Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Misi Berhasil


__ADS_3

Reno keluar dari mobilnya dan tanpa banyak bicara dia langsung memasuki kamarnya, dia tidak memperdulikan tatapan Kikan dan Bima yang dilewatinya di ruang tamu, tidak lama kemudian Rania juga datang dia menaiki tangga dengan terburu-buru membuat Kikan penasaran dan mengekor di belakangnya bersama Bima.


“Mas Reno buka pintunya Mas!” Teriak Rania sambil menggedor pintu kamar mereka.


Tidak ada jawaban gadis itu kembali menggedor-gedor pintu tersebut.”Mas ayo dong sayang jangan ngambek gitu Mas” Ucapnya mencoba merayu Reno namun sayang suaminya itu masih enggan membukakan pintu untuknya.


“Ada apa Ran, kok Mama mencium bau-bau kurang sedap, kalian berantem?” Tanya Kikan membuat gadis yang sedang menggedor pintu itu menghentikan aksinya.


Rania menatap mertuanya itu sambil tersenyum miris.”Mas Reno ngambek Ma, tadi ada cowok yang nembak aku di kampus” Jawabnya sambil menghembuskan napasnya kasar.


“Lah Kok bisa, sini-sini ayo kita ke kamar dulu biar enak ngobrolnya!” Ajak Kikan sambil berjalan bersama Bima digendongannya dan Rania dengan patuh mengikutinya dari belakang.


“Jadi gitu Ma, aku juga kaget pas ada yang nembak aku tadi” Ucap Rania setelah dia menceritakan dengan singkat perihal kejadian di kampus tadi.


Kikan mengangguk-nganggukkan kepalanya mengerti, Bima yang sedang bermain di kasur itu menghampiri ibunya dan mencoba memeluk Rania membuat gadis itu terkekeh pelan dan langsung merangkul Bima yang terlihat sangat senang, tangannya bergerak-gerak mencoba menggapai hidung mancung ibunya itu.


“Mama ngerti sih Reno cemburu mungkin karena dia itu takut kehilangan kamu Ran, biasalah cowok kalau istrinya lagi montok-montoknya gitu suka jadi cemburuan” Ucap Kikan membuat Rania yang sedang asyik bermain dengan Bima digendongannya mendongak menatap Kikan.”Lagi pula kan gak semua orang di kampus tahu kalau kamu itu udah nikah nak, itu jadi alasan kuat kenapa Reno jadi cemburuan gini” Tambahnya lagi sambil tersenyum.


Rania mengangguk setuju atas apa yang diucapkan ibunya itu.”Aku bingung deh Ma aku harus gimana coba buat bikin cowok-cowok di kampus gak deketin aku lagi, aku udah pernah ngomong kalau aku udah nikah tapi mereka kayak gak percaya gitu, ada juga yang percaya dan memilih mundur tanpa banyak bicara” Ucapnya memberi jeda.”Tapi yang tahu aku udah nikah itu cuman teman seangkatanku, kalau yang senior gak semuanya tahu jadi aku gak bisa berbuat banyak, kalau kayak gini aku pengen banget buat ngumumin status pernikahanku biar gak ada salah paham lagi gitu Ma” Tambahnya lagi panjang lebar dia menatap Kikan yang tersenyum maklum mendengar penjelasannya.


Tangannya mengusap rambut panjang Rania dengan lembut, gadis itu terlihat lelah dan juga bingung membuatnya tersenyum geli.”Dengar sayang kadang meski kita sudah berusaha jujur dan mencoba yang terbaik, akan ada saja orang yang akan berusaha menghancurkan dan meruntuhkan keteguhan hati kalian, jadi yang paling penting adalah kamu dan Reno bisa menghadapi itu dengan sabar” Ucapnya membuat Rania terdiam menatap ibunya mertuanya itu.


“Mama percaya kamu gak bakal mungkin khianatin apalagi nyakitin Reno sayang, tapi emang Reno itu nyebelin kayak Bapaknya jadi kamu harus bisa bikin dia jadi klepek-klepek sama kamu dan lupain kejadian tadi” Ucap Kikan panjang lebar, Bima yang berada di gendongan Rania tertawa pada Neneknya itu seolah mengerti maksud pembicaraan Kikan.


“Caranya gimana Ma?” Tanya Rania penasaran, dan ibu mertuanya itu langsung membisikan kata-kata mujarab yang membuat Rania tersenyum senang sambil menganggukan kepalanya.


“Ok Ma malam ini aku akan beraksi! Ucap Rania sambil tersenyum senang dan Kikan mengangkat kedua jempolnya mengisyaratkan dukungannya.


“Ayo Nak tempur, biar Mama yang ngintip eh jagain Bima maksudnya” Ucap Kikan membuat Rania tersenyum geli dibuatnya.

__ADS_1


Ceklek


Di malam hari Rania keluar dari kamar mandi, dengan santai gadis itu berjalan melewati Reno yang terlihat sibuk mengerjakan sesuatu di laptopnya, setelah seharian ngambek dan tidak pergi ke kantor akhirnya Reno membuka pintu kamar mereka, meski dia masih terlihat melakukan aksi ngambeknya pada Rania terbukti pria berkepala tiga itu masih mengacuhkan Rania.


Dengan sengaja dia mengibaskan rambut basahnya di depan Reno membuat pria itu menghirup dalam-dalam aroma wangi Vanila yang menguar di rambut basah Rania, kemudian dia menoleh menatap istrinya itu yang sedang duduk di depan meja rias sambil mengeringkan rambutnya dengan gaya yang terlihat seksi.


Reno meneguk salivanya saat melihat baju yang dikenakan Rania adalah baju seksi yang sangat menggiurkan mata dan juga sesuatu di dalam sana, Reno menggeleng mencoba menguatkan dirinya melihat pemandangan yang penuh nafsu itu, dan dia kembali mengalihkan fokusnya pada laptop dan mengerjakan berkas-berkas kantor yang menumpuk, apalagi tadi pagi dia tidak jadi ke kantor gara-gara mengikuti istrinya itu.


Rania tersenyum puas melihat Reno yang terlihat gusar di balik cermin di depannya, dengan santai dia kembali berjalan di depan Reno membuat mata suaminya itu menatapnya tanpa berkedip, dan saat Rania berbalik Reno langsung menunduk pura-pura tidak peduli dan fokus dengan laptopnya.


Rania mengedikkan bahunya tidak perduli, dia pun duduk diranjang sambil bersandar dan mulai menyalakan tv untuk mengisi keheningan diantara mereka.”Aduh Bima udah tidur enaknya ngapain ya?” Ucap Rania tiba-tba sambil menyibakkan rambutnya memperlihat lehernya yang putih mulus.


Reno yang melihat itu langsung melotot dia mengelap air liur yang tanpa disadari sudah menetes di sudut bibirnya, batinnya berontak meminta lebih dari sekedar melihat pemandangan yang menggairahkan itu dan langsung menerkam Rania, namun egonya yang besar membuat Reno enggan beranjak dan hanya duduk diam di tempatnya.


“Kenapa Mas nafsu ya?” Goda Rania menatap Reno sambil tersenyum, Reno langsung mengalihkan pandangannya mencoba untuk tetap bertahan dari rayuan Rania, kali ini dia tidak akan semudah itu menyerah.


“Mas tau gak gerimis gini enaknya ngelakuin yang bikin anget badan gitu” Goda Rania lagi.


“Kalau gak mau ya udah Mas, gak apa-apa kok ada guling yang bisa menghangatkan tubuhku!” Ucap Rania lagi pura-pura menyerah dan langsung bergeser mengambil posisi berbaring dan memeluk gulingnya.


Cukup sudah Reno sudah tidak bisa lagi bertahan, pria itu langsung beranjak dari duduknya dan ikut berbaring sambil memeluk istrinya dari belakang.


“Kalau ada aku ngapain harus pakai guling buat ngangetin kamu Sayang” Ucap Reno sambil menciumi ceruk leher Rania yang mulus.


Gadis itu berbalik menatap suaminya yang kini sedang tersenyum padanya.”Kamu gak marah lagi Mas?” Tanya Rania.


Reno menggeleng membuat Rania tersenyum senang, ternyata ide dari mertuanya itu berhasil.”Mana mungkin aku bisa marah lama-lama sama kamu Ran, aku tidak akan tahan” Ucap Reno sambil tersenyum dan mengecup bibir istrinya itu dengan singkat.


“Maafin aku ya Mas, aku janji sama kamu semua itu tidak akan terjadi lagi!” Ucap Rania meminta maaf, dia memang menyesal karena tanpa dia sadari dia juga ikut bersalah atas hal ini, seharusnya dia bisa lebih tegas sebagai seorang istri jika ada yang mencoba mendekatinya bukan hanya menolak tanpa penjelasan yang lebih lanjut.

__ADS_1


“Tidak apa Ran, maaf juga aku sudah cemburu dan ngambek tadi” Ucap Reno bijak,  dan setelah itu mereka melakukan aksi malam mereka dengan heboh dan tanpa di ganggu.


Diluar kamar Kikan langsung menutup kedua telinga Bima yang menatapnya polos, Kikan langsung berjalan membawa Bima setelah mendengar suara-suara yang bikin nafsu di kamar menantu dan anaknya itu.


“Udah yuk Bima sayang kita bobok aja kasihan kakek nungguin di kamar, misi selesai” Ucap Kikan membuat Bima tertawa mendengar celotehan neneknya itu.


Keesokan harinya Rania turun dari motor yang dinaikinya tepat di depan kampus, dia membuka helm dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan membuat mata para pria menatapnya dengan mata berbinar sambil tersenyum,  namun senyuman mereka langsung lenyap saat Rania mencium bibir pria yang mengantarkannya


itu.


“Dah Suamiku sayang, hati-hati dijalan” Ucap Rania dan kembali mencium bibir Reno membuat semua orang langsung terpekik kaget melihatnya termasuk Veyya, Nungky dan Gisuwa yang baru tiba dan melihat aksi teman mereka itu.


“Adegan langsung guys harus diabadikan” Ucap Nungky heboh sambil mengeluarkan Hp nya dan merekam aksi Rania.


Reno tersenyum sambil mengecup bibir Rania kembali dan semua orang yang berada disana kembali heboh, melihat sepasang suami istri yang cantik dan tampan saling memberi ciuman singkat, Rania terlihat sangat cantik mengenakan jaket dipadukan dengan topi hitam yang melekat di tubuhnya, tidak jauh dengan Rania, Reno juga mengenakan pakaian senada membuat keduanya tampak serasi.


Setelah Reno pergi Rania langsung merangkul ketiga temannya mengajak mereka pergi tanpa mempedulikan tatapan orang-orang yang menatapnya iri, sedih dan juga patah hati, tapi beberapa wanita ada juga yang terlihat bahagia karena dengan itu sang idola kampus bukan lagi halangan bagi mereka untuk mendapatkan pria tampan di kampus.


Setelah kejadian itu semua orang di kampus langsung mengetahui status Rania yang sudah menikah, kini gadis itu bisa kuliah dengan tenang tanpa gangguan para pria yang mencoba mendekatinya, meskipun keesokan hari setelah kejadian itu banyak sekali yang memberinya bunga mawar putih yang dia tidak mengerti maksudnya apa.


Untungnya ada Veyya, Gisuwa dan Nungky yang memanfaatkan kejadian itu untuk menjual kembali bunga-bunga yang didapat Rania kepada para pria patah hati, mereka terus melakukan itu sampai akhirnya mereka pulang dari kampus.


“Untung banyak kita guys, gak nyangka sehari bisa dapat jutaan” Ucap Gisuwa sambil menatap jejeran uang 50 dan 100 ribuan di tangan mereka.


“Iya benar, emang ya kalau lagi patah hati gini bunga mawar putih bekas aja laku 20 ribu setangkainya” Ucap Veyya sambil tertawa senang.


“Tenang Guys aku yakin besok pasti ada lagi, kalau besok ada yang ngasih Ran bunga kita ambil terus jualin lagi, kan lumayan tanpa modal kita dapat untung banyak” Ucap Nungky cengengesam sambil mengipasi wajahnya dengan uang yang dipegangnya.


Veyya dan Gisuwa mengangguk setuju, untuk soal uang mereka memang jagonya, sedangkan Rania sang pencipta kegalauan memilih tidak ikut campur atas aksi bisnis ilegal yang dilakukan ketiga sahabatnya itu.

__ADS_1


-------


like n komen yg bnyk😆😆😆😆


__ADS_2