Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Rumah Bram


__ADS_3

Seorang gadis remaja berlari kecil memasuki sebuah rumah mewah dengan senang, dia menyapa sang satpam sambil tersenyum, gadis itu menatap rumah besar yang sudah lama tak dikunjunginya.


Rumah tersebut adalah rumah milik ayahnya Bram, tadi setelah pulang dari sekolah yang sudah bebas dia sengaja datang kemari karena Natalya kakaknya memintanya untuk berkunjung.


Gadis yang kini sudah menikah itu berjalan cepat menaiki tangga rumah Bram menuju kamar Natalya yang terletak di sebelah kamar lamanya, sebelumnya Rania sudah meminta izin pada Reno jika dia mau berkunjung kemari, jadi dia bisa dengan leluasa menghabiskan waktunya disini sebelum ayahnya Bram pulang.


“Ran”


“Kak Nat” Rania memeluk kakaknya yang tengah tersenyum kepadanya dari tempat tidur.


“Apa kabar kamu Ran?” Tanya Natalya setelah melepaskan pelukan mereka.


“Baik kak, kak Nat apa kabar, oh ya dimana kak Jo?” Ucap Rania balik bertanya sambil duduk di sebelah kakaknya.


“Aku baik Ran, Jo masih di kantor Papa jam segini kamu tahulah sekarang dia kadi sibuk setelah membantu Papa mengurus kantor” Ucap Natalya menjelaskan.


Rania mengangguk mengerti,,kemudian dia melirik anak kakaknya Natalya yang baru berumur beberapa bulan tengah berbaring dengan mata terpejam di ranjang kecil miliknya yang diletakan disebelah ranjang Natalya.


Bayi mungil itu terlihat menggemaskan saat sedang tertidur sekalipun.”Lihat kak lucu sekali dia tidak bergerak sedikitpun” Ucap Rania sambil tersenyum dan mengusap kepala bayi mungil tersenyum dengan gemas.


Natalya mengangguk sambil tersenyum.”Zafran memang bayi yang unik dia jarang menangis apalagi terbangun saat malam, hanya sesekali saja dia melakukan itu jika aku lupa mengganti popoknya yang udah basah” Ucapnya.


“Benarkah itu, wah senangnya jika aku memilik anak seperti Zafran mungkin aku juga tidak akan kesulitan mengurusnya” Ucap Rania tersenyum kecil.


“Oh iya kak, aku ingin melihat kamarku kak” Ucap Rania sambil menatap kakaknya.


“Ayo kalau begitu kita lihat kesana!” Ucap Natalya menggandeng Rania keluar kamarnya.


Ceklek


Rania menatap kamarnya yang ternyata masih sama saat dia meinggalkannya terakhir kali, bahkan warna catnya pun belum berubah sama sekali membuat gadis itu berbinar senar, kemudian dia duduk diranjangnya yang empuk sambik tersenyum senang.


“Apa kamu merindukan kamarmu Ran?” Tanya Natalya saat melihat adiknya itu terlihat gembira melihat kamar lamanya.


Rania mengangguk senang menatap kakaknya yang sedang berdiri diambang pintu.”Tentu kak, ini adalah kamar tempat dimana aku sering menghabiskan waktuku dari kecil sampai akhirnya aku menikah dan pindah dari sini” Gumamnya sambil tersenyum kecil mengingat kenangan-kenangannya di kamar itu.

__ADS_1


Natalya menghampiri Rania dan ikut duduk disamping adiknya itu.”Kalau begitu menginaplah disini semalam saja Ran, aku yakin rasa rindumu pasti berkurang” Ucap Natalya pelan sambil membelai rambut Rania.


Mendengar itu Rania langsung menggeleng dengan kuat.”Tidak Kak aku tidak mau, aku tidak ingin membuat masalah disini kak” Ucapnya pelan sambil tersenyum miris.


Natalya tertegun dia tahu maksud adiknya adalah dia tidak mau membuat ayah mereka Bram marah dan membuat suasana rumah jadi canggung, Natalya tersenyum lembut menatap adik kesayangannya yang kini telah banyak berubah.


“Kamu tahu Ran, aku merindukanmu saat kita masih bersama dirumah ini, saat kita masih sama-sama belum menikah” Ucap Natalya pelan.


“Aku juga kak, aku rindu semuanya, aku rindu Mama dan Papa juga” Cicit Rania pelan sambil memeluk kakaknya.


Natalya membalas pelukan Rania sambil mengusap punggungnya dengan lembut, dia tersenyum miris adiknya itu memang mempunyai nasib yang malang, selain harus ditinggalkan dalam usia yang masih sangat belia oleh ibu mereka Alea, Rania juga harus menerima perlakuan kejam dari Bram yang selalu membentak Rania setelah kepergian ibu mereka.


Tapi meski begitu gadis kecil di pelukannya ini jarang mengeluh, dia akan selalu menjalani hari-harinya dengan ceria, beruntung dia memiliki sahabat yang sangat baik dan peduli padanya jika tidak Natalya tidak tahu apa yang akan terjadi pada Rania jika dia tidak memiliki teman yang selalu menghibur dan menguatkannya.


Sebagai seorang kakak Natalya sedikit merasa bersalah karena dia tidak punya waktu banyak untuk Rania, sejak menggeluti profesi sebagai model dia sudah jarang ada dirumah dan itu membuatnya harus berjauhan dari Rania, pekerjaan yang membuatnya harus pergi keluar kota bahkan luar negeri membuat Rania menjadi sendirian tanpa punya tempat mengadu.


“Maafkan kakak ya Ran, dulu kakak jarang ada dirumah” Ucap Natalya dengan mata yang berkaca-kaca, dia benar-benar merasa bersalah pada adik semata wayangnya itu.


Rania mendongak sambil tersenyum kepada Natalya.”Tidak apa kak aku mengerti untuk apa kakak minta maaf, selama ini kakak sudah menjadi kakak terbaik yang pernah Ran miliki” Ucapnya.


“Dasar kamu ini mata duitan, jika diingat-ingat uangku suka habis hanya untuk membuatmu tutup mulut Ran” Ucap Natalya pura-pura kesal.


Rania terkekeh mendengarnya, dia rindu saat-saat dimana dia dan kakaknya Natalya mengobrol seperti ini, tapi sayang kini dia dan kakaknya jarang punya waktu bersama mengingat Natalya tidak bisa bepergian jauh setelah menikah karena hamil dan kini dia harus selalu diam dirumah untuk menjaga anaknya dan Joshua.


Rania melirik jam di pergelangan tangannya, matanya melebar karena terkejut karena waktu berjalan begitu cepat padahal dia tadi kesini pukul 1:00 siang, dan sekarang malah sudah hampir menujukan pukul 5 sore.


“Kak sebaiknya aku pulang sekarang sudah sore, aku takut Mas Reno mencariku” Ucap Rania sambil beranjak dari duduknya.


Natalya ikut beranjak sambil tersenyum pada Rania.”Makan dulu ya Ran, maaf harusnya aku mengajakmu makan dari tadi kamu pasti lapar kan?” Ucapnya kemudian.


Rania menggeleng sambil tersenyum.”Tidak usah kak, nanti saja aku makan dirumah” Tolaknya.


“Oh baiklah, kamu pulang naik apa, apa Reno akan menjemputmu kesini?” Tanya Natalya.


“Tidak aku pulang naik Taksi saja kak, Mas Reno masih sibuk di kantornya aku tidak mau mengganggu kesibukannya, ya sudah aku pamit pulamg sekarang ya kak” Ucap Rania.

__ADS_1


“Baik ayo aku antar” Ucap Natalya mendampingi Rania keluar kamar.


“Papa”


Saat keduanya baru akan keluar kamar Bram berdiri diambang pintu menatap keduanya dengan tajam, kemudian dia tersenyum sinis kepada Rania yang tengah menatapnya dengan terkejut.


“Kenapa hah apa kamu tidak suka melihatku disini?” Tanya Bram sinis pada Rania.


Rania mencoba menyunggingkan senyumannya.”Tidak Pa aku hanya terkejut Papa pulang cepat hari ini” Jawabnya sambil tersenyum tulus.


“Untuk apa kamu datang kemari, bukankah kamu sudah punya keluarga baru sekarang jadi untuk apa kamu menginjakan kakimu lagi dirumahku?” Ucap Bram kesal.


“Maaf Pa aku kemari hanya untuk bertemu dengan kak Nat, sekarang aku juga akan pergi” Ucap Rania pelan mencoba menahan kesedihannya.


“Baguslah, cepat pergi aku muak melihat wajahmu itu” Usir Bram sinis.


“Papa” Ucap Natalya dengan nada tinggi, dia merasa kesal melihat ayahnya yang begitu kejam pada Rania.


“Tidak bisakah Papa lembut sedikit saja pada Rania Pa?” Ucapnya lagi memandang ayahnya itu.


“Lembut katamu Nat, untuk apa aku berbaik hati pada anak sial seperti dia” Ucap Bram dengan nada mencemooh.


“Sial?, dari dulu aku selalu penasaran kenapa Papa selalu memanggilku anak sial Pa, jawab kenapa Papa tidak pernah menyayangiku sekali saja?” Ucap Rania dengan nada sedikit meninggi sambil menatap ayahnya penuh tekad, kali ini dia ingin tahu apa penyebab ayahnya begitu membencinya selama ini.


Bram tersenyum remeh menatap anak yang tengah menatapnya menunggu jawaban dari pertanyaan yang gadis itu ucapkan padanya, sedangkan Natalya dia terkejut mendengar Rania yang kini berani bertanya pada ayahnya itu, dia berdoa semoga saja Bram tidak mengatakan hal yang akan menyakitkan pada adiknya itu.


“Jawab Pa jangan diam saja!” Ucap Rania kembali bersuara.


“Karena kamu bukan anakku Rania Zalora” Teriak Bram dengan lantang.


----------


Jeng jeng jeng


hayoloh sekarang kita serius dulu ya masuk ke konflik dulu guys😆😆😆😆

__ADS_1


baca n like "Kepentok Cinta Nungky:"


__ADS_2