
Gadis itu menguap sambil mengerjapkan matanya, dia tersenyum saat melihat sang suami masih terlelap tidur sambil memeluk pinggangnya, Rania melepaskan pelukan dari Reno dan beranjak ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan menggosok giginya.
Setelah keluar dari kamar mandi dia melihat jam di dinding yang menunjukan pukul 9 pagi, Rania tersenyum simpul, tadi setelah melakukan sholat subuh, dia dan Reno kembali tidur karena suaminya terlihat manja dan tidak mau Rania meninggalkan Reno untuk sekejap saja.
“Mas bangun sayang sudah siang!” Ucap Rania sambil menggoyangkan badan Reno dengan pelan.
“Aarrrgghhh!
Bukannya bangun Reno malah menarik Rania kembali ke atas ranjang sambil memeluk dan menyelimuti tubuh mereka berdua dengan selimut tebal, Reno mencium ceruk leher Rania membuat gadis itu merasa geli dengan tingkah suaminya itu.
“Mas lepas ihh geli sayang!” Ucap Rania pelan sambil menggeliatkan badannya.
“Kenapa bukannya kamu suka saat aku melakukannya hmm?” Ucap Reno dengan masih membenamkan wajahnya di leher Rania.
“Suka Mas tapi gak sekarang juga aku lapar” Ucap Rania sambil melepaskan diri dari pelukan Reno dan berlari keluar kamar.
“Kalian kenapa disini?” Tanya Rania kaget melihat orang-orang terakhir yang ingin dilihatnya di pagi yang cerah ini.
Veyya, Gisuwa dan Nungky cengengesan tidak jelas saat melihat Rania merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena ulah Reno, dia melihat ketiga temannya itu dengan tajam berusaha menutupi kegugupannya sendiri.
Dia tidak mengerti kenapa ketiga temannya itu bisa datang ke rumah orang tua Reno, padahal seingatnya dia tidak pernah memberi tahu mereka alamat milik orang tua Reno, tapi sekarang ketiga gadis menyebalkan itu sudah hadir di rumah mertuanya itu membuat Rania bingung sendiri.
“Kenapa sih lihatnya gitu amat?” Ketus Rania saat ketiga temannya masih cengengesan tidak jelas.
“Cie baru selesai bikin anak ya Ran?” Ucap Gisuwa cengengesan.
“Wah rajin ya kamu Ran pagi-pagi udah olah raga yang bikin enak!” Ucap.Veyya sambil terkikik geli.
“Om ganteng makanya kalau bikin yang jago Om jadi sekali bikin langsung jadi, mau aku kasih film yang oke gak Om biar tahu jurus jitu supaya Ran langsung hamil?” Ucap Nungky saat Reno menghampiri mereka dan berdiri disamping Rania.
Reno langsung menoleh ke arah gadis ajaib yang sedang menatapnya sambil cengengesan tidak jelas, dia juga melihat ke arah Veyya dan Gisuwa yang malah menatapnya dengan pandangan seperti ingin menerkamnya dengan mulut terbuka dan air liur yang menetes.
“Pakai Baju kamu Mas” Ucap Rania sambil mencubit dan menatap Reno dengan tajam.
Reno yang baru sadar setelah melihat tubuhnya yang tidak berpakaian langsung menutupinya dengan tangan kedua tangan dan berlari ke dalam kamar dan berganti pakaian, Rania berdecak melihat kelakuan suaminya itu yang membuat ketiga temannya jadi pengen nyosor.
“Sudah sayang” Ucap Reno kembali setelah mengenakan kaosnya.
“Om mau gak film nya? Ada Asia, lokal sama bule juga loh” Ucap Nungky masih mempromosikan film.
“Boleh Ky, aku mau yang bule saja!” Ucap Rania menjawab pertanyan Nungky sambil melirik suaminya.
“Oke duitnya dulu 500 ribu ya gak gratis loh ini!” Ucap Nungky sambil menengadahkan tangannya.
Seolah mengerti Reno mengambil dompetnya di dalam kamar dan memberi Nungky 5 lembar uang seratus ribuan, Nungky mengambil uang itu dengan senang, kemudian dia mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan memberikan barang tersebut kepada Rania secara sembunyi-sembunyi seolah itu barang ilegal yang tidak boleh di perjualbelikan.
Rania melirik kaset Film yang diberikan Nungky, dia kembali menoleh ke arh sahabatnya itu sambil berdecak kesal.
“Ini apa Ky, kamu mau nipu aku sama Mas Reno hah?, siapa yang mau beli film kartun si kotak spons Nungky!” Ucap Rania kesal.
“Lah terus kamu mau beli apa dong Ran, hayo maunya film yang tontonannya bikin enak ya?” Goda Nungky sambil cengengesan.
“Gak lah siapa yang bilang tadi kamu sendiri yang bilang ini tuh film yang bisa bikin cepat hamil, terus ngapain juga kamu bilang ada Versi Asia, lokal sama Bulenya, itu maksudnya apa Ky?” Ucap Rania tidak terima disalahkan.
__ADS_1
“Lah ini memang film yang bisa bikin cepat hamil Ran, setelah nonton yang seru dan lucu badan kamu bisa jadi lebih tenang jadi gak stress kalau mau bikin anak, terus ini memang ada Versi Asia, Lokal sama Bule nya Ran hehe!” Ucap Nungky dan dengan polosnya dia menunjukan semua Versi dari film kartun terkenal itu.
Rania melirik suaminya Reno dan kedua temannya itu Veyya danGisuwa yang terkikik geli, ingin sekali dia menjambak gadis licik yang sayangnya adalah temannya sendiri itu.
“Balikin uangku, aku gak jadi beli nih aku kembalikan!” Ucap Rania menyerahkan kaset film yang tadi dia ambil kepada Nungky.
Nungky langsung menggeleng menolak mengambil barang tersebut dan menyembunyikan uang miliknya itu kedalam Tas.”Gak bisa Ran, barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan lagi!” Ucapnya menirukan slogan kebanyakan toko yang sering dia baca.
Saat Rania ingin menyerang Nungky, Reno menahannya sambil memegang pergelangan tangan istrinya itu.”Sudah sayang gak apa-apa mending kita sarapan dulu ya, katanya kamu lapar!” Ucap Reno menuntun Rania menuruni tangga yang diikuti oleh ketiga temannya itu.
“Ran rumah mertua kamu besar banget ya mana mewah lagi berasa kayak di istana aku!” Ucap Gisuwa menatap interior rumah orang tua Reno sambil berdecak kagum.
“Ya iyalah mertuaku gitu loh, eh ngomong-ngomong kalian belum jawab pertanyaanku, kenapa kalian ada disini?” Ucap Rania setelah mereka berada di bawah tangga.
“Kita dijemput Ran sama Mama Cantik!” Ucap Veyya menjawab pertanyaan Rania.
“Mama Cantik siapa maksud kalian?” Tanya Rania menatap teman-temannya tak mengerti.
“Mama dong sayang, siapa lagi coba Mama cantik di rumah ini!”
Kikan datang menghampiri mereka sambil tersenyum dan gaya centilnya, dengan pakaian yang sangat mencolok ala ibu-ibu gaul dan jangan lupakan topi pantai yang juga bertengger di kepala Kikan membuat Rania dan Reno melongo.
“Astagfirullah!” Ucap Reno dan Rania saat melihat penampilan Kikan.
“Mama mau kemana sih pakai baju ala Hawai bogor gitu?” Tanya Reno.
Kikan menatap anaknya itu sambil tersenyum membanggakan penampilan cantiknya.”Mau ke Bandung lah ikut sama anak-anak Mama ini!” Ucap Kikan sambil memeluk Veyya, Gisuwa dan Nungky yang terlihat bahagia.
“Tahulah kemarin pas lihat dede bayinya Nat, Mama ketemu sama mereka makannya mama juga pengen ikut mumpung Papa Kalian lagi dinas ke luar negeri Mama bosen di rumah terus!” Ucap Kikan menjelaskan.
“Iya Ran pas kamu ngasih tau kita kalau kak Nat lahiran kita langsung ke rumah sakit, dan disana kita ketemu Mama Kikan cantik” Ucap Gisuwa yang tentu saja membuat Kikan senang.
“Gimana Ran Mama Kikan boleh ikut kan sama kita?” Tanya Veyya.
“Ayolah sayang Mama ikut ya!” Ucap Kikan merayu Rania dengan menampilkan wajah tak berdosa.
Seolah mendapat ide Reno langsung tersenyum senang.”Boleh kok Ma boleh banget, lagian aku sama Ran gak jadi ikut soalnya aku sama Ran ada urusan mendadak, iyakan sayang?” Ucap Reno berbohong sambil menatap Rania.
Rania mengangguk dengan ragu.”Iya Ma aku sama Mas Reno gak jadi ikut” Ucapnya kemudian.
Reno tersenyum senang saat Rania mengiyakan ucapannya yang jelas-jelas adalah kebohongan, tapi karena itu akhirnya dia memiliki kesempatan untuk berduaan bersama Rania di rumah Kikan.
Rania menatap suaminya itu dengan pandangan bingung dia sebenarnya tidak mengerti dengan maksud dari perkataan Reno, tapi sebagai seorang istri yang baik Rania hanya menurut saja.
“Yah terus gimana dong, masa kita berempat doang gak seru lah” Ucap Veyya sedih.
“Betul itu Veyy, tadi Kak Lisa juga udah hubungin kita katanya dia menunggu kita di rumahnya, gak mungkin juga kita batalin janji” Ucap Gisuwa.
“Tenang sayang, ada Mama disini biar kita berempat saja yang kesana!” Ucap Kikan sambil merangkul Veyya dan Gisuwa mencoba memberi mereka hiburan.
“Betul kata Mama mertua kita juga udah cukup kok, iyakan Ma?” Ucap Nungky ikut bersuara dari arah meja makan, gadis itu sedang asyik memakan cemilan yang tersedia di meja tersebut, maksudnya yang benar adalah dia diberi oleh Kikan saat pertama kali mereka masuk tadi.
“Tentu saja Calon Mantuku, duh Mama yakin deh pasti seru disana” Ucap Kikan bersemangat.
__ADS_1
Rania dan Reno menghampiri Nungky yang sedang duduk di atas kursi, dia pun ikut duduk bersama Reno disampingnya, Rania membuka tutup saji yang menutupi meja makan, dia sudah lapar dan ingin segera sarapan.
“Kok gak ada makanan sih?” Gumam Rania, dia mendesah kecewa sambil mengelus perutnya yang keroncongan minta diisi.
“Ma kok gak ada sarapan gak masak ya tumben?” Ucap Reno sambil berbalik menatap Kikan.
“Mama masak kok nak tapi sudah habis tadi, kasihan anak-anak baru Mama pada belum sarapan apalagi Nungky dia makannya rajin banget sampai habis 3 piring” Ucap Kikan sambil mengelus kepala Nungky dengan sayang.
Rania langsung menatap ketiga temannya dengan tajam, apalagi Nungky yang sedang cengengesan tidak jelas sambil terus memakan cemilan miliknya dengan rakus.
“Dasar gentong karet!” Sungut Rania dalam hati.
“Maaf ya Ran kita tadi lapar banget soalnya, habis kita belum sempat sarapan di rumah Mama Kikan udah keburu jemput kita!” Ucap Gisuwa merasa bersalah.
“Iya Ran maafin aku juga ya!” Ucap Veyya ikut bersuara.
Rania mengangguk mengerti, mau bagaimana lagi marah pun tidak ada gunanya.
“Kita beli makanan diluar saja ya sayang?” Ucap Reno menghibur Rania yang langsung mengangguk setuju.
Beberapa saat kemudian muncul Alvian sambil menenteng kresek, dengan santai dia menuangkan isinya ke dalam piring yang ternyata adalah ketoprak.
Melihat itu Rania menjilat bibirnya dan langsung memandang Reno dengan mata berbinar, tanpa basi-basi Reno langsung mengambil piring ketoprak milik Alvian saat pria itu baru akan memakan suapan pertamanya.
“Kak itu ketoprak milikku jangan diambil!” Protes Alvian.
“Berisik beli lagi aja sana, kamu gak lihat Ran kelaparan dasar adik tidak berperasaan!” Omel Reno membuat Alvian memonyongkan bibirnya sedih, sebenarnya disini siapa yang tidak punya perasaan.
“Sini sayang makan yang banyak ya kalau kurang aku beliin lagi!” Ucap Reno sambil menyuapi Rania yang terlihat senang memakan ketoprak milik Alvian.
“Mas juga makan dong, kan kamu juga belum sarapan Mas!” Ucap Rania berbalik menyuapi suaminya itu.
Mereka saling bersuapan tanpa memperdulikan Alvian yang menatap mereka sedih sambil mengusap perutnya yang keroncongan, nasibnya memang sudah gak kebagian sarapan di rumah, dia juga harus merelakan ketoprak yang sudah dia beli dimakan oleh Rania dan Reno.
“Ya Allah malang benar nasibku ini!” Ucap Alvian dalam hati, sepertinya dia mulai sering meratapi nasibnya akhir-akhir ini tepatnya setelah dia pulang dari luar negeri.
“Sudah Al mendingan kamu ikut Mama sama yang lain ke Bandung sekarang!” Dengan tidak ber-perasaannya Kikan malah menarik Alvian untuk ikut bersamanya.
“Gak bisa Ma, Al pagi ini mau motret hutan!” Tolak Alvian.
“Dasar anak tidak berguna, pantesan jomblo terus motretnya juga monyet sama hutan gak ada bagus-bagusnya, sudah kamu ikut Mama kalau gak Mama buang camera kamu!” Ancam Kikan.
“Ayo bang Al ikut kita saja, disana kita bisa foto-foto buat nikah bang!” Ucap Nungky sambil menggandeng Alvian yang sudah pasrah mengikuti mereka.
Akhirnya kelima makhluk itu pergi meninggalkan Rania dan Reno berdua disana, setelah sarapan Reno langsung membopong Rania sambil menaiki tangga menuju kamar mereka.
“Mau kemana Mas?” Tanya Rania.
“Nonton kartun yang tadi kita beli habis itu baru kita bikin anak, siapa tahu saran Nungky beneran manjur sayang!” Ucap Reno tersenyum senang membayangkan aksinya dengan Rania.
----------
Baca kepentok Cinta Nungky juga ya , kasih like juga😆😆😆
__ADS_1