
Saat Reno dan Rania tengah asyik melakukan adegam ciuman panas yang mesra, bel berbunyi membuat mereka harus menghentikan aksi tersebut sebelum menjurus ke adegan panas lainnya.
“Siapa sih ganggu aku sama Mas Reno mau ngelakuin yang enak-enak saja!” Gumam Rania kesal sambil beranjak berjalan menuju pintu.
“Hai Ran, boleh kami masuk?” Tanya Iyan yang datang bersama Adinda setelah Rania membuka pintu apartemennya.
Rania mengangguk mengiyakan sambil membuka pintunya lebar mempersilahkan mereka masuk, dia menatap Adinda dengan tajam membuat gadis itu pura-pura tidak.melihatnya dan ikut masuk bersama Iyan.
“Hadeh si gatel itu ngapain sih kesini bikin aku kesal saja” Gumam Rania kesal sambil menutup pintu apartemennya kemudian menyusul mereka berdua ke ruang tamu dimana Reno berada.
Di ruang tamu terlihat Iyan dan Adinda menyapa Reno, kemudian mereka ikut duduk bersama Reno, Rania langsung menghampiri Adinda karena telah mengambil tempat duduknya di samping Reno.
“Misi mba gatel itu tempat dudukku!” Ucap Rania sambil menyingkirkan Adinda membuat gadis itu terjatuh dari tempat duduknya.
“Kenapa gak duduk di tempat saja sih itu kan tempat dudukku!” Ucap Adinda kesal sambil beranjak bangun.
“Nah mba gatel aja yang duduk disana, ini tempatku gak lihat ini kursi cuman buat pasangan doang?” Ucap Rania sambil tersenyum tipis.
Adinda mendengus kesal sambil membuang mukanya, tidak hilang akal dia mengambil bunga dan juga buah yang tadi dia bawa dan menghampiri Reno.
“Mas lihat nih aku bawain apa, kamu pasti suka” Ucap Adinda sambil menunjukan barang pemberiannya.
“Ngapain bawa bunga segala sih mau ke kuburan?” Tanya Rania sinis membuat Iyan dan Reno menahan tawa mereka.
Adinda tidak menggubris kata-kata Rania yang menyakitkan bagai hati ditusuk jarum, dia lebih memilih mengambil jeruk dan mengupasnya dengan senang seolah tidak ada yang terjadi.
“Sini Mas Reno aku suapin ya, lagi sakit gini enaknya makan yang manis-manis Mas biar ada tenaganya gitu!” Ucap Adinda mencoba menyuapi Reno.
Reno menggeleng menolak suapan yang akan diberikan Adinda, dia menoleh ke arah Rania dengan wajah polos seperti anak kecil.
“Sayang kamu aja yang suapin ya?” Pinta Reno dengan imutnya.
__ADS_1
Rania mengangguk sambil tersenyum puas menatap Adinda yang terlihat kesal sambil menaruh jeruk yang tadi dikupasnya, dan dia pun duduk disamping Iyan.
Iyan menoleh menatap Adinda yang tengah memperhatikan Rania menyuapi Reno buah-buahan yang tadi mereka bawa, Iyan tersenyum miris gadis itu masih mengharapkan sahabatnya Reno.
“Sekali saja lihat aku disini Din!” Gumam Iyan dalam hati.
Jika dia di posisi Reno mungkin dia akan sangat bahagia jika gadis yang disukainya itu ingin menyuapinya buah, bahkan disuapi batu saja mungkin Iyan akan senang asalkan Adinda yang menyuapinya dengan senang.
Iyan tidak mengerti bagaimana caranya dia meluluhkan hati Adinda yang sudah dipenuhi oleh sosok Reno, dia tahu gadis itu juga terluka melihat orang yang disukainya bersanding dengan wanita lain, tapi dia tidak paham kenapa Adinda tidak mundur saja dan mengikhlaskan Reno bersama Rania.
Bahkan tadi saat Adinda tahu Reno sakit dengan semangatnya Adinda langsung mengajak Iyan untuk menjenguk Reno, gadis itu tidak tahu jika semangat itu membuat hati Iyan sakit dan menciut seketika.
“Kamu kenapa gak sekolah sih sekarang kan gak libur?” Ucap Adinda kepada Rania yang baru saja selesai menyuapi Reno.
“Mana mungkin aku sekolah di saat suamiku tersayang sedang sakit begini” Ucap Rania sambil mengelus Reno yang terlihat senang dengan perlakuannya.
“Ah dan juga aku harus menjaga suamiku ini dari pelakor yang terkutuk!” Tambahnya kemudian.
Jlebbb
“Oh iya Yan, bagaimana dengan iklannya kapan itu dirilis di televisi?” Tanya Reno sambil tersenyum samar membuat Rania dan Adinda menghentikan tatapan mereka dan ikut menatap Iyan.
“Oh itu Ren, katanya sih minggu depan baru dirilis dan juga kita akan menggelar pesta peluncuran tepat saat itu!” Ucap Iyan menjelaskan.
Reno menganngguk mengerti. “Bagus aku serahkan semuanya padamu Yan, ah ya dan juga tolong batalkan semua jadwalku hari ini yang tidak bisa kamu gantikan, dan minta sekertarisku untuk menyiapkan jadwal ulang untukku besok, sisanya aku serahkan padamu Yan!” Ucap Reno memberi Iyan tanggung jawab penuh disaat dia tidak ada sambil tersenyum tanpa merasa berdosa.
“Tapi kan hari ini aku juga ba-”
“Aku sedang sakit kamu tahu itu Yan, masa kamu tega melihat sahabat dan atasanmu ini kerja sih Yan?” Ucap Reno menatap Iyan dengan muka memelas.
“Tenang Mas Reno sayang Mas Iyan ngerti kok, Mas Iyan tolong gantiin Mas Reno hari ini biar dia bisa istirahat dengan tenang!” Ucap Rania sambil memeluk suaminya itu, Reno mengangguk mengiyakan sambil mempererat pelukannya kepada Rania layaknya anak kecil, melihat itu Adinda hanya mendengus kesal merasa gerah dengan pandangan di depannya.
__ADS_1
Iyan mengangguk mengerti dia menghembuskan nafasnya kasar, mungkin hari ini dia akan lembur lagi dan juga sepertinya dia tidak bisa mengajak Adinda pergi ke Bioskop nanti malam.
“Kapan statusku yang jomblo ini bisa berubah Ya Allah, jika atasanku saja selalu membuatku lembur setiap hari!” Ucap Iyan sedih dalam hati.
“Baik Pak dan Ibu boss!” Ucap Iyan pasrah.
“Mukanya biasa aja Yan gak usah ditekuk gitu kayaj jomblo saja!” Ucap Reno.
“Lah kan emang Mas Iyan jomblo Mas” Ucap Rania membuat keduanya terkikik geli.
“Mba gatel kenapa gak sama Mas Iyan saja dia tampan, mapan juga apa yang kurang coba?” Ucap Rania sambil memandang Adinda.
Iyan langsung menoleh ke arah Adinda yang terlihat mencerna perkataan Rania dengan serius, hati kecilnya sedikit berharap jika Adinda akan mempertimbangkan kata-kata Rania namun sayang harapannya langsung sirna saat Adinda mengatakan.
“Mana mungkin Iyan sudah aku anggap sebagai saudara sendiri, dan aku tidak ingin mengubah pandanganku!” Ucap Adinda dengan tegas.
Iyan tersenyum kecut dia menghembuskan nafasnya pelan berusaha untuk tidak meratapi nasibnya yang malang di depan gadis pujaannya, Reno dan Rania menatap Iyan dengan iba mereka ikut merasa sedih dengan apa yang Iyan alami.
“Oh iya aku mau pakai baju yang cantik ah saat acara nanti, kamu lihat saja nanti Mas pasti kamu suka deh!” Ucap Adinda sambil tersenyum genit ke arah Reno yang tentu saja diabaikan oleh Reno.
“Paling yang di pakai baju kurang bahan, Mas aku juga mau dandan yang cantik ya, biar gak kalah sama ulet bulu” Ucap Rania sambil mendelik ke arah Adinda.
“Tentu sayang aku yakin kamu akan menjadi gadis paling cantik nanti!” Ucap Reno sambil tersenyum lembut.
“Heh bocah nakal kita lihat saja siapa yang akan jadi primadona nanti, aku atau kamu” Ucap Adinda menantang Rania.
“Oke kita lihat saja nanti, akan aku pastikan kamu rata disana!” Ucap Rania dengan tajam menerima tantangan dari Adinda.
Sepertinya pertaruangan sengit antara keduanya masih akan berlanjut sampai mereka tua nanti, ataukah mungkin akan ada keajaiban yang akan membuat keduanya menjadi dekat layaknya saudara?.
-------#
__ADS_1
Siapa pnggemar Nungky mampir dong di lapak dia udah up nih judulnya " Kepentok Cinta Nungky"
kasih Rate 5 ya kasihani aku masa blm juga 2 jam up rate nya turun jadi 4 apa salahku tega bgt yg ngsih rate kecil, apa dia gak thu itu berperan besar untuk novelku😢😢😢😢😢😢😢😢