
Empat orang gadis belia tengah berkumpul diruang tengah, Rania menatap ketiga temannya yang sedang mengelus-ngelus perut Rania sambil cekikikan.
“Bayinya pasti lagi ngorok ya Ran ada bunyinya gitu” Ucap Gisuwa sambil tersenyum.
“Itu suara perut kali Gis, mana ada bayi ngorok baru juga tiga bulan” Ucap Veyya kesal.
“Kamu gak ngidam Ran, suka mual-mual gak?” Tanya Nungky.
Rania terlihat berpikir sejenak kemudian dia menggeleng.”Gak sih paling cuma nafsu makanku aja yang naik, mual juga paling kalau pagi doang itupun gak parah, kecuali tuh Mas Reno kelakuannya aneh semenjak aku nikah” Ucap Rania sambil melirik Reno yang sedang asyik bermain laptop di depannya sambil cekikikan saat menonton film komedi.
“Tuh lihat kelakuannya makin jadi aja” Ucap Rania sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Om Tampan lagi ngapain om ikutan dong!” Ucap Nungky sambil duduk di samping Reno.
“Lagi nonton kartun Ky ayo ikutan Ky seru kartunnya” Jawab Reno dengan semangat.
Mereka berdua pun menonton kartun bersama sambil memakan keripik, sedangkan Rania, Veyya dan Gisuwa hanya diam memperhatikan mereka, kemudian Kikan datang menghampiri mereka.
“Lagi ngapain tuh mereka anteng banget kayaknya?” Ucap Kikan sambil melirik Reno dan Nungky, kemudian dia duduk disamping menantu kesayangannya itu.
“Gak tahu Ma udah biarin aja mereka mau ngapain biar diam mereka gak bikin ulah, aku udah capek ngurusin tingkah Mas Reno” Ucap Rania cuek.
“Iya juga ya Mama juga gak ngerti anak Mama bisa berubah gitu, yang sabar ya nak” Ucap Kikan sambil mengusap rambut Rania dengan lembut.
“Pasti Ma, mau gimana lagi mungkin ini cuma bawain bayi Ma” Ucap Rania pelan sambil meminum es jeruk miliknya.
“Eh emang laki bisa ngidam juga Mama Kikan” Tanya Gisuwa penasaran.
“Iya Ma aku aja baru lihat laki ngidam aneh lagi” Ucap Veyya ikut bersuara.
“Ada sih sebenarnya suami yang bisa ikutan ngidam juga, tapi kalau kelakuannya sama kayak Reno gak ada deh kayaknya yang ngidam kayak ibu-ibu rempong cuma anak Mama doang” Jawab Kikan sambil memakan keripik.
“Mudah-mudahan kalau aku nikah nanti, suamiku gak ikutan ngidam apalagi yang aneh gitu” Ucap Veyya sambil bergidik ngeri melihat Reno.
“Aku juga Veyy ganteng boleh narsis jangan” Ucap Gisuwa menyetujui ucapan Veyya.
“Laki aku tuh” Ucap Rania kesal sambil melempar Gisuwa dan Veyya dengan keripik membuat keduanya tersenyum.
“Tapi Mama juga gak mau punya suami kayak gitu nak, maaf ya kali ini Mama dukung Veyya sama Gisuwa” Ucap Kikan sambil nyengir, sedangkan Rania hanya mendengus sebal dia juga merasa malu melihat tingkah suaminya itu.
__ADS_1
Tiba-tiba Nungky dan Reno tertawa terbahak-bahak saat kartun tersebut memperlihatkan adegan lucu, Rania bergidik ngeri entah mengapa dia merasa suaminya mulai bertingkah aneh seperti Nungky yang tentu saja dia tidak mau itu terjadi.
“Mas sini!” Panggil Rania pelan.
“Apa sayang” Ucap Reno menghampiri istrinya itu dengan tersenyum.
“Beliin aku sate ya Mas tapi yang jualnya harus ada cowok botaknya terus kamu harus menyuruh dia nyanyi lagu “Goyang Dumang* ya Mas, terus video-in biar aku liat” Ucap Rania, dia tidak berbohong atau mencoba mengerjai Reno, entah kenapa dia tiba-tiba ingin makan sate yang tukang satenya botak dan bernyanyi lagu itu.
Reno melongo menatap Rania yang tersenyum manis padanya.”Dimana carinya sayang, yang biasa aja ya yang di depan komplek kan enak tuh satenya” Ucap Reno merayu Rania.
“Gak mau Mas aku maunya yang itu pokoknya harus kalau gak aku gak mau makan” Ucap Rania sambil cemberut.
“Tuh dengar Ren beliin gih kasihan Rania, emangnya kamu mau anak kalian nanti suka ileran” Ucap Kikan menasehati.
“Ya sudah aku beli dulu ya sayang tunggu disini aku segera kembali” Ucap Reno mengecup kening Rania dan segera beranjak.
“Mas” Panggil Rania lagi membuat Reno menghentikan langkah kakinya dan menoleh pada Rania dengan pandangan bertanya.
“Sambalnya harus dipisah y Mas, terus satenya gak boleh gosong tapi gak boleh kurang matang juga pokoknya harus pas kayak di tv-tv” Ucap Rania mengingatkan.
Reno mengangguk mengiyakan dan segera pergi meninggalkan istrinya itu sebelum Rania memesan yang aneh-aneh padanya, Rania tersenyum memandang punggung Reno yang mulai menghilang, meskipun Reno suka bertingkah aneh tapi dia selalu sigap memenuhi semua keinginan Rania.
Alvian menatap Nungky sambil tersenyum dengan salah tingkah, semenjak kejadian waktu itu dia jadi suka melihat Nungky.”Pa-pagi Ky iya nih abang abia ngedit foto kalau tahu ada kamu pasti abang keluar dari tadi” Ucapnya sambil tersipu malu.
“Eh Al ada apa sama Nungky kok kayak ada yang aneh?” Ucap Rania kepada Gisuwa dan Veyya saat melihat tingkah Alvian yang berbeda saat melihat Nungky.
Veyya dan Gisuwa saling berpandangan dan menggeleng tidak tahu.”Gak tau aku juga baru lihat kak Al kayak gitu sama Nungky” Ucap Veyya jujur.
“Sama aku juga mungkin dia udah kepentok sama cintanya si Nungky” Ucap Gisuwa dan merekapun tersenyum geli sambil melirik Alvian dan Nungky.
“Bang Al cobain deh enak ya keripiknya” Ucap Nungky tanpa apa-apa menyuapi Alvian keripik yang dipegangnya yang tentu saja membuat Alvian tersenyum senang sambil memakan keripik itu dengan lahap.
“Kayaknya anak Mama beneran jodoh Nungky, aduh senangnya” Ucap Kikan dengan girang.
“Kayaknya sih gitu Ma, wah bentar lagi Maka besanan dong sama Tante Des” Ucap Gisuwa sambil nyengir.
“Oh iya kamu benar juga Gis, pasti seru deh kalau besanan sama dia” Ucap Kikan sambil tersenyum senang.
__ADS_1
“Seru banget Ma, kan Tante Des sebelas dua belas anehnya kayak Nungky dan lucu kayak Mama” Ucap Veyya sambil tersenyum.
“Iya tuh Ma ntar kalau udah nikah Mama bakal punya teman baru yang sehati dan sepemikiran kayak Mama” Ucap Gisuwa menyetujui ucapan Veyya.
“Wah betul sekali kalian nak pasti seru deh ngerumpi sama Desi ibunya Nungky, gimana kamu setuju kan sayang kalau Nungky jadi ipar kamu?” Tanya Kikan sambil menoleh menatap Rania yang sedang asyik memakan keripik.
“Setuju dong Ma, aku sih gak masalah Al mau nikah sama siapa aja” Ucap Rania sambil tersenyum.
“Hai sayang ni satenya aku udah dapat!” Ucap Reno datang menghampiri mereka sambil menenteng kresek hitam berisi sate pesanan Rania.
“Tumben cepat Mas kamu nemuin tukang sate botak dimana?” Tanya Rania bingung.
“Di depan komplek Ran, aku bayar aja tukang satenya buat botakin rambut dia sama nyanyi *goyang dumang*” Jawab Reno sambil tersenyum.
Rania tersenyum senang, kemudian dia beranjak dari duduknya dan menghampiri Reno.”Makasih sayang, yaudah kita makan yuk di meja makan!” Ajak Rania sambil menggandeng Reno pergi.
“Jadi pengen cepat-cepat nikah aku kalau liat Om Tampan sama Rania” Gumam Gisuwa pelan.
“Sabar sayang Mama doain biar kamu cepat dilamar sama Radit ya nak” Ucap Kikan menenangkan.
“Aku juga dong Ma, doain aku biar bisa sama Mas Iyan” Ucap Veyya dengan mata memelas.
“Tentu pokoknya Mama doain kalian bisa cepat dapat jodoh” Ucap Kikan.
“Aku nggak nih Ma, jodohku siapa?” Tanya Nungky sambil menghampiri mereka.
“Jodohmu kan Al sayang, iyakan Al kamu mau kan nikah sama Nungky?” Ucap Kikan sambil menoleh kepada Alvian.
Bukannya menjawab Alvian hanya tersenyum sambil menatap Nungky yang tengah asyik memakan keripik, kemudian dia pun berlari seperti kembang desa dikejar maling eh salah dikejar jodoh maksudnya.
“Kamu gak ngejar bang Al Ky kok diam aja?” Tanya Veyya bingung.
“Iya Ky biasanya kamu kan suka banget godain bang Al kok sekarang nggak Ky?” Tanya Gisuwa.
Nungky menatap Gisuwa dan Veyya sambil tersenyum.”Biarin aja bang Al yang ngejar aku, ibaratnya bikin cinta dulu dikejar kemudian” Ucapnya sambil cengengesan.
“Wah benar itu Ky, Mama dulu juga gitu waktu dapetin Papanya Al sama Reno!” Ucap Kikan sambil tersenyum.
Veyya dan Gisuwa saling berpandangan, mereka berpikir untuk mempraktekan tingkah Nungky dan Kikan, Gisuwa yang berharap segera dilamar oleh Radit tunangannya, sedangkan Veyya yang berharap Iyan akan kepincut oleh cintanya seperti yang terjadi pada Alvian yang terlihat mulai jatuh cinta pada Nungky.
__ADS_1
-------####
Hiya pada penasaran ya knp Al bisa gitu😆😆😆liat aja nta dilapak *kepentok Cinta Nungky*