
Saat ini Rania dan Reno tengah berada di salah 1 pusat perbelanjaan yang cukup terkenal, Rania dan Reno sedang asyik memilih pakaian, mereka baru saja selesai makan saat Rania mengajak Reno untuk membeli pakaian.
"Mas bagus gak? cocok kan buat aku!" Ucap Rania sambil memperlihatkan salah 1 baju sambil tersenyum senang.
Reno mengangguk mengiyakan baju itu adalah kaos lengan panjang khas anak muda jaman sekarang, jika di suruh memilih Reno lebih menyukai Rania memakai pakaian yang lebih dewasa tapi dia akan menyetujui apapun hal yang membuat Rania nyaman.
Reno tidak ingin terlalu menuntut sesuatu hal seperti kepada Rania, dia yakin semuanya akan mengalir dengan sendirinya, selama gadisnya merasa senang Reno tidak akan keberatan, apalagi hubungan mereka baru dekat beberapa hari terakhir dia ingin memanfaatkan waktu itu untuk membahagiakan Rania sepenuhnya.
"Mas pegangin yang ini ya sama yang ini juga!" Ucap Rania sambil menyerahkan setumpuk baju.
"Dasar gadis nakal apa kamu sangat bahagia sekarang karena aku menemanimu belanja?" Tanya Reno sambil tersenyum.
Di tangannya sudah banyak pakaian yang di beli Rania, bahkan ada juga yang sudah masuk ke mobilnya namun gadis itu masih saja terlihat asyik memilih-milih pakaian.
"Senang lah Mas akutuh dari kemarin pengen belanja soalnya bajuku udah pada jelek semua, tapi aku gak bisa belanja sendirian entar siapa yang bawa belanjaanku hehe" Ucap Rania sambil tersenyum.
"Jadi kamu mengajakku kesini hanya untuk membawakan belanjaanmu Rania?" Tanya Reno dengan mata memicing.
"Bercanda Masku sayang udah yuk bayar dulu abis ini aku mau beli pakaian dalam, baru kita pulang!" Ucap Rania sambil menggandeng tangan Reno.
Benar kata orang bahagia itu tidak harus dengan kebahagian, di gandeng sama orang yang kamu sayang saja sudah bikin kamu senyam senyum gak jelas seperti Reno.
Rania mengajak Reno pergi ke sebuah toko pakaian dalam yang terkenal taitu merk VS, Rania langsung memilih pakaian-pakaian dalam yang memang cocok dan sesuai ukurannya.
Di belakangnya Reno merasa risih dengan tatapan para pengunjung lain yang meliriknya sambil tersenyum, dia melihat sekeliling hampir semua pengunjung adalah wanita bukan lelaki seperti dirinya.
Ada juga yang terang-terangan tersenyum menggodanya, Reno melirik Rania yang menatapnya tajam seolah memberi peringatan.
"Kamu balas senyum, aku tendang kamu!"
"Itu Masnya lucu banget baik banget dia mau nganterin adiknya beli pakaian dalam" Ucap salah seorang wanita sambil tersenyum.
"Iya aku juga mau di anterin kalau beli pakaian eh tapi cewek itu belum tentu adiknya kali" Ucap temannya.
"Sama aku juga mau udah ganteng, mapan lagi lihat saja tuh dari pakaiannya ber merk semua pasti tuh kita kalau jalan sama dia di bayarin sampai ke biaya parkiran, emang sih belum tentu adiknya tapi gak mungkin juga kan dia istrinya masih bocah gitu" Ucap si wanita sambil tertawa diikuti temannya.
Kali ini bukan Reno yang merasa risih melainkan Rania, dia menatap kedua wanita tadi dengan tatapan tajam berani sekali mereka menggoda suaminya itu di depannya.
"Apa bocah?, bocah-bocah begini aku bisa bikin Mas Reno klepek-klepek apalagi jika aku sudah dewasa Mas Reno pasti akan bertekuk lutut padaku" Gumam Rania dalam hati.
"Dasar Mba-mba jomblo akut pada haus kasih sayang pasti tuh lihat cowok ganteng langsung deh ganjennya keluar kayak si Adinda" Gumam Rania lagi.
"Kayaknya aku harus kunci Mas Reno di kamar saja biar gak ada orang yang deketin dia terus, sekalian bikin sesuatu hehe" Tambahnya lagi sambil tersenyum.
"Mas gimana ini cocok gak buat kita nanti malam?" Tanya Rania dengan nada agak tinggi
Reno melirik baju transparan yang jika dipakai Rania tentu saja akan meruntuhkan imannya dan langsung menyerang Rania, kasak kusuk mulai terdengar di antara para pengunjung.
__ADS_1
"Kayanya kita salah deh, si cewek pasti cewek bayaran tuh Mas-mas ganteng" Ucap si wanita tadi.
"Masa sih jangan asal nuduh ah bisa jadi itu istrinya, kita salah sasaran dong malah ngegebet laki orang" Ucap temannya.
"Iya mending kita cari cowok yang lain aja gak seganteng dia gak apa-apalah yang penting dapat, yuk ah capcus takut khilaf aku belanja disini harganya bikin aku jantungan kalau ngambil banyak-banyak" Ucap si wanita mengajak temannya pergi.
"Dasar bocah mesum apa yang kamu membuatku malu saja!" Bisik Reno di telinga Rania.
"Biarin Mas habisnya mereka ganjen soh pake godain Mas di depan aku minta di getok kali tuh mereka" Ucap Rania kesal.
"Apa kamu cemburu mereka menggodaku sayang?" Tanya Reno sambil tersenyum menggoda.
"Ish Mas nyebelin, aku gak mau ya punyaku di gondol maling awas aja kalau Mas genit!" Ucap Rania sambil mencubit pinggang Reno.
"Tentu saja tidak akan, menghadapi gadis kecil sepertimu saja aku sudah susah, apalagi wanita lain aku tidak tertarik dan berminat pada mereka tidak seperti padamu sayang" Ucap Reno genit sambil menggoda Rania.
"Ish Mas bisa aja bikin aku senang, gimana Mas kita jadi beli aja ya baju ini lumayan Mas kali aja Mas mau minta jatah hehe" Ucap Rania sambil memperlihatkan baju itu.
"Dasar gadis mesum yasudah bungkus saja aku tidak sabar melihat kamu memakainya sayang" Ucap Reno tersenyum sambil berkedip.
"Nanti malam aku pakai ya Mas" Goda Rania.
"Jangan malam ini kita masih menginap di rumah orang tuaku, nanti saja saat kita sudah kembali ke apartemen baru kamu pakai, aku tidak ingin di ganggu lagi" Ucap Reno.
Reno yakin jika Kikan ibunya itu pasti akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak lagi padanya, selama tinggal di rumah orang tuanya Reno tidak akan bisa melakukan aksinya dengan tenang.
Setelah membayar Rania mengajak Reno pergi keluar toko, tiba-tiba dari arah depan di kejauhan dia melihat Veyya, Gisuwa dan Nungky tengah berjalan menuju mereka.
Dengan sigap Rania langsung menarik Reno memasuki toko kembali sebelum mereka menyadari keberadaannya dan Reno, bisa habis dia kalai mereka tahu.
"Kok mereka bisa ada disini sih emang gak ada tempat lain apa? untung mereka tidak melihatku dan Mas Reno" Ucap Rania dalam hati.
Rania baru ingat jika tadi saat pulang sekolah Veyya memang mengajaknya dan yang lain untuk jalan-jalan sambil nonton Bioskop namun dia tidak menyangka jika Veyya,Gisuwa dan Nungky akan datang kemari.
"Ran kenapa kita masuk lagi, kita lagi ngindarin siapa sih?" Ucap Reno mengikuti Rania mengintip keluar toko.
"Ada teman-temanku Mas, mereka kan belum tahu aku sudah menikah, bisa habis aku kalau ketahuan jalan sama Mas" Ucap Rania pelan sambil menunggu teman-temannya lewat.
"Kenapa kamu tidak memberitahu mereka apa kamu tidak ingin pernikahan kita diketahui oleh teman-temanmiu itu?" Tanya Reno dengan wajah sendu.
"Bukan gitu Masku sayang, dulu kan kita nikah dadakan banget aku gak berani ngasih tahu mereka waktu itu, sekarang aku lagi mikirin kapan waktu yang tepat untuk memberitahu mereka" Ucap Rania menjelaskan.
"Kamu undang saja mereka ke apartemen kita, jadi aku bisa berkenalan dengan teman-temanmu itu!" Ucap Reno memberi saran.
"Baiklah idemu boleh juga Mas tapi nanti ya aku nunggu waktu yang tepat" Ucap Rania.
"Terserah kamu saja Ran, aku akan menyambut teman-temanmu itu kapanpun mereka datang" Ucap Reno sambil tersenyum yang di balas oleh Rania.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Veyya, Gisuwa dan Nungky berjalan melewati mereka, beruntung mereka tidak melihat ke arah toko jika tidak mungkin Rania sudah ketahuan.
"Kita nonton apa ya, banyak banget film baru hari ini" Ucap Gisuwa.
"Nonton film romantis aja aku pengen lihat adegan ciumannya" Ucap Nungky.
"Untuk apa nonton begituan kitakan jomblo Ky?" Ucap Veyya heran.
"Gak apa-apa jomblo juga, anggap aja itu buat pelajaran kalau nanti kita ciuman bisa tahu tuh gayanya" Ucap Nungky sambil tersenyum.
"Dasar kamu ini Ky ada-ada saja tapi boleh juga aku mau lihat" Ucap Gisuwa menyetujui ajakan Nungky.
"Yasudah kuy kita nonton kesana biar bisa dapet tempat duduk yang enak!" Ucap Veyya sambil mempercepat langkah kakinya diikuti oleh yang lain.
Setelah mereka pergi Rania dan Reno keluar dari toko tersebut dan kembali melanjutkan perjalanan mereka, langkah Reno terhenti saat dia melewati sebuah toko berlian.
Disana dia melihat kaluang yang sangat indah, elegan namun tidak terlihat mentereng sangat cocok untuk gadis seperti Rania.
Rania berbalik saat menyadari Reno tidak berada di sisinya, dilihatnya Reno tengah berdiri di sebuah toko berlian sambil tersenyum, Rania berjalan menghampiri Reno yang diam saja itu.
"Mas ayo pergi, aku capek kita pulang sekarang!" Ucap Rania sambil menarik Reno pergi dari toko tersebut.
-----------------------
Holla aku balik lagiπππ
Jangan lupa like sebanyak-banyaknya yaππ
Vote dan tips bagi yang mauππ
Demi readersku tercintah aku usahakan up 2 x sehari bisa lebih kalau lagi baik ππ
Untuk Visual mereka aku masih menunggu masukan dari kalian.
Numpang promo baca juga karya temanku dan tinggalkan jejak ya.
1: Veerlat me niet karya kikan selviani putri.
2:Pacar Mafiaku karya Veyya
3:Chat Me.Baby karya golden women
4:Hey Doctors karya Vera Gustari
I love you guys
Author Galau Merana
__ADS_1