
Seorang wanita tengah berjalan dengan terburu-buru melewati koridor demi koridor hotel, matanya awas melihat sekeliling berharap tidak ada yang mengikutinya.
Setelah di rasa aman sang wanita kembali melanjutkan langkah kakinya yang bergerak cepat menuju sebuah pintu kamar hotel.
Tok
Tok
Tok
Dia mengetuk pintu tersebut dengan tidak sabar sambil melihat sekitarnya, pintu kamar pun terbuka menampilkan 2 makhluk kecil yang masih dengan muka mengantuk seperti terbangun dari tidurnya.
"Ran ada apa malam-malam kesini?" Tanya Veyya yang mulai merasa kantuknya menghilang dia melihat sekeliling koridor yang terlihat sepi dan kembali menoleh kearah gadis di depannya itu yang terlihat gundah.
"Tolong bantu aku malam ini, ayo kita culik Nungky dulu!" Ucap Rania tanpa menjelaskan lebih lanjut dan langsung menarik Gisuwa yang masih belum pulih dari rasa kantuknya.
"Awww" Pekik gadis itu pelan saat dia menabrak pintu lift hotel, matanya langsung mengerjap sadar sambil mengelus keningnya yang sedikit nyeri karena habis menabrak pintu lift yang keras.
"Mau kemana kita, hotel ngusir kita ya gara-gara gak mampu bayar biaya sewa?" Tanya Gisuwa bingung.
"Dasar bodoh makannya bangun jangan tidur terus kerjaanmu kita mau nyulik Nungky dan buang dia kelaut kan Ran?" Ucap Veyya sambil menoleh kearah Rania dan ikut memasuki lift setelah pintunya terbuka bersama yang lain.
Rania menghembuskan nafasnya kasar sambil melirik kedua teman bodohnya itu, kalau dia tidak butuh mereka sekarang mungkin dia sudah menendang kedua gadis itu keluar hotel sekarang.
"Tidak aku bukan kriminal kayak kamu Veyy yang bisa-bisanya ngerem Adinda di dalam lemari, yang kamu dan Nungky lakukan itu jahat tahu gak!" Ucap Rania memberitahu sambil memencet tombol lantai tujuan mereka dan menoleh kearah sahabatnya itu yang terlihat malu campur rasa bersalah.
"Iya maaf Ran aku tahu aku salah, aku janji kok gak bakal ngulangin lagi!" Ucap Veyya bersungguh-sungguh.
"Harus itu mah Veyy kayak aku dong anaknya kalem gak neko-neko"Ucap Gisuwa bangga yang langsung mendapat delikan tajam dari sahabatnya itu.
"Sudah kita bawa Nungky dulu tuh anak udah tidur belum ya, udah jam 10 malam lagi waktu kita mepet!" Ucap Rania panik sambil melihat jam yang melilit di pergelangan tangannya.
"Emang kita mau ngapain sih Ran, si Om ganteng mana kok gak ikut sama kamu?" Tanya Gisuwa penasaran setelah sadar jika Reno tidak ada bersama mereka, padahal pria itu selalu ada dimana pun Rania ada.
__ADS_1
"Dia sudah tidur kalau tidak aku tidak mungkin ada disini bersama kalian, tolong bantu aku untuk menyiapkan kejutan buat Mas Reno!" Ucap Rania sambil menoleh kearah 2 sahabatnya itu penuh harap.
"Kejutan Ran kamu mau ngasih kejutan apa sama dia mau nari seksi kayak ratu ular atau apa?" Tanya Veyya yang sepertinya mulai tertular kebodohan Nungky.
"Bukan kalian lihat saja nanti, hari ini ulang tahunnya Mas Reno dan aku ingin membuat malam yang spesial untuknya!" Ucap Rania sambil tersenyum malu.
Tadi saat dia sedang asyik memainkan hp miliknya tiba-tiba ada sebuah pesan masuk dari mertuanya Kikan yang mengingatkan jika hari ini adalah hari ulang tahun Reno yang ke 30.
Setelah membaca pesan tersebut Rania cukup terkejut sambil merutuki kebodohannya sendiri, dia merasa tidak berguna sebagai seorang istri karena tidak mengetahui suaminya itu berulang tahun.
Setelah membalas pesan ibu mertuanya itu Rania mulai memikirkan berbagai cara agar dia bisa memberikan kejutan untuk suaminya itu Reno.
Dan kini dia disini di depan kamar gadis pengacau yang justru memiliki banyak ide cemerlang untuk membuat orang susah dan kadang biaa diandalkan itu.
Rania mengeluarkan kunci cadangan kamar tersebut yang dia dapatkan dari sang manajer hotel dan langsung membuka kamar tersebut, perlahan Rania memasuki kamar Nungky diikuti oleh Veyya dan Gisuwa yang berjalan dibelakangnya.
Terlihat Nungky tengah tidur dengan posisi tengkurap membuat Rania dan kedua temannya tersenyum geli, disamping gadis itu ada Adinda yang juga tengah terlelap tidur sambil mengemut jempolnya seperti anak kecil.
"Shuut jangan berisik!" Bisik Veyya sambil menaruh telunjuk di depan mulutnya membuat Gisuwa langsung menutup mulutnya sambil mengangguk.
Rania, Veyya dan Gisuwa mendekati Nungky dengan hati-hati takut jika suara mereka bisa membangunkan Adinda, Rania memberi aba-aba kepada Veyya dan Gisuwa untuk mengangkat Nungky.
Dengan hati-hati Veyya memegang kaki Nungky sedangkan Gisuwa memegang kedua tangan gadis itu dengan pelan, Rania pun ikut membantu dengan memegang badan Nungky, perlahan tapi pasti ketiga gadis tersebut membawa Nungky keluar kamar.
"Lepaskan Bang Awan jangan sentuh aku!"
Tiba-tiba Nungky berbicara sambil bangun dan menendang ketiga gadis yang sedang menggotongnya tersebut, membuat Rania, Veyya dan Gisuwa terpental dan terjatuh.
"Untuk apa kamu kemari Alfonso sudah kubilang aku akan membunuhmu jika kita bertemu lagi!"
Nungky meracau dengan mata masih tertutup dia menyudutkan Veyya dengan mencoba menonjoknya, beruntung Rania dan Gisuwa menahan tangan gadis tersebut.
Plak
__ADS_1
Plak
Plak
Secara bergantian Rania, Veyya dan Gisuwa menampar Nungky tidak keras namun cukup ampuh untuk membuat gadis itu mengerang sambil mengerjapkan matanya.
"Kalian kenapa ada disini, ada apa ini aku dimana?" Ucap Nungky bingung sambil melihat sekelilingnya.
"Akhirnya kamu bangun juga untung saja aku belum melemparmu dari atas gedung ke kolam renang dibawah!" Ucap Veyya tersenyum senang karena nasihat dari ibu Nungky yang menyuruh mereka menampar anaknya jika sedang mengigau benar-benar ampuh.
"Ada apa sih bangunin putri salju tidur saja!" Ucap Nungky sambil menatap ketiga temannya kesal.
"Ran mau bikin kejutan buat ulang tahun si om ganteng malam ini, makannya kita disini buat bantu Ran nyiapin semuanya!" Ucap Gisuwa menjelaskan.
Mendengar itu Nungky membuka mulutnya membentuk huruf O, dia menatap Rania yang terlihat gusar sambil melirik jam di pergelangan tangannya.
"Kamu kenapa Ran, panik banget gak ada ide ya?" Tanya Nungky.
"Bukan aku sudah punya idenya hanya saja aku takut waktunya tidak cukup ini sudah jam setengah 11!" Ucap Rania panik.
"Tenang Ran ada kita yang akan membantumu sebisanya jangan takut pasti keburu kok!" Ucap Veyya menepuk pundak Rania pelan meciba memberi dukungannya yang diangguki oleh Gisuwa dan Nungky.
"Coba jelasin rencana kamu Ran dan apa saja yang harus kita persiapkan?" Ucap Gisuwa.
Dengan perlahan Rania menjelaskan idenya satu persatu kepada ketiga sahabatnya itu yang mendengarkannya dengan seksama, mereka terlihat serius mendengarkan hingga akhirnya Rania selesai berbicara.
"Jadi gimana menurut kalian keburu gak? ini salahku harusnya aku tahu jika malam ini ulang tahun mas Reno" Ucap Rania sedih.
"Tenang aku punya cara untuk buat semuanya beres sebelum jam 12, ayo guys kuy kita pergi!" Ucap Nungky sambil tersenyum misterius dan berjalan diikuti oleh ketiga temannya.
Nungky memang tidak pintar tapi bukan sebuah kesalahan jika mempercayai kata-katanya dia bisa dengan mudah mencari solusi dalam keadaan genting sekali pun.
Rania hanya berharap malam ini dia bisa membuat Reno bahagia dengan kejutan yang dia siapkan, dan malam ini mungkin adalah waktunya untuk jujur tentang semua isi hatinya.
__ADS_1