Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Masa Lalu


__ADS_3

Rania dan Nungky berjalan berdua melewati koridor kelas, dari arah depan terlihat Awan yang sedang jalan bersama temannya, Nungky tersenyum menatap pujaannya yang sedang berjalan ke arahnya itu.


Dengan segera Nungky merapihkan rambut dan juga memastikan mulutnya tidak bau jigong, namun Nungky keleyengan sendiri saat mencium bau mulutnya, dengan segera dia memakan permen untuk menetralisir bau mulutnya yang sudah tidak karuan.


"Kamu lagi ngapain sih Ky?" Tanya Rania bingung.


"Bang Awan Ran mau kesini aku harus tampil cantik dong ya, biar dia gak bosen sama aku" Ucap Nungky sambil melihat ke arah depan dengan semangat.


"Ngapain juga Awan bosen sama kamu Ky, pacar bukan saudara bukan deket juga ngga!" Ucap Rania pelan.


Mendengar itu Nungky langsung mendelik ke arah Rania.


"Kamu itu bisa banget ya bikin semangat aku berkurang pagi-pagi gini tega kamu ya Mas, setelah apa yang kita lakuin semalam, sekarang kamu mau buang aku gitu aja kemana janji-janji manismu yang kamu ucapkan itu Mas" Ucap Nungky memulai drama paginya dengan muka berkaca-kaca.


"Diam bodoh aku lagi tertarik ikut dramamu itu!" Ucap Rania sambil menempeleng Nungky.


"Semalam kamu nonton apaaan sih Ky pagi-pagi udah korslet gini?" Ucap Rania sambil menatap temanya itu heran.


"Semalam aku nonton sinetron *Orang kelima" Ran seru loh tentang cinta segi lima gitu bagus banget sinetronya" Ucap Nungky semangat.


"Cinta segi lima? banyak banget yang terlibat siapa aja sampe bisa banyak banget gitu?" Tanya Rania penasaran.


"Gak tahu aku, juga soalnya semalam aku cuma nonton iklannya doang, abis itu aku lanjut nonton drama korea yang song-song ituloh yang main" Ucap Nungky.


"Yang pemainya nikah beneran terus cerai beneran juga? pantes kehidupan cintamu gak berkembang Ky, tontonanya kisah cinta yang baper di drama dan bikin galau di dunia nyata" Ucap Rania pelan.


"Oh gitu ya Ran, nanti malam aku mau ganti deh nanti aku mau nonton sinetron *Dunia kebalik*" Ucap Nungky.


"Kenapa lagi tuh, kamu mau jadi TKW di arab dan suami kamu ngurus rumah gitu?" Tanya Rania lagi.


"Bukanloh Ran, aku jadi TKW pas lagi perawan terus aku kerja di rumah pangeran arab, terus dia jatuh cinta sama aku dan akhirnya kita nikah di Zimbabwe" Ucap Nungky berkhayal.


"Iya terus pas malam pertama si pangeran tiba-tiba berubah jadi kodok dan ninggalin kamu buat nyari putri yag asli dan akhirnya kamu jadi janda perawan" Ucap Rania kesal memutuskan khayalan Nungky.


"Pagi Nungky, pagi Rania" Sapa Awan saat melewati mereka.


Rania hanya tersenyum membalas sapaan Awan, setelah Awan pergi Rania kembali melanjutkan perjalanannya.


"Ky, Veyya sama Gisuwa kemana kok gak kelihatan, apa mereka udah sampai di kelas duluan ya?" Tanya Rania sambil menoleh ke arah Nungky.


Namun gadis itu tidak ada di sampingnya, Rania pun berbalik menoleh kebelakang, dilihatnya Nungky yang sedang asyik menggoda Awan sambil memegang tangan pemuda itu.


"Bang tahu gak persamaan Bang Awan sama pemutih?" tanya Nungky.

__ADS_1


"Apa tuh?" Tanya Awan sambil mencoba melepaskan tangan Nungky, namun tidak bisa gadis itu memegangnya seperti lem.


"Sama-sama bisa menghilangkan noda hitam, kalau pemutih buat ngilang noda di baju, sedangkan Bang Awan buat ngilangin noda hitam di hatiku" Ucap Nungky sambil tersenyum.


"Tapi aku maunya jadi sunlight aja" Ucap Awan.


"Kenapa tuh Bang?" Tanya Nungky semangat.


"Biar bisa ngilangin kerak yang membandel" Ucap Awan sambil berusaha melepaskan tangan Nungky dan langsung berlari meninggalkan gadis itu.


"Bang Awan tunggu, aku padamu Bang, nanti malam kita jalan ya cari nafsu" Ucap Nungky membuat Rania tertawa di tempatnya.


"Dasar Nungky gak ada kapoknya ngejar Awan, kasihan juga si Awan di kejar sama cewek gesrek kayak Nungky" Ucap Rania sambil tersenyum.


Di tempat lain, Reno baru saja sampai di ruangannya, disana Iyan sudah duduk manis menunggu kedatangannya.


"Gimana apa kamu sudah menyiapkan berkas-berkas untuk kita bawa nanti?" Tanya Reno sambil duduk di kursi kebesarannya.


"Sudah nanti siang sehabis makan siang kita bisa langsung berangkat kesana" Ucap Iyan.


Reno mengangguk mengerti, Iyan menatap sahabat sekaligus atasannya itu yang terlihat murung dan tak bersemangat, tidak seperti biasanya sahabatnya seperti itu.


"Ada apa, kenapa kamu terlihat tidak bersemangat? hey ayolah ini proyek impianmu, harusnya kamu senang proyek kita ini hampir berhasil" Ucap Iyan.


"Tentu saja aku senang, aku bukan murung akan hal itu tapi sesuatu yang lain" Ucap Reno pelan.


"Entahlah belum pergi saja aku sudah merindukannya apa lagi nanti, aku takut tidak bisa mengontrol diriku dan malah langsung kembali kemari" Ucap Reno.


"Sampai segitunya kah kamu mencintainya Ren, apa kamu sudah menyatakan perasaanmu itu pada Rania?" Tanya Iyan penasaran.


"Belum, aku masih menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaanku, aku takut Rania akan menolakku" Ucap Reno sendu.


Memang benar dia dan Rania sudah dekat tidak bertengkar terus seperti dulu, tapi dia tidak tahu bagaimana perasaan Rania padanya, gadis itu hanya tahu berpikiran mesum tanpa tahu artinya.


Tapi Reno merasa Rania seolah menyembunyikan sesuatu darinya, Reno tidak tahu itu hanya perasaannya saja atau memang benar adanya, yang jelas dia masih belum tahu isi hati Rania.


"Dasar bodoh, untuk apa kamu takut dengan sesuatu yang tidak pasti, harusnya kamu nyatakan dulu baru setelah itu kamu tahu bagaimana perasaan Rania,dia mencintaimu atau tidak itu urusan nanti" Ucap Iyan menatap sahabatnya dengan kesal.


"Kamu mengguruiku seperti orang benar saja Yan, kamu sendiri kenapa sampai sekarang kamu belum juga menyatakan perasaanmu itu pada Adinda?" Ucap Reno balik menggoda Iyan sambil tersenyum.


"Hey kasusku beda denganmu ya, aku sudah tahu aku akan di tolak tanpa perlu mencari tahu" Ucap Iyan sendu.


Reno mengangguk mengerti, pasalnya sampai sekarang pun Adinda masih saja suka menghubunginya, gadis itu sepertinya belum menyerah meski Reno sudah meminta Adinda untuk menjauhinya.

__ADS_1


"Maafkan aku Yan, aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu" Ucap Reno meminta maaf.


"Hey sudahlah ini bukan salahmu, kita tidak bisa mengatur perasaan orang Ren, suka atau tidak kenyataannya dia memang menyukaimu dan aku tidak bisa melarangnya" Ucap Iyan.


"Tapi aku turut senang untukmu Ren, akhirnya kini kamu bisa menemukan kebahagianmu lagi tanpa harus mengingat masa lalumu itu" Ucap Iyan lagi.


Reno langsung terdiam mendengar ucapan Iyan, dia mengerti maksud dari kata-kata Iyan, dia ingat betul bagaimana kehidupannya berubah setelah kejadian 5 tahun lalu yang menimpanya.


"Kenapa melamun, apa kamu masih mengingatnya Ren?" Tanya Iyan dengan pandangannya memicing.


"Tentu saja aku ingat Yan, dia gadis yang pernah mengisi hari-hariku dulu, sampai kapanpun aku tidak mungkin melupakannya" Ucap Reno sendu.


"Sudahlah Ren maaf aku malah membuka luka lamamu itu, ketahuilah aku sangat senang kamu sudah bahagia sekarang" Ucap Iyan menyesali perbuatannya.


"Sebelum berangkat aku ingin menemuinya dulu, sudah lama setelah menikah aku belum sempat mengunjunginya sama sekali Yan" Ucap Reno sambil menoleh ke arah sahabatnya itu Iyan.


"Baiklah aku akan menemanimu, apa kamu butuh sesuatu yang lain?" Tanya Iyan.


"Tidak, tolong belikan aku bunga kesukaannya saja seperti biasa" Ucap Reno.


Iyan mengangguk mengiyakan, dengan segera Iyan langsung pamit keluar ruangan Reno, di dalam kesendirianya Reno tersenyum,air matanya tiba-tiba menetes.


"Aku merindukanmu Alysha" Gumamnya pelan.


ย 


***Bukan mantan yang membuatmu gagal move on, tapi kamu sendiri yang masih terkungkung dalam bayangan kenanganmu bersamanya***!!!


ย 


---------------


Hollla aku balik lagi๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


Pasti pada bingung ya hehe, sudah diam saja dan tunggu bagaimana aku akan membawa cerita ini๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


Jangan lupa sebanyak-banyaknya kalau nggak aku gak janji ya bakal up 2 x lagi muehhhehhehe๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Vote n tips bagi yang mau, dan terima kasih untuk kamu yang sudah mendukungku๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š


ย 


Salam Manis

__ADS_1


ย 


Author Galau Terus


__ADS_2