
Seorang gadis keluar dari kamar mandi dengan lesu, dengan perlahan dia berjalan keluar kamar meninggalkan seorang gadis yang masih tertidur dengan lelap di ranjangnya.
Rania berjalan dan duduk di sofa ruang tv sambil menyalakan tv tersebut yang menampilkan sebuah kartun favoritnya, dia menatap langit-langit dengan pikiran menerawang, sudah 1 bulan berlalu saat dia meninggalkan rumah.
Dia begitu tersiksa menjalani hari-harinya karena harus terbiasa hidup tanpa ada sosok Reno lagi disisinya, dia merindukan suaminya itu, orang yang akan selalu berusaha untuk membuatnya tersenyum bahagia.
Tapi dia harus kuat dan bertahan hidup tanpa Reno, ini sudah keputusannya meninggalkan Reno dan semua orang yang dekat dengannya, ini semua demi kebaikan mereka bersama. Rania tidak mau ada orang yang harus kembali terluka karena kehadirannya.
“Pagi hoam ngantuk banget sih aku” Sapa seorang gadis yang baru saja bangun dan duduk di sebelah Rania.
“Pagi” Balas Rania.
Dia menatap gadis yang telah menolong dan membawa Rania untuk tinggal bersamanya, gadis itu tidak lain adalah Adinda wanita yang pernah bermusuhan dengannya karena dia mengejar Reno yang merupakan suaminya.
Setelah sebulan dengan Adinda, Rania jadi tahu semua kebiasaan dan sifat asli Adinda yang ternyata sangat bertolak belakang dengan penampilannya saat berada diluar rumah, jika biasanya dia suka melihat Adinda yang cantik dan modis, maka saat berada di dalam rumah Adinda akan kembali ke kebiasaannya yaitu si gadis biasa yang tidak terlihat modis dari sudut manapun.
Lihat saja sekarang gadis itu sedang duduk disamping Rania sambil memakan mie instan milik Rania dengan muka bantal dan lecek karena belum mencuci muka nya, rambut yang diikat asal serta dia juga mengenakan celana pendek dan kaos kebesaran dengan gambar beruang kutub, gadis itu bahkan belum mandi semenjak mereka sampai di Jakarta kemarin, benar kata orang jika publik figur hanya terlihat ok diluarnya saja seperti Adinda atau mungkin itu hanya berlaku untuk Adinda.
Selama tinggal bersama Adinda yang merupakan model terkenal, Rania harus mengikuti kemanapun Adinda pergi baik itu keluar kota atau bahkan keluar negeri, sebenarnya dia merasa senang-senang saja karena dengan itu dia bisa menjernihkan pikiran sambil jalan-jalan di tempat-tempat yang belum dia kunjungi sebelumnya, bahkan saat dia bertemu Adinda waktu itu keesokan harinya dia langsung diajak pergi ke Bali dan sekarang tepatnya kemarin dia baru saja pulang dari Australia.
“Ran maaf aku habisin mie nya” Ucap Adinda sambil tersenyum pada Rania.
“Tidak apa Kak Din habiskan saja, oh ya kakak ngapain bangun pagi tumben?” Tanya Rania yang sekarang tidak lagi memanggil Adinda dengan sebutan Mbak Gatel.
“Aku harus bertemu Al kami ada kerjaan aku diajak untuk menjadi modelnya, makanya aku harus ke kantornya sekarang” Ucap Adinda menjelaskan.
Rania mengangguk mengerti sambil tersenyum samar, rasanya sudah lama dia tidak mendengar nama Alvian apalagi Reno suaminya, dia penasaran bagaimana kabar mereka sekarang.
“Ran apa kamu tidak berniat kembali sekarang? Sudah cukup lama kamu pergi dan aku yakin mereka kalang kabut mencari kamu Ran apalagi Reno” Ucap Adinda pelan, dia merasa kasihan pada Rania yang seperti kehilangan semangatnya.
Rania menoleh kepada Adinda sambil tersenyum samar, dia tahu maksud Adinda baik dia hanya ingin semua orang bahagia seperti semula.”Ntahlah Kak aku tidak tahu, apa menurutmu mereka akan memaafkanku jika aku kembali?” Tanya Rania.
Adinda mengangguk dengan yakin.”Tentu saja apalagi Reno dia pasti akan sangat senang jika kamu kembali Ran” Ucapnya sambil tersenyum dengan tulus.
Rania terdiam memikirkan ucapan Adinda.”Baiklah aku akan memikirkannya nanti” Ucapnya dan Adinda hanya mengangguk setuju mengikuti keinginan Rania.
“Kak” Panggil Rania pelan.
__ADS_1
“Iya kenapa?” Tanya Adinda sambil menoleh.
“Terima kasih untuk semuanya!” Ucap Rania tulus.
Dia sangat bersyukur waktu itu bertemu Adinda yang begitu baik membantunya, bahkan Adinda tidak pernah mengeluh soal Rania yang memintanya bungkam jika ada yang bertanya tentang Rania padanya, yang lucunya tidak ada seorangpun yang bertanya pada Adinda, dia hanya tau Reno mencarinya dari Iyan, dengan baik Adinda juga membelikan semua kebutuhan Rania, jika waktu itu dia tidak bertemu Adinda, dia sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.
“Sama-sama!” Jawab Adinda tulus.
“Oh tidak Ran sebaiknya aku siap-siap sekarang aku sudah telat” Ucap Adinda sambil berlalu pergi ke kamarnya.
“Kak Din aku mau keluar sebentar ya!” Teria Rania pada Adinda yang sedang dikamar mandi.
“Iya tapi jangan lama-lama Ran dan juga jangan lupa bawa kunci apartemenku, takutnya aku sudah pergi saat kamu kembali” Sahut Adinda dari dalam kamar mandi
“Baiklah aku pergi dulu” Pamit Rania.
Setelah keluar dari apartemen Adinda, Rania berjalan sendirian sambil menenteng tas kecil miliknya di sekitar taman yang letaknya tidak jauh dengan apartemen Adinda, dia tersenyum saat melihat anak kecil berlarian sambil dikejar oleh ayahnya.
Mungkin jika dia dan Reno mempunyai anak nanti, mereka juga akan bermain di taman seperti keluarga kecil yang bahagia, ah rasanya dia tidak sabar untuk melakukan itu semua, kemudian dia tersenyum kecut saat ingat dia dan Reno tak lagi bersama sekarang.
“Tolong!”
Reno yang kebetulan sedang berada di sekitar sana sambil menaiki mobil yang dibawa oleh supirnya, dia langsung menyuruh supirnya berhenti saat mendengar dan melihat seorang wanita yang wajahnya tidak terlihat tengah dihadang oleh 2 preman, dengan cepat Reno turun dari mobilnya dan menghampiri mereka.
Bugh
Bugh
Reno menendang dan memukul para pria tersebut dengan mudahnya membuat mereka terkapar di tempat, saat dia ingin mengembalikan tas milik wanita tersebut, alangkah terkejutnya dia saat melihat wanita itu adalah Rania istrinya yang sudah lama menghilang.
Mereka saling berpandangan dengan mata berbinar senang.
“Mas Reno”
“Rania”
Saat Reno ingin menghampiri Rania, tiba-tiba ada salah 1 preman yang menghampirinya dan langsung menusuk Reno di bagian perutnya, setelah itu dia dan temannya langsung kabur meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
“Mas bangun Mas” Ucap Rania panik sambil memangku Reno yang tengah tersenyum padanya, Reno membelai wajah Rania hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri.
Di ranjang rumah sakit dimana Reno sedang berbaring disana, Rania duduk sendirian di sisi ranjang suaminya itu dengan berurai mata saat melihat Reno yang belum juga membuka matanya.
Tadi setelah Reno tidak sadarkan diri dia langsung menyuruh supir dan orang-orang disekitar untuk membantu mengangkat Reno memasuki mobil dan membawanya ke rumah sakit yang untungnya berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Rania merutuki dirinya sendiri karena telah menyebabkan suaminya itu masuk rumah sakit, dia menyesali semuanya seharusnya dia tidak pergi meninggalkan Reno dulu, tapi apalah daya yang tersisa sekarang hanyalah penyesalan belaka, dia berjanji pada dirinya sendiri dia tidak akan pernah meninggalkan Reno lagi.
Diluar ruangan terlihat mertuanya, Alvian, Iyan dan juga ketiga temannya yaitu Veyya, Gisuwa dan Nungky tengah menunggu diluar sana, mereka tidak mau mengganggu Rania yang terlihat hanya ingin berdua saja dengan Reno.
“Mama Kikan aku lapar!” Ucap Nungky kepada Kikan yang sedang menguap disampingnya.
Kikan menoleh kepada ketiga anak barunya yang menatapnya dengan pandangan memelas.
“Ayo Kuy kita makan!” Ucap Kikan senang sambil beranjak dan berjalan disusul oleh ketiga makhluk tidak tahu diri itu.
Entah apa yang mereka pikirkan apalagi Kikan yang terlihat biasa saja melihat Reno yang tidak sadarkan diri, sedangkan tadi saat dia melihat Rania lagi ibu 2 anak itu langsung menangis tersedu-sedu dan mengucap syukur yang teramat dalam karena menantu kesayangannya yang telah kembali.
Ataukah ini semua hanya permainan belaka yang dia susun dengan Adinda yang kini juga ada di rumah sakit tersebut dan duduk disamping Iyan, hanya mereka, tuhan dan author yang tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Rania memegang tangan suaminya itu yang terasa hangat.”Mas aku hamil” Ucapnya pelan.
“Benarkah?”
Rania mendongak menatap Reno yang sedang menatapnya dengan mata berbinar senang, bukannya memeluk Rania malah bengong menatap Reno yang kini sudah duduk di ranjangnya.
Gubrak
Dan akhirnya Rania kembali jatuh pingsan karena kaget melihat Reno yang bisa pulih dengan cepat.
THE END
-----------
huaaa akhirnya konfliknya usai juga ya, eh aku mu bilang Nat it kaka kndung Rania ya jgn salah paham dan mikir dia anak hsil perselngkuhan😆😆😆
Mau aku lanjut atau udah aku bikin end aja nih???
__ADS_1
See U Next Time