Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Jumpa Pers


__ADS_3

“Kamu kenapa Ren duduk di pojokan gitu abis ngompol?” Tanya Kikan bingung yang melihat Reno duduk di sudut ruangan kamar, dia ke kamar anaknya itu untuk menemui Rania yang sedang bersandar di kasur sambil menonton tv.


Reno tidak menjawab pertanyaan Kikan matanya menatap Rania dengan wajah yang ditekuk seperti anak kecil habis dimarahi karena ketahuan nyolong bedak ibunya, sedangkan Rania dia seolah acuh dengan Reno yang sedang ngambek di pojokan kamar membuat Kikan menatap mereka bingung.


“Kenapa tuh lakimu Ran, gak dikasih jatah semalam mukanya ditekuk gitu?” Tanya Kikan sambil duduk disamping Rania dengan sebungkus keripik ditangannya.


Rania mengembuskan napasnya kasar sambil melirik Reno kesal dan kemudian matanya beralih menatap Kikan.”Biasa Ma gara-gara sinetron, masa coba dia ngajak aku buat pergi ke acara jumpa pers pemain tuh *Samurai Centong*” Ucap Rania sambil mencomot keripik ditangan Kikan.


“Masa sih eh Ren kamu kurang kerjaan banget sih urusan kantor aja kamu limpahkan ke Iyan sampai tuh anak lembur mulu, lah sekarang buat urusan gak penting gitu kamu ngebet banget pengen pergi, sudah diam saja dirumah jangan banyak tingkah!” Omel Kikan layaknya seorang ibu yang sedang memarahi anaknya.


“Tapi ini kesempatan langka Ma, kapan lagi coba ada acara gituan, ayolah sayangku Ran kita pergi ya bentar lagi acaranya dimulai nih!” Rayu Reno pada Rania.


“Gak mau Mas aku malas ke tempat gituan pasti rame disana harus desak-desakan, ogah aku” Tolak Rania untuk kesekian kalinya.


Dia tidak mengerti sejak tadi pagi Reno terus-terusan mengajaknya pergi ke acara tersebut, setelah dia bergabung dalam grup penggemar sinetron yang sedang naik daun tersebut Reno jadi tambah aneh dan selalu heboh saat menonton sinetron itu.


“Yaudah aku gak mau makan kalau gitu, gak apa-apa kok biar aku sakit terus mati nanti mayatku dikubur deh!” Ucap Reno kembali ngambek sambil tetap duduk di pojokan dengan wajah yang menunduk lesu.


“Ma anak Mama gitu banget ya kalau lagi pengen sesuatu?” Ucap Rania sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak mengerti.


“Bukan nak bukan anak Mama itumah gak tahu deh anak siapa, kayaknya Mama harus tes DNA buat buktiin itu anak Mama atau bukan” Ucap Kikan yang tidak mau mengakui kelakukan anaknya yang aneh itu.


“Mas” Panggil Rania pelan.


Reno menatap Rania sekilas dan kembali menunduk dengan wajah yang ditekuk, Rania mengusap perutnya yang baru sedikit membuncit itu sambil berdoa agar anaknya nanti tidak berkelakuan seperti Reno.


“Mau pergi gak nih kalau nggak yaudah aku mau lanjut nonton aja” Ucap Rania pelan.


Mendengar itu Reno langsung mendongak menatap Rania dengan mata berbinar senang.”Benarkan sayang jadi kita mau pergi nih, tunggu ya Ran aku mau mandi dulu!” Ucap Reno semangat menyambar handuk dan langsung berjalan ke kamar mandi dengan semangat.


“Kamu mau pergi Ran?” Tanya Kikan saat Reno sedang berada di kamar mandi.


“Mau gimana lagi Ma, kalau gak gitu dia bisa ngambek seharian nanti aku yang repot, Mama mau ikut gak?” Ucap Rania menatap ibu mertuanya itu yang sedang asyik memakan keripiknya.


Kikan menoleh sambil menggeleng.”Gak ah nak Mama mau nonton drama aja, yaudah Mama ke kamar Mama dulu biar kamu bisa siap-siap!” Ucap Kikan sambil beranjak dan berjalan keluar kamar.


Namun ditengah jalan dia berhenti dan menoleh menatap menantu kesayangannya itu.”Ran kalau Reno banyak tingkah tendang aja udah!” Ucap Kikan memberi nasihat.


Rania mengangguk sambil tersenyum.”Siap Ma” Ucapnya sambil mengacungkan jempol.

__ADS_1


Setelah Kikan pergi Rania pun mempersiapkan dirinya untuk ikut bersama Reno, dan saat keduanya siap mereka pun pergi ke salah 1  mall dimana acara tersebut diselenggarakan.


Di aula mall banyak sekali para pengunjung yang sudah memadati aula tersebut saat Rania dan Reno baru saja tiba, dengan perlahan Reno menggandeng tangan Rania berjalan melewati beberapa pengunjung hingga akhirnya mereka bisa berdiri di barisan depan.


Reno dan pengunjung lain terlihat sangat heboh melihat para artis pemain tersebut sedang berdiri di atas panggung mereka, sedangkan Rania hanya melihat mereka tanpa minat seolah biasa saja.


“Samurai ganteng banget ya Allah” Ucap Salah 1 pengunjung.


“Si Centong juga cantik banget cocok mereka” Ucap pengunjung lain yang terdengar di kuping Rania.


Di melihat sekelilingnya yang ternyata kebanyakan para penonton tersebut adalah ibu-ibu rempong dan juga wanita yang masih muda seperti dirinya, hanya ada 1 atau 2 orang yang laki-laki termasuk Reno suaminya, Rania menundukan kepalanya karena malu melihat tingkah Reno yang begitu heboh.


“Mas gak usah jingkrak-jingkrak gitu sayang malu diliatin orang” Bisik Rania pada suaminya Reno.


“Gak apa-apa sayang mereka juga gitu kok, kalau gak gitu gak seru dong Ran masa aku harus diam kayak patung” Ucap Reno dan dengan santainya dia kembali heboh bersama pengunjung lain membuat Rania ingin sekali menarik suaminya itu pulang.


“Ya Allah kuatkan lah hamba dan tuntun Mas Reno agar kembali ke jalan yang benar” Ucap Rania berdoa dalam hati.


Saat sesi foto bareng pemain tersebut langsung heboh mereka mengangkat tangan mereka tinggi-tinggi agar bisa dipilih oleh si pembawa acara, tak terkecuali Reno suaminya itu mengangkat tangannya dan Rania hingga akhirnya dia dan Rania terpilih untuk naik ke atas panggung.


“Baik Mas, mbak siapa namanya?” Tanya si pembawa acara sambil mendekatkan mich di depan mereka.


Dengan senang Reno mengajak Rania untuk melakukan foto bersama bersama para pemeran utama di sinetron tersebut,dan saat pemain antagonis berdiri di belakang Reno dan Rania untuk ikut berfoto, Reno langsung menatap mereka dengan tajam.


“Eh cewek gatel sama kamu juga playboy gak guna, maaf ya saya gak.mau foto bareng kalian dan ingat saya memberi kalian komentar jahat di media sosial biar pada tahu rasa dan kalian cepat-cepat tobat mumpung belum kiamat” Ucap Reno dengan nada berapi-api.


“Aduh maaf Mas kita ini cuma ngikutin naskah sama arahan sutradara aja kok, aslinya kita bukan orang jahat” Ucap si pemeran wanita jahat dengan suara lembut.


“Betul itu bro saya juga bukan playboy kok!” Ucap si pemeran pria jahat sambil merangkul Reno.


“Lepas jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu” Ucap Reno sambil menepis tangan si pria dan menatapnya kesal.


“Mas ud--”


“Diam Ran aku masih marah sama mereka” Potong Reno dia tak memperdulikan tatapan orang-orang yang menatapnya.


“Aku tau kalian berdua itu berhati jahat dan busuk makannya kalian jadi orang jahat di sinetron, dasar kalian o--”


Sebelum Reno mulai ngelantur dan bicara sembarangan Rania langsung menarik suaminya itu sambil meminta maaf kepada semua orang yang berada disana, khususnya para pemeran sinetron tersebut, setelah itu Rania membawa Reno pulang yang masih saja meronta-ronta di dalam mobil karena masih ingin bertemu para artis itu.

__ADS_1


Rania bergerak gelisah di atas ranjangnya sambil menutupi kupingnya dengan bantal berusaha untuk meredam semua ocehan Reno dan berusaha untuk tidur.


“Ran aku penasaran deh besok si Samurai jadi nembak si Centong gak ya?”


“Aduh mudah-mudah gak ada si cewek pelakor itu sama si cowok playboy ganggu mereka”


“Kalau mereka jadian, itu sinetronnya bakal lanjut atau tamat ya Ran?”


Reno terus saja mengoceh membuat Rania tidak bisa tidur, dia membuka matanya dan melempar Reno dengan bantal yang dipegangnya.


Gubrak


Reno terjatuh dari atas ranjang sambil menatap Rania takut yang sedang  menatapnya penuh amarah.”Tidur diluar, jangan berani kamu masuk kalau nggak aku tendang kamu!” Ucap Rania kesal.


“Baik Ma” Ucap Reno beranjak berdiri sambil berjalan membawa bantal yang dilempar Rania.


“Sama 1 lagi kalau aku sampai lihat kamu nonton sinetron itu lagi aku gak bakal ngasih kamu jatah malam” Ancam Rania saat Reno sudah berada diambang pintu.


Reno mengangguk takut, dia langsung keluar kamar dan menutup pintu kamarnya meninggalkan Rania sendiri.


“Hadeh ada-ada kelakuannya yang bikin aku emosi” Ucap Rania kesal dan kembali melanjutkan tidurnya dengan nyenyak.


Reno berjalan memasuki kamar Alvian yang sedang tertidur pulas di ranjangnya, dengan perlahan Reno berbaring di sisi Alvian dengan mata sendu.


“Maaf *Samurai Centong*kita harus berpisah* istriku ngamuk” Ucapnya pelan.


-------


Percaya gak sih kalau ini pengalaman asli tapi gk sampe ketmu artisnya juga sih😆😆😆


jangan lupa Vote, like n komennya ya guys😆😆😆


Mampir n like "Kepentok Cinta Nungky"


SALAM SAYANG



AUTHOR GALAU

__ADS_1


__ADS_2