
Sesaat bru sampai dikamar, Kelvin masih memikirkan bagaimana kejadian di kantor tadi.Kelvin berpikir jika bukan karena Syifa pasti ia sudah di buru paparazzi atas tuduhan pelecehan terhadap seorang wanita dan perusahaaan pasti akan bangkrut.Serta keluarganya pasti yang akan kena imbasnya.
Tapi tidak terpikirkan oleh Kelvin bahwa Syifa yang harus menjadi korbannya.Kelvin berjanji tidak akan membuat nya sedih kembali.
Setelah itu Kelvin meminta Edward untuk mencari biodata dari Syifa.
"Ed aku ingin kamu mencari biodata seorang wanita yang bernama Asyifa Zahra Atika.Aku ingin dalam waktu 1 jam biodata tersebut sudah terkirim di emailku."pinta Kelvin ke Edward.
"Baik.Tunggu saja tidak sampai 1 jam biodata nya sudah terkirim melalui email.Ada yang lain"jawab Edward.
"Cukup itu saja."ucap Kelvin dan langsung mematikan panggilan.
Tidak sampai satu jam akhirnya Edward mengirimkan biodata Syifa.
Kelvin langsung membaca biodata Syifa yang dikirim oleh Edward.
"Asyifa Zahra Ratifa.Umur 22 tahun.Yatim piatu.Merupakan anak perempuan dari pasangan suami istri yang bernama Rafael Putra Abraham dan Selina Wilson.Orang tuanya mengalami kecelakaan pada saat umur Asiya 16 tahun dan meninggal di tempat kejadian.Setelah kematian kedua orantua nya, tidak ada sanak kelurganya yang mau mengurusnya.Di umurnya 16 tahun, Syifa harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan beristirahat selama 4 jam sehari sampai ia lulus kuliah.Syifa kuliah dengan beasiswa hingga sarjana 1 bisnis dan manajemen.Sekarang Syifa bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan AGR Corp."
Kelvin yang selesai membacanya hanya bisa menangis.Kelvin tidak menyangka bahwa hidup Syifa bisa sesulit itu di saat umurnya yang masih muda harus merasakan kehidupan yang keras dan tidak ada satupun keluarga yang mendukungnya.Serta dia yang berusaha untuk mendapatkan beasiswa untuk kuliahnya hingga ia sarjana.Dan lagi-lagi Kelvin merasa menjadi pria yang sudah merenggut masa depannya.
"Syifa aku janji bahwa hidupmu mulai saat ini hanya ada tawa bahagia tidak akan ada namanya air mata dari matamu jika ada Itu hanya air mata kebahagiaan.Itu janji dari seorang Kelvin."batin Kelvin
Setelah itu,aku pun langsung menidurkan badanku hingga tak lama aku pun terlelap.
...
Waktu menunjukkan pukul 7 pagi.Terlihat di kediaman keluarga Anggara sedang kesana kemari menyiapkan perlengkapan untuk pernikahan Kelvin dan Syifa walau hanya keluarga Anggara yang menghadirinya.
Ijab kabul yang akan dilaksanakan pada pukul 9 pagi hingga membuat mereka dengan cepat menyiapkan keperluan untuk ijab kabul nanti.Dari penghulu,saksi,serta mas kawin pernikahan.
~Syifa Pov~
Aku tidak menyangka hari ini aku akan memulai hidup baru.Hari ini aku akan menikah dan itu dengan Pak Kelvin seorang CEO serta seorang pria dari keluarga konglomerat.Yang dulu nya hanya impian semata mempunyai pasangan dari keluarga konglomerta tetapi sekarang telah terwujud.Walaupun awalnya dimulai dengan sebuah insident.
Saat ini aku sedang di rias oleh para MUA karena ijab kabul akan dilaksanakan sebentar lagi.Aku merasa deg deg an karena sebentar lagi gelar ku akan menjadi seorang istri.
"Ayah, ibu hari Syifa akan menempuh hidup baru.Syifa mohon restui pernikahan ku dengan Kelvin. Aku berharap ayah dan ibu tenang disana karena aku sudah ada yang melindungiku.Doakan pernikahan kami yah bu"batinku.
"Sungguh cantik sekali wajahmu.Padahal baru dipoles tipis dengan make up tapi kmu sudah sangat cantik."puji Tasya perias MUA yang tidak lain sahabat mommy Martha
__ADS_1
"Harus dong.Kelvin emang tidak salah pilih.Mantu mommy memang sangat cantik.Aku tebak nanti Kelvin tidak akan berpaling dari wajahmu"ucap Martha dari arah pintu.
Aku yang mendengarnya langsung menundukkan wajahku karena malu.Aku merasa wajahku sudah memerah seperti tomat.Untung tertutup dengan make up jadi tidak kelihatan.
"Bener kamu Martha ternyata Kelvin tidak salah pilih.Dia sangat cantik dan sangat baik"puji Tasya.
"Sudah-sudah.Sekarang sudah waktunya ijab kabul.Jadi,Syifa ayo turun kebawah." ajak Martha.
Aku pun mengangguk dan langsung mengikuti mommy yang sudah menggandeng tanganku.
Saat menuruni tangga.Aku melihat Kelvin dengan pakaian kemeja putih serta jas warna hitam dan juga celana hitamnya.Tidak lupa peci di kepalanya.Ia terlihat sangat tampan.
Mommy memintaku untuk duduk disamping Kelvin.
Dan terlihat pak penghulu dan Kelvin yang berjabat tangan dan akan memulai ijab kabul.
"Gimna sudah siap nak Kelvin"tanya pak penghulu yang di jawab Kelvin dengan anggukan kepala dan langsung berjabat tangan.
"Bismillah...Saudara Kelvin Ray Anggara bin Heri Jay Anggara saya nikahkan dana kawinkan engkau dengan saudari Syifa Zahara Atika binti Alm.Rafael Putra Abraham dengan mas kawin seperangkat alat sholat serta emas 50 gram dibayar tunai"ucap penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya Asyifa Zahara Atika binti Alm.Rafael Putra Abraham dengan mas kawin tersebut tunai"jawab Kelvin mantab.
"Bagaimana para saksi sah"
Tidak terasa sekarang aku sudah menjadi istri dari Kelvin bos di perusahaan ku.
Aku pun langsung mencium tangan Kelvin yang dilanjutkan Kelvin yang mencium keningku. Dilanjutkan dengan memasang cincin di masing jari-jari kami.
~Kelvin Pov~
Akhirnya aku bisa mengucapkan ijab kabul tanpa ada yang salah.Sekarang Syifa sudah resmi menjadi istriku.Pernikahan ku dengan Syifa hanya keluargaku yang tahu.Aku belum ingin mempublikasikan pernikahan ku dengan Syifa.
Bukan karena mendadak atau karena insident.Tetapi Aku hanya ingin menunggu waktu yang pas.
Setelah selesai aku mengajak Syifa kekamarku.Bukan sekarang kamar kami.
"Syifa terima kasih karena sudah menerima ku menjadi suamimu.Dan terima kasih karena sudah menjadi pendamping hidupku walau diawali dengan insident tersebut"ucapku dengan memegang tangan Syifa.
"Syifa juga berterima kasih karena bapak sudah mau terima Syifa yang banyak kekurangan ini.Syifa juga beruntung menjadi istri bapak.Jadi kita mulai dari awal yang baru dan melupakan masa lalu"ucap Syifa.
__ADS_1
Apa yang Syifa katakan benar adanya.Dan Aku tidak menyangka dirinya masih memanggil ku dengan sebutan bapak.Aku merasa seperti sudah tua saja.
"Jangan panggil bapak.Mulai sekarang panggil mas aja ya" pintaku
Bluss
Seketika wajahnya terlihat memerah dan ia langsung menutupinya dengan kedua tangannya.Aku yang melihatnya langsung tertawa.
"Baik m..mas"
"Oh iya, mas nanti habis Dzuhur harus pergi karena ada keperluan dengan Edward dan ini penting.Jadi mas minta maaf klo tidak bisa menemanimu untuk hari ini.Kalau ada perlu apa-apa tinggal bilang ke mommy."Ucapku dan langsung mencium keningnya.
"Oke.Hati-hati ya mas.Tapi besok aku harus masuk kerja lagi.Dan disana kita kaya seperti orang yang tidak kenal sama sekali.Kalau ingin menemui Syifa panggil aja,biar nanti yang Syifa ke ruangan mas.Jadi tidak ada yang curiga."minta Syifa.
"Baiklah klo itu maumu.Mas berangkat dulu ke kantor.Mas pamit.Hati-hati di rumah.Mas berangkat ya"ucapku
"Baik mas.Mas juga hati-hati dijalan."jawab Syifa dengan mencium tanganku.
Aku pun langsung bergegas untuk berangkat menemui Edward.Saat melewati ruang keluarga terdapat daddy,mommy dan Raehan yang sedang mengobrol.
"Mom Kelvin pergi ke keluar dulu ya karena ada urusan penting dengan Edward."ucapku.
"Kok bisa sih nak.Kan kamu baru menikah"tanya Martha.
"Maaf mom.Kelvin harus selesai kan masalah tadi malam mom.Kelvin janji habis selesai, Kelvin langsung pulang"ucapku.
"Oke.Hati-hati dijalan dan jangan jelalatan mata kamu.Ingat sekarang kamu sudah punya istri.Jadi jaga pandangan mu apa lagi dengan lawan jenis"pesan Martha.
"Siap mom.Kelvin berangkat dulu ya mom.Dan untuk Rae,kakak minta kamu ikut kakak sekarang karena ada yang ingin kakak beritahu kepadamu."ucapku.
"Oke kak.Rae akan ikut kakak.Aku langsung bareng sama kakak aja ya"ucap Raehan.
"Ayo buruan.Nanti Edward sudah menunggu lama.Kami berdua berangkat dulu ya mom.Bye mom, dad"ucapku dan langsung bergegas berangkat yang diikuti Raehan.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC