
Seorang gadis tengah duduk sendirian di bangku koridor rumah sakit, gadis itu tak henti menangis menunggu kabar dari kakaknya yang sedang ditangani oleh tim medis di ruangan yang berada di depannya.
Rania melirik Bram yang sedang mondar-mandir di depan ruangan tersebut dengan muka sedih dan khawatir tak jauh berbeda dengannya, gadis itu kembali menunduk menatap tangan dan juga baju yang dikenakannya penuh dengan darah milik Natalya saat tadi dia memegang kakaknya itu.
Rania terisak pelan mengingat kejadian singkat yang mengakibatkan kakaknya harus dilarikan ke rumah sakit, dia merasa bersalah atas apa yang menimpa Natalya, jika saja dia mau berhenti saat kakaknya memanggil namanya mungkin semua ini tidak akan terjadi dan Natalya tidak akan kenapa-napa.
Tidak lama kemudian Joshua suami dari Natalya datang menghampiri mereka, wajahnya terlihat gusar dan juga dipenuhi rasa sedih saat mengetahui jika istri tercintanya dilarikan ke rumah sakit, tadi setelah satpam di rumah Bram meneleponnya Joshua langsung meluncur ke rumah sakit dimana Natalya dirawat.
“Bagaimana keadaan Nat apa dia baik-baik saja?” Tanya Joshua menatap Bram dan juga Rania secara bergantian.
“Nat masih ditangani oleh tim medis Jo, kita tunggu saja perkembangannya” Ucap Bram menjawab pertanyaan Joshua.
“Sebenarnya ada apa ini kenapa Nat bisa masuk rumah sakit?” Tanya Joshua tak mengerti karena saat tadi mendapat telepon satpam tersebut tidak menjelaskan penyebab istrinya itu masuk rumah sakit.
“Ka-Kak Nat jatuh dari tangga kak Jo, aku takut kak Nat kenapa-napa” Ucap Rania sambil beranjak berdiri menghampiri Joshua yang memeluknya dengan lembut membiarkan Rania menangis dipelukannya.
“Sudah tenang Ran aku yakin Nat baik-baik saja, dia wanita kuat yang tidak pantang menyerah” Ucap Joshua meyakinkan Rania dan dirinya sendiri, mencoba untuk tenang.
Plaakk
Melihat Rania yang menangis dipelukan Joshua membuat Bram berang, dia menarik Rania agar terlepas dari pelukan Joshua setelah itu dia langsung menampar gadis malang itu dengan keras, saking kerasnya pipi Rania sampai meninggalkan bekas kemerahan dari tamparan Bram padanya.
“Papa apa yang Papa lakukan kenapa Papa menampar Rania?” Ucap Joshua tak mengerti dengan sikap ayah mertuanya yang begitu kejam.
“Biarkan Jo gadis pembawa sial itu memang pantas menerimanya, kamu tahu Nat terjatuh dari tangga karena ulahnya” Ucap Bram menjelaskan.
Joshua terdiam dia melirik Rania yang terisak sambil memegang pipinya yang ditampar oleh Bram, gadis itu tidak berusaha membantah ataupun membela diri saat Bram menyalahkan dirinya.
__ADS_1
“Ran-”
“Iya Kak Jo aku penyebab Kak Nat terjatuh dari tangga, maafkan aku kak Jo aku tidak bermaksud membuat kak Nat celaka” Ucap Rania memotong kata-kata Joshua.
“Sudah jangan menyalahkan dirimu sendiri Ran, aku yakin semuanya hanya kecelakaan jangan berpikir jika itu salahmu” Ucap Joshua berusaha menghibur Rania sambil menyunggingkan senyumannya.
Joshua bukanlah orang yang berpikiran sempit yang akan menuduh dan menyalahkan Rania atas apa yang terjadi pada istrinya, dan juga Joshua begitu menyayangi Rania seperti adiknya sendiri, dia tahu gadis itu tidak mungkin melakukan sesuatu yang akan membuat Natalya celaka.
Bram tersenyum kecut mendengar menantunya Joshua yang malah menghibur gadis pembawa sial seperti Rania, dia tidak mengerti kenapa semua orang begitu menyayangi gadis pembawa sial itu yang bahkan tidak memiliki apa-apa.
“Pergi kamu Rania, aku tidak mau melihat wajahmu di rumah sakit ini!” Usir Bram membuat Joshua dan Rania menoleh ke arahnya.
“Tapi Pa aku mau menunggu sampai aku tahu kondisi kak Nat untuk memastikan jika dia baik-baik saja, aku mohon ijinkan aku disini sampai aku mengetahuinya” Pinta Rania memohon.
“Betul itu Pa biarkan Rania bersama kita saat ini, aku yakin Nat juga menginginkan hal yang sama” Ucap Joshua ikut meminta Bram agar Rania diijinkan tetap bersama mereka.
“Papa” Ucap Rania pelan sambil menatap ayahnya dengan berurai air mata.
“Jangan memanggilku dengan sebutan Papa aku bukan ayahmu Rania, cepat pergi sebelum aku sendiri yang menendangmu keluar, ingat Rania aku tidak akan pernah memaafkanmu jika terjadi sesuatu pada Nat anakku” Ucap Bram mengusir Rania penuh ancaman, dia tidak mempeduli kan orang-orang yang berlalu lalang menoleh ke arah mereka.
Tanpa banyak bicara Rania langsung berlari pergi meninggalkan Bram dan juga Joshua, dia tidak sanggup lagi mendengar semua cacian yang dikatakan Bram padanya, gadis itu terus berlari hingga dia berhenti ditaman rumah sakit.
Gadis itu terduduk dibangku taman rumah sakit yang mulai sepi para pengunjung terlihat memilih untuk beranjak dari sana karena hari sudah mulai malam, Rania merasakan badanya yang mulai kedinginan oleh angin malam yang menusuk kulitnya.
Gadis itu termenung disana dia memikirkan semua kejadian yang menimpanya hari ini, tangisannya yang memilukan kembali terdengar dari bibir gadis kecil itu yang bergetar menahan isak tangisnya agar tak terlalu terdengar.
Anak sial, kata-kata itu terus berulang seperti kaset rusak yang menghantui pikirannya, Rania merasa perkataan Bram itu benar adanya dia memang anak pembawa sial setelah apa yang terjadi pada ibu dan Natalya hari ini.
__ADS_1
“Mas aku kangen” Cicitnya pelan merindukan sosok suaminya itu.
Rania memeluk badannya sendiri mencoba memberi kehangatan pada tubuhnya itu dari dinginnya angin malam yang semakin menjadi, dia mengusap perutnya yang terasa perih karena belum makan sama sekali dari tadi.
Rania mengedarkan pandangannya ke sekeliling melihat orang-orang yang berlalu lalang dari kejauhan, gadis itu tersenyum kecut sambil menunduk dengan sedih karena tidak menemukan sosok yang dicarinya yaitu Reno.
“Bodoh sekali kamu Rania, mana mungkin dia datang kesini” Gumam Rania menyalahkan kebodohannya sendiri.
“Hey kenapa kamu duduk sendirian disini Rania sayang?”
Mendengar suara yang begitu dirindukannya itu, Rania mendongak menatap Reno yang tengah tersenyum padanya, tanpa aba-aba Rania langsung menghambur ke pelukan Reno suaminya yang langsung dibalas Renk dengan memeluk Rania erat.
“Mas kak Nat Mas” Cicit Rania pelan.
“Iya sayang aku tahu, tenanglah aku yakin semua akan baik-baik saja” Ucap Reno pelan sambil mengusap punggung Rania.
Tadi saat baru tiba di rumah sakit, dia tidak menemukan Rania di depan ruangan dimana Natalya dirawat, setelah mendengar penjelasan dari Joshua yang mengatakan Rania belum lama pergi, Reno langsung bergegas keliling rumah sakit mencari keberadaan istrinya itu.
Gadis dipelukanya ini pasti sedang terpuruk sekarang melihat kakaknya yang sangat dia sayangi tengah berjuang antara hidup dan mati di ruangan rumah sakit, sebelumnya Reno mengetahui tentang Natalya yang kecelakaan saat dia ke rumah orang tua Rania yaitu rumah Bram untuk menjemput istrinya itu saat dia tahu Rania belum pulang, alhasil setelah pulang dari kantor tanpa sempat mengganti pakaiannya dia langsung meluncur ke rumah Bram untuk menjemput Rania.
Namun alangkah terkejutnya dia saat sampai dirumah Bram dia malah mendapat kabar jika Rania pergi ke rumah sakit untuk menemani Bram mengantar Natalya kakaknya ke rumah sakit karena terjatuh dari tangga.
“Mas ini semua salahku, aku yang menyebabkan kak Nat terjatuh dari tangga” Ucap Rania membuat Reno terkejut mendengarnya.
-------
Ikutin aj dulu alurnya ini konflik bakal lumayan panjang mungkin kalian akan tambah benci sama Bram 😆😆😆
__ADS_1
Biar gak galon trs baca juga "Kepentok Cinta Nungky"