Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Obrolan Malam


__ADS_3

Di malam hari yang dingin sedingin gebetan yang nyuekin kamu, Rania dan Reno tengah asyik menonton tv di dalam kamar, Rania menyandarkan kepalanya di pundak Reno sambil menyandarkan tubuh mereka di kepala ranjang.


Terlihat sekali jika mereka seperti pasangan suami istri pada umumnya yang suka menghabiskan waktu berdua, Reno tersenyum saat dilihatnya Rania tengah asyik memakan keripik kesukaannya.


"Apa kamu begitu menyukainya Ran, dari tadi kamu gak berhenti makan?" Tanya Reno.


"Iya aku suka banget Mas, tapi sebenarnya aku lagi laper juga Mas, makannya makan ini saja!" Ucap Rania.


"Bukankah tadi barusan kita baru selesai makan, masa kamu sudah lapar lagi?" Tanya Reno bingung.


"Gak tahulah Mas, akhir-akhir ini aku lapar terus, abisnya Mas juga sih suka bikin aku kelaperan terus kalau malam!" Ucap Rania.


"Lah kok gitu, emangnya aku kenapa sampai bikin kelaparan, uang yang aku kasih kurangkah, bukankah aku juga sudah memberikanmu kartu kredit?" Tanya Reno.


"Cukup kok Mas cukup banget malah, maksudku bukan gitu Mas" Ucap Rania sambil menoleh kearah suaminya itu Reno.


"Terus apa coba jelaskan padaku Ran!" Perintah Reno penasaran.


"Ish masa Mas gak ngerti sih, akutuh udah cape siangnya aku ujian sekolah, terus pas malamnya Mas minta jatah mulu, akutuh gak kuat Mas jadi harus banyak makan biar aku bisa ngelayanin Mas" Ucap Rania membuat Reno tersenyum malu.


"Oh iya juga ya, malam ini kita belum tempur loh Ran, gimana mau sekarang gak?" Goda Reno.


"Tuhkan Mas mah ihh mikirnya itu mulu, besok aku masih ada ujian Mas!" Ucap Rania dengan malu.


"Lama banget ujiannya perasaan dari kemarin-kemarin gak kelar juga" Keluh Reno dengan muka cemberut.


"Baru berapa hari juga Mas udah protes aja, emang kenapa sih kan yang ujian aku bukan Mas?" Tanya Rania bingung.


"Iya tahu tapi aku yang paling dirugikan disini Rania sayang!" Ucap Reno sambil mendekap Rania gemas.


"Rugi apa Mas, emangnya pihak sekolah minta Mas bikin soal ujian, atau jangan-jangan mereka minta Mas buat jadi pengawas jugakah?" Tanya Rania polos.


"Dasar kamu ini meski sudah lama denganku kamu masih saja belum pintar juga Rania!" Ucap Reno gemas sendiri.


"Belum kan Mas bukan gak pintar terus apa dong kenapa Mas ngerasa dirugiin disini?" Tanya Rania lagi.


"Aku rugi karena selama kamu ujian, aku tidak bisa sering-sering minta jatah padamu Ran, baru 1 babak kamu sudah tertidur karena kecapean" Ucap Reno.


"Mau gimana lagi dong Mas aku kan belum lulus sekolah, lagian satu babak juga sampe 1 jam lamaloh itu" Ucap Rania.


"Masa sih tapi aku ngerasa kurang terus ya" Ucap Reno sambil tersenyum.


"Ish kamu mah nyebelin Mas, dulu aja sok jual mahal sama aku!" Ucap Rania sambil mencubit pinggang Reno.


"Kamu juga dulu bisanya bikin aku kesel terus, oh iya gimana sekolah kamu lancar gak ujiannya?" Tanya Reno kemudian.


"Lancar kok Mas besok juga ujian terakhir aku, habis itu tinggal nunggu rapot Mas" Ucap Rania menjelaskan.

__ADS_1


"Wah bagus dong jadi kamu bisa punya waktu lama sama aku" Ucap Reno senang.


"Kalau sudah lulus kamu mau jadi apa Ran?" Tanya Reno.


"Gak tahu Mas impianku sudah kehapus setelah nikah sama Mas" Jawab Rania cuek.


"Kok aku sih Ran, emangnya kamu mau ngapain kalau udah lulus, kalau kuliah kan kamu gak harus masih perawan dan belum nikahkan?" Tanya Reno menatap Rania bingung.


"Iya sih tapi aku gak niat kuliah disini loh Mas, tapi di Amerika sana" Jawab Rania yang membuat Reno tambah bingung.


"Apa hubungannya kamu kuliah di Amerika sama kamu nikah sama aku Ran?" Ucap Reno lagi.


"Adalah Mas, aku kesana tuh mau kuliah sekalian nyari bang Edward tadinya aku mau jadiin dia calon suamiku Mas, biar ada bule-bulenya gitu" Ucap Rania menjelaskan.


"Aku juga ada keturunan Bule kan Papa aku ibunya orang Belanda Ran, kamu gak harus nyari bule apalagi si Edward sialan itu!" Ucap Reno.


"Oh iya aku lupa Papa nya Mas kan emang mukanya agak bule gitu ya Mas hehe, tapi kalau bule beneran katanya mainnya hebatloh Mas, lihat aja di tv-tv mereka kalau lagi main jago banget contohnya Bang Edward sekali main bisa bikin Bella langsung hamil" Ucap Rania sambil tersenyum.


"Dasar gadis nakal kenapa kamu suka sekali menonton film itu, bukankah


dulu umurmu masih belum cukup untuk menontonnya, dari mana kamu bisa tahu tentang film itu?" Tanya Reno bingung.


"Jadi giniloh Mas aku kan punya teman namanya Nungky, waktu itu dia ngajak aku sama yang lain main kerumahnya, disana dia ngajakin kita nonton film tentang kisah cinta bang Edward, makannnya aku tahu hehe" Ucap Rania menjelaskan sambil tersenyum.


"Nungky siapa dia, apa dia kakak kelasmu kok tontonannya sudah dewasa gitu?" Tanya Reno penasaran.


"Aneh sekali lalu bagaimana dia bisa punya kaset yang tontonannya dewasa gitu, sebaiknya kamu menjauhinya Ran nanti dia bisa membawa pengaruh buruk sama kamu" Ucap Reno.


"Gak lah Mas biarpun dia kadang suka bikin ulah dia baik loh Mas, kita udah sahabatan dari dulu banget gak mungkin aku ninggalin dia, kalau soal bang Edward dia nyuri kaset punya orang tuanya Mas" Ucap Rania.


"Ajaib sekali temanmu itu Ran, lain kali ajak kesini dan kenalkan dia padaku sama yang lain juga, aku ingin mengenal semua sahabatmu Ran" Ucap Reno sambil tersenyum.


"Iya siap Masku sayang, padahal Mas waktu itu udah pernah loh ketemu sama Nungky" Ucap Rania.


"Benarkah yang mana, memangnya kapan aku bertemu dengannya?" Tanya Reno.


"Ituloh Mas yang pernah minta nomer Mas di depan gerbang sekolah waktu Mas baru mau pergi ke Kalimantan, inget gak?" Ucap Rania.


Reno mengingat-ngingat wajah gadis yang dikatakan Rania, dia pun mengingat gadis itu gadis ajaib yang tiba-tiba muncul dan mengagetkannya.


"Oh gadis itu iya aku ingat dia, dia sepertinya baik meskipun agak aneh menurutku" Ucap Reno.


"Mas belum tahu saja kelakuan dia kayak apa, sekali kenal pasti Mas gak bakal bosan sama dia, asyik banget orangnya" Ucap Rania bersemangat.


"Benarkah aku jadi tidak sabar untuk bertemu lagi dengan temanmu itu Ran, tapi kamu lebih asyik buatku Rania sayang" Ucap Reno sambil tersenyum.


"Mas ihhh geli Mas jangan pegang-pegang coba!" Protes Rania saat Reno mencoba menyentuhnya.

__ADS_1


Rania menaruh bungkus keripik yang isinya hampir habis di atas nakas dan langsung berbaring memunggungi Reno, Reno ikut barbaring sambil memeluk Rania dari


belakang.


"Hey sayang apa kamu tidak mau tahu cara main bang Edwardmu?" Goda Reno.


"Main apasih Mas bang Edward kan gak ada" Ucap Rania sambil berbalik memandang wajah suaminya Renk yang tengah tersenyum.


"Memang tidak ada, tapi ada aku yang akan mempraktekan cara main Edward padamu sayang, aku juga jago dan kuat bukankah kamu juga sudah merasakannya Rania?" Goda Reno.


"Mas jangan gitu kan aku udah bilang besok aku mau ujian lagi harus fokus Mas" Ucap Rania dengan muka bersemu merah.


"Jadi kamu tidak mau melakukannya malam ini?" Bisik Reno sambil mengendus bau harum rambut Rania.


"Mau kok Mas masa rejeki ditolak gak baikloh, yasudah matiin lampunya Mas biar gak ada yang nonton!" Ucap Rania.


Akhirnya mereka melakukan olah raga malam seperti yang lakulan oleh Edward dan Bella, Reno tersenyum bahagia karena dia bisa terus menikmati tubuh istrinya tanpa ada pengganggu.


Huaaacccihhhh


Di tempat lain Nungky yang sedang asyik memandangi wajah Awan di salah 1 photo yang dia ambil jadi bersin karena Rania membicarakannya.


"Siapa sih yang ngomongin aku malam-malam apa Bang Awan lagi mikirin aku ya?" Gumam Nungky pelan.


Dia menggosok hidungnya yang gatal dan kembali memandang wajah Awan yang tengah tersenyum menunjukan gigi putihnya.


"Ini apa kok ada item-itemnya di gigi bang Awan, perasaan tadi gak ada deh?" Gumam Nungky bingung sambil menyentuh noda hitam yang menempel itu.


"Aduh ternyata upilku, maaf ya bang Awanku sayang aku ganti pake ciuman deh" Ucap Nungky dan langsung mencium photo Awan.


"Ky Nungky tidur nak udah malam!" Ucap Ibunya sambil melongok di balik pintu kamar.


"Iya Ma aku udah tidur dari tadi, ini lagi mimpi Ma!" Jawab Nungky tanpa berbalik


"Oh Maaf nak Mama pikir kamu belum tidur yasudah lanjutin tidurnya ya sayang, jangan lupa matiin lampu listrik mahal nak" Ucap ibunya sambil menutup pintu dan berlalu pergi.


"Tuhkan Bang ibu aku itu pinternya kebangetan, kalau kita jadi nikah Abang pasti betah disini" Ucap Nungky sambil tersenyum.


---------


Holla aku balik lagiπŸ˜†πŸ˜†


Jangan lupa like sebanyak-banyaknya ya, Vote n tips bagi yang mauπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Salam Kangen


Author Galau

__ADS_1


__ADS_2