Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Akibat Bergosip


__ADS_3

Rania, Veyya dan Gisuwa baru saja keluar dari kelas  terakhir mereka sambik berjalan melewati koridor di kantai dua, gadis itu menghembuskan napasnya kasar sambil memukul pundaknya pelan, yang terasa pegal karena harus duduk lama dan mendengarkan ocehan dosen mereka yang tidak berhenti berbicara yang bahkan tidak bisa mereka mengerti.


“Ran kamu mau pulang sekarang apa mau nongkrong dulu?” Tanya Gisuwa sambil merangkul sahabatnya itu.


Rania menatap Gisuwa dan Veyya yang tengah menatapnya menunggu jawaban, gadis itu menggeleng pelan.”Aku gak bisa nongkrong guys, kasihan Mama kalau harus jagain Bima terus” Jawabnya, setelah menjadi seorang ibu waktunya banyak tersita untuk mengurusi Bima, dia tidak punya waktu lagi untuk sekedar nongkrong bersama ketiga sahabatnya lagi.


Veyya dan Gisuwa mengangguk mengerti sambil tersenyum maklum.”Yaudah kayaknya aku juga langsung pulang aja deh, tidur siang enak kayaknya, kamu gimana Gis?” Ucap Veyya bertanya pada Gisuwa.


“Aku juga pulang aja deh gak ada teman juga kan, Si Nungky udah pulang juga kayaknya tuh bocah” Ucap Gisuwa sambil tersenyum.


Ketiganya pun berjalan menuruni tangga, namun ketiganya langsung berhenti saat melihat seorang gadis tengah dikelilingi oleh beberapa pria sambil duduk di tangga terakhir, mereka bertiga menatap Nungky yang terlihat sedang memberikan ceramahnya.


“Jadi gitu abang-abang cara dapetin cewek itu yang penting tekad dan niatnya dulu, duit sama tampang mah urusan nanti Bang” Ucap Gadis itu kepada para pria yang langsung mengangguk mengerti seolah mempercayai perkataan Nungky.


“Berarti aku juga punya kesempatan buat deketin Rania ya Ky, kan aku juga punya tekad dan niat yang kuat” Ucap seorang pria berkacamata dengan rambut klimis yang dibelah tengah, dia tersenyum dengan percaya diri membuat Rania bergidik melihatnya.


Nungky menatap penampilan pria itu


dari atas sampai bawah.”Abang anak pintar atau cuma penampilannya aja yang culun?” Tanya Nungky.


Si Pria terlihat gugup mendengar pertanyaan spontan dari Nungky, dia melirik yang lain yang juga tengah menatapnya.”Eh itu Ky aku gak pinter sih tapi lumayan kok nilaiku gak jelek-jelek amat, terus bapakku juga raja minyak di Solo, gimana hebat kan aku” Jawab si pria itu membanggakan dirinya.


“Hebat kalau yang Abang taksir anak kang warteg, ini Rania loh Bang duitnya aja gak habis tujuh turunan, kalau mau nyombong liat-liat juga lah Bang” Ucap Nungky kesal membut yang lain terkikik geli termasuk Rania, Veyya dan Gisuwa, kecuali si pria culun yang langsung menundukan kepalanya karena malu, mereka sepertinya belum menyadari keberadaan Rania dan kedua sahabatnya.


“Sabar Bang nanti kita cari cewek yang cocok buat jadi istri abang” Ucap Nungky sambil menepuk pundak pria itu mencoba memberi semangat. “Sebelum itu mending abang banyak-banyak liat majalah cowok dan tiru penampilan mereka biar kelihatan oke dikit gitu!” Tambahnya lagi memberi saran.


“Nah iya benar tuh, aku yakin kamu pasti bisa dapetin cewek yang lebih baik dari aku!” Ucap Rania sambil tersenyum lembut pada pria culun itu.


Nungky dan para pria yang berada disana langsung menoleh menatap Rania, Veyya dan Gisuwa yang tengah berdiri ditangga sambil tersenyum, para itu langsung merapikan penampilan mereka mencoba untuk terlihat keren dimata idola kampus mereka yaitu Rania, mereka memang tidak mengetahui kebenaran tentang Rania yang sudah menikah dan memiliki anak, hanya beberapa orang saja yang tahu dan itupun kadang ada saja yang tidak atau menolak untuk percaya jika Rania sudah menikah.

__ADS_1


“Eh Ky kok kamu ada disini, bukannya kelas kamu udah selesai dari tadi ya?” Tanya Gisuwa penasaran.


“Iya Ky bukannya pulang malah nongkrong disini kamu” Omel Veyya.


Nungky tersenyum sambil merangkul ketiga sahabatnya itu.”Sengaja aku nunggu kalian biar bisa pulang bareng, lagian tadi para cowok ini minta sarang tentang cara deketin cewek makannya aku lama disini” Ucapnya menjelaskan.


“Gaya mu Ky pakai acara kasih tau para cowok cara deketin cewek segala, kamu aja jomblo dari lahir Ky” Ucap Rania membuat Veyya, Gisuwa dan uang lain langsung terkikik geli sedangkan Nungky hanya mencebikkan bibirnya sebal.


“Ayo ah pulang, ngapain juga kita lama-lama disini” Ajak Veyya sambil berjalan diikuti yang lain.


“Gak makan dulu kita guys, emang kalian gak lapar gitu?” Tanya Nungky menatap ketiga sahabatnya.


“Males ah Ky, bosan makan di kantin terus” Ucap Gisuwa.


“Aku juga harus pulang cepat guys anakku nungguin” Ucap Rania menjelaskan, dia mulai merindukan sosok anaknya itu yang kini terbayang dalam benaknya.


“Oh iya Bima gimana Ran, udah bisa ngapain aja dia?” Tanya Veyya penasaran.


“Kalau ngomong jangan asal Ky, yang ada tuh bocah mimpi buruk kalau ingat wajah kamu, Ran gimana Bima udah bisa ngomong belum?” Tanya Gisuwa.


Rania tersenyum geli mendengar pertanyaan dari para sahabatnya itu.”Bima baru satu tahun kali masa udah bisa ngomong, tapi dia udah bisa berdiri sekarang sama belajar jalan,dikit lagi kayaknya dia juga bisa jalan sama kayak anak lain”


Veyya, Gisuwa dan Nungky langsung tersenyum membayangkan wajah Bima yang tampan dan menggemaskan, membuat mereka merindukan sosok bayi mungil yang lucu itu.


“Udah ah aku mau ke toilet bentar, mau cuci muka dulu” Ucap Rania membuyarkan lamunan ketiga sahabatnya sambil berjalan menuju toilet yang berada di dekat mereka.


“Ikut!” Ucap ketiga temannya serempak sambil berjalan mengikuti Rania.


Saat keempat gadis itu sedang mencuci wajah cantik mereka diatas wastafel, tiba-tiba mereka terdiam saat mendengar suara  para gadis yang tengah berada di bilik toilet sambil bergosip membicarakan mereka, dalam diam mereka pun  mendengarkan percakapan para gadis yang tidak tau siapa itu membicarakan mereka.

__ADS_1


“Eh tau gak, Si Rania anak semester 4  sama teman-temannya yang pada sok cantik itu, masa ya kemarin Si Rania digodain sama anak-anak cowok senior yang pada ganteng itu” Seorang wanita memulai gosip murahannya.


“Iya tahu aku juga lihat kemarin, ih benci banget deh si Rania sok cantik paripurna gitu, dia sok-sok an jual mahal gitu sok cuek banget, padahal aku tahu dia sebenarnya suka banget tuh digodain” Ucap gadis lain.


Veyya, Gisuwa dan Nungky langsung mencekal tangan Rania saat gadis itu hendak menabrak gadis yang barusan membicarakannya, dia melepas cekalan teman-temannya dengan kasar, dia menatap bilik toilet itu dengan tajam seolah bersiap untuk ******* habis orang yang berada di balik pintu tersebut.


“Namanya juga anak-anak orang kaya guys pasti tingkahnya pada nyebelin gitu, padahal mah ya kalau mereka pada miskin gak bakal ada tuh yang melirik mereka berempat” Ucap Gadis lain membuat kedua temannya yang berada di bilik lain langsung tertawa, sedangkan Rania dan ketiga temannya mendengarkan mereka dengan emosi yang mulai memuncak.


“Iya benar banget Si Nungky anak kedokteran itu juga sok keganjenan banget juga, barusan aku lihat dia dikerubungi sama cowok-cowok, pasti tuh anak kelakuannya suka jalan tiap malam sama cowok gitu” Ucap si gadis pertama kembali bersuara.


Tidak lama kemudian ketiga gadis yang tadi membicarakan Raia dan teman-temannya itu pun keluar dari dalam bilik mereka, mata mereka langsung melebar dengan mulut terbuka saat melihat Rania dan ketiga sedang berdiri sambil menyilangkan kedua tangan mereka di depan dada dan tersenyum sinis pada ketiga gadis tersebut.


“Ka-kalian!” Cicit ketiga gadis itu takut karena ketahuan bergosip.


Bugh


Bugh


“Argghhh”


Byurr


Suara pukulan dan jeritan terdengar di dalam toilet wanita tersebut membuat para gadis yang hendak masuk kesana mengurungkan niat mereka, tidak lama kemudian Rania dan ketiga temannya keluar sambil tersenyum puas seolah mereka baru saja bersenang-senang.


“Ayo guys kita makan dulu deh jadi lapar aku abis ngeluarin banyak tenaga!” Ajak Rania sambil merangkul ketiga temannya yang mengangguk setuju mengiyakan ajakan Rania.


Setelah Rania dan ketiga temannya itu pergi, ketiga gadis yang tadi membicarakan mereka pun keluar dengan penampilan yang sudah acak-acakkan dan basah kuyup, serta wajah yang sudah babak belur tidak berbentuk membuat kecantikan kstiganya tidak terlihat, ketiga gadis itu langsung berlari kabur dengan wajah menunduk, mereka menyesal karena sudah membicarakan para gadis cantik yang ternyata jahat itu.


__ADS_1


---------


Ads yang kangen gak?😆😆😆


__ADS_2