
Saat Rania dan teman-temannya tengah asyik mengobrol di dalam kamar, Reno melongok dibalik pintu memandang istrinya itu yang terlihat sedang tertawa bahagia.
Reno tersenyum melihat Rania yang terlihat bahagia dengan kedatangan teman-temannya itu, melihat senyum diwajah Rania adalah kebahagian untuknya kalau dia bisa dia ingin melihat senyuman itu setiap saat.
"Aku mencintaimu Ran" Gumam Reno sambil tersenyum.
"Eh Mas ada apa sayang?" Tanya Rania yang tiba-tiba berbalik menoleh kearahnya.
"Ah iya itu pesanannya sudah datang Ran, ayo kita makan dulu!" Ucap Reno mengajak Rania dan yang lain sambil tersenyum ramah.
Tanpa pikir panjang Nungky langsung berlari keluar kamar dan melewati Reno, gadis itu kalau soal makanan dan Awan memang no 1.
"Dasar si Nungky gak ada sopan santunnya tuh anak" Gumam Veyya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Iyaloh basa basi dikit kek inimah langsung ngacir aja tuh untung cuman teman bukan adik atau pun kakak, kalau iya bisa gila aku" Ucap Gisuwa.
"Yaudah lah biarin aja tuh bocah, untung gak lagi hamil!" Ucap Rania sambil mengelus-ngelus perutnya yang rata.
Mereka pun berjalan keluar kamar menuju dapur, disana terlihat berbagai macam makanan seperti sate, ayam bakar, cumi goreng, bakso dan juga sayur sop ditambah buah-buahan segar untuk pencuci mulut, membuat siapa saja langsung ngiler melihat makanan tersebut.
Dengan sigap Veyya dan Gisuwa langsung duduk disamping Nungky yang sudah lebih dulu menyantap makanan tersebut, Rania tersenyum melihat mereka semua diapun duduk bersama Reno di sampingnya.
"Banyak banget makanannya Ran, makasih ya tapi" Ucap Veyya sambil menyantap sate ayam yang dia ambil.
"Iya Ran aku sampai bingung mau makan apa dulu, semuanya enak-enak kamu memang yang terbaik Ran" Ucap Gisuwa sambil mengacungkan jempolnya.
"Sama-sama, siapa dulu dong aku gituloh, kalau jamu kalian makan harus banyak kan kalian makannya rakus banget apalagi si Nungky tuh!" Ucap Rania sambil menunjuk Nungky dengan dagunya.
Nungky yang sedang asyik memakan ayam gorengnya hanya tersenyum menanggapi perkataan Rania dia pun kembali menyantap makanan di atas meja dengan rakusnya.
"Pelan-pelan Ky kayak orang kesurupan tahu gak" Ucap Veyya menegur sahabatnya itu.
"Habis enak sih Veyy, aku takut kehabisan juga hehe" Ucap Nungky sambil melanjutkan makannya.
"Maaf ya Ran, Om ganteng teman kita emang gak bisa diatur kalau makan emang gini" Ucap Gisuwa meminta maaf.
"Gak apa-apa kok saya suka Nungky memang lucu kalau makan!" Ucap Reno sambil tersenyum.
__ADS_1
Dia baru pertama kali melihat gadis yang makannya serakus dan tidak jaim seperti Nungky, bagus memang tapi kalau Rania seperti itu dia juga ogah bisa-bisa dia kena malu setiap kali mengajak istrinya keluar untuk makan.
"Ran kamu jangan gitu ya sayang, kasihan nanti kalau kamu hamil anaknya bisa kaya gitu juga" Ucap Reno setengah berbisik.
"Amit-amit deh Mas cukup teman aku aja yang kayak gitu, anak kita mah jangan" Ucap Rania.
"Yasudah kamu makan juga dong sayang, kamu kan belum makan dari pagi" Ucap Reno sambil menyendokan makanan untuk Rania dan menyuapi istrinya itu dengan lembut.
"Mas juga belum makan sini aku suapin juga!" Ucap Rania dan mulai menyuapi Reno.
Veyya, Gisuwa dan Nungky menatap kearah Rania dan Reno yang sedang makan sambil suap-suapan membuat jiwa kesepian mereka merana melihat adegan romantis sepasang suami istri itu.
"Mereka yang suap-suapan kok aku yang baper ya" Ucap Veyya kepada kedua sahabatnya.
"Sama Veyy aku juga, jadi kangen cowokku yang jauh disana" Ucap Gisuwa sedih.
"Apalagi aku guys, kapan coba bang Awan nyuapin aku makan yang romantis gitu, disuapin cilok juga aku mau dari pada nggak" Ucap Nungky merana yang kehilangan nafsu makannya karena melihat Rania dan Reno.
"Sabar Ky tunggu saja sampai Awan hilang ingatan dan tiba-tiba jatuh cinta sama kamu Ky" Ucap Gisuwa.
"Emang kalau bang Awan hilang ingatan dia bisa jatuh cinta sama aku gitu?" Tanya Nungky.
"Wah kamu hebat juga Veyy, aku mau coba ah mudah-mudahan bang Awan kepentok panci terus hilang ingatan deh" Ucap Nungky penuh harap.
"Gak bakal mempan kalau kepentok panci doang mah Ky, kalau ketabrak mobil atau motor bisa aja tuh" Ucap Gisuwa.
"Serem banget Gis khayalanmu, Awan bisa mati tahu!" Ucap Veyya sambil bergidik ngeri dan mencomot ayam goreng di depannya.
"Nah itu dia Veyy buat bikin Awan jatuh cinta sama Nungky itu kayak taruhan nyawa tahu gak, hidup segan mati tak mau" Ucap Gisuwa membuat Veyya langsung tertawa dengan mulut dipenuhi ayam goreng.
Nungky menatap mereka sebal, dia tidak mengerti kenapa teman-temannya itu tidak pernah mendukungnya dengan Awan sekalipun.
"Emang apa yang kurang sih dari aku,cantik iya baik juga iya" Ucap Nungky dalam hati.
Rania dan Reno menghentikan acara makan mereka dengan tenang seolah tidak terganggu dengan keberadaan teman-temannya yang berisik itu.
Selesai makan Rania dan Reno mengajak yang lain untuk berkumpul diruang tamu sambil menonton tv dan mengobrol.
__ADS_1
"Eh gak kerasa yah udah seminggu lebih kita libur sekolah" Ucap Veyya kepada yang lain.
"Iya waktu berjalan cepat banget aku belum sempat kemana-mana udah mau masuk sekolah saja" Ucap Gisuwa sedih.
"Sama aku juga belum sempat pergi jalan-jalan habisnya Mas Reno gak mau dan malah ngajak aku diam disini terus" Ucap Rania.
"Kan ada aku yang temenin kamu sayang, emangnya kamu gak suka?" Tanya Reno.
"Suka dong Mas!" Ucap.Rania sambil terseny genit.
Veyya, Gisuwa dan Nungky tersenyum kecut, mereka seperti kambing conge yang nongkrong di tempat orang lagi kasmaran, bikin galau merana mau juga tapi gak bisa.
Selama mengenal Rania mereka baru pertama kali melihat temannya itu terlihat bahagia, bahkan saat bersama Alvian pun Rania tidak sebahagia sekarang membuat mereka yakin jika sahabat mereka itu memang bahagia dengan pernikahannya.
Jodoh memang aneh dan tidak bisa ditebak, menikah yang awalnya terpaksa pun bisa bikin bahagia dan romantis seperti Reno dan Rania, sedangkan orang yang sudah pacaran lama pun belum tentu jodoh bahkan mungkin menikahnya dengan orang lain.
Mereka bahagia melihat Rania yang sudah menemukan kebahagiannya, sekarang sahabatnya itu sudah mempunyai dunia baru yang asing tapi menyenangkan, tidak seperti mereka yang masih mencari jodoh dan menemukan jati diri mereka.
"Senang ya akhirnya Ran dapat jodoh tanpa harus susah-susah nyarinya" Ucap Gisuwa pelan.
"Iya aku kapan ya, jodohku belum kelihatan batang hidungnya ap masih belum lahir ya?" Ucap Veyya sedih.
Diantara mereka berempat Veyya memang yang paling sulit soal pasangan, meski banyak yang mengejarnya tapi gadis itu selalu menolak mereka dan bilang jika mereka bukan tipenya.
Kadang Rania dan yang lain bingung dengan selara Veyya, dikasih yang tampan salah di kasih yang jelek lebih salah, gadis itu seolah punya standar tersendiri dalam menentukan pilihan.
"Makannya Veyy jangan suka pilih-pilih soal cowok yang ada aja sikat, dari pada jomblo" Ucap Nungky.
"Enak saja aku bukan kamu ya Ky yang langsung nemplok sama semua cowok dikasih cendol doang juga, aku bukan pilih-pilih tapi emang aku belum nemu cowok yang bisa bikin aku dag dig du ser-seran" Ucap Veyya.
"Sabar Veyy nanti juga datang tuh jodoh, ketahuilah Allah ciptain semua umatnya dengan berpasang-pasangan!" Ucap Gisuwa dengan bijak.
"Widih keren Gis baca dari mana tuh?" Tanya Nungky.
"Di status Wa hehe" Ucap Gisuwa.
Reno dan Rania hanya tersenyum melihat mereka, Rania melirik Reno suaminya yang paling baik dan juga tampan sedunia, sampai kapan pun dia tidak akan mungkin mendapat lelaki sebaik Reno.
__ADS_1
"Ya Allah jangan pisahkan kami berdua karena sungguh aku tidak akan sanggup kehilangannya" Ucap Rania dalam hati sambil menatap Reno.