
Musik pun berhenti saat Rania menyelesaikan nyanyiannya, dia beranjak dari duduknya dan menghampiri Reno sambil membawa sebuah lampu merah menyala berbentuk hati yang bertuliskan namanya dan juga Reno.
"Selamat ulang tahun Mas, maaf cuma ini yang bisa aku siapin buat kamu!" Ucap Rania berdiri di depan Reno sambil menyerahkan lampu itu kepada suaminya.
"Terima kasih sayang, jangan bilang begitu kamu tahu ini adalah ulang tahun terindah yang pernah aku rasakan!" Ucap Reno sambil mengecup kening istrinya itu dengan lembut.
"Aku mau bilang sesuatu sama kamu Mas" Ucap Rania sambil tersenyum malu.
"Katakanlah Ran" Ucap Reno sambil tersenyum.
"Aku cuma ingin bilang kalau aku juga mencintai kamu Mas, maaf harusnya aku katakan ini saat kamu menyatakan perasaanmu padaku dulu tapi aku terlalu takut saat itu untuk mengatakannya!" Ucap Rania sambil menunduk sedih, dia memang salah harusnya dia jujur dari awal soal perasaannya.
Reno tersenyum lembut dipegangnya wajah Rania yang menunduk agar menatap kedua bola matanya yang berbinar dengan bahagia, dia ingin gadis itu tahu jika dia sangat bahagia sekarang.
"Tidak apa aku mengerti Ran yang penting sekarang aku tahu kamu juga mencintaiku, dan akhirnya cintaku terbalaskan juga Ran itu sudah cukup bagiku!" Ucap Reno tersenyum dengan mata berbinar bahagia.
Rania menatap kedua mata suaminya itu yang terlihat bahagia, ada 1 hal lagi yang belum dia katakan pada suaminya Reno yaitu tentang hubungannya dengan Alvian dulu.
Rania sedikit meragu takut jika ini mungkin akan melenyapkan binar kebahagian dimata Reno, namun tidak dia sudah bertekad untuk jujur malam ini dan dia tidak akan mundur lagi.
"Ada 1 hal lagi yang belum kamu tahu Mas, ini tentang masa laluku yang mungkin bukan kabar baik untukkmu, tapi aku ingin kamu tahu sekarang sebelum semuanya terlambat!" Ucap Rania menatap suaminya penuh tekad, dia bersiap akan semua resiko yang akan dia hadapi nanti setelah dia jujur.
Sebelum Reno mengucapkan sesuatu sebuah kue ulang tahun berukuran sangat besar datang kepadanya dan Rania yang didorong oleh Veyya, Gisuwa dan juga Nungky, membuat gadis itu mengerjap bingung, seingatnya dia hanya memesan kue berbentuk sedang saja yang penting bagus bukan kue berukuran besar seperti ini.
"Berapa harganya nih bisa abis uang Mas Reno!" Gumam Rania pelan.
Sebelumnya Nungky dan kedua temannya sudah menyewa restoran ini dan juga menyuruh para pelayan hotel untuk menyiapkan semuanya dengan cepat, tentu saja mereka langsung bergegas menuruti semua perintah Nungky saat gadis itu mengatakan jika ini untuk Reno seorang pengusaha kaya yang terkenal.
Bukan hal aneh jika banyak yang mengenal Reno tadi saja dia bisa dengan mudah mendapat kunci cadangan kamar Nungky dan Adinda dari sang manajer yang tahu jika Rania adalah anak Bram dan juga istri dari Reno tamu VIP mereka.
Dan sekarang setelah melihat semua persiapan yang Nungky, Veyya dan Gisuwa lakukan, dia yakin biaya yang akan keluar tidaklah murah apalagi mereka juga menyuruh Bimbo untuk merekam semua kegiatan dari awal acara.
Dia menatap Nungky, Veyya dan Gisuwa dengan tatapan bertanya, seolah mengerti kekhawatiran temannya itu mereka bertiga mengacungkan jempolnya tanda semuanya aman terkendali membuat Rania menghembuskan nafasnya lega.
"Eh Gis kamu dapetin kuenya dari mana gak mahal kan bisa habis kita kalau harganya mahal" Bisik Veyya tanpa mengalihkan pandangannya dari Rania dan Reno.
"Tenang aku dapetinnya dengam harga miring kok, ini tuh kue penganten yang gagal nikah si cewek bawa selingkuhannya ke hotel ini jadi gagal deh nikahnya hehe iyakan Ky?" Ucap Gisuwa tersenyum sambil menolwh kearah Nungky karena tadi dia mendapatkan kue itu bersama Nungky.
"Iya tenang pokoknya dijamin kita gak ngeluarin biaya mahal apalagi ada sponsornya" Ucap Nungky sambil tersenyum misterius.
"Siapa Ky kamu dapetin sultan kayakah disini yang bisa kamu kibulin?" Tanya Veyy penasaran.
"Bukan tadi ada ibu-ibu gaul yang nelepon Ran terus aku yang angkat, dia heboh banget pas aku jelasin rencana kejutan malam ini dan dia bilang biar dia yang atur semua aku tinggal nyuruh si manajer hotel dan Taraaa semua berhasilkan!" Ucap Nungky bangga.
"Wah hebat ya aku penasaran siapa tuh ibu-ibu, apa dia ibu peri berwujud nyata?" Gumam Gisuwa penasaran, Veyya dan Nungky juga mengangguk sama penasarannya.
"Entahlah pas aku tanya dia cuma bilang dia itu si model cantik yang akan membuat hidup Rania dan Reno bahagia, dia cuma nyuruh semuanya di rekam makannya aku panggil si mister Bimbo!" Ucap Nungky yang diangguki kedua temannya itu dan kembali menatap Rania dan Reno.
"Mas boleh aku lanjutin omonganku tadi gak? mungkin ini waktu yang tepat buat aku jujur sama kamu Mas!" Ucap Rania sambil menatap suaminya itu.
"Shuuuuuutt!" Reno menempelkan telunjuknya dibibir Rania yang manis, gadis itu mengerjap menatap suaminya dengan bingung.
"Jujurnya nanti saja ya Ran, aku tidak mau merusak malam bahagia kita sayang, lebih baik kita tiup lilin dan potong kuenya saja dulu!" Ucap Reno sambil menarik tangan Rania menuju kue besar didepan mereka.
Rania menatap Reno sambil tersenyum mungkin hari ini dia tidak bisa mengatakan tentang dia dan Alvian dulu, dan Rania berharap akan ada waktu dimana dia bisa mengatakan semuanya dengan jelas.
__ADS_1
"Aku mencintai kamu Mas Reno!" Ucap Rania dalam hati sambil berdiri disamping suaminya yang terlihat sangat bahagia itu.
"Ayo tiup lilinnya Ren lama banget udah jamuran nih kita!" Ucap Kimmy membuat yang lain tertawa geli.
Setelah membaca doa Reno meniup lilinnya kemudian Reno memotong bagian kecil kue itu dan langsung menyuapi Rania hingga membuat para tamu bertepuk tangan.
"Terima kasih untuk malam terindah ini Ran, aku mencintaimu!" Ucap Reno sambil menciun bibir Rania dengan lembut.
"Mas Ujang Kesper nyalakan musiknya kuy!" Ucap Gisuwa yang berdiri di sebelah Ujang kesper yang bertugas menjaga lilin eh salah maksudnya bertugas menyalakan musik.
"Asiap kita goyang neng!" Ucap Si Ujang Kesper sambil menyalakan musik.
Musik pun mengalun dengan hebohnya semua tamu menoleh kearah Ujang Kesper dan juga Gisuwa dengan bingung suasana yang tadinya romantis itu kini berubah menjadi seperti acara dangdut dadakan karena musik yang terdengar adalah lagu *Alamat Palsu* milik Ayu Ting-Ting.
Bugghhh
Veyya dan Nungky memukul Ujang Kesper hingga pingsan dari belakang, mereka sangat kesal dengan tingkah anak buah Bimbo yang mengacaukan acara yang sudah mereka persiapkan, sedangkan Gisuwa hanya nyengir di tempatnya takut jika dia menjadi sasaran kedua temannya itu.
"Dasar udah tahu alamat palsu masih aja dicari, Gis ayo putar musiknya!" Ucap Veyya sambil menjentikan jarinya.
Gisuwa mengangkat jempolnya dan langsung menyalakan musik romantis yang sudah mereka siapkan untuk membuat para tamu berdansa.
Reno mengajak Rania berdansa kali ini gadis itu berdansa dengan cukup baik tanpa terjatuh, mereka berdua berdansa bersama yang lain seperti Kimmy dengan Aldo, Justin dengan Alysha dan juga Iyan yang berdansa dengan Adinda.
"Kenapa sih aku harus dansa dengan kamu Don kan aku maunya sama Alysh" Ucap Kimmy sambil menoleh kearah Alysha yang tengah berdansa dengan Justin.
"Mau gimana lagi Kim aku juga maunya sama Justin tapi kan ini perintah bos Nungky aku gak bisa nolak!" Ucap Aldo pura-pura kecewa padahal didalam hatinya dia berjingkrak senang karena bisa berdansa dengan Kimmy gadis pujaanya.
"Bos Nungky sejak kapan dia jadi bos kamu Don?" Tanya Kimmy bingung sedangkan Aldo hanya nyengir tanpa mengatakan apapun.
Aldo dan Nungky saling bertukar pandang sambil berkedip dan tersenyum memang tidak salah meminta bantuan kepada Nungky si gadis pintar dan memanggil itu bossnya, belum sehari saja Aldo sudah bisa berdansa dengan Kimmy membuatnya sangat bahagia.
Hal yang sama juga berlaku untuk Justin dan Iyan yang terlihat bahagia berdansa dengan para gadis yang mereka cintai itu, sesekali Adinda menoleh kearah Rania dan Reno yang terlihat sangat romantis itu.
"Huh panas aku lihatnya coba aku yang dansa sama Mas Reno pasti lebih cocok!" Gumam Adinda pelan.
"Sudah malam ini kamu dansa sama aku aja Din, kita nikmatin malam ini jangan rusak hari bahagia Reno dan Rania!" Ucap Iyan pelan yang diangguki Adinda dengan pasrah.
"Gak rela aku mas tampanku dansa sama si mba gatel kurapan itu" Ucap Veyya kesal sambil memandang Iyan dan Adinda dari kejauhan.
"Sabar Veyy kita mah jadi penonton aja sekarang jangan kacauin acaranya, besok baru kita mulai beraksi lagi!" Ucap Gisuwa sambil menepuk pundak sahabatnya dengan lembut.
Acara pun selesai Reno dan Rania langsung pergi tanpa menunggu yang lain, sejenak Reno berhenti berjalan untuk memungut sebuah dompet yang ada dilantai.
"Dompet siapa itu Mas?" Tanya Rania menatap dompet yang terlihat asing yang sedang dipungut Reno dia yakin itu bukan dompet milik suaminya.
"Punya Alvian kayaknya jatuh tadi, tuh anak juga kemana lagi cuman kelihatan sebentar terus ngilang, yasudah aku kembalikan besok saja!" Ucap Reno memasukan dompet tersebut kedalam sakunya dan kembali berjalan bersama Rania.
"Mister Bimbim udah kerekam semuanya kan?" Tanya Nungky kepada Bimbo yang sedang duduk didepan kamera setelah yang lain bubar.
Bimbo menoleh kearah Nungky yang menatapnya sambil tersenyum, Bimbo menghembuskan nafasnya kasar gadis itu dan kedua temannya membangunkan dia malam-malam hanya untuk merekam video ulang tahun.
Pada awalnya Bimbo menolak perintah Nungky dengan keras tapi kata-kata gadis licik itu langsung membungkamnya dan akhirnya dengan terpaksa dia menuruti kemauan ketiga gadis licik itu.
"Namaku Bimbo bukan Bimbim, sudah, dari awal aku sudah merekam semuanya, sekarang berikan photo yang kamu ambil tadi!" Ucap Bimbo meminta photo yang di ambil oleh Nungky dan kedua temannya.
__ADS_1
"Photo doang nih mister gak sama videonya juga?" Goda Veyya.
"Apa, jadi kalian juga merekam semuanya?" Tanya Bimbo dengan mata terbelalak kaget menatap ketiga gadis tersebut yang tengah tersenyum licik padanya.
Bimbo mengerang frustasi bagaimana dia bisa ceroboh dan membuat ketiga gadis licik itu melihat aksinya saat berjoget dangdut sambil memakai baju wanita, habis sudah dia yakin mereka akan memanfaatkan dirinya.
"Tolong ampuni aku, berikan semuanya padaku aku janji akan melakukan apa saja untuk itu!" Ucap Bimbo menatap mereka penuh permohonan.
"Gampang si mister Bimbim kita cuma mau ikutan syuting iklan besok gimana bisa diatur kan?" Tanya Nungky sambil memainkan hp nya memperlihatkan photo Bimbo yang tengah memakai baju perempuan itu.
"Iya Mister lagian si mba gatel kurang cocok jadi model iklan sabun kecantikan kalau ada kita bertiga pasti lebih cepat laku tuh sabun!" Ucap Gisuwa.
"Jadi gimana mau gak atau mister Bimbim mau kita kasih semuanya ke istri mister yang lagi hamidun itu?" Tanya Veyya sambil tersenyum licik.
Bimbo menarik nafasnya dalam-dalam dan kembali menghembuskannya, dia berada dalam dilema disatu sisi dia tidak ingin kelakuan buruknya itu terbongkar, jika istrinya tahu dia bisa habis karena dia masih suka menari dengan baju perempuan yang sudah dilarang istrinya itu.
Meski Bimbo normal tapi sejak remaja dia mulai menyukai kebisaan buruknya karena itu bisa membangkitkan imajinasinya hingga kini dia menjadi sutradara terkenal.
Tapi jika dia menuruti keinginan ketiga gadis itu dia harus memutar otaknya lagi untuk membuat konsep iklan baru agar bisa memasukan ketiga gadis menyebalkan itu kedalamnya.
"Baiklah-baik aku turuti permintaan kalian!" Ucap Bimbo sambil mengangguk pasrah.
Ketiga gadis itu langsung berjingkrak senang akhirnya mereka bisa ilut menjadi model iklan dan mungkin setelah itu mereka akan jadi terkenal.
"Tidak bisa kalau mereka ikut bagaimana denganku, aku tidak mau peranku diganti ya!" Protes Adinda yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka.
"Mba gatel ada disini pantesan aku merinding ada mak lampir toh!" Ucap Nungky sambil menyentuh bulu kuduknya yang meremang.
"Tentu saja sejak tadi aku sudah memperhatikan gerak-gerik licik kalian, dan ternyata aku benar kalian berencana untuk ikut syuting iklan bersamaku!" Ucap Adinda sambil tersenyum sinis kali ini dia tidak akan kecolongan lagi.
"Jadi gimana dong mister si mba gatel juga tahu aib mister tuh!" Ucap Gisuwa sambil menoleh kearah Bimbo.
"Tenang aku sudah menyiapkan konsep baru dan kalian semua akan ikut syuting besok!" Ucap Bimbo menenangkan mereka.
"Tadinya konsep iklan ini untuk pasangan romantis, aku yakin jika kalian berpasangan dengan orang yang kalian suka pasti lebih bagus, apalagi sekarang ada banyak wanitanya bisa kujadikan lebih bagus iklannya, yang penting tinggal menentukan satu pasangan yang cocok untuk jadi model utama syuting besok!" Ucap Bimbo panjang lebar.
Keempat gadis itu terdiam sibuk dengan khayalan mereka masing-masing, Adinda yang berharap jika pasangan prianya adalah Reno, Veyya yang membayangkan dia berdansa dengan Iyan karena tadi dia tidak bisa melakukannya.
Nungky membayangkan dirinya jogel ala india sambil hujan-hujanan bersama Awan namun karena Awan tidak ada disini dia mengganti khayalannya bersama Alvian.
Sedangkan Gisuwa dia hanya tersenyum membayangkan dia dikelilingi oleh para lelaki tampan yang mengejarnya sambil membawa bunga dan emas.
"Tapi sayang model prianya sudah di tentukan jadi itu tidak mungkin!" Ucap Bimbo membuyarkan lamunan keempat gadis tersebut.
Keempat gadis itu saling berpandangan sambil tersenyum misterius, entah apa yang mereka rencanakan dari tatapan mata keempat gadis itu yang seolah sedang merencanakan bersama, dan mungkin semua itu akan terjawab besok.
---------
Holla ini part terpanjang yg prnh aku buat disini semoga suka😆😆
Hari aku up 1 aja ya kan udh 2000 kata atau mau lebih?
Jangan lupa like nya, vote n tips bg yg mau 😚
Salam Sayang
__ADS_1
Author Pemula