
Sejenak Rania berhenti menangis dia mengusap air mata yang sudah membasahi pipi mulusnya itu, ditatapnya Alvian yang barusan mengajukan beberapa pertanyaan tengah menatapnya serius dengan pandangan tak terbaca.
Disela-sela tangisannya Rania mengangguk. “ Aku mencintainya bahkan mungkin lebih besar dari perasaanku padamu dulu Al, ah tidak yang benar adalah aku mencintai Mas Reno lebih dari apapun di dunia ini kecuali tuhan tentu saja!” Ucap Rania pelan.
Mendengar jawaban itu Alvian diam sambil memejamkan matanya berusaha untuk tidak berteriak marah ataupun protes, dia kembali membuka matanya sambil tersenyum menatap Rania dengan pandangan lembut.
“Jadi aku benar-benar sudah kalah Ran?” Tanya Alvian.
Rania mengangguk mengiyakan dengan yakin dia tidak perlu menjelaskan itu lagi karena memang sudah jelas dia memang sudah tidak memiliki perasaan apa-apa lagi pada Alvian.
Alvian tersenyum samar mungkin memang sudah seharusnya dia mengakui kekalahannya dan menerima fakta jika Rania tidak akan pernah kembali padanya, fakta yang tanpa dia bertanya pun dia sudah mengetahui jawabannya.
Perlahan dia melepaskan genggamanya pada tangan Rania dan tersenyum.
“Terima kasih karena kamu sudah mencintai kak Reno dengan tulus Ran aku ikut bahagia mendengarnya, dan maaf jika selama ini aku membuat kamu tidak nyaman Ran” Ucap Alvian akhirnya.
“Tentu Al dan terima kasih juga kamu mau menerima semuanya sekarang aku harap kamu bisa ikhlas Al!” Ucap Rania tulus.
“Lalu kapan kamu akan jujur pada kak Reno tentang kita Ran, sudah lama sekali kamu merahasiakan ini dari kakak?” Ucap Alvian.
“Aku akan jujur padanya mungkin nanti!” Jawab Rania pelan.
“Jujurlah secepatnya sebelum Kak Reno mengetahuinya dari orang lain Ran, aku takut dia akan kecewa” Ucap Alvian sambil tersenyum lembut.
Rania menunduk dalam diam sambil menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya, dia mendongak menatap Alvian tidak kuasa menyembunyikan ketakutan yang selama ini dia pendam.
“Aku tahu Al aku tahu itu, aku takut jika aku jujur dengan Mas Reno dia akan meninggalkan aku, aku mencintainya dan tidak bisa kehilangan dia katakanlah jika aku egois tapi aku benar-benar takut Al, aku harus bagaimana?” Ucap Rania dengan pandangan nanar sambil terus menangis akhirnya dia bisa mengutarakan ketakutannya selama ini.
Alvian terdiam menatap Rania yang terlihat kacau, hati kecilnya dia ingin memeluk gadis yang dicintainya itu dan memberikan semangat tapi hati kecilnya yang lain mengatakan jika dia melakukan itu, maka sampai kapan pun dia tidak akan mampu melupakan gadis yang sudah menjadi kakak iparnya itu.
Akhirnya yang bisa Alvian lakukan hanya tersenyum lembut sambil mengusap kepala Rania dengan lembut.
“Tidak Ran aku yakin Kak Reno bisa mengerti, jika tidak aku sendiri yang akan memukulinya dan membuatnya kembali padamu!” Ucap Alvian sambil terkekeh pelan.
Ceklek
__ADS_1
Pintu terbuka menampilkan sosok Reno yang tengah menatap mereka sambil tersenyum samar, sudah cukuo dia diam mendengarkan semuanya kini waktunya untuk berbicara.
“Apa katamu tadi Al, apa kamu yakin kamu mampu mengalahkanku? sadar dirilah Al aku bahkan bisa meremukan seluruh tulangmu yang lemah itu dalam hitungan detik!” Ucap Reno sambil tersenyum dan berjalan menghampiri mereka.
“Mas Reno!”
“Kak Reno!”
Rania dan Alvian tak kuasa menyembunyikan keterkejutan mereka melihat Reno ada disana dan menyahuti perkataan Alvian, seolah mengerti arti tatapan kedua orang itu Reno tersenyum sambil mengangguk.
“Iya aku mendengar semua yang kalian katakan, bahkan dari awal!” Ucap Reno sambil mengecup puncak kepala Rania dan menepis tangan Alvian yang masih mematung di rambut Rania.
“Singkirkan tangan kotormu itu Al jangan sentuh istriku!” Ucap Reno lagi menoleh kearah Alvian sambil terkekeh pelan dan duduk di kurai disamping Rania.
“Mas, aku---” Rania kembali menangis tak mampu melanjutkan kata-katanya.
Reno memeluk Rania dengan erat seolah memberikan kehangatan pada gadisnya itu yang masih terus menangis, Reno mengusap punggung Rania agar gadisnya itu bisa sedikit tenang dan tidak terus-terusan menangis lagi.
“Sudah Ran sayang jangan menangis lagi aku ada disini sekarang Ran” Ucap Reno pelan.
“Maafkan aku Mas kamu pasti membenciku karena tidak jujur padamu tentang masa laluku dan Alvian” Ucap Rania sambil mendongak memandang wajah suaminya itu.
“Hei kenapa bicara begitu tega sekali kamu Kak, hanya karena perempuan kamu melupakanku Al” Ucap Alvian merajuk dengan sedih.
“Diam Al kamu juga begitu, demi mendapatkan Rania kamu masih saja terus mengejarnya meski sekarang dia sudah menjadi istriku yang sah!” Ucap.Reno membalikan kata-kata Alvian dengan menohok membuat Alvian langsung mati kutu di tempatnya.
“Ah, itu dulu kak sekarang aku sudah tobat kok!” Ucap Alvian tersenyum dengan gugup.
“Iya aku tahu kalau tidak mungkin sekarang aku sudah membuangmu kelaut sana Al, lagi pula aku juga mengetahui tentang kalian dan itu sudah cukup lama kurasa!” Ucap Reno sambil tersenyum lembut kepada Rania membuat gadis itu langsung tersipu malu dibuatnya.
“Mas tahu dari mana apa kamu di beritahu oleh teman-temanku?” Tanya Rania penasaran.
Alvian diam menunggu jawaban dari kakaknya itu, dia juga ingin tahu dari mana Reno mengetahui tentang dia dan Rania.
“Bukan sayang, aku mengetahuinya saat aku sedang berada di Kalimantan Papa mengirimiku sebuah photo yang di dalamnya ada kamu dan Al, dan setelah Papa mencari tahu dia memberitahuku fakta jika kalian sempat berpacaran dulu!” Ucap Reno menjelaskan membuat Rania dan Alvian saling berpandangan dengan terkejut.
__ADS_1
“Jadi Papa yang ngasih tahu kak Reno, apa jangan-jangan dia mengetahuinya saat masuk ke kamarku untuk meminjam kamera?” Gumam Alvian mengingat saat ayahnya itu masuk ke kamarnya untuk meminjam kamera dan setelah keluar ayahnya itu memang menatapnya dengan pandangan sedikit berbeda, namun saat itu Alvian tidak memerdulikannya dan menganggap itu mungkin hanya perasaannya saja.
“Iya mungkin aku juga tidak tahu dia mendapatkan photo itu dari mana, dan juga ini jangan menaruh photo istriku lagi di dalam dompet sialmu itu Al!” Ucap Reno sambil melempar dompet milik Alvian kearahnya.
“Hey dari mana kakak menemukannya aku sudah mencarinya kupikir aku kena copet, maaf kak aku khilaf kemarin hehe!” Ucap Alvian sambil tersenyum membuat Reno mendengus sebal.
“Tapi kenapa kamu dan Papa tidak mengatakan apa-apa Mas?” Tanya Rania bingung.
“Aku hanya tidak ingin membuatmu tidak nyaman Ran dan aku juga menyuruh Papa untuk tidak mengatakan apapun, aku pikir aku akan diam saja karena itu hanya masa lalu kalian, dan juga kamu tahu aku juga takut kamu akan meninggalkanku dan pergi bersama Al, jadi sebelum itu terjadi aku berusaha membuktikan cintaku padamu Ran, aku mencintaimu Ran bahkan jika kamu tidak membalas cintaku sekalipun!” Ucap Reni sambil tersenyum kecut.
“Tapi saat di Lombok kemarin dan barusan aku akhirnya sadar jika kamu juga benar-benar mencintaiku Ran, aku tidak punya alasan untuk marah apalagi membenci kamu sayang” Ucap Reno.
Cup
Rania mengecup bibir suaminya itu di depan Alvian yang langsung menggigit bibirnya pelan, dan membuang mukanya kearah lain.
“Kamu itu Mas lucu ya sayang, jadi pengen nyosor!” Ucap Rania sambil mengedipkan sebelah matanya genit kearah Reno.
“Aku juga sayang, aku kangen nih!” Ucap Reno tak kalah genit.
“Tidakkkk jangan berbuat mesum di depanku, kalian jahat sekali padaku sudah sakit dikasih pemandangan yang menyakitkan juga!” Ucap Alvian sedih menatap ke arah pasangan suami istri yang tidak tahu itu dengan nanar.
Rania dan Reno tersenyum melihat ekspresi Alvian yang tersiksa melihat kemesraan mereka, Rania memeluk Reno dengan erat akhirnya semua selesai dan tidak ada lagi rahasia diantara mereka berdua.
“Kak Ren, terima kasih untuk pengertiannya dan maaf aku salah selama ini, aku janji aku tidak akan mengganggu Rania lagi!” Ucap Alvian bersungguh-sungguh.
“Sudahlah aku mengerti dan ingat cepat cari gadis agar kamu bisa melupakan Ran, karena sampai matipun aku tidak akan melepaskan dia!” Ucap Reno dengan tegas.
“Iya-iya aku mengerti, tapi untuk mencari gadis untuk kunikahi nanti sajalah, saat ini aku akan bersenang-senang saja dulu dengan gadis mana saja !” Ucap Alvian membuat Rania mencubitnya kesal.
“Awas ya Al kalau kamu kayak gitu aku aduin ke Mama!” Ancam Rania dan mereka pun tertawa seolah tidak ada ketegangan yang terjadi diantara mereka, Reno mengecup istrinya itu dengan sayang dia tidak memperdulikan teriakan protes dari Alvian.
“Ya Allah tolong kirimkan gadis cantik padaku sekarang juga!” Ucap Alvian dengan merana.
------------
__ADS_1
Holla kan aku udah bilang aku gak bakal bikin ini jadi konflik 😆😆😆
Tunggu aku gak akan bikin khayalan kalian jdi nyata wkwk, kira2 siapa ya jodol Al nungky Atau????😆😆😆