Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Piknik dadakan


__ADS_3

Di taman rumah yang luas, sepasang suami istri tengah duduk diatas rumput beralaskan kain, mereka memperhatikan Bima yang terlihat bahagia bisa berada di ruangan terbuka, bayi kecil itu merangkak kesana kemari dengan senyum yang terbit di wajahnya dan kemudian dia kembali lagi kepada Rania dan Reno membuat keduanya tertawa senang.


“Duh anak Mama udah pinter jalan-jalan ya” Ucap Rania gemas sambil mencium pipi Bima membuat bayi itu tertawa girang karena merasa geli.


“Jagoan Papa yang ganteng kalau besar nanti jadi pemain bola aja ya nak!” Ucap Reno sambil mengusap kepala Bima.


Namun bukannya tertawa senang, Bima menatap Reno tanpa ekspresi dan kembali melengos sambil tersenyum pada ibunya Rania, hal itu membuat ayahnya itu mengerucutkan bibirnya sebal, dia merasa Bima seperti menaruh dendam padanya apalagi sejak kejadian dimana dia menitipkan Bima pada Alvian.


“Bima sayang kalau udah gede kamu jangan jadi anak bandel ya sayang, jangan suka nyakitin cewek apalagi nyakitin Mama” Ucap Rania membuat Bima kembali tertawa, bayi tampan itu menyentuh hidung mancung Rania dengan gemas kemudian dia memeluk ibunya itu membuat Rania terkekeh pelan.


“Uhh anak Mama yang baik dan ganteng” Ucap Rania merasa terharu.


“Kak Ren bantuin bawain makanannya dong” Ucap Alvian yang datang menghampiri sambil menenteng dua piring sate.


Mereka memang berniat untuk piknik dadakan di belakang rumah Kikan, ibunya itu memang selalu membuat rencana tanpa berpikir panjang, karena yang lain menolak pergi jauh maka Kikan langsung menggelar tikar di taman belakang rumahnya.


“Tunggu sayang aku ambil makanan yang lain dulu ya” Ucap Reno mengecup bibir istrinya singkat dan berlalu meninggalkan Rania dan Bima.


Rania menaruh Bima duduk dipangkuannya, dia menatap Alvian yang sedang berbaring sambil menggoda Bima dengan mencolek hidung bayinya membuat Bima tersenyum mencoba meraih tangan Alvian.


“Kamu gak bantuin Mas Reno Al?” Tanya Rania sambil mencomot sate ayam dan memakannya dengan hati-hati agar tidak mengenai Bima.


Alvian menggeleng malas.”Gak ah Ran ngapain, capek aku disuruh-suruh mulu sama Mama, dari tadi aku sudah kesana kemari buat nyari makanannya” Keluh Alvian membuat Rania terkekeh pelan mendengarnya.


“Siapa suruh kamu jomblo terus Al jadi kena tumbal Mama terus kan” Ucap Rania membuat Alvian mendengus sebal dan beranjak untuk duduk.


Avian menatap Rania dengan ragu kemudian dia menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan mencoba memberanikan diri untuk bicara pada mantan pacarnya itu.


“Ran” Panggilnya pelan.


“Hmmm” Jawab Rania masih asyik memakan sate yang ternyata sangat enak itu sedangkan Bima sendiri sedang asyik memainkan mainan yang di oeganngnya.


“Eh itu Ran menurut kamu Nungky gimana sih orangnya?” Tanya Alvian membuat Rania terbatuk dan langsung menoleh pada Alvian.

__ADS_1


Alvian dengan panik mengambilkan gadis itu air minum yang sudah tersedia disana, dengan segera Rania langsung meminumnya hingga tandas, dia menatap Alvian yang menatapnya menunggu jawaban.


Rania berdehem membersihkan tenggorokannya.”Dia baik, cantik tapi aneh, udah itu aja emang kenapa Al kamu mau deketin dia?” Goda Rania sambil cengengesan.


Alvian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan wajah bersemu merah karena malu.”Bolehkah? gak tahu kenapa akhir-akhir ini aku suka kepikiran Nungky terus, cara dia ketawa, makan bahkan ngupil aja aku suka banget Ran, bukankah ini cinta?” Ucap Alvian dengan mata berbinar.


Rania mengangguk pelan, dia bergidik sendiri membayangkan tingkah Nungky yang menurutnya sangat aneh dan suka bikin sial, dia menoleh menatap Alvian iba dia tidak menyangka Alvian akan jatuh cinta pada sahabatnya yang aneh itu, padahal masih ada Gisuwa dan Veyya yang kelakuannya tidak separah Nungky, tapi apa mau dikata cinta itu tidak bisa diatur untuk siapa dia berlabuh.


“Menurut kamu Nungky sukanya cowok yang kayak gimana sih Ran, kasih tau dong kali aja dia jadi suka sama aku” Ucap Alvian lagi.


Rania terlihat berpikir sejenak kemudian dia tersenyum pada Alvian.”Nungky itu unik Al gak kayak cewek-cewek lain, kamu tau kan dia itu suka ngisengin cowok tapi sebenarnya gak ada yang tau isi hatinya itu kayak gimana, dulu dia emang pernah suka sama Awan kamu ingatkan tapi sekarang aku gak tahu hatinya buat siapa, menurutku Nungky punya kriteria sendiri buat orang yang dia suka Al, jadi kamu sendiri yang harus nyari tahu itu apa!”  Ucap Rania  panjang lebar berbicara dengan bijak, temannya itu memang salah satu teman yang paling sulit ditebak pikirannya menurut Rania.


Alvian mengangguk mengerti setelah mencerna semua perkataan Rania.”Doain ya Ran mudah-mudahan aku bisa naklukin hati Nungky, emang sulit sama banyak saingannya tapi aku bakal berusaha!” Ucapnya penuh tekad sambil tersenyum.


“Pasti Al, aku doain yang terbaik buat kalian” Ucap Rania sambil tersenyum.


“Ran” Panggil seseorang membuat Alvian menoleh.


“Kak Nat” Pekik Rania senang saat Narakya datang bersama anaknya dan juga Kikan dan Reno yang mengekor di belakangnya sambil menenteng banyak makanan.


“Maaf Ran tadi aku harus ngurusin Jo dulu baru bisa kesini” Jawab Natalya, sebelumnya dia memang sudah berjanji akan datang kemari.


Rania menatap Natalya yang terlihat cantik mengenakan gaun putih gading, kakaknya itu kini sudah kembali sehat dan bisa berjalan seperti biasanya, dia menatap Zafran yang tengah berdiri sambil menatap Bima yang juga tengah menatap Zafran dengan pandangan tak terbaca.


“Ayo duduk kak, lihat Zafran dan Bima sepertinya mereka akan jadi teman akrab ya kak” Ucap Rania sambil menatap Zafran yang terlihat tersenyum senang karena mendapat teman baru sambil duduk di sebelah Bima.


Natalya duduk di samping Rania, dia tersenyum menatap anaknya itu.”Iya kamu benar Ran, tapi kok Bima cemberut gitu ya apa doa gak suka sama Zafran?” Tanya Natalya bingung menatap Bima  yang terlihat tidak senang dengan keberadaan Zafran.


“Ah gak kok Nat, Bima emang gitu mukanya suka ngeselin tapi dia baik kok” Ucap Reno menenangkan Natalya.


“Aduh Al jangan dicolek-colek gitu dong kue nya nanti rusak lagi!” Bentak Kikan sambil menepis tangan Alvian yang sedang asyik mencolek kue.


“Nih cepat fotoin Mama yang cakep ya Al” Ucak Kikan sambil menyerahkan kamera pada Alvian, sedangkan dia sendiri mulai berpose sambil memegang kue tersebut.

__ADS_1


“Nih udah!” Ucap Alvian sambil menyerahkan hasil jepretannya pada Kikan.


“Wah bagus ya nak makasih sayang, ada gunanya juga kamu jadi photografer terkenal Al” Ucap Kikan tersenyum senang setelah melihat hasil jepretan Alvian.


“Buat apaan sih Ma, kok di foto-foto gitu?” Tanya Rania penasaran.


Kikan menoleh menatap menantu kesayangannya itu sambil tersenyum.”Itu Loh nak, ini Mama mau posting di IG sekalian pemer kue bikinan Mama” Ucapnya dengan bangga.


“Bukannya itu kue yang Al beli di toko langganan kita ya Ma, kok Mama ngaku-ngaku itu bikinan Mama?” Taya Alvian polos membuat semua orang terkekeh pelan mendengarnya.


Kikan langsung mendelik pada anak bungsunya itu dengan tajam.”Siapa sih kamu main ngomong aja, dasar jomblo karatan gak laku, minggir kamu!” Ucap Kikan menyuruh Alvian untuk menyingkir dan dia mengambil tempat duduk Alvian di sebelah Natalya.


“Ayo anak-anak kita foto bareng” Ajak Kikan pada Rania dan Natalya, mereka pun mulai mengambil beberapa foto dengan pose yang berbeda-beda, sedangkan Alvian dan Reno hanya menatap mereka sambil memakan sate.


“Gini amat hidup kita,  punya Mama kok jahat banget ya kak, jadi jomblo aja disiksa mulu” Keluh Alvian pada Reno.


“Kamu aja kali Al aku nggak, kan aku ada Rania sama Bima” Ucap Reno bangga, Alvian hanya tsrsenyum kecut mendengarnya, dia lupa kalau kakaknya juga tidak punya akhlak seperti ibunya.


“Huuuuuaaa”


Tiba-tiba Zafran menangis membuat semua orang menatap anak itu yang sedang bersama Bima.


“Astagfirullah” Ucap mereka serempak saat melihat wajah zafran sudah belepotan oleh kue dan pelakunya adalah Bima yang masih asyik menempeli wajah zafran dengan tangan mungilnya.


“Sini kamu nak, jangan bandel gitu Bim, Mama gak suka” Ucap Rania sambil menggendong Bima dengan memasang wajah pura-pura, sontak hal itu membuat Bima ikut menangis bersama zafran yang masih menangis di gendongan Natalya yang sedang membersihkan wajah anaknya dibantu oleh Kikan.


“Apa kubilang Ran, Bima itu bandel dan menyebalkan” Ucap Reno mengompori, dia langsung menunduk takut setelah Rania menatapnya tajam, gadis itu kesal bukannya membantu suaminya itu malah mengompori dirinya, sedangkan Alvian hanya terkikik geli melihat kakaknya yang terlihat takut pada Rania.


----------


Beteeeeeee kayaknya yang sering sial gara2 nulis aku doang😧😧.


Kemarin aku digigit tawon pas nulis eps si Nungky mampir ya "Kepentok Cinta Nungky*

__ADS_1


Salam Sayang


Author kena Azab


__ADS_2