Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Menjenguk Bayi


__ADS_3

“Rannnnn”


Rania dan semua yang berada diruangan itu menoleh ke arah pintu dimana Nungky, Veyya dan Gisuwa tengah berdiri diambang pintu sambil menentwng barang bawaan, dengan santai mereka masuk dan menghampiri Rania.


“Ran selamat ya akhirnya bayi kamu lahir” Ucap Veyya sambil memeluk Rania.


“Selamat ya Ran sekarang kamu udah jadi wanita sempurna dengan kehadiran bayi di keluarga kalian, aduh jadi sedih deh” Ucap Gisuwa ikut memeluk Rania.


“Iya sama-sama makasih ya kalian udah nyempetin datang, pasti kalian sibuk kuliah” Ucap Rania merasa terharu dengan kehadiran teman-temannya.


“Kuliah mah soal belakangan Ran, kita kabur tadi makanya kita bisa datang cepat” Ucap Gisuwa menjelaskan sambil tersenyum.


“Iya betul tuh lagian Dosennya gak asyik main bentak mulu” Ucap Veyya mengeluh.


Rania mengangguk mengerti.”Pasti seru deh kalau aku juga ikut kuliah bareng kalian” Ucapnya sambil tersenyum.


“Pastilah Ran kapan dong kamu masuk kuliahnya kita kangen tau ngumpul kayak dulu lagi” Ucap Gisuwa sedih.


“Sama aku juga kangen Ran,apalagi Nungky makin jadi aja tingkahnya” Curhat Veyya matanya melirik Nungky yang tengah menatap bayi Rania bersama Reno dan yang lain.


Rania menoleh menatap Nungky yang sedang tersenyum bersama yang lain, mereka menatap bayi mungil tersebut yang tengah terlelap tidur, Veyya dan Gisuwa ikut menatap bayi mungil tersebut dengan mata berbinar.


“Ganteng banget anak kamu Ran mirip sama kamu ya” Ucap Gisuwa sambil tersenyum.


“Pipinya, dagunya, matanya, hidungnya mirip sama kamu loh Ran lucu banget bikin gemes” Ucap Veyya sambil mengusap pipi bayi tersebut dan Gisuwa juga ikut melakukan hal yang sama, mereka terkekeh pelan saat bayi tersebut menggerakkan bibirnya gemas dengan mata masih tertutup.


“Bukan ih Bima itu mirip bapaknya yaitu aku lihat lagi hidung sama bibirnya mirip aku, matanya juga” Protes Reno dengan muka kesal membuat Rania terkekeh pelan, suaminya itu memang lucu bagaimana bisa dia protes untuk sesuatu yang tidak begitu penting, baginya wajahnya mirip Bima atau tidak, tetap saja Bima adalah anak kandung mereka yang tentu saja akan mereka sayangi tapi sepertinya itu tidak berlaku untuk Reno, dia seolah ingin membuktikan jika wajah Bima menuruni wajahnya.

__ADS_1


“Jangan protes Ren udah jelas ini banyak mirip Rania, yang mirip sama kamu cuma upilnya doang kayaknya itupun belum jelas” Ketus Kikan membuat yang lain langsung terkikik geli sedangkan Reno sudah memonyongkan bibirnya merasa kesal.


“Sudah yang bener itu bayinya mirip sama aku Nungky cantik dan imut, Ran kamu waktu ngidam pasti suka banget sama aku ya sampai mirip gini Bima sama aku” Ucap Nungky sambil cengengesan.


“Enak aja mirip dari mananya Ky diliat pake sedotan juga gak ada mirip-miripnya sama kamu” Ucap Veyya kesal sambil menjitak kepala Nungky membuat gadis itu meringis pelan.


“Kalau ngomong jangan asal Ky bisa hancit dunia novel kalau anak Ran sama Om Ganteng mirip kayak kamu mukanya” Ucap Gisuwa dan ikut-ikutan menjitak Nungky kesal.


“Ya Allah kasihani putri cantik yang imut ini, aku tidak kuat” Ucap Nungky penuh drama.


“Diam Ky, Bima itu mirip ya sama aku dan Mas Reno bukan kamu Ky, untung aku gak benci sama kamu ya Ky waktu aku lagi hamil, kalau sampai iya aku bisa mati mendadak kalau anakku mirip sama kamu” Ucap Rania merinding sendiri membayangkannya.


“Suka gitu kamu Ran hati-hati loh kalau nanti Bima nika sama anak aku gimana coba, Om tampan setuju gak?” Tanya Nungky kepada Reno.


Reno terlihat melamun memikirkan ucapan Nungky kemudian dia pun mengangguk sambil tersenyum serasa mengangkat kedua jempolnya.”Ok setuju nanti kita jodohin anak kita” Ucapnya menyetujui tawaran Nungky membuat gadis itu tertawa senang.


“Tenang sayang aku yakin kok anaknya nungky gak bakal seaneh dia” Ucap Reno meyakinkan, Rania hanya mengangguk sambil tersenyum samar dia merasa tidak yakin, yang ada anak Nungky mungkin akan lebih aneh lagi jika ibunya saja bentuk nya sudah hancur begini, Rania menggelengkan kepalanya mencoba mengenyahkan segala pikiran buruk yang akan terjadi pada anaknya di masa depan.


“Tapi nak Ky bukannya mau nikah sama anak Om ya, Al kan adik Reno gak bisa dong kamu jodohin anak kamu sama anaknya Ran” Ucap William bingung.


“Iya Ky, Mama juga bingung masa saudara sendiri dinikahin” Ucap Kikan ikut-ikutan bersuara.


Nungky menatap keduanya sambil tersenyum lembut.”Maaf Papa dan Mama calon mertua, dengan penuh penyesalan aku tidak bisa menjanjikan akan menikahi bang Al soalnya banyak banget yang deketin aku dan orang-orangnya gak kalah sama bang Al, jadi kita serahkan saja semuanya sama yang diatas” Ucap Nungky dengan bijak.


“Tuh dengar Al, makannya kamu harus cepat-cepat deketin Nungky terus langsung nikahin jangan kasih kendor Al” Ucap William kepada Alvian yang sedang memandangi Nungky sambil tersenyum.


“Kamu sih Al dulu sok jual mahal sama Ky, sekarang susah kan sainganmu banyak loh Al” Ucap Kikan mengingatkan.

__ADS_1


“Tenang saja kalian doain aku aja biar bisa cepat dapetin hatinya Nungky abis itu baru aku lamar” Ucap alvian sambil tersenyum.


“Si Nungky gaya benget ya pake ngomong vanyaj yang suka sama dia lagi” Ucap Veyya berbisik kepada Gisuwa.


“Iya palingan yang suka sama dia cuma tukang es cendol sama ketoprak” Ucap Gisuwa sambil melirik Nungky yang masih asyik mencolek Bima yang untungnya tidak terbangun.


“Awas ya Ky kalau anakku sampai bangun aku tendang kamu” Ancam Rania yang tidak digubris Nungky.


Tiba-tiba Dokter Devan datang bersama seorang suster di belakangnya, Veyya dan Gisuwa langsung menunjukan wajah manis mereka kepada dokter tampan tersebut, dokter itu tersenyum ke arah mereka sambil berjalan mendekati Rania.


“Selamat sore ibu Rania, gimana apa ada keluhan?” Tanya Dokter Devan ramah sambil memeriksa keadaan Rania dan mulai menuliskan sesuatu di kertas yang dibawanya.


“Kondisi ibu sehat, bagus pertahankan” Ucapnya membuat Rania dan Reno tersenyum senang,  Devan pun berbalik ke arah Bima  dimana Nungky sedang menunduk menghalangi pandangan nya melihat Bima.


“Permisi adek cantik, adek bayinya mau saya periksa dulu!” Ucap Dokter Devan dengan sopan.


Nungky mendongak melihat dokter Devan yang tengah tersenyum padanya, matanya langsung berbinar senang melihat dokter tampan tersebut.”Oh Iya silahkan Dok” Ucapnya Sambil beranjak berdiri sambil cengengesan.


Dokter Devan mulai memeriksa keadaan bayi tersebut, dia tersenyum puas karena bayi tersebut baik-baik saja.”Bayi kalian sehat juga, baiklah saya permisi dulu kalau ada apa-apa silahkan panggil saya!” Ucapnya pamit dan mulai melangkahkan kakinya diikuti oleh suster dan juga Nungky.


“Bang dokter udah makan belum, kita makan bareng yuk bang sambil ngomongin masa depan” Ajak Nungky sambil menggandeng tangan dokter tersebut.


Devan menoleh menatap gadis di sampingnya itu dengan kening berkerut bingung.”Maaf masa depan apa ya maksudnya?” Tanyanya bingung.


“Masa depan kita bang,ayo lah kita mojok yuk di kantin kali aja cocok” Ucap Nungky sambil terus menggandeng dokter tersebut hingga akhirnya mereka pun menghilang.


“Nungky tunggu!” Ucap Alvian mengejar Nungky.

__ADS_1


“Belum juga sehari udah nambah aja saingan kamu Al” Gumam Kikan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


__ADS_2