Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Bahagia


__ADS_3

Pesta peluncuran produk sabun Reno yang diselenggarakan di salah 1 hotel mewah di Jakarta itu berlangsung meriah, banyak para pebisnis sukses dan juga para tamu undangan yang hadir terlihat memenuhi aula hotel tersebut.


Terlihat Adinda tengah dikerumuni beberapa wartawan yang tengan memotret dirinya yang terlihat cantik dengan mengenakan gaun seksi yang menjuntai indah memperlihatkan keindahan tubuhnya yang mulus dan juga seksi.


Iyan yang berdiri di samping gadis itu berusaha menutupi tubuh Adinda yang terekspos dengan memeluk pinggangnya posesif tapi Adinda langsung menepis tangan Iyan sambil melambaikan tangannya dan tersenyum dengan senang ke arah kamera.


Adinda seolah merasa puas dengan penampilannya malam ini terbukti semua mata tertuju padanya, seolah mengagumi kecantikan yang terpancar dari model terkenal seperti dirinya.


“Aku yakin aku pasti menang taruhan dari si Rania, tapi kemana juga bocah itu belum datang juga? Ah aku yakin dia pasti takut saingannya denganku!” Batin Adinda sambil tersenyum senang membayangkan kekalahan Rania.


3 orang gadis menatap Adinda sebal mereka memperhatikan musuh mereka sambil menyesap minuman berwarna merah yang mereka ambil.


“Tuh si mbak gatel pake pelet apa ya bisa kelihatan cantik gitu?” Gumam Gisuwa.


“Cantik dari mana sih Gis matamu katarak ya, cantikan juga aku kemana-mana!” Ucap Veyya memuji dirinya sendiri.


“Ky jaga kelakuan dikit dong masa di pesta makannya banyak gitu, gak malu apa dilihat orang” Omel Veyya kesal sambil menatap Nungky yang tengah asyik memakan berbagai macam kue kecil yang disediakan untuk para tamu.


“Enak Veyy coba deh aku niatnya juga makan satu eh kebablasan jadi gak bisa berhenti ngunyah nih mulut” Ucap Nungky sambil tersenyum, dia mencomot salah 1 kue coklat dan langsung memakannya.


Gisuwa dan Veyya langsung menarik gadis tidak tahu malu itu untuk menjauh dari stand makanan, mereka yakin semua makanan bisa habis jika ada Nungky di dekatnya.


“Sini kamu diam disini Ky, jangan kemana-mana!” Perintah Gisuwa kepada Nungky yang hanya mengangguk tanpa mengalihkan perhatiannya dari para pria tampan yang ada didekat mereka.


“Hai Mas Ganteng kenalan yuk aku Jesika Mas!” Ucap Nungky sambil menghampiri salah 1 lelaki tampan yang sedang mengobrol bersama temannya.


“Maaf saya gak punya waktu buat berkenalan dengan gadis kecil sepertimu!” Ucap Si pria tampan cuek.


“Sombong amat sih bang sok jual mahal nih, ayo bang kita mojok yuk disana ngomongin masa depan kita!” Ucap Nungky sambil menunjuk salah 1 meja disudut ruangan.


“Babby ini siapa selingkuhan kamu?” Tanya seorang wanita blasteran kepada si pria tampan sambil menunjuk Nungky.


Sebelum si pria menjawab pertanyaan kekasihnya itu, Veyya dan Gisuwa sudah menarik Nungky menjauh sambil tersenyum sungkan kepada mereka.


“Maaf ya Mas,Mbak teman kita ganggu maklum obatnya habis!” Ucap Veyya meminta maaf dan langsung mengajak Nungky bersama Gisuwa.


“Heh Kampret awas ya kalau kamu sampai keganjenan lagi aku ikat kamu Ky, gak ingat apa dulu di sekolah kita sampai dihukum gara-gara kamu godain pacar orang” Omel Veyya kesal sambil mengancam Nungky, Gisuwa mengangguk mengiyakan.Temannya itu memang tidak bisa tenang sedikit saja.


“Iya Veyy kalau perlu kita masukin ke gudang biar gak bisa kemana-mana dia!” Ucap Gisuwa ikut mengancam Nungky.


“Hehe jangan dong guys mending kita tungguin Ran yuk!” Ucap Nungky sambil mengajak kedua temannya itu pergi ke depan pintu aula.


Para wartawan langsung mengalihkan perhatian mereka saat 5 orang yang merupakan keluarga pebisnis sekaligus pemilik perusahaan terkenal yaitu pemilik produk sabun yang sedang diluncurkan datang.


Mereka berdecak kagum saat melihat seorang gadis yang terlihat sangat cantik datang bersama Reno dan keluarganya, gadis cantik itu adalah Rania yang terlihat anggun mengenakan gaun berwarna putih gading dengan rambut bergelombang yang digerai indah.


Veyya, Gisuwa dan Nungky hanya melongo melihat keluarga sempurna di hadapan mereka, orang tua yang tampan dan cantik, sedangkan anak dan menantunya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi soal kerupawanan mereka.


“Ya Allah bang kayaknya kalau aku beneran nikah sama bang Al, bisa perbaiki keturunan dan juga masa depan anak-anakku nanti!” Gumam Nungky pelan.

__ADS_1


“Iya kamu dapat kak Al itu jatuhnya anugerah Ky, tapi kalau dia dapetin kamu namanya musibah ditambah nasib sial Ky!” Ucap Gisuwa dengan sadisnya.


“Tega kami Gis yasudah aku sama Bang Awan aja udah, aku mah ngalah aja ikhlas kok” Ucap Nungky mengalah dengan mimik muka seperti bawang putih yang selalu tersenyum meski disiksa oleh ibu tiri dan juga bawang merah.


“Kalau ngalah itu kamu nikah sama Kang siomay Ky, Awan mah jatuhnya kena kutukan kalau nikah sama kamu Ky!” Ucap Veyya sambil mengedarkan pandangannya mencari pujaan hatinya Iyan, sedangkan Gisuwa langsung tertawa mendengar ucapan Veyya dan juga melihat Nungky yang sudah memonyongkan bibirnya sebal.


“Udah Ah aku mau cari Mas Tampan Iyan dulu, kemana ya dia dari tadi gak kelihatan” Gumam Veyya sambil meninggalkan kedua temannya itu.


Rania tersenyum lembut ke arah kamera dan juga para tamu yang melihatnya ke arahnya, dengan langkah kakinya yang anggun Rania berjalan sambil menggandeng tangan Reno yang terlihat sangat gagah dan juga tampan.


Di belakang mereka Kikan dan William berjalan berdampingan, meski usia mereka yang tidak muda lagi namun aura kecantikan dan ketampanan masih terpancar dalam diri mereka, apalagi saat keduanya tersenyum membuat siapa saja akan iri dengan keawetan wajah mereka yang masih terlihat sehat dan juga muda.


Di Belakang Kikan dan William, Alvian berjalan sendirian dengan gontai, dia mencoba tersenyum ke arah kamera dan juga para tamu membuat para wanita lajang langsung berteriak histeris mengagumi ketampanan Alvian, jika Reno sudah memiliki istri, maka mereka bisa dengan bebas mendekati adiknya yang tak kalah tampan, apalagi lelaki itu masih belum memiliki pacar membuat siapa saja pasti ingin menjadi kekasih lelaki tampan tersebut.


“Hai mba gatel kamu terlihat cantik malam ini” Sapa Rania sambil menyunggingkan senyumannya yang menyebalkan kepada Adinda.


Adinda tersenyum kecut melihat penampilan Rania yang terlihat sangat cantik dan juga berbeda, dia mendengus sebal tak mampu membohongi dirinya sendiri jika dia sudah kalah saingan dengan gadis kecil di depannya itu.


“Hai Tante Kikan apa kabar tante makin cantik aja deh!” Sapa Adinda sambil tersenyum manis menyapa Kikan, dia berharap ibu dari pujaan hatinya itu sudah melupakan kejadian beberapa tahun lalu yang membuatnya langsung dicap gadis mesum tukang intip oleh Kikan.


Kikan menoleh menatap Adinda sambil tersenyum samar, dia menaikkan dagunya sombong sambil merangkul tangan suaminya dengan mesra.


“Baik, misi tante mau kesana dulu, kalau disini lagi bisa-bia tante di videoin lagi kayak dulu!” Sindir Kikan sambil berlalu mengajak suaminya pergi.


“Kasihan banget mba gatel dicuekin nih ye” Ucap Rania sambil tertawa renyah.


Adinda menatap Rania sebal gadis itu seolah puas saat Kikan mengabaikannya barusan, kemudian matanya beralih menatap Reno yang terlihat sangat tampan.


“Ah terima kasih ini juga demi istriku, aku tidak mau terlihat buruk bersanding dengan gadis cantik seperti Rania yang terlihat sangat sempurna di mataku!!” Ucap Reno sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Rania membuat gadis itu tersipu malu dengan pipi merona merah.


Adinda mendengus melihatnya matanya beralih melihat Iyan yang tengah bersama Veyya, entah apa yang mereka bicarakan yang jelas Iyan terlihat senang melihatnya, Adinda mengedikkan bahunya tidak peduli dia kembali menatap Rania dan Reno yang sudah tidak ada ditempatnya.


“Kemana Reno?” Gumam Adinda.


Suara lelaki itu pun terdengar Reno tengah memberikan pidatonya bersama Rania yang setia berdiri disamping Reno, mereka terlihat sangat serasi banyak orang berkasak-kusuk memuji mereka dan bilang jika mereka pasangan idaman.


“Wah mereka serasi sekali jadi berasa lihat pangeran dan putri cantik di negeri dongeng” Ucap Salah seorang tamu.


“Iya lihat gadis yang bernama Rania itu cantik sekali dan juga terlihat sangat ramah dan anggun, ah aku juga mau punya menantu seperti dia!” Ucap Tamu lain.


Adinda mengabaikan semua celotehan mereka yang menurutnya hanya menyakitkan jika dia terus mendengarnya, dia pun berjalan ke arah lain dan mengambil minuman dan langsung menenggaknya sampai habis.


Di sisi lain Rania dan Reno yang baru saja selesai menyampaikan kata sambutan, mereka berdua berdiri bersama sambil memegang minuman merah dan menyesapnya dengan anggun.


“Gimana sayang kamu senang kan, sudah kubilang kamu akan jadi ratu paling cantik disini sayang” Ucap Reno sambil tersenyum.


Rania mengangguk sambil tersenyum memandang Reno dengan mata berbinar senang. “Iya Mas aku senang sekali apalagi lihat si mba gatel yang kepanasan aku jadi tambah senang” Ucap Rania.


“Kamu itu suka sekali ya membuat Adinda kesal hmm?” Ucap Reno sambil mencolek hidung Rania dengan gemas.

__ADS_1


“Suka Mas selama dia masih ngejar-ngejar kamu aku juga gak akan berhenti membuat si nenek lampir itu sengsara” Ucap Rania dengan tegas.


“Baiklah-baik terserah kamu saja Ran, tapi ingat baik-baik jangan pernah membuatku cemburu dengan dekat-dekat dengan lelaki lain, lihat meski sedang bersamaku saja banyak sekali lelaki busuk yang melirik kearahmu membuatku ingin membunuh mereka saja!” Ucap Reno sambil menaruh minumannya dan juga Rania dan langsung memeluk pinggang gadisnya itu posesif.


Reno menatap semua pria yang menoleh ke arahnya dan Rania dengan tajam seolah mengingatkan jika gadis disampingnya itu adalah miliknya, para pria itu langsung tersenyum segan sambil mengalihkan perhatian mereka, berurusan dengan Reno adalah hal terakhir yang mau mereka lakukan itupun jika mereka sudah bosan hidup.


Setelah menatap para tamu yang hadir Reno baru sadar jika Bram ayah Rania tidak hadir di pestanya, padahal dia sudah mengirim undangan untuk ayah mertuanya serta kakak iparnya.


Reno bisa mengerti jika Natalya dan Joshua tidak hadir mengingat usia kandungan Natalya yang sebentar lagi akan lahiran, tapi Bram pria itu sepertinya memang tidak berniat hadir ke pestanya, Reno tersenyum miris dengan pikirannya sendiri tentang Bram, kemudian dia menoleh ke arah Rania yang terlihat senang di sampingnya.


“Baik sekali kamu Ran, bahkan kamu masih bisa menyunggingkan senyumanmu itu meski aku tahu di hati kecil, kamu mengharapkan jika Bram datang” Batin Reno.


Reno tersenyum lembut sambil mencium puncak kepala Rania membuat gadis itu mengerjapkan matanya dan menatap Reno dengan pandangan polos.


“Mas cium-cium mulu ish malu dong Mas, diliatin orang-orang kita!” Ucap Rania sambil mengerucutkan bibirnya kesal membuat Reno malah terkikik geli melihat Rania yang terlihat sangat menggemaskan untuknya.


“Ayo sayang kita dansa!” Ucap Reno sambil menarik tangan Rania saat musik yang mengalun indah terdengar di telinga mereka.


Mereka menari dengan senang tak memperdulikan tatapan orang-orang yang melihat mereka, beberapa pasang tamu juga ikut berdansa bersama mereka dengan senang.


Tak terkecuali Kikan yang dengan antusias mengajak suaminya William untuk ikut berdansa bersama mereka, pesta itu berlangsung dengan sangat meriah para tamu serta Reno dan Rania terlihat sangat menikmati acara tersebut.


“Aku mencintai kamu Mas terima kasih untuk malam yang indah ini!” Ucap Rania sambil tersenyum dengan tulus.


Reno tidak menjawab dia langsung mengecup bibir Rania membuat gadis itu memejamkan matanya dan mereka memperdalam ciuman mereka, para tamu langsung berteriak heboh saat melihat Rania dan Reno berciuman, melihat itu Rania langsung menyembunyikan wajah cantiknya di dada bidan Reno sambil memeluk suaminya itu dengan pipi bersemu merah karena malu.


“Lihatlah Din mereka terlihat sangat bahagia, apa kamu tega melihat kebahagiaan mereka rusak karena kamu yang masih mengejar Reno?” Ucap Iyan sambil menoleh menatap Adinda yang terlihat fokus menatap Reno dan Rania.  


Adinda langsung menoleh menatap Iyan di sampingnya, dia menghembuskan nafasnya pelan sambil tersenyum tipis.


“Entahlah Yan aku tidak tahu!” Jawabnya kemudian.


“Aku tahu kamu bukan orang jahat Din, berhentilah  mengejar mereka dan cari laki-laki yang memang mencintai kamu dengan tulus!” Ucap Iyan menatap Adinda dengan raut wajah tak terbaca.


“Lucu sekali kamu Yan memangnya ada yang mencintai aku dengan tulus, kebanyakan dari mereka hanya mengagumi kecantikanku saja tidak ada yang benar-benar tulus mencintaiku!”  Ucap Adinda sambil menunduk dan tersenyum miris.


“Ada Din ada orang yang mencintai kamu dengan tulus dan itu aku!” Ucap Iyan membuat Adinda langsung mendongak menatap Iyan yang terlihat serius menatapnya.


Saat gadis itu akan bicara Iyan malah pergi meninggalkan Adinda, membuat gadis itu mengerutkan keningnya bingung.


“Iyan kenapa sih mabuk sirup kali ya?” Gumam Adinda seolah tidak menganggap serius ucapan Iyan padanya barusan.


“Begitulah cowok mba gatel, sering bicara  tanpa kejelasan dan membuat kita mati penasaran!” Ucap Nungky sambil memegang pundak Adinda sambil nyengir tidak jelas.


Adinda langsung menepis tangan Nungky dan pergi meninggalkan gadis itu sendirian dengan terburu-buru, dia tidak mau kena sial lagi jika dekat dengan Nungky.


Nungky menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil melihat sekelilingnya.


“Ya Allah dosa apa aku ya perasaan ditinggalin mulu aku, Veyya, Gisuwa sama bang Al kemana lagi?” Gumam gadis itu sambil berjalan mencari keberadaan mereka.

__ADS_1


------


jangan lupa mampir di lapak Nungky ya "Kepentok Cinta Nungky"


__ADS_2