Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Berdebat


__ADS_3

Setelah mengantar Veyya dan Gisuwa pulang kerumahnya masing-masing, sedangkan Nungky gadis itu benar-benar menghilang saat mereka mencarinya di mall tadi, mungkin dia memang ikut pergi dengan Awan.


Alvian menyetir mobil dalam diam sesekali dia melirik kearah Rania yang terlihat bosan dan tak berbicara sedikitpun sejak kedua temannya itu turun.


Alvian berdehem mencoba menarik perhatian Rania, namun gadis itu malah memainkan hpnya sambil menggerutu kesal.


"Mas Reno kemana sih aku telepon gak di angkat juga" Ucap Rania dalam hati.


Dia sudah puluhan kali mencoba menghubungi Reno suaminya itu, bahkan dia juga sudah mengirim ratusan chat kepada Reno namun tak kunjung mendapat balasan.


Di tempat lain Renk tersenyum menatap layar hp nya yang terus menyala karena Rania terus menghubunginya, gadis itu sepertinya mulai bawel padanya.


Reno terlihat menggemaskan dengan kaos putih yang melekat di tubuhnya karena berkeringat dan juga kelopak bunga mawar yang menempel di rambutnya yang acak-acakan.


"Tunggu dan lihat Rania sayang apa yang akan aku lakukan untukmu malam ini!" Ucap Reno sambil tersenyum dan mencium photo Rania di hp nya.


"Ran kamu mau makan dulu gak sebelum pulang" Tanya Alvian basa-basi sambil tersenyum.


"Gak tadikan kita sudah makan, kamu lupa?" Ucap Rania kesal karen Alvian sudah mengganggunya dengan bicara tak jelas.


"Oh iya lupa kali aja kamu mau makan lagi Ran" Ucap Alvian malu dia bingung harus berkata apa.


Rania membuang mukanya kearah lain, perasaannya sedang kacau karena Reno di tambah Alvian yang terlihat menyebalkan baginya.


"Lama banget sih nyampe nya, perasaan dari tadi gak nyampe-nyampe" Gerutu Rania kesal.


"Ran kamu inget gak dulu kita sering jalan-jalan ketaman sambil photo-photo?" Ucap Alvian sambil menoleh kearah Rania.


"Gak aku gak suka nginget-nginget masa lalu gak penting juga" Ucap Rania ketus.


Alvian tersenyum kecut sambil menatap Rania dengan pandangan nanar, gadis itu bahkan tidak sudi menoleh kearahnya, hatika terasa nyeri mendengar ucapan Rania.


"Segitu bencikah kamu sama aku Ran, karena aku dulu pergi tanpa bilang-bilang dulu?" Tanya Alvian menatap Rania.


"Sudahlah Al jangan bahas itu lagi, lagian semuanya sudah berlalu sekarang!" Ucap Rena pelan.

__ADS_1


"Maafin aku Ran, aku tahu aku salah dan aku menyesal Ran jika saja aku tidak pergi waktu itu kamu mungkin masih bersama denganku sekarang" Ucap Alvian sambil menoleh antara Rania dan kedepan melajukan mobilnya dalam keramaian.


"Mungkin sudah takdirnya Al tidak perlu menyesalinya, aku juga sudah menikah sekarang, lupakan aku Al dan jalani hidupmu yang baru!" Ucap Rania sambil menoleh kearah Alvian.


Dia tulus mengatakan itu dia ingin Alvian melupakannya dan bisa menjalani hidupnya yang baru seperti dia sendiri yang kini sudah bersama Reno, dulu Rania memang berat melupakan Alvian tapi itu sudah berlalu sekarang, baginya Alvian hanya masa lalu yang tidak akan pernah jadi masa depannya.


"Tapi aku masih mencintai kamu Ran bahkan saat aku diluar negeri aku masih mengingat dan merindukanmu" Ucap Alvian.


"Rindu kamu bilang kalau kamu memang merindukanku seharusnya kamu memberi kabar padaku, sekali saja Al itu sudah cukup untukku berpikir jika kamu memang masih mencintaiku" Ucap Rania.


"Aku bukan boneka yang bisa kamu taruh dan mainkan sesuka hatimu Al, ingat aku sudah menikah dengan Mas Reno kakakmu sendiri" Ucap Rania mengingatkan.


"Menikah kamu bilang, apa kamu bahagia dengan pernikahanmu itu Ran, aku tahu kamu terpaksa menikah dengan kak Reno karena di jodohkan" Ucap Alvian sambil tersenyum sinis.


"Iya aku bahagia meski itu awalnya hanya perjodohan semata, Reno menyayangiku dan memperlakukan dengan sangat baik" Ucap Rania.


"Apa kamu yakin, apakah kamu juga menyukai kak Reno Ran, dan kenapa kamu belum bilang ke kak Reno soal hubungan kita dulu?" Ucap Alvian.


"Aku yakin Reno menyayangiku, untuk masalah itu biar jadi urusanku terserah aku mau mengatakannya atau tidak bukan urusanmu Al!" Ucap Rania kesal karena Alvian terus memojokannya.


"Aku tidak perduli meski Reno mencoba berpisah denganku karena aku tidak akan mau melakukannya, dan ingat 1 hal sekarang aku ini juga keluarganya Al sama sepertimu" Ucap Rania sambik beranjak keluar mobil dan langsung menutup pintu mobil Alvian dengan keras.


"Tunggu Ran kamu belum menjawab pertanyaanku apa kamu mencintai kak Reno, atau kamu juga masih mencintaiku Ran?" Ucap Alvian membuat Rania menghentikan langkah kakiknya dan berbalik kearah Alvian yang tersenyum senang


"Bukan urusan kamu Al mengapa kamu tidak mengerti juga, dan aku juga sudah melupakanmu Al jadi belajarlah untuk melupakanku juga" Ucap Rania dengan nada agak meninggi.


Ditatapnya Alvian yang masih duduk di kursi mobilnya, pria itu orang yang pernah dia cintai menatapnya dengan pandangan berbinar penuh cinta, jika dulu jantungnya akan berdetak dengan kencang melihat tatapan Alvian tapi sekarang dia malah merasa jijik sendiri.


"Tidak Ran aku tidak akan pernah melupakanmu dan aku akan berusaha untuk membuat kamu kembali padaku Ran" Ucap Alvian keras kepala.


"Terserah kamu Al yang penting aku sudah mengatakan apa yang harus aku katakan padamu sejak kita bertemu lagi, kamu terima atau tidak aku tidak perduli" Ucap Rania sambil berbalik meninggalkan Alvian sendiri.


Alvian memukul-mukul stir mobilnya dengan kesal, dia melihat ke arah Rania yang sudah jauh berjalan memasuki loby apartemen, dia bahkan tidak menoleh sekali pun kearah Alvian.


"Aku harus apa Ran jika aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya melupakan kamu" Ucap Alvian sendu.

__ADS_1


Di dalam lift Rania memijat pelipisnya yang terasa sakit, berdebat dengan Alvian benar-benar menguras emosi dan juga tenaganya, dia tidak mengerti kenapa Alvian begitu keras kepala dan tidak mau menyerah padanya.


"Maaf Al aku tidak mungkin kembali padamu karena hatiku sudah berpindah kehati yang lain" Gumam Rania pelan.


Setelah lift berhenti dilantai tempat dia tinggal,dengan gontai Rania berjalan menyusuri koridor apartemen yang sepi, para penghuninya pasti sedang makan malam di apartemen mereka.


Rania melirik jam di pergelangan tangannya yang menujukan pukul 19.30 malam, dia ternyata pergi bermain dengan teman-temannya cukup lama hingga lupa waktu.


Rania membuka pintu apartemennya perlahan, saat pintu terbuka dia menatap ruangan di apartemennya yang gelap gulita.


"Mas Reno kemana apa dia belum pulang juga?" Gumam Rania pelan sambil menyalakan lampu apartemennya.


Saat lampu menyala hamparan bunga mawar yang membentuk jalan terbentak menuju kamarnya, dengan perlahan Rania berjalan menginjak hamparan bunga tersebut.


Dia tersenyum menatap potret dirinya yang banyak tergantung di langit-langit ruangan, tidak lupa ada juga balon berbentuk hati dengan tulisan I love You dan lilin yang menghiasi setiap sisi hamparan bunga tersebut.


Saat memasuki kamar Reno sudah menunggunya dengan mengenakan jas abu-abu dengan kemeja putih dan juga dasi hitam yang menghiasi lehernya.


Reno terlihat tampan dengan setelan jas tersebut sambil memegang sebuket bunga mawar merah yang di tengahnya diisi mawar putih.


"Mas Reno ini--?" Ucap Rania takjub bahkan dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya sendiri.


Reno tersenyum menatap Rania yang terlihat terkejut.


"Akhirnya kamu datang juga sayang sudah lama aku menunggumu!" Ucap Reno sambil berjalan menghampiri Rania.


---------------


Holaa!!!


Yang eps sebelumnya baca lagi guys soalnya ada kata yang aku tambahin tadi pagi gak keburu soalnya heheπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Jangan lupa likenya ya, vote n tips ceritaku juga kalau mau😚😚


Salam Hangat

__ADS_1


Author Dingin


__ADS_2