Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Bertemu Adinda


__ADS_3

Alvian mengajak Rania dan yang lain ke sebuah mall, disana mereka langsung menuju ke toko baju yang sedang diskon.


"Lihat deh bagus gak buat aku?" Tanya Nungky sambil memperlihatkan gaun seksi dengan warna yang mencolok.


"Astagfirullah ngapain kamu beli baju gituan Ky, itumah buat cewek dewasa gak pantes buat kita mah" Ucap Gisuwa kaget.


"Kami cari baju di sebelah sini Ky disini model bajunya buat gadis seumuran kita, bukan di sebelah sana yang isinya cuman baju seksi untuk orang dewasa" Ucap Veyya.


"Emang kita gak boleh gitu beli baju ini, aku kan mau gebet bang Awan pakai baju ini" Ucap Nungky.


"Dasar kamu ini Ky, yang ada Awan bakalan kabur kalau lihat kamu pakai baju itu Ky" Ucap Rania kesal.


"Sejak kapan juga Awan suka cewek yang pakai baju kurang bahan gitu, sudah Ky beli ini saja!" Ucap Veyya sambil melempar kaos bergambar Doraemon.


"Gak mau ah Veyy udah banyak bajuku model gitu mah, aku tetap mau beli baju ini!" Ucap Nungky kekeh.


"Terserah kamu saja Ky, aku dukung kok!" Ucap Gisuwa sambil mengacunkan jempolnya.


"Makasih Gis kita emang sehati ya, kak Al gimana bagus gak bajunya aku mau beliloh?" Tanya Nungky kepada Alvian.


"Iya bagus Ky cocok kok buat kamu!" Ucap Alvian tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Dia melirik ke arah Rania yang tengah asyik memilih pakaian bersama yang lain, gadis itu masih terlihat sama baginya gadis polos periang yang selalu dicintainya.


"Sayang ya Ran kamu sudah menikah dengan kak Reno, jika tidak mungkin sekarang aku yang akan melamar dan menikahimu" Ucap Alvian dalam hati sambil tersenyum samar.


"Lihatinnya jangan sampai melotot gitu kak, ingat dia cuman mantan bukan lagi pacar atau gebetan" Bisik Nungky ditelinga Alvian.


"Aku jddi beli baju ini ah berapa sih harganya?" Ucap Nungky sambil melihat label harga baju tersebut.


"Astagtagfirullah" Ucap Nungky setelah melihat harga baju tersebut.


Dia melihat kanan kiri memastikan tidak ada penjaga toko yang melihat ke arahnya seperti seorang pencuri, dengan hati-hati Nungky kembali menaruh baju tersebut ke tempat semula, dia mengusap dadanya lega setelah mengembalikan baju tersebut.


"Kenapa Ky kok bajunya di balikin?" Tanya Gisuwa yang tiba-tiba ada disampingnya.


"Harganya Gis bikin aku jantungan tahu gak, aneh ya harganya bahkan lebih mahal dari baju gamis yang tertutup" Ucap Nungky bingung.


"Emang gitu Ky, baju kurang bahan emang mahal harganya, aku juga gak ngerti mereka lihatnya dari mana" Ucap Gisuwa.


"Heh anak-anak nakal ngapain kalian disini?"


Rania dan yang lain melirik ke arah Adinda yang menatap mereka sinis, dengan baju seksi yang memperlihatkan tubuhnya yang indah dia menatap Nungky tajam.

__ADS_1


"Heh bocah licik kamu kan yang nipu aku waktu itu?" Ucap Adinda.


"Apa kak, kakak siapa emang kita pernah ketemu? suka gitu kakak mah bilang aja kakak mau aku traktir makan, nanti ya kak aku traktir kakak nasi goreng di depan kompleks rumahku enakloh" Ucap Nungky sambil tersenyum.


"Dasar bodoh berani sekali kamu pakai pura-pura lupa segala padaku, siapa juga yang mau di traktir kamu, uangku banyak tidak butuh traktiran!" Ucap Adinda sombong.


"Itu si Nungky kenapa tuh bocah, bikin masalah apa dia sama cewek rese itu?" Tanya Veyya bingung sambil menatap mereka berdua.


"Gak tahu aku juga mungkin Nungky pernah ngutang kali" Ucap Gisuwa yang tiba-tiba sudah berdiri antara Veyya dan Rania.


Sepertinya mereka tidak ingat kejadian tempo hari saat mereka meninggalkan Nungky sendirian di kafe dan menyuruh gadis itu untuk membayar semua pesanan mereka.


"Kita bantuin Nungky yuk kasihan dia nanti jadi sasaran empuk si cewek gatel" Ucap Rania kesal menatap Adinda.


"Gak usah Ran ngapain kita bantuin lihatin aja dulu, aku yakin Nungky gak bakal ketindas sama tuh cewek rese!" Ucap Veyya yakin.


"Iya Ran kamu kayak gak tahu saja kapan sih Nungky bisa kalah, ibu-ibu cerewet saja kalah sama dia, apalagi cewek rese kayak si Adinda itu" Ucap Gisuwa.


"Benar juga Nungky kan si ratu licik dia gak bakal mudah dikalahin" Ucap Rania menyetujui ucapan Veyya dan Gisuwa.


Dan akhirnya mereka pun hanya menonton pertunjukan Nungky dan Adinda yang menurut mereka seperti adegan di sinetron tentang kakak tiri yang kejam.


Sedangkan Alvian pria itu menghilang entah kemana bahkan dia sudah pergi sebelum Adinda datang, cowok itu memang suka menghilang saat di butuhkan sedangkan jika mereka sedang ingin sesuatu mereka akan muncul dimana pun kamu berada.


"Tentu saja hanya baju sebiji ini bahkan aku mampu buat beli semua baju yang ada di toko ini!" Ucap Adinda sombong.


"Tuh kan Mba dengar sendiri kan apa yang kakak ini bilang , tolong di bungkus ya Mba bajunya sekalian baju yang di pilih teman-teman saya yang lain, yang bayar Mba ini!" Ucap Nungky sambil menyerahkan baju pilihannya kepada pelayan toko dan menunjuk Adinda.


"Oke siap Mba, saya akan urus semuanya!" Ucap si pelayan toko sambil tersenyum


Dengan semangat 45 Rania, Veyya dan Gisuwa mengambil banyak baju yang mereka sukai dan langsung menyerahkan baju tersebut kepada pelayan toko.


Setelah selesai mereka langsung pergi meninggalkan toko tersebut dengan tersenyum senang, sedangkan Adinda diam mematung di tempatnya berusaha mencerna apa yang terjadi barusan.


"Ini Mba tagihannya mau bayar tunai atau pakai kartu kredit?" Tanya si pelayan toko sambil menyerahkan struk belanjaan Nungky dan yang lain.


"Apa Mba kenapa saya harus bayar, ini 10 juta loh Mba?" Ucap Adinda tak terima.


"Yang bilang sepuluh ribu siapa Mba? barusan saja ngomong katanya bisa beli semua baju di toko ini, baru sepuluh juta aja udah keder, udah sini bayar jangan buang waktu saya" Ucap Si pelayan toko judes.


Dengan berat hati Adinda mengeluarkan kartu kreditnya kepada si pelayan toko, dia menatap arah pintu toko mencari keberadaan Rania dan yang lain namun mereka sudah menghilang bak ditelan bumi.


"Lain kali kalau gak ikhlas jangan sok mampu bayar ya Mba, kebanyakan gaya sih jadi ribet sendiri kan" Ucap Si pelayan toko sambil mengembalikan kartu kredit Adinda dan berlalu pergi meninggalkannya.

__ADS_1


"Sial kenapa aku harus ditipu 2 kali sama siapa tadi namanya Nungky, gini amat ya jadi pelakor kok rugi terus" Ucap Adinda sedih.


"Lumayan ya belanja gratis kita" Ucap Gisuwa senang.


"Iya benar Gis, aku sampai beli banyak tadi tapi kalau masih ada kesempatan sih tadinya aku mau nambah" Ucap Veyya senang.


"Aku juga cuman dapat baju 2 potong doang, Nungky tuh yang paling banyak belanjaannya, kamu jadi beli gaun tadi Ky harganya berapa emang?" Tanya Rania penasaran.


"2 juta Ran, alhamdulilah ya ada aja rejeki mah" Nungky tersenyum senang sambil menatap belanjaanya.


"Makasih ya Ky lain kali kalau ada orang yang bisa traktir gini lagi ajak kita-kita ya" Ucap Gisuwa yang diangguki oleh Rania dan Veyya.


"Benar Ky aku juga mau di traktir gini sering-sering" Ucap Veyya.


"Siap kalian tenang saja selama ada Nungky disitu ada jalan!" Ucap Nungky bangga.


"Al kemana ya kok ngilang dari tadi gak ketemu?" Ucap Rania mencari keberadaan Alvian.


"Iya aku sampai lupa sama kak Al kemana ya dia?" Ucap Gisuwa.


"Paling dia kabur takut kita nyuruh bayarin belanjaan" Ucap Veyya asal.


"Gak kok guys dia tadi bilang sama aku katanya dia mau ketoilet kebelet berak!" Ucap Nungky membuat yang lain langsung tertawa.


Huaaciihhh


Alvian yang sedang menerima telepon langsung bersin saat Nungky dan yang membicarakannya, entah mengapa dia merasa ada orang yang sedang menjelek-jelekannya.


"Ada apa ini, siapa yang ngomongin aku, mudah-mudahan itu bukan Mama yang suka jatohin harga diriku sebagai lelaki" Gumam Alvian dalam hati dan kembali melanjutkan teleponnya.


Sepertinya dia tidak tahu jika selain Kikan yang suka menindas ada juga Nungky yang merupakan perawakan dari Kikan saat muda bahkan bisa jadi dia lebih parah dari Kikan.


-------


Holla


Jangan lupa likenya ya, Voten tips bagi yang mau😆😆


Adakah yang mau vote novelku?


Salam Sayang


Author Galau

__ADS_1


__ADS_2