Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Kunjungan Sahabat


__ADS_3

“Bimmmmaaaa!” Teriak Rania.


Reno yang masih tertidur lelap langsung terbangun setelah mendengar suara teriakan istrinya, matanya terbuka menatap Rania yang masih mengenakan baju tidurnya, gadis itu terlihat panik membuat Reno langsung beranjak bangun dan memakai kaos untuk menutupi tubuh polosnya.


“Kenapa sayang kenapa kamu teriak begitu hmm” Ucap Reno sambil memeluk Rania dari belakang dan mencium ceruk leher istrinya itu.


“Aduh Mas jangan nyosor terus coba kan semalam udah” Ucap Rania sambil melepas pelukan suaminya itu sedangkan Reno hanya nyengir mendapat omelan dari Rania. “Ini Bima Mas pas aku bangun udah ngilang tuh anak” Ucapnya lagi sambil memijat pelipisnya.


“Paling sama Mama sayang, udah mending kita keluar lihat Bima pasti di kamar Mama” Ucap Reno sambil menggandeng tangan istrinya itu keluar kamar, sesekali Reno menguap merasakan kantuk yang masih menderanya.


“Bima ayo Bim sini anak tampan!”


Suara lengkingan seseorang yang sangat dikenal Rania membuatnya langsung berbalik arah dan menuruni tangga dengan cepat disusul Reno, terlihat Bima sedang berada di gendongan Nungky yang tengah bersama Veyya dan Gisuwa, disana juga terlihat Kikan dan Alvian yang menemani mereka.


“Kalian ngapain disini?” Ucap Rania setelah menuruni tangga dan menghampiri mereka bersama Reno.


“Hai Ran, cie baru bangun jam segini mentang-mentang pengantin lama” Goda Gisuwa sambil cengengesan.


“Ran semalam ngapain aja kok leher si Om tampan banyak merahnya gitu” Ucap Veyya mengedipkan sebelah matanya sambil cengengesan membuat Reni dan Rania tersipu malu.


“Mau tau aja pokoknya kita lagi ngelakuin sesuatu yang enak, kalain gak bakal ngerti deh” Ucap Rania sambil tersenyum.


“Aduh kak cuci muka dulu kek main duduk aja, kayak aku dong pagi-pagi udah mandi” Protes Alvian saat Reno duduk disampingnya.


“Banyak omong kamu Al biasanya juga kamu jarang mandi, pasti gara-gara ada Nungky makannya kamu mandi” Ledek Reno sambil beranjak untuk mencuci mukanya.


Rania menghampiri Nungky dan menggendong anaknya.“Bima sayang sini kamu pasti lapar ya sayang, maaf ya tante-tante ganjen ini pasti bangunin kamu ya nak” Ucap Rania membuat Bima tertawa senang sambil menggerak-gerakkan tangannya.


“Bima ganteng jangan panggil kita Tante ya, panggilnya kakak cantik aja” Ucap Nungky sambil cengengesan membuat Bima tertawa melihat wajah Nungky, Veyya dan Gisuwa yang melongok menatapnya sambil menyentuh dan mencium bayi tersebut dengan gemas.


“Iya Bim nikah aja belum masa udah di panggil tante aja” Ucap Veyya ikut-ikutan.


“Iya betul tuh Bim jadi panggil kita kakak cantik aja ya sayang” Ucap Gisuwa sambil tersenyum.


“Kalian ini pinternya kebangetan ya mana ngerti Bima, bisa ngomong aja belum anakku baru setahun guys” Ucap Rania menatap ketiganya sambil tersenyum geli membuat ketiganya ikut tersenyum.


“Udah yuk anak-anak Mama kita makan dulu!” Ajak Kikan sambil berjalan menuju arah dapur diikuti oleh yang lain.


“Ayo Ky kita makan dulu kamu pasti belum sarapan kan” Ucap Alvian sambil menggandeng tangan Nungky untuk ikut bersamanya.

__ADS_1


Nungky tersenyum pada Alvian dan membiarkan tangannya digandeng pria tampan yang kini sedang tersenyum padanya.”Ayo Bang kita sarapan bareng” Ucapnya dengan riang dan mereka pun berjalan menuju dapur menyusul yang lain.


“Cie gandengan mulu kayaknya udah mau ada ikatan nih” Goda Veyya sambil cengengesan saat Nungky dan Alvian datang sambil bergandengan tangan.


“Kak Al udah mulai beraksi nih ye, pepet terus kak biar Nungky klepek-klepek” Ucap Gisuwa sambil tersenyum ikut menggoda keduanya.


“Bagus Al gitu dong jangan cuman liatin doang, itu baru anak Mama” Ucap Kikan senang karena Alvian sudah mulai berani mendekati Nungky.


Nungky melepaskan tangan Alvian membuat pria itu mendesah kecewa, sedangkan Nungky langsung duduk sambil menatap makanan yang tersaji diatas meja dengan mata berbinar.


“Aduh makanannya bikin ngiler, yuk ah guys kita makan” Ucapnya sambil mengambil beberapa lauk pauk hingga memenuhi piringnya, dan dengan segera Nungky langsung melahap makanannya dengan rakus.


“Aduh Bima jangan dimainin dong sayang ayamnya nanti kena mata kamu loh nak” Ucap Rania sambil mengambil ayam yang di pegang Bima, namun saat dia mengambilnya Bima langsung menangis membuat Rania kembali memberikan ayam itu membuat Bima senang dan menjilati Ayam panggang itu.


“Bima lucu banget ya Ran, udah ganteng tingkahnya bikin gemes lagi” Ucap Nungky menatap Bima dengan senyum di wajahnya.


“Iya sih Ky tapi sekarang Bima lagi banyak tingkahnya kayak Papanya suka bikin aku naik darah” Ucap Rania membuat semua orang yang berada disana tertawa pelan.


“Ran sini biar Bima sama Mama, kamu makan dulu aja nak” Ucap Kikan berniat mengambil Bima dari Rania yang terlihat kesulitan untuk makan.


Rania menatap ibu mertuanya sambil menggeleng dan tersenyum.”Gak usah Ma, Mama abisin makan Mama aja dulu biar Bika sama aku” Tolak Rania sopan merasa tidak enak untuk merepotkan ibu mertuanya itu.


“Maaf sayang aku lama, tadi ada telepon dari kantor” Ucap Reno yang baru datang mengecup kening istrinya itu dan duduk disampingnya.


“Lihat kalian yang makin mesra bikin aku ngiri tau gak” Ucap Gisuwa menatap Rania dan Reno dengan penuh kekaguman.


“Kamu kan udah mau nikah Gis, bentar lagi juga bakal ngerasain kayak mereka, yang kasihan itu aku sama Veyya kita masih jomblo” Ucap Nungky berbicara dengan mulut penuh makanan.


“Bener tuh Ky, kapan ya aku bisa deketin Mas Iyan tampan akhir-akhir ini aku belum lihat dia coba” Ucap Veyya sedih.


Rania berdehem pelan, da dan Reni saling bertatapan dalam diam, mereka merasa kasihan sekaligus merasa bersalah pada Veyya, pasal nya Iyan sedang pergi keluar kota untuk menyusul Adinda yang sedang sibuk menjadi model, sepertinya Iyan mulai gencar mendekati gadis yang dulu pernah mengejar-ngejar Reno.


“Sabar nak kalau kamu gak bisa sama Iyan masih banyak pria lain yang lebih baik, bisa aja kamu jodohnya sama Al kita kan gak ada yang tau iyakan Gis?” Ucap Kikan meminta persetujuan Gisuwa.


“Iya Ma benar banget, jodoh itu kayak pegang Hp tau gak udah dibanting-banting juga kalau jodoh mah pasti bertahan” Ucap Gisuwa bijak sambil tersenyum.


“Betul itu aku juga belum tau jodohku siapa, tapi aku yakin jodohku sudah dekat” Ucap Nungky sambil tersenyum dengan mata menerawang.


“Idih aku mah bukan gak mau sama kak Al ya maaf Ma, tapi kak Al itu udah aku anggap kayak sahabat sama saudara sendiri gak lebih” Ucap Veyya menjelaskan.

__ADS_1


Alvian mengannguk setuju.”Iya benar, kita itu gak mungkin nikah, mau dipikir dengan cara apapun gak mungkin pokoknya” Ucapnya dan Veyya mengangguk menyetujui ucapan Alvian.


Namun semua orang yang berada di sana malah merasa jika itu hal yang mungkin, seperti kata pepatah kadang semakin kuat kita menyangkal seseorang adalah jodoh kita, bisa jadi dia adalah jodoh yang memang sudah disiapkan untuk kita tanpa harus mencari yang lain.


“Mas nitip Bim bentar sayang aku mau pipis dulu” Ucap Rania sambil menyerahkan Bima dan langsung berlalu pergi ke kamar mandi,  mereka semua baru saja selesai makan dan kini duduk di ruang tengah sambil menonton tv.


“Sini Om ganteng biar sama aku aja Bima” Ucap Nungky mengambil Bika dari gendongan Reno.


“Wah kamu kayaknya suka banget sama Bima Ky sampai mau gendong dia terus” Ucap Reno takjub.


“Suka Om soalnya Bima ganteng”Jawab Nungky sambil mencium pipi Bima dengan gemas.


“Aku juga suka kamu Ky” Gumam Alvian pelan membuat hadis itu langsung menoleh padanya.


“Apa bang aku gak dengar barusan?” Ucap Nungky entah dia pura-pura atau memang tidak mendengar ucapan Alvian barusan.


“Ah gak Ky, aku juga sayang Bima Ky, sini biar aku yang gendong!” Ucap Alvian mengambil Bima untuk menutupi kegugupannya.


“Emang rese si Nungky kita aja yang jauh bisa dengar apalagi dia coba, emang ratu ngibul dia” Busik Veyya pada Gisuwa.


Gisuwa yang sedang memakan keripik mengangguk setuju.”Iya kasihan juga ya kak Al, udah jatuh cinta malah dicuekin, cinta memang menyakitkan” Ucap Gisuwa memandang Alvian prihatin.


“Sama kayak aku sama Mas Iyan, yang cuma bisa mencintai tanpa dicintai” Ucap Veyya sendu.


“Sabar Veyy jodoh kan udah ada yang ngatur” Ucap Kikan bijak sambil menepuk-nepuk pundak Veyya.


“Nah iya benar kata Mama, bisa aja kamu besok atau lusa ketemu jodohmu Veyy, kan gak ada yang tahu” Ucap Gisuwa ikut menghibur sahabatnya itu.


Bruuttt


Dan dengan tidak tahu waktunya, Bima kentut mengeluarkan bau busuk yang membuat mual di gendongan Alvian, Alvian langsung panik saat melihat ke dalam celana Bima.


“Kenapa Al kok mukanya gitu?” Tanya Reno bingung.


“Bima berak kak” Jawab Alvian membuat semua orang tertawa terbahak-bahak, Bima ikut tertawa saat melihat mereka, dia menggerak-gerakan tangan dan kakinya lucu, Bima memang bisa membuat suasana yang sedih menjadi kacau.


----------


Kesel dah ada pasangan berantem disamping rumah ku, gak tahu apa ada putri cantik lagi bobo ciyang😆😆😆, mau marah takut dimarahin balik.

__ADS_1


Btw Guys minta dukungannya dong buat temenku Alusha Veyya/ Peyyem BS namanya id nya, follow n dukung dia di audio Room, kalau gak tahu orangnya klik irang yang aku folong bisa liat ada tulisan nama Peyyem atau kalian bisa liat karyanya misal.Menikah dengan Ceo atau Ruang Hampa ya follow dia ya guys kalau mU kasih dukungan juga di audio room yg ada tiap jam 7 malam like dan kasih tips ya maksh bgt buat semua bentuk dukungan kalian guys😉😉😉


Btw ini kan novelnya udah end knp kalian masih minta up aku kan jadi gak tega alhsil aku up lagi buat kamureadersku tercintah😚😚😚


__ADS_2