
"Guys pulang yuk udah siang nih!" Ajak Veyya pada teman-temannya.
Nungky dan Gisuwa yang tengah asyik memakan keripik bersama Reno dan Rania di ruang tv menoleh kearah Veyya yang terlihat bosan
"Bentar lagi dong lagi asyik nih!" Ucap Nungky sambil memakan keripiknya.
"Iya emang kamu mau kemana Veyy kok buru-buru amat?" Tanya Rania.
"Nanti saja sore pulangnya biar saya yang antar kalian pulang!" Ucap Reno mencoba melarang teman-teman Rania pulang.
"Bukan gitu aku bosan tahu disini terus, gak enak juga ganggu kamu sama si Om ganteng" Ucap Veyya.
Veyya memang merasa tak enak hati karena sudah berkunjung ketempat tinggal Rania dan Reno tanpa permisi, dan juga mereka sudah banyak merepotkan Reno dan Rania.
Biar begitu Veyya juga punya rasa malu tidak seperti Nungky dan Gisuwa yang dengan tidak tahu dirinya malah asyik menonton tv sambil ngemil dan membuang sampahnya sembarangan, seolah itu apartemen milik mereka yang bisa melakukan apa saja seenaknya.
"Ayolah kita pulang yuk!" Ajak Veyya lagi kepada Nungky dan Gisuwa.
"Sudah Veyy kita gak apa-apa kok, kalian mau main disini sampai berapa lama juga" Ucap Rania sambil tersenyum.
"Betul itu saya malah senang kalian datang kesini dari dulu saya memang ingin kalian datang kesini, anggap saja rumah sendiri jangan malu-malu!" Ucap Reno.
Mendengar itu Nungky dan Gisuwa saling berpandangan dan tersenyum, seolah mendapat ijin dari tuan rumah dengan tidak tahu malu Nungky dan Gisuwa beranjak kearah dapur dan kembali dengan membawa banyak cemilan.
"Astagfirullah kalian ngapain ngambilin cemilan lagi?" Tanya Veyya menatap kedua temannya itu bingung.
"Kata si Om ganteng juga anggap saja rumah sendiri Veyy, makanya kita ambil lagi cemilan di dapur!" Ucap Gisuwa sambil memasukan beberapa cemilan kedalam tas nya yang juga dilakukan oleh Nungky.
"Itu kalian kenapa masukin cemilannya kedalam tas mau ngerampok apa bertamu sih kalian?" Tanya Veyya merasa malu dengan tingkah kedua temannya.
"Sabar Veyy aku siapin buat kamu juga kok ini tuh buat dijalan Veyy, sisanya kita makan lagi disini hehe" Ucap Nungky sambil tersenyum.
"Maaf ya Ran aku gak ikut-ikutan loh, kalau kamu mau ngusir mereka juga aku ikhlas kok" Ucap Veyya meminta maaf.
"Santai aja Veyy aku udah tahu kok mereka bakal kayak gitu, Mas kamu gak keberatan kan?" Tanya Rania sambil menoleh kearah suaminya itu.
"Iya sayang aku gak keberatan selama kamu senang aku sih ngikut saja, nanti aku beliin lagi ya cemilan buat kamu!" Ucap Reno sambil mengusap rambut Rania dengan lembut.
Rania mengangguk mengiyakan sambil tersenyum, cemilan-cemilan itu memang miliknya yang selalu di sediakan Reno untuk menemani Rania jika sedang menonton tv sedangkan Reno dia hanya sesekali memakannya.
"Bagus Om ganteng makasih ya, Om emang yang terbaik deh cocok banget jadi lakinya Rania!" Ucap Gisuwa memuji Reno.
"Betul tuh Om kalau ada apa-apa kasih tahu aku saja ya Om, aku pasti bantu kok buat Om ganteng mah gratislah" Ucap Nungky sambil tersenyum.
"Ngapain juga minta tolong sama kamu Ky, bukannya nolongin malah ngerusuh dan nambah masalah!" Ucap Veyya kesal.
__ADS_1
"Betul tuh Veyy, aku masih inget ya Ky waktu kamu nyasarin saudaraku nanya alam
at sekolah kamu malah kasih alamat TK" Ucap Gisuwa kesal.
"Lah Tk kan juga sekolah bukan panti pijat" Ucap Nungky membela diri.
"Tapi sadaraku nanya nya sekolah Sma kita bukan Tk Ky, mau ngapain dia disana jadi kang sapu?" Ucap Gisuwa tambah kesal yang membuat Nungky hanya cengengesan tidak jelas, jika sedang berdua mungkin Gisuwa sudah menjambak rambut sahabatnya itu.
"Sudah-sudah jangan berantem dan terima kasih saya memang suami terbaik buat Ran, iyakan sayang?" Ucap Reno bangga sambil menatap Rania.
"I-iya Mas" Ucap Rania sambil tersenyum samar, suaminya itu memang suka lupa diri kalau dipuji.
"Aduh si Mas mau aja dikibulin sama mereka, gak tahu aja dia kalau mereka baik pas lagi ada maunya doang!" Ucap Rania dalam hati.
Ting
Tong
Suara bell yang berbunyi menghentikan kegiatan mereka yang sedang mengobrol dan juga menonton tv.
"Siapa lagi ya yang datang, perasaan hari ini banyak banget tamu yang datang?" Gumam Rania.
"Siapa tuh kalian gak bawa pasukan lagi kan kesini?" Tanya Rania penuh selidik sambil menatap teman-temannya itu.
"Gak lah Ran teman kita kan cuma segini yang dekat yang lain udah pada kabur semua!" Ucap Veyya memberikan fakta yang sudah diketahui oleh mereka berempat.
"Betul Ran, kita gak ngajak siapa-siapaloh, gak tahu nih si Nungky!" Ucap Gisuwa sambil menunjuk Nungky.
"Apalagi aku aku punya nomor kalian doang tahu, nomorku di blokir sama yang lain katanya kalau ada perlu bisa lewat kamu, Veyya atau Gisuwa mereka gak mau ngomong langsung sama aku katanya aku terlalu asyik jadi suka lupa waktu hehe" Ucap Nungky sambil tersenyum.
Rania, Veyya dan Gisuwa hanya mendengus sebal, tentu saja teman sekolah mereka yang lain memblokir nomor Nungky karena gadis itu suka menelepon dan mengirim pesan kepada mereka yang berisi pesan sampah seperti membagikan nomor tukang sedot Wc.
"Coba kalian lihat sana, aku lagi males gerak!" Perintah Rania kepada ketiga temannya itu.
Dengan patuh ketiga gadis tersebut beranjak dari duduknya dan beranjak berjalan menuju pintu apartemen, sesampainya disana Veyya langsung membuka pintu apartemen.
"Siapa, disini gak butuh panci apalagi kang se----"
Kata-kata Veyya terhenti saat ditatapnya pria tampan yang sedang tersenyum kearahnya, disampingnya pria tersebut ada Alvian dan juga Adinda yang tentu sudah dikenalnya.
"Hai Renonya ada?" Tanya sang pria sambil tersenyum lembut.
Degg
Jantung Veyya berdetak dengan cepat seolah mau copot melihat lelaki tampan yang tersenyum kearahnya itu, bahkan suaranya saja sudah membuat Veyya tidak bisa berkedip.
__ADS_1
Nungky dan Gisuwa saling pandang dengan bingung sambil menatap Veyya yang bengong dengan mulut terbuka.
"Veyy sadar Veyy emang serem sih lihat si Mba gatel tapi gak gini juga!" Ucap Gisuwa sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan muka Veyya.
"Sialan kenapa aku dibawa-bawa, minggir kalian aku mau masuk!" Ucap Adinda sambil memasuki apartemen melewati Veyya yang masih terbengong.
"Veyya sadar ada Lee Min Hoo disini!" Bisik Nungky menyebutkan salah 1 artis korea kesukaan Veyya.
Mendengar itu Veyya langsung mengerjapkan matanya mencari sosok tampan yang dibicarakan Nungky, sadar dirinya dibohongi Veyya langsung menatap temannya itu dengan tajam.
"Akhirnya kamu sadar juga Veyy kirain kamu mati berdiri tadi" Ucap Nungky sambil tersenyum.
"Awas kamu ya Ky berani-beraninya bohongin aku!" Ucap Veyya kesal.
"Mas ganteng silahkan masuk, Om Reno ada di dalam kok sini saya anterin" Ucap Veyya genit sambil merangkul lelaki tampan yang mengenakan setelah jas tersebut.
"Dia siapa Kak Al, oh iya kak Al kok ada disini?" Tanya Gisuwa sambil memandang pria yang sedang digandeng Veyya.
"Pasti nyariin aku ya Kak? wah kayaknya kak Al baper beneran sama aku jadi malu nih hehe" Ucap Nungky sambil tersenyum.
"Namanya Iyan sahabat kak Reno, tidak aku kesini untuk bertemu kakakku dia Reno!" Ucap Alvian sambil tersenyum
"Apa?"
"Jadi Kak Al adiknya Si Om ganteng suami Rania?" Tanya Gisuwa.
Alvian mengangguk mengiyakan, Nungky dan Gisuwa saling pandang seolah tak percaya Alvian adalah adik kandung Reno suami Rania, mereka bingung dengan situasi yang sangat aneh ini.
"Ky kayaknya bakal ada masalah besar nih!" Bisik Gisuwa.
"Iya Gis berasa nonton Film *Mantanku adalah kakak iparku* tapi tenang ada aku disini" Ucap Nungky penuh percaya diri.
"Kak Al kuy kita masuk!" Ucap Nungky sambil menarik tangan Alvian.
---------
Holla
Aku mau ngasih tahu aja part Tamu bakalan panjang jadi jagan protes yaπππ
Aku juga mu bilang nama adik Reno aku ganti dari Alvino jadi Alvian dan maaf jika masih ada nama Alvino mungkin aku lupa revisiπππ
Salam Sayang
Author Galau
__ADS_1