
Reno berjalan berdampingan bersama Rania disampingnya melewati para karyawan kantor yang membungkuk pada mereka, menyambut kedatangan Reno dan Rania yang telah kembali ke kantor setelah melewati libur panjang yang membuat Iyan tersiksa.
Rania terlihat sangat cantik dengan mengenakan baju santainya, hari ini dia sengaja menemani Reno ke kantor agar suaminya itu bisa betah dan kembali bekerja di kantor tanpa harus mengkhawatirkan keadaannya,apalagi sekarang Reno tengah melakukan gencatan senjata dengan mertuanya Kikan yang terlihat dendam pada anaknya Reno, hanya karena masalah ulang tahun Rania dimana dia tidak bisa mberi kejutan untuk menantu kesayangannya itu.
Rania tersenyum pada setiap karyawan yang menyapanya termasuk Asti sang resepsionis dan juga Rija yang merupakan sekretaris pribadi Reno yang ikut berjalan dibelakang mereka.
Rija mengantarkan Reno dan Rania ke ruang rapat dimana semua jajaran direksi sudah menunggu mereka untuk membahas masalah proyek sejenis panti asuhan yang direncanakan oleh perusahaan Reno untuk membantu semua anak di indonesia yang tidak memiliki tempat tinggal di daerahnya.
Proyek ini bukan hanya untuk membuat anak yang tidak memiliki orang tua memiliki tempat tinggal dan juga mengenyam pendidikan, tapi proyek ini juga bertujuan untuk membantu anak-anak dari keluarga yang kurang mampu dapat bersekolah di tempat mereka dengan bantuan beasiswa yang diberikan oleh perusahaan Reno yang menjadi pendiri yayasan tersebut.
Reno yang sudah memiliki banyak kolega dan juga dengan semua kenalan ayahnya membuat jalannya lebih mudah, dia mendirikan yayasan tersebut dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain agar dana maupun bantuan lainnya bisa terus mengalir bukan hanya dari perusahaannya tapi juga perusahaan lain yang ikut serta termasuk perusahaan ayahnya dan juga Bram ayah Rania.
Terlihat William dan juga Alvian duduk sambil mendengarkan Reno yang tengah berbicara mengenai cara kerja yayasan yang akan dibangunnya itu, namun Bram tidak terlihat di sana dia hanya diwakilkan oleh seorang Direktur perusahaan.
Rania duduk diam sambil memperhatikan Reno yang terlihat sangat tampan jika sedang serius bekerja, tak nampak wajah konyol maupun menyebalkan saat dia berada dirumah, di kantor seperti menjelma jadi orang lain yang begitu tegas dan juga disiplin membuat Rania terkagum-kagum oleh suaminya itu.
“I love you Mas” Gumamnya pelan.
Rapat pun berakhir semua orang bertepuk tangan kepada Reno, setelah semua orang keluar Rania memeluk suaminya itu dengan erat membuat Reno terkekeh pelan dan membalas pelukan Rania.
“Kamu keren banget Mas tadi” Ucap Rania sambil melepaskan pelukan mereka.
“Ini juga karena ada kamu disini sayang, oh ya kamu mau mau langsung pulang atau tetap disini menemaniku?” Tanya Reno sambil menyelipkan rambut Rania ke belakang telinganya.
“Aku disini aja ya Mas nemenin kamu, lagian di rumah juga sepi kalau gak ada kamu” Jawab Rania sambil tersenyum.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dan juga suara Iyan yang menyebutkan nama Adinda, keduanya saling berpandangan saat langkah kaki itu semakin mendekat dan Rania langsung mengajak Reno untuk bersembunyi dibawah meja.
__ADS_1
Pintu pun terbuka mereka melihat Adinda memasuki ruang rapat di susul oleh Iyan di belakangnya, Rania menutup mulut Renk saat suaminya itu hendak bersuara, kemudian matanya beralih menatap Adinda dan Iyan yang tengah berdiri saling berpandangan.
“Apalagi sih Yan , aku sudah bilang jangan mengatakan sesuatu yang kamu sendiri tidak tahu artinya” Ucap Adinda kesal.
Iyan berjalan menyudutkan Adinda ke tembok sambil tersenyum.”Aku tahu Din aku tahu arti dari apa yang aku katakan, aku memang mencintai kamu Din” Ucapnya sambil tersenyum.
“Tidak mungkin aku yakin ini cuma akal-akalan kami saja kan Yan untuk menipuku, sudahlah aku tidak mau masuk ke lubang yang sama dan terluka untuk kedua kalinya” Ucap Adinda sambil mengalihkan pandangannya dari Iyan.
“Aku bukan Reno yang tidak bisa membalas cintamu, hey lihatlah apa aku terlihat sedang berbohong untukmu” Ucap Iyan membuat Adinda menatap matanya yang penuh kesungguhan, sejenak keduanya saling berpandangan merasa terbuai oleh mata mereka masing-masing.
“Aku mencintai kamu Din” Ucap Iyan sambil mendekatkan wajahnya pada Adinda.
Adinda melotot tajam saat Iyan mencium bibirnya, dia tidak mampu melawan apalagi membalas ciuman Iyan, badannya seolah kaku mendapat serangan mendadak yang meruntuhkan ciuman pertamanya itu.
Dibawah meja Reno dan Rania menahan napas sambil menutup mulut mereka sendiri saat melihat adegan ciuman di depan mereka, Reno tersenyum genit pada Rania yang membuatnya mendapat cubitan pelan dari Rania yang tahu Reno juga ingin mendapat ciuman darinya.
Iyan melepaskan ciuman mereka dengan tersipu malu, dipandangnya wajah Adinda yang sudah merah seperti kepiting rebus, tanpa berkata apa-apa gadis itu langsung berlari keluar ruangan.
Setelah memastikan keduanya tidak kembali lagi, Reno dan Rania pun keluar dari persembunyian mereka sambil bernapas lega karena mereka tidak ketahuan oleh Iyan dan Adinda, keduanya saling berpandangan kemudian mereka tersenyum saat mengingat aksi Iyan barusan.
“Hebat si Iyan ternyata dia berani nyosor juga” Ucap Reno sambil terkikik geli sambil duduk di salah satu kursi.
“Kayak kamu Mas suka diam-diam nyosor juga kalau aku lagi tidur” Ucap Rania sambil tersenyum dan duduk disamping Reno.
“Itukan dulu sayang, sekarang aku tidak perlu diam-diam lagi jika ingin menciummu”Ucap Reno membuat Rania tersipu malu.
“Tapi aku senang melihat mereka yang mulai dekat satu sama lain mudah-mudahan saja mereka bisa segera menikah dan menyusul kita iyakan Sayang” Ucap Reno sambil tersenyum.
__ADS_1
Rania tersenyum dan menggeleng dengan tidak yakin.”Entahlah Mas aku tidak bisa berkomentar banyak, kamu kan tahu Veyya temanku menyukai Kak Iyan jadi aku hanya akan menyerahkan semuanya pada yang diatas, jodoh maut gak ada yang tau kan Mas” Ucapnya bijak.
“Kamu benar juga sayang, wah aku tidak menyangka kamu bisa sebijak itu, ayo Ran kita ke ruanganku!” Ajak Reno sambil beranjak dari duduknya dan menggandeng Rania menuju ruangannya.
Saat sampai di depan ruangan Reno, Rija sang sekretaris menyambut mereka sambil tersenyum dengan ramah, Reno membalas senyumannya dan berlalu masuk memasuki ruangannya, kecuali Rania yang menatap penampilan Rija dari atas sampai bawah.
Rija yang sadar diperhatikan jadi tersipu malu istri bos nya itu pasti ingin memuji penampilan barunya yang lebih modis dan cantik, semua ini berkat temannya Asti sang resepsionis yang menyarankannya untuk berpakaian seperti itu, dia tidak menyangka jika penampilan barunya akan menarik perhatian semua orang termasuk Rania.
“Pakai baju jangan ketat kayak gitu kayak lemper aja tau gak, terus itu rok pendek banget mau kerja apa mau godain laki orang sih” Omel Rania menatap Rija dengan kesal, dia baru ngeh jika penampilan Rija berubah sekarang, dia tidak mengerti bagaimana sekretaris yang biasanya berpenampilan biasa saja kini berubah menjadi seperti wanita ganjen penggoda lelaki.
Mendapat omelan dari bos nya tubuh Rija langsung bergetar karena takut.”Ma-maaf Bu saya khilaf, jangan pecat saya ya Bu, kasih saya kesempatan sekali lagi!” Ucapnya menunduk sambil menangis.
Rania yang melihat Rija menangis jadi panik sendiri.”Eh kenapa nangis tenang saya gak akan pecat kamu kok,cukup rubah penampilan kamu biar lebih sopan saja sudah cukup” Ucapnya menjelaskan.
Rija mendongak menatap Rania sambil tersenyum dengan mata berbinar.”Baik Bu besok saya janji saya gak akan pakai baju kayak gini, terima kasih Bu” Ucapnya senang, Rania mengangguk dan berlalu menyusul Reno di ruangannya.
Setelah Rania pergi Rija pun berjalan pergi, dia ingin membuat perhitungan kepada teman pembawa musibah yang membuatnya kena omel oleh istri bos nya, dengan tergesa-gesa dia berjalan pasti menuju tempat Asti dengan penuh tekad.
“Kamu dari mana aja Sayang kok lama?” Tanya Reno pada Rania yang baru memasuki ruangannya.
Rania menggeleng sambil tersenyum.“Gak kok Mas, udah lanjutin aja kerjanya habis itu kita cari makan diluar ya Sayang” Ucap Rania sambil duduk di sofa dan menyalakan tv.
Reno yang sedang membaca berkas menoleh menatap Rania.”Kamu lapar Ran, kalau lapar ayo kita cari makan sekarang saja atau kamu mau suruh orang saja buat beliin kamu makan?” Tanya Reno.
“Tidak Mas nanti saja aku belum lapar Masku Sayang, aku ingin jalan-jalan saja sambil makan denganmu Mas” Ucapnya manja sambil tersenyum, membuat Reno ikut tersenyum dibuatnya.
----------
__ADS_1
likeeeeeeee
Eh emang ada novel lain yang cerutanya mirip sama aku, tadi aku bca komen katanya novelku mirip sama novel sebelah? kasih tau dong judulnya!!!