Menikahi Om-om

Menikahi Om-om
Diantar Mertua


__ADS_3

Pagi ini Rania berangkat sekolah dengan di antar langsung oleh ibu mertuanya Kikan, Rania melirik Kikan yang terlihat agak kebingungan menyalakan mobil.


"Kenapa Ma, kok kayak bingung gitu?" Tanya Rania sambil menatap Kikan.


"Ini loh Ran, kayaknya mobilnya mogok deh kok gak nyala-nyala ya harusnya kan bunyi kalau udah di masukin kuncinya" Ucap Kikan terlihat bingung.


"Udah di putar belum Ma kuncinya, coba lihat dulu kalau belum gak bakal nyala Ma" Ucap Rania memberi tahu.


"Oh iya Mama lupa sayang, maklum udah lama gak pegang mobil hehe" Ucap Kikan merasa malu sambil memutar kunci mobilnya hingga akhirnya mobil pun menyala.


"Ayo siap sayang kita berangkat!" Ucap Kikan sambil memundurkan mobilnya ke belakang.


Brakkk


"Apa tuh Ma, kayaknya Mama nabrak sesuatu deh" Ucap Rania sambil menoleh ke arah belakang.


"Masa sih Nak, perasaan kamu aja kali, coba kita lihat dulu!" Ucap Kikan sambil beranjak keluar mobil yang di ikuti oleh Rania.


Mobil yang di kendarai Kikan menyenggol motor Alvian yang sedang terparkir agak jauh di belakangnya, Alvian menatap motor yang sedang dia cuci tergeletak mengenaskan.


"Motorku kenapa bisa jadi gini ya Allah cobaan apa lagi pagi-pagi gini" Gumam Alvian dengan muka pucat.


Bagaimana tidak itu adalah motor keluaran terbaru yang baru saja dia beli, dan motor itu kini sudah tergelerak mengenaskan, Alvian mengangkat motornya hingga berdiri kembali, di tatapnya goresan-goresan yang ada pada motornya, jangan lupakan spion motornya yang pecah sebelah.


"Ada apa sih berisik banget kamu Al, kenapa motormu kok rusak gitu, habis tabrakan ya makanya kalau naik motor jangan suka ngebut-ngebut jadi rusakan" Omel Kikan dengan wajah tanpa dosa.


Alvian menatap ibunya tajam ibunya itu datang dan malah mengomelinya, jika dia bukan ibu kandung sekaligus wanita mungkin Alvian sudah menghajar orang yang berani menabrak motor kesayangannya itu.


"Bukan nabrak Ma, motor Al barusan Mama yang nyenggol makannya rusak gini" Ucap Alvino dengan muka memelas.


"Iya bener tuh Ma, barusan Mama yang nyenggol pas Mama mundurin mobil barusan" Ucap Rania mengiyakan ucapan Alvian.


"Masa sih kok Mama gak tahu ya hehe, maaf deh nak Mama gak sengaja" Ucap Kikan sambil tersenyum.


"Terus ini gimana Ma motor Al jadi rusak nih, benerin dong Mama harus tanggung jawab!" Ucap Alvian meminta pertanggung jawaban dari Kikan ibunya itu.


Kikan memutar bola matanya malas, pagi-pagi dia sudah di palakin oleh anaknya sendiri, memang susah jadi ibu 2 anak yang kelaminnya laki-laki semua, dia mengambil dompet dalam tasnya dan mengambil uangdi dompetnya tersebut.


"Nih jangan boros-boros kalau ada kembaliannya balikin lumayan buat bayar parkiran!" Ucap Kikan sambil menyerahkan beberapa lembar uang kepada Alvian.


Alvian menatap beberapa lembar uang 10 ribuan dan 5 ribuan yang masing-masing ada 5 lembar, Alvian menatap ibunya yang terlihat tidak rela memberinya uang sebanyak itu.


"Makasih Ma, kalau ada sisanya Al beliin Mama tas sama baju deh" Ucap Alvian pasrah dia tidak ingin lagi berdebat dengan ibu kejam seperti Kikan.


"Bagus kalau kamu ngerti jangan lupa Mama mau tas Hermen keluaran terbaru ya Al sama sepatu dari Guccih juga ya Al" Ucap Kikan bersemangat.

__ADS_1


"Gak sekalian baju sama dalemannya juga Ma biar lengkap gitu, tambah perhiasan juga boleh uang yang Mama kasih banyak banget Ma bisa biat beli mobil juga kayaknya" Ucap Alvian yang sepertinya sudah hanyut dalam khayalanya sendiri sambil menghitung uang yang di pegangnya.


"Gak usahlah Al baju Mama masih banyak, sisanya kasih lagi aja ke Mama" Ucap Kikan lagi.


Rania menatap Alvian iba, pria itu sepertinya terlihat sangat merana karena motornya yang hancur, ditambah tanggung jawab dari Kikan sebagai pelaku yang hanya memberi Al uang sebanyak 75 ribu.


"Kasihan juga Al, biarpun dia mantan gak tega juga lihat dia menderita gitu" Gumam Rania dalam hati.


"Oh iya Mama lupa, nih Ran kamu pasti gak punya uang kan buat jajan di sekolah" Ucap Kikan sambil memberikan setumpuk uang yang dia ambil dari dompetnya.


"Banyak banget Ma, gak usah lah aku masih punya uang kok Ma" Ucap Rania mencoba mengembalikan uang yang di berikan Kikan.


"Gak usah nak dikit doang juga, kalau kurang kasih tahu Mama saja ya sayang" Ucap Kikan menolak Rania mengembalikan uang pemberiannya sambil tersenyum.


Alvian menatap uang yang di pegang Rania dan miliknya secara bergantian, uang milik Rania yang di berikan Kikan adalah uang ratusan ribu yang jumlahnya Alvian yakin lebih dari 2 juta, sedangkan miliknya, ah sudahlah dia tidak ingin menyebutkannya.


Alvian tersenyum miris ibunya itu benar-benar adil dalam mengurus sesuatu tentang uang, dia yang meminta ganti rugi untuk perbaikan motor malah mendapat uang recehan sedangkan Rania gadis itu tanpa meminta pun malah mendapat uang ratusan ribu.


"Mama baik banget ya Allah aku sampai terharu"Ucap Alvian dalam hati dengan pandangan tidak percaya.


"Ya udah makasih ya Ma, Mama baik banget deh" Ucap Rania sambil tersenyum dan menyimpan uang pemberian Kikan ke dalam tasnya.


"Sama-sama sayang Mama kan emang baik dari dulu, sama anak mama aja baik apalagi menantu cantik kaya kamu sayang" Ucap Kikan.


"Yasudah Al, Mama pergi dulu ya, mukanya jangan di tekuk gitu gak enak banget dilihatnya, kan Mama udah ganti rugi masa kamu masih murung aka kayak anak cewek tahu gak" Ucap Kikan sambil menatap Alvian.


"Mana Mama tahu, ya sudah Mama pergi dulu kasihan nanti Rania telat!" Ucap Kikan sambil berlalu pergi menaiki mobilnya.


"Yang sabar ya Al, mungkin ini ujian besok-besok beli sepeda aja ya, biar benerinnya gak mahal kalau Mama rusakin lagi" Ucap Rania sambil menepuk-nepuk punggung Alvian dan berlalu mengikuti Kikan.


Di dalam perjalanan menuju sekolah Rania memegang sabuk pengamannya dengan erat, dia melirik Kikan yang terlihat fokus menyetir mobil.


"Ma aku berhenti disini aja ya, aku lanjutin ke sekolahnya naik taksi aja" Ucap Rania.


Gadis itu takut nyawanya dalam bahaya jika diantar ke sekolah oleh Kikan yang cara mengendarainya saja seperti orang baru belajar, Rania mendengar suara klakson mobil yag saling bersahutan di belakang mobil mereka.


Rania yakin mereka sedang protes dengan cara mengemudi Kikan yang tidak stabil, bahkan ada juga yang mengomel sambil menyalip mobil mereka.


"Gak apa-apa sayang Mama aja yang anter tanggung nih bentar lagi juga nyampe, kamu tenang saja sayang Mama ini waktu muda mantan pembalap tahu" Ucap Kikan bangga.


"Mantan pembalap Ma? hebat dong ya Ma, memangnya dulu Mama balapan apa?" Tanya Rania berbasa basi dia sudah tahu jawaban Kikan tidak mungkin jawaban yang masuk akal.


"Balap Karung Nak, dulu tiap 17 agustusan Mama suka ikut balap karung dan akhirnya Mama selalu kalah hehe" Ucap Kikan sambil tersenyum.


Tiba-tiba ada motor yang ngebut menyalip mobil Kikan, Kikan dan Rania menatap si pengendara motor yang terlihat memakai seragam sekolah seperti Rania.

__ADS_1


"Dasar anak kurang ngajar main selap-selip mobil orang aja harus di kasih pelajaran nih" Ucap Kikan.


"Ran pegang sabuk pengaman kamu dengan erat, kita kasih pelajaran anak ingusan itu" Ucap Kikan berapi-api.


"Jangan Ma gak u--- ahhhhhhh"


Rania menjerit saat Kikan tiba-tiba menambah kecepatan mobilnya, dengan sangat lihai Kikan menyalip setiap mobil yang ada di depannya, hanya untuk mengejar motor yang di kendarai pemuda yang tidak di kenalnya itu.


Entah kemana orang yang tadi mengendarai mobil dengan terbata-bata itu, kini Kikan sudah layaknya anak muda ugal-ugalan yang suka balapan mobil di tengah malam.


"Ya Allah tolong selamatkan hamba, aku tidak mau mati muda seperti ini ya Allah" Ucap Rania dalam hati.


Saat melewati lampu merah dan kebetulan sekali lampu memang sedang berwarna merah menandakan kendaraan harus berhenti, namun tidak bagi Kikan dia terus menambah kecepatannya mengejar motor di depannya.


"Ma, Mama barusan ngelanggar lampu lalu lintas, tuh lihat di belakang ada polisi ngejar kita" Ucap Rania takut.


"Gak apa-apa sayang paling mereka ngejar orang lain bukan kita" Ucap Kikan meyakinkan.


Tidak lama kemudian mobil Kikan pun sampai di depan gerbang sekolah Rania, dia melirik ke sekeliling mencari motor yang tadi menyalipnya.


"Kemana tuh motor kok ngilang sih" Gumam Kikan.


"Gak tahu Ma, aku masuk dulu ya Ma, Assalamualaikum" Ucap Rania sambil menyalami Kikan dan langsung keluar mobil menuju gerbang sekolah dengan terburu-buru.


"Waalaikum salam sayang hati-hati nak!" Ucap Kikan sambil membuka kaca mobilnya menatap punggung Rania yang mulai menjauh.


"Permisi Bu, bisa keluar sebentar!" Ucap seorang polisi lalu lintas yang berada di samping mobil Kikan.


"Ada apa Pa, mau minta tanda tangan ya? maaf Pak saya bukan artis loh" Ucap Kikan sambil tersenyum.


"Bukan Bu saya hanya ingin memberikan surat tilang karena tadi ibu sudah melanggar lampu merah"Ucap sang polisi sambil menyerahkan selembar kertas kepada Kikan.


"Ini semua gara-gara bocah tadi awas saja kalau ketemu ku habisi dia" Ucap Kikan kesal sambil menatap kertas tilangnya.


-------------


Holla aku balik lagi😆😆


Jangan lupa like nya ya, vote n tips bagi yang mau.


Jadi siapa nih yang cocok jadi Reno kalian pilih!!!


Mas lee ku atau ayang Jii chang wook


__ADS_1



__ADS_2