Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Berangkat


__ADS_3

Di sebuah bandara internasional yang cukup terkenal, seorang gadis eh bukan wanita deh tengah berjalan diikuti oleh seorang lelaki tampan sambil membawa 2 buah koper besar.


Mereka menghampiri 3 orang manusia yang merupakan 2 orang lelaki tampan dan juga seorang gadis cantik yang selalu mengenakan pakaian seksi yaitu Alvian, Iyan dan juga Adinda.


"Lama banget sih ngaret banget udah siang juga!" Ketus Adinda saat Rania dan Reno datang menghampiri mereka.


Rania langsung mendelik kearah gadis menyebalkan yang suka mengganggunya dan Reno itu, dia berdecih menatap gadis yang mengenakan pakaian serba biru laut itu.


"Masalah buat kamu, namanya juga penganten baru pasti suka telat kan kita sibuk semalam jadi capek makannya bangunnya kesiangan, jomblo sih jadi gak tahu kan" Ucap Rania sinis sambil mengibaskan rambutnya yang wangi membuat Adinda memberengut kesal.


"Dasar bocah mesum kerjaannya kayak kompor bikin aku panas mulu!" Gumam Adinda dalam hati.


"Yan gimana tiketnya udah siap semua kan?" Tanya Reno memilih untuk tidak memperdulikan perdebatan Rania dan Adinda yang tak akan pernah usai itu.


"Sudah Ren, kita tinggal nunggu ketiga gadis yang kemarin mereka belum datang soalnya!" Ucap Iyan sambil melihat sekeliling bandara mencari 3 sosok makhluk bernyawa itu.


"Cih udah tinggalin aja sih gak penting juga mereka ikut yang ada cuman nyusahin doang!" Ucap Adinda membuat Rania langsung menatapnya tajam.


"Berani Mba ngomong lagi kujambak rambutmu itu, mba gak mau kan model terkenal mendadak jadi gembel di Bandara?" Bisik Rania sambil tersenyum sinis.


Adinda terkejut dengan mata melotot dia jadi takut sendiri mendengar Rania mengancamnya seperti itu, dia berdehem mencoba menghilangkan kegugupannya.


"Tungguin aja dulu kali ya, bentar lagi mereka nyampe kayaknya" Ucap Adinda tersenyum samar sambil melirik takut pada Rania yang tersenyum puas.


"Al kamu sudah hubungi mereka belum kan sudah tugas kamu buat jagain mereka Al, harusnya kamu jemput mereka tadi jadi gak ribet gini kan!" Omel Reno pada Alvian yang sedang memainkan hp nya.


"Udah kak tapi gak di jawab, Al kan gak tahu mereka bakal telat kak, lagian kakak juga gak nyuruh kemarin!" Ucap Alvian membela diri.


Beberapa saat kemudian 3 makhluk kecil yang tentu saja adalah Veyya, Gisuwa dan Nungky tengah melambaikan tangan mereka dengan heboh sambil berjalan kearah Rania dan yang lain.


"Hai-hai maaf kita telat persiapan dulu biar cantik!" Ucap Gisuwa sambil tersenyum cerah.


Rania, Reno dan yang lainnya melongo melihat penampilan ketiga gadis tersebut yang terlihat heboh, Rania sendiri sampai tidak bisa berkata apa-apa melihat kelakuan ketiga teman absurdnya itu.


Bagaimana tidak Veyya, Gisuwa dan Nungky memakai rambut palsu warna-warni yaitu merah muda, hijau dan biru ditambah pakaian ketat ala anak alay dan juga keca mata hitam yang bertengger menghiasi mata mereka.

__ADS_1


"Astagfirullah!" Gumam Rania menyerukan kekagetan yang lain yang tak kalah syok melihat penampilan ketiga gadis aneh tersebut.


"Kalian mau pergi ke Lombok atau ikutan coshplay sih pakai baju alay gini?" Tanya Rania sambil melihat penampilan mereka.


"Gimana bagus kan Ran, ini tuh kita nyiapin dari subuh tahu!" Ucap Nungky bangga.


"Kak Al jangan bengong gitu ngiler ya lihat penampilan aku?" Ucap Nungky dengan genit.


Mendengar itu Alvian langsung menggelengkan kepalanya sambil tersenyum miris, baru kali ini dia melihat gadis aneh bin ajaib seperti mereka bertiga.


"Ini ide siapa sih pasti kamu ya Ky, Gis, Veyy kenapa kalian ikut-ikutan pakai baju kayak gini?" Ucap Rania dengan pandangan tak percaya sambil melirik ketiga temannya itu.


"Iya kok tahu sih kamu Ran aku jadi terharu tahu gak!" Ucap Nungky sambil tersenyum malu.


"Kata Nungky ini tuh lagi tren Ran katanya kalau mau tampil beda dan langsung banyak yang lihatin kita harus dandan kayak gini!" Ucap Gisuwa bangga.


"Hihi langsung jadi bahan lawakan iya, kalian seperti pelawak nyasar tahu gak" Ucap Adinda sambil menertawakan mereka bertiga, kali ini Rania menyetujui ucapan Adinda penampilan mereka memang sangat aneh.


"Kamu juga Veyy kamu kan lebih tahu mode dari pada aku sama yang lain, kenapa kamu gak nyadarin mereka dan malah ikut-ikutan?"


"Hai mas Tampan udah nunggu lama ya gimana penampilan aku ok gak?" Tanya Veyya sambil menunjukan penampilannya dengan gerakan memutar.


"Iya Ok kok cantik!" Ucap Iyan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Reno melirik orang-orang dsekitar mereka yang menengok sambil tersenyum-senyum, Reno yakin itu karena penampilan ketiga teman Rania.


"Ayo kita pergi pesawatnya udah mau berangkat!" Ucap Reno mengajak yang lain untuk pergi setelah dia melihat gam di pergelangan tangannya.


"Ayo Mas kita duluan saja aku malu jalan bareng sama mereka!" Ucap Rania sambil menggandeng suaminya dengan terburu-beru meninggalkan yang lain di belakang mereka.


"Yuk ah cap cus guys liburan kita!" Ucap Gisuwa sambil menarik kopernya diikuti yang lain.


"Heh nanti di pesawat jangan bikin ulah ya, saya gak mau ya pesawat yang saya tumpangi tiba-tiba mendarat mendadak cuman buat nurutin bocah menyebalkan seperti kalian!" Ucap Adinda sambil menoleh kearah mereka dengan sinis.


"Tenang saja mba gatel kita mah baik kok orangnya gak gigit kecauli ada keadaan mendadak hehe" Ucap Gisuwa sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya ih Mba gatel emang kapan sih kita bikin ulah kita itu masih polos loh mba, ngertinya cuman senyum doang bukan bikin ulah" Ucap Nungky sambil menggandeng Adinda sambil tersenyum kearahnya.


"Ish apaan sih kamu pegang-pegang saya, jangan sok dekat deh saya gak suka ya di pegang-pegang apa lagi sama gadis licik seperti kamu!" Ucap Adinda merasa risih dan langsung melepaskan tangan Nungky yang sedang menggandengnya.


"Suka gitu mbanya sok jual mahal padahal pengen juga iyakan? mendingan saya cuma gandeng mba yang jomblo dari pada mba gatel yang suka banget nemplok di laki orang ngenesan siapa coba!" Ucap Nungky sambil mengedipkan sebelah matanya.


Jleb


Adinda langsung terdiam mendengar kata-kata Nungky yang menyakitkan itu, sedangkan Veyya dan Gisuwa terkikik di belakang Adinda, dia menatap Nungky dan yang lainnya dengan kesal.


Tidak mau jadi bulan-bulanan ketiga gadis menyebalkan seperti Veyya, Gisuwa dan Nungky lagi, Adinda mempercepat langkanya menyusul yang lain yang berada didepannya.


Didalam pesawat semua penumpang duduk dengan tenang, Rania dan Reno duduk agak jauh daro yang lainnya sambil berpelukan, mereka seolah tidak ingim di ganggu oleh siapa pun hingga memisahkan diri dari yang lain.


Mungkin tidak semua penumpang duduk dengan nyaman ada beberapa penumpang juga yang terlihat tidak nyaman seperti Iyan yang duduk bertiga dengan Gisuwa dan Veyya, gadis itu selalu mencoba menggodanya membuat Iyan jadi mati kutu menghadapu gadis cilik seperti Veyya.


"Ish dari sekian banyaknya penumpang disini kenapa saya harus duduk sama kamu coba sial banget nasib saya!" Ucap Adinda kesal sambil melirik Nungky yang duduk di sampingnya.


"Mungkin kita ditakdirkan emang buat bersama Mba Gatel, lihat nih kak Al aja duduk disamping saya berasa penganten baru iyakan kak?" Ucap Nungky sambil menoleh kearah Alvian.


Alvian tersenyum samar dia memang duduk bertiga bersama Adinda dan Nungky yang duduk ditengah, Alvian menoleh kearah kursi lain mencari tempat yang kosong namun nihil semua kursi penuh.


"Kak Al kalau kita udah sampai ajak aku main dipantai ya kak!" Ucap Nungky sambil tersenyum.


"Boleh saja Ky, sekalian sama yang lain!" Ucap Alvian sambil mengangguk.


"Jangan dong kak kita kan lagi pendekatan ngapain ngajak yang lain, kita berdua saja biar romantis gitu hehe!" Ucap Nungky sambil tersenyum malu.


"Iya awalnya romantis-romantisan pas pulangnya lelepen aja Al dilaut cewek kayak Nungky mah!" Ucap Adinda sambil tertawa.


"Mba gatel suka nyamber aja deh kayak kilat, sadis banget ngomongnya kebiasaan jomblo sih ya jadi gak bisa lihat orang bahagia, udah kak Al jangan di dengerin nenek lampir mah emang suka syirik!" Ucap Nungky mengabaikan Adinda yang sudah menggerutu tidak jelas sambil menoleh kearah Alvian.


Akhirnya perjalanan mereka menuju Lombok dimulai, perjalanan yang hanya sekitar dua jam itu lebih seperti 2 abad untuk Alvian dan juga Iyan karena harus menghadapi para gadis gesrek.


Entah apa yang akan menanti mereka setelah sampai ketempat tujun nanti, mungkin hanya tuhan dan author yang tahu bagaimana nasib para penumpang itu khususnya Adinda, Alvian dan juga Iyan.

__ADS_1


__ADS_2