Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Pagi Yang Aneh


__ADS_3

Pagi hari setelah selesai melakukan rutinitas mandinya Rania keluar dari kamar mandi sambil menggosok rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil, dia mengedarkan pandangan melihat sekeliling kamar mencari Reno yang tidak ada diranjangnya.


"Kemana dia?" Gumam Rania pelan.


Tadi saat dia bangun suaminya itu masih tertidur pulas disampingnya, Rania berjalan kearah balkon disana Reno tengah berdiri membelakanginya sambil melihat keatas dengan pandangan menerawang menatap langit biru yang cerah.


Perlahan Rania berjalan menghampiri suaminya itu yang tidak menyadari kedatangannya, saat berada tepat dibelakang suaminya itu Rania memeluk Reno sambil menyandarkan wajahnya dipunggung Reno yang kekar.


"Hey sayang kamu sudah selesai mandi ya pantas aku mencium bau yang wangi sekali" Ucap Reno sambil berbalik memandang wajah Rania sambil tersenyum lembut.


"Benarkah aku rasa kamu bahkan tidak menyadari keberadaanku Mas!" Ucap Rania sambil mengerucutkan bibirnya membuat Reno terkekeh pelan.


"Maaf sayang aku sedang melamun tadi!" Ucap Reno sambil memeluk istrinya itu dengan erat dan mencium puncak kepala Rania yang basah.


"Kamu ngelamunin apa sih Mas, ada masalah kantor atau apa?" Tanya Rania sambil mendongak menatap wajah Reno.


"Tidak bukan itu sayang ah sudahlah mungkin aku hanya sedang banyak pikiran saja Ran, aku mandi dulu ya habis itu kita sarapan bersama, aku sudah memesan makanan untuk diantar kemari kamu tunggu saja pasti sebentar lagi juga datang!" Ucap Reno sambil berlalu pergi meninggalkan Rania.


Rania terdiam menatap punggung Reno yang mulai menjauh, suaminya itu terlihat berbeda hari ini, seolah sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


Rania berjalan memasuki kamar dan langsung duduk di tepi ranjangnya, dia tidak memperdulikan rambutnya yang basah membasahi kasur, dia memegang erat handuk kecilnya dengan pandangan kosong.


"Apa kamu sudah tahu semuanya Mas?" Guman Rania dengan mata berkaca-kaca.


Dia menoleh menatap pintu kamar mandi yang tertutup, didalamnya terdengat suara gemerick air yang sedang dinyalakan, hembusan angin pagi menelusuk menyentuh kulit mulusnya yang hanya dibalut jubah mandi.


Rania bangun berjalan menuju lemari dan mengambil salah 1 pakaian miliknya dan juga Reno yang dia siapkan untuk suaminya berganti pakaian, dalam diam diapun mengganti pakaianya dan juga merapihkan diri sambil menunggu Reno keluar dari kamar mandi.


Rania duduk diatas sofa sambil memainkan jari jemarinya dengan gugup, waktu seolah berjalan lambat saat dia menunggu suaminya keluar, detik demi detik terasa begitu lama bahkan dia merasa detak jantungnya saja lebih cepat dari itu.


Dia merasa ketidakjujurannya itu kini seolah menekannya, membuat dia merasa tidak tenang dan sering berpikiran yang aneh-aneh tentang Reno yang tiba-tiba mengetahui tentang dia dan Alvian dan langsung pergi meninggalkannya.


Takut, itu yang Rania takutkan jika dia jujur pada suaminya, dia tahu betul Reno begitu menyayangi adiknya dan akan selalu berusaha membuat adiknya itu bahagia, tapi sekarang jika diam pun dia malah merasa lebih takut.


Semalam saat dia ingin jujur Reno sendiri menghentikannya membuat Rania dirundung dilema, haruskah dia mengatakannya sekarang sebelum semuanya terlambat?

__ADS_1


Tidak jika dia bicara sekarang mungkin akan gagal lagi seperti semalam, nantis saja jika besok dia dan Reno sudah pulang dari sini dia akan mengatakannya di apartemen agar tidak ada yang bisa mengganggu mereka dan juga Rania ingin bicara dengan pelan-pelan agar suaminya itu bisa mengerti.


"Hey kamu kenapa melamun Ran?" Ucap Reno yang kini sudah rapih berdiri di depannya dan sedang menatapnya dengan bingung sambil menunduk melambaikan tanganya didepan wajah Rania.


Rania mendongak mendapati suaminya itu tengah menatapnya bingung kemudian dia tersenyum sambil mengacak rambut Rania yang lembut.


"Ayo Ran kita makan dulu sepertinya kamu jadi kurang fokus karena belum makan!" Ucap Reno sambil ikut duduk disamping Rania.


Rania menoleh kearah meja yang sudah dipenuhi dengan makanan, dia melirik suaminya itu yang tengah menyendok makanannya dan juga Rania.


"Ini makanlah dan habiskan hari ini mungkin kita akan sibuk sayang untuk melihat syuting yang harus selesai hari ini, besok kita harus sudah pulang ke Jakarta!" Ucap Reno sambil menaruh makanan Rania didepn gadis yang masih terlihat bingung itu.


"Kapan makanannya datang Mas kok aku gak tahu sih?" Tanya Rania bingung.


"Tadi Ran, siapa suruh kamu bengong terus!" Ucap Reno sambil tersenyum membuat Rania mendengus sebal.


Saat acara makan berlangsung Rania tak hentinya melirik kearah Reno yang terlihat lebih tenang dari saat tadi sebelum lelaki itu mandi, dia menghembuskan nafasnya pelan mungkin tadi dia hanya berpikiran buruk saja sepertinya Reno tidak apa-apa.


Reno menoleh kearah Rania yang terlihat lahap menyantap makanannya dia kemudian tersenyum samar dan kembali melanjutkan makannya tanpa berkata apapun.


Saat ini mereka tengah berjalan melewati koridor hotel menuju kelantai bawah setelah mereka baru saja selesai menyantap sarapan mereka.


"Tunggu agak siangan Ran ini masih terlalu pagi nanti kamu sakit perut!" Ucap Reno sambil memasuki lift bersama Rania dan langsung menekan tombol menuju lantai bawah.


"Yasudah baiklah tapi nanti belikan aku es krim yang banyak ya Mas?" Ucap Rania sambil menoleh kearah Reno yang mengangguk sambil tersenyum mengiyakan permintaanya membuat Rania senang.


Saat keluar dari Lift mereka berpapasan dengan Kimmy dan Alysha yang terlihat acak-acakan sambil membawa koper, sejenak kedua gadis itu menatap mereka kaget namun tanpa berkata apa-apa kedua gadis itu berlalu pergi keluar hotel dan langsung menaiki mobil yang sepertinya sudah mereka pesan sebelumnya.


"Alysh tunggu!"


"Kimmy tunggu aku!"


Tidak lama kemudian Justin dan Aldo datang mengejar Alysha dan Kimmy penampilan mereka juga tidak baik sama seperti kedua gadis yang sedang mereka kejar, langkah kaki Justin dan Aldo berhenti saat melihat Reno dan Rania tengah menatap mereka bingung, kedua pria itu tersenyum gugup dan berlalu pergi juga tanpa mengatakan apapun membuat Reno dan Rania tambah bingung dengan tingkah keempat orang tersebut.


"Ada apa ya Mas mereka buru-buru gitu kayak baru saja ngelakuin dosa hehe!" Ucap Rania tersenyum geli sambil melihat kearah Justin dan Aldo tengah menaiki mobil dengan terburu-buru.

__ADS_1


"Hush kamu ini Ran suka asal kalau ngomong tapi bisa jadi sih hehe!" Ucap Reno ikut tersenyum bersama Rania.


"Gis angkat yang bener bisa gak sih jalan yang kompak dong!" Ucap Veyya.


"Iya sabar dong berat nih mana belum makan aku!" Ucap Gisuwa.


"Sama aku juga belum perutku keroncongan banget nih udah kayak setahun belum makan, mba gatel tolong pegangin tasnya dong!" Ucap Nungky.


Reno dan Rania berbalik setelah mendengan percakapan dari orang-orang yang mereka kenal dibelakang mereka, saat berbalik mereka mendapati Veyya, Gisuwa, Nungky dan Adinda tengah tersenyum kearah mereka sambil membopong yang mereka tahu itu adalah model iklan yang jadi pasangan Adinda.


Reno dan Rania menatap keempat gadis itu yang memakai pakaian serba hitam layaknya seorang penjahat apalagi Adinda yang terlihat membawa tas besar yang isinya entah apa.


"Kalian lagi ngapain tumben akur bisanya ribut terus, itu modelnya kenapa kok kayak pingsan gitu?" Tanya Reno sambil menunjuk sang model pria yang matanya tengah terpejam.


"Iya bener tuh Mas, kalian ngapain sih pake baju serba hitam kayak ninja tahu gak, kalian berempat gak ngelakuin yang aneh-aneh kan, apa jangan-jangan kalian bunuh si model terus kalian berencana mau buang mayatnya kelaut?" Ucap Rania terkejut dengan pikirannya sendiri.


"Shuut kalau ngomong jangan keras-keras Ran nanti orang-orang pada nyangka kita beneran culik lagi!" Ucap Veyya sambil melirik kanan-kiri.


"Iya kita emang pakai baju gini dusuruh sutradara kok ini kita juga mau kelokasi syuting!" Ucap Adinda tersenyum sambil memakaikan kaca mata hitam kepada sang model pria.


"Betul kata mba gatel kita bertiga juga ikutan syuting soalnya, makannya kita bawa si Mas Bule buat ikut tapi karena dia masih tidur makannya kita bopong gini iyakan guys?" Ucap Nungky yang langsung diangguki ketiga gadis lainnya sambil tersenyum gugup.


"Masa sih aku kok tidak tahu, apa konsepnya sudah berubah ya?" Tanya Reno bingung karena sebelumnya Bimbo tidak memberitahukan itu padanya.


"Oh mungkin mister Bimbo gak sempet ngasih tahu Mas Reno pokoknya mas Reno lihat saja syuting nanti pasti bakal penuh kejutan!" Ucap Adinda sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Reno yang tentu saja langsung mendapat tatapan tajam dari Rania seolah ingin memakannya hidup-hidup.


"Wh kita duluan ya takut macet!" Ucap Nungky.


Keempat gadis itupun berlalu meninggalkan Rania dan Reno, karena ribet membopong si model pria bule mereka langsung menggotongnya dan masuk kedalam mobil tanpa memperdulikan tatapan orang-orang yang menatap mereka bingung.


"Emang di Lombok bisa macet ya Mas, lagian kita syuting di pantai doang ya Mas bukan di jalan raya?" Gumam Rania bingung.


"Entahlah sayang aku juga tidak tahu, ayo kita juga pergi sepertinya yang lain juga sudah pada pergi, pagi ini sangat aneh bagiku" Ucap Reno yang diangguki Rania.


Pagi ini ini memang terasa aneh bagi mereka, mulai dari Kimmy, Alysha, Justin dan Juga Aldo yang pergi buru-buru ditambah ketiga temang aneh Rania yang tiba-tiba akur dengan Adinda, yang mencurigakan keempat gadis itu seolah sedang melakukan sesuatu yang mereka sendiri tidak tahu apa.

__ADS_1


--------


__ADS_2