Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Kembali


__ADS_3

Rania dan Reno berjalan memasuki pintu rumah orang tua Reno, dari dalam terdengar suara gelak tawa dari Kikan, Reno dan Rania saling berpandangan bingung mereka pun mempercepat langkah mereka menuju ruang tamu.


"Wah anak mantu Mama akhirnya pulang sini nak kenalan sama adik Reno dia baru saja pulang!" Ucap Kikan menyuruh Rania menghampirinya dengan tersenyum senang.


"Al kamu pulang juga akhirnya dasar adik nakal, tega sekali kamu tidak datang pada pesta pernikahanku!" Ucap Reno tersenyum sambil memeluk adiknya itu.


"Maafkan aku kak, aku tidak memegang alat komunikasi apapun saat itu, baru minggu kemarin aku mendengar kakak sudah menikah makanya aku langsung bersiap pulang kemari" Ucap Alvian.


Rania terdiam di tempatnya dia memperhatikan punggung adik Reno yang seolah tidak asing baginya, terlebih lagi nama dan suara itu adalah nama dan suara dari seseorang yang dia kenal.


Tapi itu tidak mungkin, Rania tersenyum kecut bagaimana mungkin orang itu adik Reno suaminya, jika benar maka itu bisa jadi bumerang untuknya dan Reno.


"Rania kemarilah kenalkan ini Alvian adikku" Ucap Reno.


Dengan perlahan Rania berjalan menghampiri mereka, pria yang di panggil Alvian pun berbalik memandang Rania, selama beberapa saat mereka saling berpandangan antara terkejut dan tidak percaya menyelimuti keduanya.


"Ini benar-benar gila, orang itu ternyata memang dia" Gumam Rania dalam hati tak percaya.


Alvian menatap Rania dengan tatapan penuh kecewa dan terluka, dia tersenyum kecut menyadari jika kekasihnya itu sudah menikah dengan kakaknya sendiri.


"Apa kamu sudah melupakanku Rania hingga kamu menikah dengan kakak kandungku sendiri?" Ucap Alvian dalam hati.


Alvian Adriyansyah adalah adik kandung Reno yang baru berusia 23 tahun yang merupakan seorang photografer terkenal, dia biasa pergi ke berbagai negara hanya untuk memuaskan hasratnya di bidang photografi.


Alvian adalah orang yang sama yang merupakan mantan kekasih Rania yang meninggalkan gadis itu tepat 1 tahun lalu saat gadis itu masih duduk di kelas 2 Sma.


Rania ingat betul bagaimana sedihnya dia saat tahu Alvian pergi keluar negeri tanpa memberi tahu ataupun berpamitan padanya.


Kini orang itu berdiri di hadapannya setelah tadi saat pulang sekolah dia tidak sengaja bertemu dengannya, Rania menggeleng tidak percaya mengapa takdir harus mempertemukannya dengan orang yang dulu pernah ada di hatinya.


Rania menatap Alvian orang itu masih saja terlihat tampan dan keren, tidak seperti Reno yang selalu memakai kemeja, Alvian lebih cenderung memakai celana jeans, kaos dan jaket yang tentu saja sangat di sukai oleh kalangan anak muda jaman sekarang.


"Hey kenapa kalian diam saja ayo berkenalan, Al ini Rania istriku sekaligus kakak iparmu!" Ucap Reno yang bingung melihat tingkah mereka berdua.


"Hai kak Ran, aku Alvian adik dari kak Reno, kamu bisa memanggilku Al itu nama panggilanku, senang bertemu denganmu kak!" Ucap Alvian berusaha tersenyum sambil menjulurkan tanganya.

__ADS_1


"Aku Rania dan ya aku juga senang bertemu denganmu" Ucap Rania ragu dan membalas uluran tangan dari Alvian.


"Kalian dari mana saja kenapa baru pulang sekarang?" Tanya William pada Reno dan Rania.


"Aku dan Rania baru selesai belanja, Rania ingin membeli baju katanya!" Ucap Reno sambil tersenyum.


"Kamu beli baju apa aja sayang, beli baju yang kayak Mama kasih kemarin gak?" Tanya Kikan semangat.


"Beli kok Ma, malah bajunya lebih bagus dari yang lain, Mas Reno yang minta!" Ucap Rania tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Reno.


Reno menjadi salah tingkah mendapat kedipan mata dari Rania, dia menatap Rania kesal campur malu bagaimana gadis itu bisa bicara terlalu jujur di depan orang tuanya terlebih lagi saat adiknya baru saja pulang.


"Dasar gadis mesum kamu selalu saja membuatku malu Rania, tapi aku suka" Gumam Reno dalam hati.


"Ciee anak Mama udah berani ya kamu pilih selera pakaian sendiri, sini mana nak Mama mau lihat dong!" Ucap Kikan sambil melirik barang belanjaan Rania.


"Jangan! Mama ngapain sih mau tahu banget urusan orang, ayo Ran kita pergi saja dari sini!" Ucap Reno mengajak Rania pergi.


"Mau kemana sih buru-buru amat, makan malam dulu sini bareng kita!" Ucap William memperhatikan Reno dan Rania yang tengah menaiki anak tangga.


"Emang mau ngapain sampai gak mau di ganggu, mau tempur lagi ya ngelanjutin yang gagal kemarin?" Goda Kikan sambil tersenyum.


"Mama!" Teriak Reno kesal.


"Apasih Ren, iya Mama janji gak bakal gangguin kalian kok, yang semangat ya nak Mama tunggu hasilnya" Ucap Kikan sambil tertawa diikuti oleh suaminya.


Mereka sangat senang menggoda anak sulungnya itu apalagi setelah menikah, Reno jadi sedikit berubah tidak seperti dulu yang dingin dan jarang bicara.


Kikan menatap Reno dan Rania yang sudah mulai menjauh, Reno terlihat kesal sedangkan Rania gadis itu hanya tersenyum sambil mengikuti langkah suaminya dari belakang.


"Akhirnya anak kita bisa berubah juga ya Pa, Mama pikir Reno akan selalu jadi pria dingin dan membosankan tapi lihat semenjak kedatangan Rania anak kita jadi lebih sering tersenyum" Ucap Kikan dengan mata berkaca-kaca.


"Iya Ma, Papa senang akhirnya Reno bisa menemukan kebahagiaannya sendiri, semoga saja mereka selalu seperti ini" Ucap William.


"Tentu saja Pa, Mama gak akan biarin satu orang pun merusak kebahagian anak dan menantu pilihan Mama!" Ucap Kikan.

__ADS_1


"Kamu benar, awalnya aku ragu saat Bram ingin mengganti calon menantu kita, tapi kamu malah senang mendengarnya dan membuatku yakin untuk meneruskan perjodohan ini!" Ucap William sambil tersenyum.


William ingat betul saat mendapat kabar jika Bram masuk rumah sakit dan memberitahu mereka jika pengantin wanitanya di ganti oleh adik Natalya yaitu Rania.


Hampir saja dia menolak perjodohan itu, bagaimana mungkin anaknya harus menikahi bocah yang baru berumur 18 tahun sedangkan Reno sendiri sudah hampir menginjak usia 29 tahun.


Namun reaksi dari Kikan istrinya itu berbeda darinya, dia malah berjingkrak senang saat mengetahu jika Natalya hamil dan pengantin wanita Reno digantikan oleh Rania.


William ingat jawaban Kikan, saat dia menanyakan alasan kenapa Kikan senang mendapat kabar buruk yang terjadi pada Natalya dan calon menantu mereka diganti oleh gadis yang masih belia.


"Aku turut sedih mendengar kabar buruk yang menimpa Natalya tapi aku senang calon menantu kita diganti karena dari awal aku memang lebih menyukai Rania untuk jadi menantu keluarga kita, gadis itu seperti bisa membawa perubahan yang baik untuk Reno" Ucap Kikan saat itu.


Dan ternyata Kikan benar Reno perlahan mulai berubah dia tidak lagi dingin, kaku dan pendiam seperti dulu, jika William harus jujur dia akan mempercayai semua ucapan Kikan.


"Jadi mereka dijodohkan Pa,Ma?" Tanya Alvian.


"Iya Al Rania adalah anak dari sahabat ayahmu Bram, awalnya Natalya kakak Rania yang akan menjadi istri kakakmu itu tapi karena suatu insiden Rania yang menggantikan Natalya dan menikah dengan Reno" Ucap Kikan menjelaskan sambil tersenyum.


Mendengar itu Alvian seperti mendapat secercah harapan untuknya, bisa saja Rania memang tidak bermaksud untuk menikah dengan Reno, dia hanya terpaksa melakukannya.


Jika bukan karena insiden yang menimpa kakaknya Alvian yakin Rania tidak akan menikahi Reno, dan juga Reno mungkin hanya mengikuti perintah orang tuanya.


Dia tahu betul kakaknya itu sangat patuh terhadap orang tua apalagi pada Kikan ibu mereka, dan itu artinya dia masih memiliki kesempatan untuk kembali pada Rania gadis yang dicintainya itu.


"Tunggu aku Rania, kamu pasti akan kembali padaku" Gumam Alvian dalam hati sambil tersenyum senang.


'------------------


Holla aku datang lagi😆😆


Ayo dukung aku dengan like kalian jangan jadi silent readers terus dong like kalian sangat berarti bagiku.


Vite and tips bagi yang mau aja, dan terima kasih untuk kalian yang sudah vote dan like ceritaku😚😚


I Love You Guys

__ADS_1


Author Pemulung Poin


__ADS_2