
Drrrt
Drrttt
Suara dan getaran hp membuat gadis yang tengah tertidur itu terbangun, dengan mata sedikit terbuka dia mengambil hp nya di atas nakas dan melirik hp nya untuk melihat siapa yag sudah mengganggu tidurnya itu.
Mas Tampanku vidoe calling
Seketika mata Rania langsung terbuka lebar, rasa kantuknya langsung hilang di gantikan rasa bahagia akhirnya orang yang di tunggunya itu meneleponnya juga, Rania merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan dan langsung menekan tombol terima.
"Hallo Mas, kemana saja kok baru sekarang teleponnya?" Sapa Rania.
Di layar hp terpampang wajah Reno yang sedang tersenyum ke arahnya, pria itu terlihat seperti sedang berada di dalam kamar, dengan mengenakan kaos berwarna hitam Reno terlihat seksi di mata Rania.
"Ya Allah baru bangun udah di kasih pemandangan yang indah-indah maka nikmat apa yang bisa aku dustakan ya Allah" Gumam Rania dalam hati sambil tersenyum malu.
"Dasar kamu ini aku sudah meneleponmu dari 2 jam yang lalu tapi kamu tidak mengangkatnya juga, sebenarnya apa yang sedang kamu lakukan Rania?" Tanya Reno di seberang telepon.
"Masa sih Mas kok aku gak tahu ya hehe, tadi aku ketiduran Mas capek tadi di sekolah aku di suruh ngapalin pelajaran terus, kan aku gak bisa Mas" Ucap Rania curhat.
"Kenapa tidak bisa, harusnya kamu mencobanya dulu jangan langsung menyerah lagi pula itu untuk dirimu sendiri Rania, ujian tengah semestermu tinggal beberapa hari lagi" Ucap Reno.
"Iya sih Mas tapi aku gak konsen habis tadi di sekolah pikiranku penuh sama wajah Mas, bikin aku pengen meluk tahu gak" Ucap Rania membuat Reno langsung tersenyum senang.
"Kamu ini bisa saja membuatku senang, apa kamu sudah makan sayang?" Tanya Reno.
"Belum Mas!" Ucap Rania sambil menunduk membuat Reno tidak bisa melihat wajah gadianya itu di layar hp.
"kenapa belum, apa orang tuaku tidak memberimu makan, apa mereka tiba-tiba jadi orang jahat dan menyiksamu, katakan padaku Rania?" Tanya Reno beruntun dengan pandangan khawatir.
Rania menggeleng sambil mendongak menatap layar hp nya yang menampilkan wajah Reno yang terlihat khawatir.
"Enggak lah Mas, emangnya ini kayak di sinetron-sinetron gitu apa, pakai ada siksaan segala cuman buat bikin ibu-ibu pada baper" Ucap Rania sambil tersenyum geli.
"Lalu kenapa kamu jam segini belum makan juga, apa ada sesuatu yang lain yang membuatmu tidak bisa makan?" Tanya Reno.
"Iya ada, aku tidak bisa makan karena kamu tidak ada disini menemaniku Mas" Ucap Rania sendu.
"Hey tenanglah sayang, aku ada disini menemanimu Rania, aku tidak pergi kemana-mana" Ucap Reno.
"Tapi aku ingin kamu benar-benar disini Mas, aku merindukanmu, rasanya sudah berabad-abad kamu pergi Mas" Ucap Rania.
"Aku juga merindukanmu Rania, tapi mau bagaimana lagi, ini sudah merupakan pekerjaan dan kewajibanku mengurus perusahaan, tolong mengertilah dan tunggu aku!" Ucap Reno tak kalah sedih.
Reno menatap wajah Rania di layar hp nya, gadis itu terlihat bersedih dan sedikit murung, ingin rasanya dia merengkuh gadis pujaannya itu dan mengatakan dia sudah kembali.
"Baiklah Mas aku mengerti kok dan maaf aku sudah membuatmu khawatir" Ucap Rania mencoba tersenyum.
"Tidak apa Rania sayang, kalau begitu cepatlah makan jangan menunda-nunda lagi!" Perintah Reno sambil tersenyum.
"Iya Mas aku makan dulu, sampai jumpa Masku sayang" Ucap Rania sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hey tunggu Rania jangan matikan dulu teleponnya!" Ucap Reno saat Rania hendak mematikan sambungan video telepon mereka.
"Ada apa Mas, apa ada yang ingin kamu katakan lagi?" Tanya Rania bingung.
"Tidak ada Rania, tapi apa kamu melupakan sesuatu Rania?" Ucap Reno balik bertanya.
"Melupakan apa Mas? kok aku tidak tahu?" Ucap Rania bingung.
"Haiss kamu ini berikan aku ciuman penyemangat sayang, beri aku kekuatan agar bisa tahan disini" Ucap Reno membuat Rania tersenyum malu.
"Oh itu kirain apaan Mas bikin aku kaget saja" Ucap Rania sambil tersenyum.
"Ayolah Rania berikan aku ciuman penyemangat" Ucap Reno lagi.
"Baiklah-baik tapi Mas dulu ya baru habis itu aku" Ucap Rania.
Dengan segera Reno memberikan ciuman jarak jauh hingga bibirnya menempel di layar hp, Rania tersenyum geli melihat kelakuan Reno, dia pun membalas ciuman Reno dengan cukup mesra.
"Sudahkan Mas, apa mau yang lainnya juga?" Goda Rania.
"Tidak aku takut jika aku meminta yang lain aku akan langsung buru-buru pulang menemuimu sayang, simpan saja itu untuk nanti jika aku pulang, baiklah sudah dulu sampai jumpa Rania" Ucap Reno.
"Sampai jumpa juga Mas" Ucap Rania dan langsung mematikan sambungan video mereka.
Reno menatap layar hp nya yang kini berwarna hitam, dia tersenyum setelah melihat gadis pujaannya itu Rania, setidaknya itu bisa sedikit mengurangi rasa rindunya pada Rania.
"Apa kalian sudah selesai melakukan panggilan videonya?" Tanya Iyan.
"Sejak kapan kamu ada disana, kenapa aku tidak menyadarinya?" Tanya Reno bingung.
"Sudah cukup lama, bahkan aku tahu saat kamu sedang melakukan ciumanmu yang menjijikan itu Ren" Ucap Iyan sambil terkikik geli.
"Dasar, kamu seperti tidak mengerti saja aku ini merindukannya" Ucap Reno sambil tersenyum malu.
"Iya aku mengerti kok, kamu ini sudah seperti budak cinta jika menyangkut Rania, sabarlah kita baru 4 jam berada disini dan kamu sudah merindukannya" Ucap Iyan mengingatkan.
"Iya aku tahu, semoga saja pekerjaan disini cepat selesai, aku tidak bisa berlama-lama disini" Ucap Reno yang membuat Iyan tersenyum di tempatnya.
Setelah melakukan panggilan video dengan Reno, Rania langsung berjalan keluar kamar menuju meja makan, disana dia mulai menyantap makanan yang sudah tersaji.
"hai Rania, apa kamu sedang makan?" Tanya Alvian yang tiba-tiba datang dan duduk di samping Rania.
"Hmmm" Gumam Rania sambil mengangguk, dia menatap Alvian malas karena telah mengganggu acara makannya.
"Aku ingin bicara sesuatu padamu Ran, bisakah?" Tanya Alvian meminta persetujuan.
"Bisa, cepat katakan saja apa itu, jangan kebanyakan basa basi!" Ucap Rania ketus.
"Ini Ran, anu itu Ran aku ingin tahu kenapa kamu ma----"
"Al, Alvian dimana kamu yuhuuu!"
__ADS_1
Suara cempreng dari Kikan membuat Alvian tidak bisa melanjutkan kata-katanya, Kikan pun datang menghampiri Alvian dan Rania di meja makan.
"Hai sayang kamu baru makan ya, yang banyak ya nak biar tambah sehat" Ucap Kikan sambil tersenyum ke arah Rania.
"Iya Ma, makasih" Balas Rania sambil tersenyum dan mengangguk.
"Ada apa sih Ma, manggil-manggil aku berisik banget tahu gak" Ucap Alvian sambil menatap Kikan dengan kesal.
"Oh iya Mama hampir lupa, nih tolong beliin Mama bakso yang di depan komplek itu ya nak sekalian sama sate nya juga 50 tusuk!" Ucap Kikan sambil memberikan selembar uang 5 ribuan ke tangan Alvian.
"Kok Al lagi sih Ma, orang lain kan banyak males ah, ini juga masa di kasih 5 ribu doang mana cukup" Ucap Alvian sambil menaruh uang itu di atas meja.
"Oh jadi kamu gak mau Al?" Tanya Kikan dengan mata memicing.
Tatapan Kikan seolah menyiratkan arti tersembunyi yang seolah berkata.
"Kamu tidak pergi, Mama ratakan kamu!"
Itulah ancaman tersirat Kikan dari tatapan matanya yang tajam, dia tidak mengatakannya karena disitu ada Rania, Alvian yakin ibunya itu Kikan tidak mau Rania tahu jika sebenarnya dia ibu kejam yang suka menyiksa anak-anaknya.
"Yasudah baiklah aku pergi dulu!" Ucap Alvian sambil beranjak pergi dan mengambil uang 5 ribu yang tadi berada di atas meja.
"Sampai kapan aku harus disiksa seperti ini ya Allah" Gumam Alvian dalam hati sambil terus berjalan.
"Makasih Ya Al sayang kamu baik banget nak, kembaliannya buat kamu jajan es aja ya nak" Ucap Kikan sambil tersenyum senang.
Alvian mendengus mendengar kata-kata Kikan, dasar licik dia pintar sekali berpura-pura baik di depan Rania, dia jadi takut sendiri apa yang akan di jalaninya ke depan nanti jika terus berada di rumah Kikan.
"Aku harus segera pergi dari sini untuk menyelamatkan diri, mungkin aku akan membeli apartemen seperti yang kak Reno lakukan atau apapun itu yang penting aku harus segera pergi!" Gumam Alvian penuh tekad.
Rania tersenyum menatap punggung Alvian yang mulai menjauh, sepertinya anak-anak Kikan memang takut pada ibunya itu, terbukti mereka langsung menuruti semua keinginan Kikan.
---------
Holla aku balik lagi nih😆😆😆
Btw mana visual Reno dan Rania kasih saran dong kalian bisa kirim poto mereka di gc ku hehe.
Jangan lupa likenya ya, vote n tips bagi yang mau.
Numpang Promo guys baca juga karya temanku:
1:Ruang Hampa karya Alusha Veyya (aku merinding campur sedih bacanya)
2: Veerlat me niet karya Kikan selviani Putri (Kalian pasti baper bacanya aku gitu sih hehe)
3:Hey Doctors karya Vera (Kalian pasti suka)
Salam Hangat
Author Galau
__ADS_1