Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Tamu Yang Dilupakan


__ADS_3

Pagi harinya Reno tengah duduk diatas kursi sambil memainkan laptopnya di atas meja sambil ditemani secangkir kopi panas Reno terlihat sibuk mengerjakan tugas-tugas kantornya yang sudah menumpuk.


Reno memang sudah beberapa hari tidak masuk kerja, terhitung sejak Rania libur sekolah Reno meliburkan diri dan menyerahkan pekerjaam kantornya kepada Iyan, meski pun Iyan menggerutu karena pekerjaannya jadi tambah banyak tapi dia juga senang sahabatnya itu meliburkan dirinya.


Rania baru saja keluar kamar mandi dia sedang mengeringkan rambutnya yang basah di depan cermin, gara-gara semalam Reno meminta jatah padanya Rania harus keramas lagi hari ini.


"Dasar emang cowok gak bisa banget liat ikan langsung nyosor terus, lama-lama aku bisa encok" Sungut Rania pelan.


Dia jadi menyesal sendiri karena dulu dia sering menggoda Reno suaminya itu, alhasil sekarang suaminya itu malah ketagihan meminta jatah dan mau tidak mau Rania harus menyetujuinya.


Rania melirik Reno di balik cermin di depannya, pria itu tengah sibuk mengerjakan sesuatu di laptopnya sambil menyesap kopi miliknya, Rania mendengus sebal laki-laki seolah tidak kenal lelah meski semalaman dia menyerang Rania.


"Aneh cowok kok kayak gak ada capeknya ya, padahal udah semalaman bergadang tapi dia masih saja bisa bangun pagi dan mengerjakan tugas kantornya itu, beda sama aku kayaknya badanku sudah hampir remuk" Gumam Rania sambil melirik Reno, dia merasakan pegal-pegal di seluruh badannya karena kejadian semalam.


"Jadi pengen nginep di rumah Mama Kikan aku, kan lumayan Mas Reno gak bisa bebas nyerang aku terus" Gumam Rania.


Dia ingat semalam bagaimana ibu mertuanya itu menelepon Reno dan mengirim pesan padanya yang berisi makian yang di tujukan untuk Reno karena sudah menculik Rania.


Sebelumnya Rania memang sudah berjanji akan menginap dirumah Kikan setelah pesta usai, namun Reno dengan santainya malah membawa Rania pulang ke apartemen mereka yang tentu saja membuat Kikan berang dan marah-marah.


Ting


Tong


Suara bell berbunyi di apartemen mereka, Rania melirik Reni yang terlihat fokus mengerjakan tugas-tugas kantornya, laki-laki itu seolah tak sadar jika ada suara bell yang berbunyi.


"Mas!" Panggil Rania pelan.


"Hmmm" Gumam Reno tanpa mengalihkan perhatiannya dari laptop.


"Bukain pintunya dong Mas, aku lagi ngeringin rambut nih!" Pinta Rania sambil menatap suaminya itu.


"Memangnya bell bunyi, kok aku gak dengar ya?" Tanya Reno bingung sambil mendongak menatap Rania.


"Ada Mas, coba aja cek siapa tahu ada orang diluar!" Ucap Rania.


Ting


Tong


Suara bell kembali berbunyi lagi kali ini suara itu terdengar berulang-ulang seolah orang yang memencet bell tidak sabar menunggu mereka membuka pintu, Rania dan Reno saling pandang dengan bingung.

__ADS_1


"Siapa ya Mas kok kayaknya gak sabaran banget?" Tanya Rania bingung.


"Entahlah mungkin orang iseng biarkan saja, kalau nggak paling Mama Ran" Ucap Reno.


Dia masih ingat bagaiman semalam ibunya meneror Reno dan mengutuk anaknya itu dengan berbagai kutukan yang membuat Reno geli sendiri menbacanya, sampai akhrinya Reno mematikan hp miliknya dan Rania agar ibunya itu tak bisa menghubungi mereka.


Bukan apa-apa tapi Reno memang tidak mau menginap dirumah orang tuanya itu, apalagi sejak kejadian malam pertama dia dan Rania yang gagal karena ulah ibunya dan juga cicak yang membuat Rania pingsan.


Reno cukup yakin orang yang menekan bell dengan tidak sabaran itu adalah ibunya Kikan, dan Reno tentu tidak mau bertemu dengan ibunya itu sampai amarah Kikan reda kalau tidak mungkin dia akan habis dimarahi oleh ibunya yang jahat itu.


"Bukain dong Mas, kasihan kalau itu beneran Mama dia pasti tambah marah kamu gak bukain pintu" Ucap Rania mengingatkan.


"Justru kalau aku buka pintunya aku akan babak belur Ran karena dipukuli sama Mama" Ucap Reno.


"Masa sih Mas, Mama gak mungkin gitu loh Mas" Ucap Rania tak percaya dengan ucapan Reno tentang ibu mertuanya.


"Untuk apa aku berbohong Ran, dulu saja Mama pernah menjualku hanya untuk mendapatkan baju yang disukainya" Ucap Reno sedih.


"Masa sih, ka Mama kayak masa dia sampai jual kamu cuman untuk baju doang" Ucap Rania bingung.


"Bukan begitu maksudku sayang, dulu aku pernah mengantar Mama belanja baju, nah ada tuh 1 baju yang dia suka tapi baju itu sudah di ambil yang lain" Ucap Reno menggantungkan ceritanya.


"Terus-terus gimana Mas, Mama jadi dapetin baju itu?" Tanya Rania penasaran.


"Wow hebat Mama Kikan, yang nyium kamu masih muda Mas?" Tanya Rania.


"Bukan Ran dia nenek-nenek umur 70 tahun yang kelihatan masih suka ganjen dan kamu tahu gak gigi tuh nenek copot pas nyium aku" Adu Reno dengan sedih atas kejadian kelam yang menimpanya.


Mendengar itu Rania langsung tertawa terbahak-bahak sambil membayangkan kejadian yang menimpa Reno, dia tidak menyangka Kikan akan melakukan itu pada anak kandungnya sendiri yang menurutnya sangat konyol dan lucu itu.


Selama beberapa saat Rania tidak bisa menghentikan tawanya membuat Reno mengerucutkan bibirnya sebal, ditatapnya Rania yang sedan mengelap air matanya yang keluar karena terus tertawa.


"Udah ketawanya?" Tanya Reno dengan kesal.


"Udah Maaf ya Mas habisnya lucu banget sih" Ucap Rania setelah tawanya mereda.


"Sial Mama memang biang keladi dari semua kesialan yang menimpaku, istriku saja sampai menertawaiku hidupku yang kacau ini, Ya Allah berat benar cobaan yang kamu berikan" Ucap Reno dalam hati.


Huaciihhh


Kikan yang sedang makan bersama Willian suaminya dan juga Alvian jadi bersin saat Reno dan Rania membicarakan dirinya, diliriknya William dan Alvian yang menoleh kearahnya.

__ADS_1


"Mama kenapa kok bersin lagi sakit ya?" Tanya William sambil menyentuh kening istrinya.


"Ish Papa jangan pegang-pegang dong, tangan Papa bau ayam tahu gak mana kotor lagi tangannya!" Ucap Kikan kesal sambil melepaskan tangan suaminya itu dari keningnya.


"Hehe Maaf Ma, Papa kan lagi makan ayam bakar pakai tangan sayang" Ucap William meminta maaf.


"Kenapa sih Ma, bersin pas lagi makan bikin selera makanku hilang tahu gak" Ucap Alvian sambil mengerutu dan menaruh makanannya.


"Mana Mama tahu, emang bersin bisa diatur kapan datangnya gitu, yang jomblo mah diam saja jangan banyak omong kamu!" Ucap Kikan.


"Kok jadi bahas jomblo lagi Ma, kan kita lagi ngomongin bersin doang Ma?" Ucap Alvian tak terima karena statusnya kembali di ungkit.


"Terserah Mama dong mau ngaomong apa mulu-mulut Mama kenapa kamu yang ribet, makanya cari pacar jangan jomblo terus!" Ledek Kikan.


William tersenyum mendengar perkataan istrinya itu sedangkan Alvian sudah menggerutu sendiri karena terus di dzholimi oleh ibunya sendiri yaitu Kikan.


"Gini amat ya, baru kali ini akh jadi jomblo ganteng yang merasa terhina, kalau lagi gini sama nenek-nenek juga aku pacarin jugalah biar gak dibilang jomblo terus!" Gumam Alvian sedih dengan nasibnya sendiri.


"Ini siapa lagi yang ngomongin Mama, perasaan Mama gak enak pasti ini yang ngomongin Mama itu orang yang gak suka ngeliat kecantikan dan kebaikan Mama, makannya dia ngomongin yang jelek-jelek tentang Mama" Ucap Kikan kesal.


"Sabar Mama sayang paling itu cuma orang gak penting, sudah lanjutkan makannya ya sayang!" Ucap William mencoba menenangkan istrinya itu.


"Iya juga ya Pa, mending Mama nyari mantu Mama yang diculik kemarin malam!" Ucap Kikan dengan semangat yang menggebu-gebu.


"Rania kan sama kak Reno Ma, ?mereka pulang ke apartemen mereka bukan diculik?" Ucap Alvian bingung.


"Iya Mama tahu tapi kan harusnya semalam Rania nginep disini, si anak kurang ngajar itu malah bawa kabur mantu Mama, awas saja nanti Mama bakal balas tuh anak" Ucap Kikan seolah lupa jika anak yang dia bilang kurang ngajar itu adalah anaknya sendiri.


William dan Alvian saling pandang dan mengangkat bahu mereka, mereka tidak ingin ikut campur karena jika mereka salah bicara yang ada mereka akan jadi korban, lebih baik diam cari aman daripada ikut-ikutan yang membuat mereka rugi sendiri.


--------


Holaa


jangan lupa likenya ya, vote n tip ls juga bagi yang mau😚😚


wow aku baca komen kalian di chapter kmrn dan itu bikin aku terharu tahu gak😚😚😚


Terima kasih untuk dukungan kaliam selama ini aku cinta kalian semua😚😚


Salam Sayang

__ADS_1


Author Galau


__ADS_2