
Rania yang sedang asyik duduk sambil menyandarkan kepalanya dibahu Reno sambil menonton tv dikagetkan dengan kedatangan Adinda.
"Hai Mas Reno apa kabar Mas?" Tanya Adinda dengan centilnya sambil duduk disamping Reno yang lain dan merangkul tangan Reno yang bebas.
"Lepas jangan dekat-dekat!" Ucap Reno sambil menyentakan lengannya yang di pegang Adinda membuat Rania tersenyum senang sedangkan Adinda sudah mengerucutkan bibirnya sebal.
"Mau ngapain kesini, ganggu aja deh!" Ucap Rania ketus.
"Terserah aku mau ngapain juga bukan urusanmu!" Ucap Adinda sinis.
Adinda dan Rania saling bertatapan dengan tajam jika mata mereka memiliki laser mungkin seisi ruangan sudah terbakar habis.
Reno melirik mereka berdua dia jadi serba salah diantara 2 orang yang saling bermusuhan tersebut, seketika dia tersenyum cerah saat dilihatnya Iyan datang.
"Iyan kamu kesini juga?" Tanya Reno sambil tersenyum senang menyambut kedatangan sahabatnya itu.
"Iya aku datang bersama Adinda dan Alvian, kami baru dari kantor dan langsung kesini!" Ucap Iyan sambil duduk didepan Reno.
Kemudian Alvian juga datang menghampiri mereka bersama Nungky dan Gisuwa, dan mereka ikut duduk bersama yang lain.
Iyan melirik Veyya yang masih saja memegang tangannya dan ikut duduk disampingnya, gadis itu terus tersenyum padanya tanpa mengalihkan perhatian darinya sedikit pun.
"Makasih sudah nganterin saya" Ucap Iyan tersenyum sambil melepaskan tangan Veyya.
"Iya sama-sama Mas ganteng, mau kemana pun aku anterin kok oh iya kenalin aku Veyya nama Mas ganteng siapa?" Tanya Veyya sambil tersenyum.
"Saya Iyan, senang bisa berkenalan dengan kamu Veyya" Ucap Iyan balas tersenyum membuat Veyya langsung salah tingkah.
Rania melihat tingkah Veyya yang tidak sepertinya biasanya membuat keningnya berkerut, gadis itu seperti cacing kepanasan dan selalu menempel kepada Iyan.
"Kenap tuh si Veyya jangan-jangan dia jatuh cinta lagi sama Mas Iyan" Ucap Rania dalam hati dan tersenyum sendiri.
"Jadi ada perlu apa kalian datang kesini?" Tanya Reno sambil menatap Iyan dan yang lain.
"Ini ada berkas yang harus kamu tanda tangani Ren, dan juga pemotretan untuk produk sabun sudah selesai tinggal syuting video iklannya saja yang belum" Ucap Iyan sambil menyerahkan beberapa berkas perusahaan kepada Reno.
"Iyaloh Mas Reno sih jarang ke kantor jadi gak tahu kan, padahal aku cantik banget loh pas lagi pemotretan" Ucap Adinda genit.
__ADS_1
Reno tidak menanggapi ucapan Adinda, dia hanya tersenyum sambil menandatangani berkas-berkas yang diberikan Iyan.
"Kalau lagi gak pemotretan jelek dong ya Mba, gak apa-apa yang sabar ya mba" Ucap Gisuwa sambil tersenyum membuat yang lain tersenyum geli sedangkan Adinda langsung menatap Gisuwa tajam.
"Mba model toh kok aku baru tahu ya, model apa mba model salep kurap ya?" Tanya Nungky polos.
"Enak saja model sabun dong, cewek nyebelin kayak kamu mana tahu!" Ucap Adinda sombong.
"Sabun apa bukan sabun anti alergi kan, kalau aku sih ogah ya?" Ucap Veyya membuat yang lain langsung tertawa cekikikan.
"Awas saja kalian semua aku balas nanti!" Ucap Adinda dalam hati.
"Bukan Adinda itu jadi model iklan sabun kecantikan yang dikeluarkan Kak Reno" Alvian yang sedari tadi diam menyimak ucapan mereka ikut bersuara.
"Kak Al disini baru ngeh aku, apa kabar kak?" Tanya Veyya.
"Kamu sih keasyikan nemplok jadi gak ngeh kan kak Al disini" Ledek Gisuwa membuat Veyya tersenyum malu.
"Kalian sudah saling kenal ya sejak kapan?" Tanya Reno sambil melirik Veyya dan yang lain.
Sebelum Nungky menyelesaikan kata-katanya Gisuwa dan Veyya sudah membekap mulut gadis itu sambil menatapnya tajam seolah memberi tahu gadis itu agar tidak mengatakan apa-apa lagi.
Setelah mengerti Nungky mengangguk sambil menatap Veyya dan Nungky, kemudian mereka melepaskan tangan mereka dari mulut Nungky dan mengelap tangan mereka kebaju Nungky seolah membuang kuman-kuman yang menempel karena membekap gadis tersebut.
Rania dan ketiga temannya tersenyum canggung saat Reno menatap mereka bingung, seolah menunggu kejelasan dari pertanyaannya tadi tentang Alvian.
"Gini loh Om ganteng Al itu cowok yang lagi ngejar-ngejar Nungky, tiap hari dia kesekolah buat ngapelin Nungky makannya kita kenal" Ucap Gisuwa menjelaskan sambil tersenyum yang diangguki oleh Veyya dan Nungky sedangkan Rania hanya meringis merasa tak enak.
"Maaf Mas aku gak tahu kapan aku bisa jujur sama kamu" Gumam Rania sedih.
"Kamu suka sama Nungky Al? wah hebat kakak dukung kamu Al nanti kakak bilangin sama Mama ya" Goda Reno sambil tersenyum sepertinya dia mempercayai kata-kata Gisuwa dan yang lain.
"Jangan Kak, aku belum siap" Ucap Alvian langsung menolak usulan kakaknya itu.
Alvian melirik Rania yang terlihat acuh tak acuh padanya, gadis itu malah asyik memegang tangan Reno dengan menautkan jari jemari mereka sambil tersenyum.
"Sudah Kak jangan suka lihatin mantan yang udah nikah, bahagia nggak sakit iya!" Bisik Gisuwa ditelinga Alvian.
__ADS_1
"Kak Al kenalin aku sama Mama kak Al dong masa kak Al gak maj ngenalin aku sama calon mertua sih, baik gak orangnya?" Tanya Nungky.
"Galak Ky jangan deh ya nanti saja kalau Mamaku udah agak baikan" Ucap Alvian.
Alvian tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika ibunya Kikandan Nungky bertemu, mungkin akan terjadi pesta ibu dan anak gesrek yang bersatu.
"Bohong itu Ky Mama baik kok kamu pasti suka" Ucap Reno sambil tersenyum dia melirik Alvian yang mukanya sudah ditekuk tidak karuan.
"Tuh kata si Om ganteng juga baik Kak, sudah habis dari sini ajak aku kerumah ya Kak!" Ucap Nungky sambil tersenyum genit kepada Alvian.
"Awan mau di kemanain Ky, katanya hatimu cuma untuk dia?" Tanya Veyya.
"Oh Bang Awan kan lagi gak ada Veyy, nyari selingan dikit gak apa-apa kali kan lumayan Kak Al ganteng juga gak bakal malu-maluin kalau diajak jalan" Ucap Nungky.
"Iya tapi kamu yang malu-maluin dasar gadis licik" Ucap Adinda sambil tersenyum sinis.
"Apa sih Mba syirik aja, jomblo ya Mba gak laku kayak aku hehe" Ucap Nungky sambil tersenyum.
Adinda mendengus sebal mau melawan tapi dia memang jomblo, gadis itu selalu saja membuatnya mati kutu di depan yang lain.
"Ky udah sama Al aja lebih cocok kok" Ucap Rania sambil tersenyum.
"Siap kakak ipar, nanti bantuin aku biar dekat sama celon mertua ya aku bawain apa ya kalau datang kerumah calon mertuaku kak Al, martabak apa bakso nih?" Tanya Nungky kepada Alvian.
"Terserah kamu aja Ky, Mamaku pemakan segalanya" Ucap Alvian malas dia melirik Rania yang tengah menyuapi Reno keripik yang juga disuapi balik oleh Reno.
Mereka seolah tidak memperdulikan Adinda yang mencoba mencari perhatian dari Reno, namun yang gadis itu dapat hanya gondok melihat mereka bermesraan di depannya.
"Sakit banget ya Allah, apa kamu benar-benar ingin aku melupakanmu Ran dan mencari gadis lain?" Ucap Alvian dalam hati.
"Gak kebalik Ky bukannya cowok ya yang suka bawain makanan kalau lagi ngapel kok ini kamu Ky?" Tanya Gisuwa bingung.
"Kan aku yang ngapel duluan, nanti kalau kak Al ngapel kerumah langsung bawa seserahan aja ya kak biar langsung nikah kita" Ucap Nungky sambil tersenyum genit.
Alvian hanya tersenyum dengan pasrah sepertinya memang sudah jadi nasibnya dikelilingi oleh 2 orang aneh yaitu Kikan ibunya dan juga Nungky yang auka sekali membuat hidupnya kacau berantakan.
----------
__ADS_1