Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Bosan


__ADS_3

Sepulang sekolah Rania, Veyya, Gisuwa dan Nungky berkumpul di depan gerbang, mereka terlihat lelah hari ini kecuali Nungky yang masih terlihat bersemangat.


"Bang Awan aku nebeng dong sampe lampu merah depan!" Ucap Nungky saat Awan lewat membawa motornya.


"Ayo Awan sayang kita pergi!" Ucap Kartika sambil duduk di jok belakang motor Awan.


Nungky menatap Kartika tidak suka, padahal jika di bandingkan Nungky, jauh lebih dan lebih baik lagi untuk tidak di bandingkan dengan model cantik seperti Kartika.


"Maaf ya Ky aku harus nganterin Kartik pulang, aku duluan ya" Ucap Awan sambil menjalankan motornya.


"Mari semua kita duluan ya!" Ucap Kartika sambil tersenyum ramah yang langsung di balas oleh Rania, Veyya dan Gisuwa kecuali Nungky yang lebih memilih membuang muka saat Awan dan Kartika melewati mereka.


"Sabar Ky ini ujian, makannya kalau milih gebetan jangan ketinggian" Ucap Rania sambil menepuk pundak Nungky pelan.


"Iya Ky kan masih banyak cowok yang gak seganteng Awan, sadar dirilah Ky ada yang mau saja udah sujud syukur" Ucap Gisuwa ikut-ikutan menasehati.


"Ikuti saranku aja Ky, mau gak aku jodohin sama kang siomay yang aku bilang kemarin, tuh orangnya!" Ucap Veyya sambil menunjuk orang yang sedang berjualan siomay di seberang jalan.


Rania, Gisuwa dan Nungky memperhatikan orang tersebut yang berumur 30 tahunan awal, orang tersebut memiliki badan yang gemuk dan sedikit buncit, ah dan jangan lupakan kulitnya yang hitam kontras dengan gigi putihnya yang terlihat jika dia sedang tertawa.


"Aduh silau mataku Veyy, kebanyakan berjemur kayaknya tuh orang" Ucap Rania menutup matanya.


"Sama aku juga, tapi cocok kok buat kamu mah Ky, kulitnya eksotis gitu okelah udah sana gebet kali aja jodoh!" Ucap Gisuwa menyuruh Nungky menghampiri tukang siomay tersebut.


"Ogah ah kalian jahat banget sama aku, gini banget punya teman ya Allah" Ucap Nungky dengan muka memelas yang membuat Rania dan yang lain langsung tertawa.


"Makan yuk laper aku, gimana kalau kita sekalian nongkrong di kafe?" Ajak Veyya.


"Bolehlah aku juga lagi bosen di rumah gak ada yang seru!" Ucap Rania menyetujui ajakan Veyya sedangkan yang lain juga ikut-ikut saja menyetujui ajakan mereka.


Rania sebenarnya memang malas buru-buru pulang ke rumah, selain dia bosan karena Reno tidak ada di sampingnya dia juga tidak ingin di ganggu terus oleh Alvian.


"Gak apa-apalah pulang telat, dari pada nanggepin si kunyuk Al yang nyebelin itu!" Gumam Rania dalam hati.


Akhirnya mereka pergi ke sebuah Kafe yang cukup terkenal dengan menaiki mobil Veyya yang di antar oleh supirnya, sepertinya orang tua Veyya sudah tidak mengijinkan anak mereka membawa mobil sendiri.

__ADS_1


Setelah sampai disana mereka duduk di salah 1 sudut kafe, mereka sengaja mengambil tempat di sudut agar tidak banyak orang lain yang berlalu lalang menggangu mereka.


Disitu mereka juga bebas melihat ke arah luar dimana banyak kendaraan yang terlihat memenuhi jalanan diluar sana, Rania menatap keluar jendela dengan pandangan kosong.


"Ran kamu mau pesen apa?" Tanya Veyya.


"Iya Ran lihat nih Nungky aja pesenannya udah seabrek-abrek gak tahu deh tuh bocah bayarnya pakai apa" Ucap Gisuwa sambil melirik Nungky yang masih saja menyebutkan pesanannya.


"Awas ya Ky aku gak mau minjemin tanggal tua nih, aku belum di kasih jatah bulanan" Ucap Veyya memperingatkan.


"Yah gimana dong, Gis punya duit gak?" Tanya Nungky.


"Mana punya aku Ky, nih lihat duitku aja sekarat" Ucap Gisuwa sambil menunjukan dompetnya yang kosong melompong yang ada hanya selembar uang 10 ribuan.


"Ran, punya duit gak aku pinjem dulu boleh gak, kapan-kapan kalau aku ingat aku bayar hehe" Ucap Nungky sambil tersenyum.


"Kapan-kapan Ky? itu minjem apa minta sih Ky, masa bayarnya seenak kamu aja, pantesan ya hutangmu belum juga di bayar ke aku" Ucap Veyya kesal.


"Kapan sih Veyy kapan aku minjem uang ke kamu, kok aku gak ingat ya hehe" Ucap Nungky sambil tersenyum malu.


"Dasar bangke kamu Ky, ituloh kemarin waktu kita nonton bioskop kan kamu minjem uangku buat beli karcis sama kita makan" Ucap Veyya menatap Nungky kesal.


"Iya terserah kamu aja, sekalian aku pesenin apa aja terserah kalian" Ucap Rania cuek.


"Untung temanmu baik semua Ky, kalau gak sudah habis kamu di laporin atas penipuan, minjem tapi kayak minta, nasib apa kita punya teman kayak kamu Ky" Ucap Veyya sambil menggelengkan kepalanya tak mengerti.


"Ran aku juga minjem ya duitku tipis hehe" Ucap Gisuwa kepada Rania yang langsung di angguki gadis itu tanpa menoleh.


"Ini lagi bocah 1 pakai ikut-ikutan segala, gaya kalian nongkrong di kafe duit gak ada, duit kalian abis pakai apaan sih, aku tahu ya kalian dapat uang jajanya gede semua?" Ucap Veyya lagi kesal.


"Uangku habis beli tas kemarin hehe" Ucap Gisuwa.


"Kalau kamu Ky habis di pakai buat apa?" Tanya Veyya penasaran.


"Akumah bermanfaat ya uangnya aku pakai buat bikin poster bang Awan, dan aku juga lagi bikin seprai sama selimut yang gambarnya bang Awan" Ucap Nungku bangga.

__ADS_1


"Astagfirullah Ky, kalau Awan tahu bisa pingsan dia, photonya kamu pakai gituan" Ucap Gisuwa kaget.


"Bener tuh sampe segitunya kamu ngejar dia Ky aku gak nyangka, lagian si Awan kayaknya gak pernah nanggepin kamu Ky" Ucap Veyya.


"Gak apa-apalah namanya juga lagi berusaha, aku gak nyerah sampai titik darah penghabisan" Ucap Nungky semangat" Ucap Nungky semangat.


"Terserah kamu lah Ky, kita mah cuman bisa doain yang terbaik buat kamu" Ucap Gisuwa malas.


Nungky adalah gadis yang sangat keras kepala dia tidak akan menyerah mendapatkan apa yang dia mau, meski sudah di beritahu gadis itu tidak akan mendengarkan orang lain sampai dia sendiri merasakan akibatnya.


"Mba jadi mau pesan apa aja nih, dari tadi saya nungguin malah pada ngobrol!" Ucap Si pelayan wanita kesal yang sedari tadi berdiri menunggu mereka menyelesaikan pesanannya.


"Oh iya maaf Mba kita lupa, udah Mba itu aja sama 1 lagi kopi frapucinonya 1 ya buat teman saya" Ucap Veyya sambil tersenyum malu.


"Baik silahkan di tunggu pesanannya sebentar lagi sampai!" Ucap si pelayan sambil beranjak pergi.


Dalam diam Rania menatap layar hp nya, disitu terpampang wajah Reno yang sedang tertidur, Rania tersenyum menatap photo tersebut, dia ingat sekali dia mengambil photo itu saat Reno sedang tertidur di ruang tv.


"Mas aku kangen cepat pulang ya!" Gumam Rania pelan.


Di tempat lain Reno sedang duduk di balkon hotel tempat dia menginap, dia menatap ke arah langit yang terlihat sedikit mendung, memperlihatkan awan-awan hitam yang menutupi langit.


"Rania tunggu aku pulang sayang!" Gumam Reno pelan.


Reno menutup matanya sambil membayangkan wajah Rania yang tengah tersenyum, dia terlihat sangat cantik dengan rambut panjangnya yang indah berkilau.


"Aku mencintaimu Rania!" Ucap Reno pelan.


-------


Holla aku balik lagi😆😆


Catatan: Jika eps ini muncul sebelum eps yang ada potonya berarti eps nya kebalik guys jadi mohon maklum, kalau yang eps udah potonya muncul kalian bisa baca lagi dari awal ya😉😉


Daripada bosen nunggu novel ini up kalian bisa baca novelku yang 1 lagi, disana novelku gak ada yg baca guys sedih aku, dan maklumi jika banyk kesalahn penulisan yg lbh bnyk di novelku yang 1 lgi maklum aku masih bljr😆.

__ADS_1


Salam Manis


Author Galau


__ADS_2