
Tap
Tap
Tap
Seorang gadis berlari menyusuri koridor rumah sakit dengan semangat, dia tidak memperdulikan teriakan dari suaminya yang memintanya untuk berjalan pelan.
“Rania tunggu sayang pelan-pelan nanti jatuh!” Teriak seseorang dari arah belakangnya.
Gadis yang masih mengenakan seragam SMA itu berbalik memandang Reno yang tengah berlari kecil dan mengejarnya, sejenak dia berhenti saat Reno sudah menyusulnya.
“Jangan lari-lari gitu Ran, santai saja nanti kamu jatuh lagi!” Ucap Reno sambil menyunggingkan senyumannya.
Rania mengangguk mengiyakan sambil tersenyum menatap suaminya itu.
“Baiklah Mas ayo kita jalan saja, aku sudah tidak sabar untuk bertemu mereka!” Ucapnya sambil menarik tangan Reno dan berjalan bersamanya.
Gadis itu terlihat sangat bahagia dengan senyum yang terukir dari bibirnya dan juga matanya yang berbinar senang, Rania menyusuri koridor sambil berjalan cepat bersama Reno disampingnya, banyak pasang mata yang memperhatikannya penasaran, namun gadis itu tidak perduli dan terus melanjutkan langkah kakinya.
Sore tadi saat Reno baru saja menjemputnya dari sekolah, dia mendapat telepon dari kakak iparnya Joshua yang memberitahu gadis itu jika Natalya sudah melahirkan, alhasil dia langsung meminta suaminya itu untuk berbalik arah menuju rumah sakit dimana Natalya melahirkan.
Ceklek
Gadis itu membuka sebuah ruangan rumah sakit, dilihatnya Natalya tengah tersenyum lemah padanya, gadis itu berjalan ke arah Natalya dan langsung menghambur memeluk kakaknya dengan senang.
Reno berdiri disamping Joshua yang terlihat habis menangis dengan rambut dan juga pakaian yang sedikit berantakan, Reno tersenyum ke arah Joshua yang juga membalas senyumannya.
“Selamat akhirnya kamu menjadi seorang ayah sekarang!” Ucap Reno tulus.
“Terima kasih!” Jawab Joshua sambil tersenyum.
Natalya mengusap punggung adiknya itu dengan lembut, dia melirik Rania yang terlihat sedang meneteskan air matanya sambil tersenyum bahagia, Natalya mengusap air mata adiknya itu dengan lembut sambil tersenyum padanya.
“Kenapa?” Tanya Natalya saat Rania sudah melepaskan pelukannya dan duduk di sisi ranjang Natalya.
Rania tersenyum sambil mengusap air matanya pelan, dia menatap kakaknya itu yang terlihat berbeda dari biasanya, atau itu mungkin hanya perasaan Rania saja melihat Natalya yang sudah menjadi seorang ibu muda sekarang.
Rania menggenggam tangan Natalya sambil tersenyum, dia mengusap punggung tangan Natalya yang terpasang infus itu dengan lembut.
__ADS_1
“Selamat ya Kak, akhirnya kakak sudah melahirkan dan jadi seorang ibu sekarang” Ucap Rania kemudian.
Natalya mengangguk sambil tersenyum.”Terima kasih Ran, dan ya aku sudah jadi ibu sekarang, aku tidak bisa lagi bertingkah seperti anak muda kalau tidak anakku akan protes nanti!” Ucap Natalya sambil terkekeh membuat Rania ikut tersenyum dibuatnya.
“Tentu saja tidak boleh, aku juga akan jadi orang pertama yang akan selalu mengingatkan, jika Kak Nat adalah seorang ibu muda!” Ucap Rania sambil tersenyum.
Natalya kemudian beralih menatap Reno yang berdiri disamping Joshua yang terlihat kelelahan, Natalya tersenyum geli menatap keadaan suaminya yang berantakan akibat perbuatannya tadi saat sedang berjuang melahirkan anak mereka, dia kembali menoleh ke arah Reno yang tersenyum padanya.
“Selamat Nat, kamu sudah melahirkan dengan lancar aku turut bahagia mendengarnya!” Ucap Reno dengan tulus.
“Iya selamat tapi lihatlah aku Ren, aku harus menerima serangan brutal darinya!” Timpal Joshua sambil melirik Natalya.
Gadis yang kini telah menjadi seorang ibu muda itu mengerucutkan bibirnya sebal, dia mencubit lengan suaminya itu dengan kesal membuat Reno dan Rania tersenyum geli melihatnya.
“Kamu itu bikinnya aja suka pas aku ngelahirin ngeluh nih kena jambak dikit doang juga” Ucap Natalya kesal.
“Bercanda sayang bahkan aku siap jika harus menemani kamu lahiran lagi” Ucap Joshua membuat Natalya tersenyum senang.
“Oh iya dimana anak kakak, aku ingin melihatnya?” Tanya Rania.
Saat Natalya ingin menjawab munculah 2 orang yaitu seorang dokter dan juga perawat yang membawa seorang bayi mungil dengan kulit berwarna kemerahan, sang perawat memberikan bayi itu kepada Natalya yang langsung memangkunya dengan senang.
“Wah lihat jagoan kecil ini sepertinya sudah tidak sabar untuk bisa berlari!” Ucap Sang dokter bercanda.
“Dokter bisa saja, bagaimana keadaan anak saya apa dia sehat?” Tanya Joshua.
Sang Dokter mengangguk mengiyakan.”Anak anda sehat tenang saja!” Jawabnya sambil tersenyum.
“Baiklah saya permisi dulu, kalau ada apa-apa panggil saja” Ucap sang dokter lagi sambil berlalu pergi bersama sang perawat meninggalkan mereka.
Rania menyentuh pipi bayi mungil itu dengan telunjuknya, dia tersenyum senang saat bayi itu menggerak-gerakkan matanya lucu.
“Hey lihatlah Mas lucu sekali dia” Ucap Rania kepada Reno yang berdiri di sampingnya.
“Iya sayang aku juga ingin menyentuhnya!” Ucap Reno sambil ikut menyentuh bayi mungil itu dan mencolek dagunya.
Oeeeekk ooeekkk
Sang bayi mungil itu langsung menangis membuat Reno mengerjap matanya bingung, dia melirik Rania yang menatapnya tajam seolah menyalahkannya, Joshua membelai kepala anaknya itu dengan lembut sedangkan Natalya memberi anaknya itu asupan gizi dengan cara menyusuinya.
__ADS_1
“Kamu ini Mas kayaknya kamu kena kutukan deh, masa baru nyentuh aja bayinya langsung nangis kejer gitu!” Omel Rania kepada suaminya.
Reno menunduk malu sambil melihat bayi mungil yang kini sudah kembali tenang berkat asupan gizi yang diberikan Natalya dan juga belaian kasih sayang dari Joshua.
Dia menghembuskan nafasnya kasar sambil menatap tangan yang dia gunakan untuk menyentuh bayi mungil itu, dia tidak mengerti kenapa bayi mungil itu menangis saat dia menyentuhnya, apa benar dia kena kutukan yang membuat bayi langsung menangis jika disentuhnya?
Sepertinya dia melupakan satu fakta penting bahwa tidak ada seorang lelaki pun yang mau dagunya dicolek seperti itu, apalagi jika yang mencolek mereka adalah seorang lelaki, mereka tidak akan suka bahkan itu berlaku untuk seorang bayi mungil sekalipun.
“Siapa namanya kak?” Tanya Rania sambil melirik Joshua dan Natalya.
“Namanya Gibran Zafran Mahinder!” Ucap Natalya sambil tersenyum.
“Nama yang bagus seperti anaknya” Ucap Reno sambil tersenyum dan kembali menyentuh membelai bayi mungil itu dengan mengusap kepalanya pelan.
Oekk Oekk
Bayi itu kembali menangis dengan keras membuat semua orang langsung menoleh ke arah Reno dan menatapnya tajam, Reno menunduk takut sambil melirik mereka, dia akhirnya sadar sepertinya dia memang kena kutukan atau bayi itu memang membencinya.
“Lihat Ren bayiku menangis terus saat kamu menyentuhnya sepertinya dia takut padamu!” Ucap Joshua sambil tersenyum.
“Bisa jadi tuh kak, muka Mas Reno emang serem buat dilihat oleh bayi seperti dia” Ucap Rania sambil mengusap kepala bayi tersebut dengan senang seperti mendapat mainan baru.
“Oh iya dimana yang lain, apa belum datang?” Tanya Rania kemudian.
“Iya mereka masih di jalan Bibi May dan Lisa baru aku beri tahu setelah aku selesai melahirkan, kamu tau sendiri aku tidak tahu kalau aku akan melahirkan sekarang, untung saja Jo ada bersamaku tadi kalau tidak aku tidak tahu harus bagaimana” Ucap Natalya menjelaskan sambil mengusap lengan suaminya itu.
Rania mengangguk mengerti.”Iya aku tahu Kak, aku merindukan Bibi May dan juga Lisa sudah lama sekali aku tidak melihat mereka!” Ucap Rania.
Terakhir kali Rania melihat mereka adalah saat pesta pernikahannya dan juga Reno, setelah itu dia sama sekali belum pernah bertemu mereka kecuali saling memberi kabar lewat telepon.
Bukannya dia tidak mau menemui mereka tapi Bibi May dan Lisa tinggal di Bandung membuatnya agak sulit untuk bertemu langsung dengan mereka.
“Tunggu saja sebentar lagi mereka akan datang, mereka pasti senang melihat kamu dan Reno disini!” Ucap Natalya sambil tersenyum ke arah mereka berdua.
----
jangan lupa like, vote bgi yang mau😚😚
mampir dung kelapak nungky "Kepentok Cinta Nungky"
__ADS_1