Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Mencari Adinda


__ADS_3

Pagi harinya setelah sarapan Rania dan yang lain berkumpul di loby hotel, hari ini mereka akan berangkat ke pantai kuta untuk melakukan syuting iklan.


"Tin sutradaranya mana apa dia sudah siap?" Tanya Reno kepada Justin.


"Tenang Ren dia sudah siap bersama kru nya mereka sudah ada di pantai sekarang!" Ucap Justin meyakinkan.


Rania melirik suaminya itu yang terlihat tampan meski hanya mengenakan kemeja putih polos dan celanan berwarna cream.


"Udah nikah lama aja kamu masih mesam-mesem lihat si Om ganteng Ran, gimana semalam tempur habis berapa babak?" Tanya Gisuwa yang duduk di samping Rania.


"Iyadong Gis makanya nikah cepetan biar tahu rasanya gimana" Ucap Rania sambil tersenyum.


Dengan rambut terurai Rania terlihat sangat cantik mengenakan gaun berwarna putih membuat siapa saja pasti terkagum-kagum melihat kecantikannya apalagi jika Rania sudah tersenyum siapa saja tidak akan bisa menolak pesona Rania.


"Pengen sih Ran tapi aku belum diajak sama doi katanya nunggu aku lulus kuliah dulu" Ucap Gisuwa sedih.


"Sabar ya Gis jodoh udah ada yang ngatur kok, eh yang lain pada kemana kok gak kelihatan?" Tanya Rania sambil melihat sekitar mencari keberadaan Nungky dan Veyya.


"Mereka udah berangkat duluan ke pantai Kuta sama kak Alvian dan si Mas tampan, biasalah lagi ngejar target mereka" Ucap Gisuwa membuat Rania tersenyum simpul.


"Haha iyasih aku juga gak nyangka si Veyya nemuin juga cowok yang dia suka" Ucap Rania sambil tersenyum.


"Sama Ran aku juga tapi kasihan juga sih dia saingannya si mba gatel, udah kelihatan banget kalau Mas Iyan tuh sukanya sama si mba gatel jadi Veyya harus ekstra berusaha buat dapetin Mas Tampan Iyan" Ucap Gisuwa.


Rania mengangguk mengiyakan pernyataan Gisuwa, sudah dari dulu dia tahu jika Iyan menyukai Adinda meski Adinda sendiri sepertinya belum menyadari bagaimana perasaan Iyan yang sebenarnya padanya.


"Sayang kamu bisa tengokin Adinda di kamarnya gak?, dari tadi dia gak kelihatan loh!" Ucap Reno cemas setelah dia dan Justin menghampiri istrinya dan juga Gisuwa.


Sejak tadi pagi Adinda memang belum kelihatan batang hidungnya, bahkan tadi saat Reno bertanya pada Nungky teman sekamar Adinda dia malah menjawab tidak tahu dan berlalu pergi bersama Veyya mengikuti Iyan dan Alvian yang sudah berangkat duluan ke pantai Kuta.


Reno melirik jam di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukan Pukul 09:30 pagi. Seharusnya dia dan yang lain sudah sampai di pantai Kuta menyusul yang lain yang sudah lebih dulu pergi.


"Ngapain sih Mas nyuruh-nyuruh aku buat nengokin si ulet bulu, Mas khawatir banget ya sama dia belum lihat sebentar aja udah dicariin tuh si nenek lampir" Ketus Rania kesal sambil mendelik kearah suaminya itu.


"Bukan gitu sayang, kan dia itu model iklan produk sabunku Ran dan sekarang kita udah harus syuting, kalau gak ada dia gimana syutingnya mau mulai coba, coba lihat dulu ya Raniaku sayang sama Gisuwa juga lihatnya" Ucap Reno merayu kekasih halalnya itu.


"Kenapa gak Kak Kim sama Kak Alysh aja sih Mas, kenapa harus aku coba?" Ucap Rania masih enggan beranjak pergi.

__ADS_1


"Gak bisa Ran, Kimmy sama Alysh sudah pergi juga bersama Aldo tadi!" Ucap Justin memberi tahu.


"Iya sayang yang disini cuman tinggal kita ayolah Ran sebentar saja, atau kamu mau aku yang lihat Adinda di kamarnya?" Ucap Reno sambil tersenyum yang tentu saja membuat Rania melotot padanya.


"Awas saja kamu Mas mau pulang tinggal nama kamu?" Ancam Rania dengan tatapan tajam.


"Ayo Ran kita pergi saja dari pada kita nungguin si mba gatel terus disini!" Ajak Gisuwa.


"Hmm baiklah ayo Gis, kita lihat si mak lampir itu lagi ngapain sih bikin susah orang saja!" Ucap Rania akhirnya mengalah sambil beranjak berdiri dan berjalan bersama Gisuwa di sampingnya menuju kamar Adinda.


Tok


Tok


Tok1


"Woy buka!" Teriak Rania sambil mengetuk pintu kamar Adinda dengan keras.


"Mba gatel buka pintunya yuhuuuu ada kiriman paket nih!" Teriak Gisuwa sambil ikut mengetok pintu kamar gadis itu.


Hening tidak ada jawaban pintu kamar itu masih tertutup rapat membuat Rania dan Gisuwa saling pandang mulai merasa ada yang ganjal, mereka pun mencoba mendengarkan suara dari dalam kamar dengan menempelkan telinga mereka ke pintu namun nihil tidak terdengar suara apa pun.


"Gak mungkin Gis kalau dia udah pergi duluan kita pasti lihat dia di loby tadi tapi dia gak ada kan?, aku yakin dia masih di kamar!" Ucap Rania mulai merasa khawatir dengan Adinda.


"Terus gimana Ran, apa jangan-jangan si mba gatel bunuh diri terus mayatnya masih di dalam?" Ucap Gisuwa terkejut dengan pemikirannya sendiri.


"Entahlah aku juga tidak tahu" Gumam Rania khawatir sambil menatap pintu tersebut.


Untuk pertama kalinya dia merasa khawatir dengan keberadaan Adinda yang tidak kelihatan sejak tadi pagi, meski pun gadis itu musuhnya karena sudah menggangu dan menggoda Reno, tapi Rania tidak bisa menghilangkan rasa pri kemanusiaanya melihat Adinda yang bisa saja sedang dalam kesusahan.


Adinda masih manusia dan bukan hantu yang bisa dia abaikan meski tidak terlihat sekali pun, dia dan Gisuwa melihat ke sekeliling koridor hotel sepi hanya ada mereka berdua disana.


"Gimana Ran, apa kita panggil para cowok kesini buat minta bala bantuan?" Tanya Gisuwa khawatir.


Cekkrek


Saat Rania mencoba membuka pintu kamar Adinda dan Nungky pintu kamar tersebut langsung terbuka membuat mereka saling pandang.

__ADS_1


"Gak di kunci Gis, terus kita ngapain ya teriak-teriak sambil gedorin pintu dari tadi, kenapa kita gak mastiin dulu pintunya di kunci apa nggak hehe?" Ucap Rania sambil tersenyum merasa malu dengan kelakuannya sendiri.


"Entahlan mungkin karena kita terlalu pintar Ran jadi kayak gitu, ayo masuk kita lihat mayat si mba gatel ada disini atau gak!" Ucap Gisuwa.


Dengan perlahan Rania dan Gisuwa pun memasuki kamar tersebut, mereka mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar yang terlihat masih berantakan namun Adinda masih belum terlihat keberadaanya.


Mereka pun mencari di balkon kamar Adinda namun kosong tidak ada orang disana, mereka juga melihat kebawah hotel dari atas balkon untuk memastikan Adinda tidak bunuh diri dengan loncat dari atas balkon kamarnya.


"Huh syukurlah Ran si mba gatel gak bunuh diri sambil loncat kebawah, kalau iya kan kasihan masa udah bunuh diri mukanya jadi hancur pula!" Ucap Gisuwa sambil melihat kebawah bersama Rania.


"Iya Gis, kalau dia beneran bunuh diri dengan loncat aku takut dia gentayangin aku dengan wajahnya yang sudah tidak berbentuk kan serem Gis aku gak bisa ngelawan!" Ucap Rania sambil bergidik ngeri.


"Aku juga Ran, mana tadi malam si Veyya udah nembak mata si mba gatel lagi pasti tambah serem dah tuh" Ucap Gisuwa ikut bergidik ngeri.


"Ngapain si Veyya nembak mba Adinda, emang semalam ada apa Gis?" Tanya Rania bingung pasalnya dia terlau sibuk dengan Reno hingga tdak mengetahui apa yang terjadi semalam.


"Panjang ceritanya Ran yuk masuk lagi, mending kita cari si mba gatel dulu!" Ucap Gisuwa mengajak Rania kembali masuk ke kamar.


"Ayo Gis kita kesana, mungkin si mba gatel lagi di kamar mandi terus pingsan!" Ajak Rania


Dengan perlahan mereka berdua memasuki kamar mandi tersebut, saat masuk kedalam mereka harus kembali kecewa karena Adinda juga tidak ada disana.


"Ayo Gis kita keluar saja buat kasih tahu yang lain kalau mba Adinda hilang dan mungkin kita juga harus telepon polisi!" Ucap Rania sambil beranjak keluar kamar diikuti Gisuwa di sampingnya.


"Mudah-mudahan dia gak bunuh diri dan mati beneran ya Ran, ngeri aku bayanginya!" Ucap Gisuwa yang diangguki Rania.


Bruukkk


Suara benda keras yang jatuh membuat Rania dan Gisuwa langsung menoleh ke belakang, disana di depan lemari kamar yang terbuka Adinda tergeletak dengan tangan dan mulut yang terikat, Adinda menatap mereka penuh permohonan.


"Mba Gatel!" Teriak Rania dan Gisuwa secara bersamaan.


-----


Holla


Jangan lupa likenya ya, Vote n tips bgi yang mau aja😆😆

__ADS_1


Salam Sayang


Author Galau


__ADS_2