tips bagi yang mau😚😚😚
Salam Sayang
Author Galau
__ADS_1