
~JANSEN POV~
******
Apa yang akan kamu lakukan jika apa yang kamu inginkan akhirnya kamu dapatkan? Oh salah, maksudku, bagaiman perasaanmu setelah menemukan titik terang untuk suatu hal besar yang sedang kamu perjuangkan?
Huh... Apa aku bisa berteriak sekarang?
Lega sekali, rasanya sangat plong. Aku rasa nafasku nggak sangkut lagi.
Aku menatap pintu yang tertutup. Papaku baru saja keluar setelah mengatakan sesuatu yang belum terpikirkan olehku akan segera ku dengar. Apa papaku sadar tadi? Atau apa mereka merencanakan sesuatu terhadapku dan Ayu? Hmm... tidak mungkin. Firasatku nggak buruk kali ini.
Aku melangkah dengan langkah panjang ke arah mejaku. Aku meraih ponsel yang tergeletak di meja kerjaku.
Tuuuut... Tuuuut... Tuuuuut ...
Tidak ada jawaban. Coba sekali lagi.
Tuuuut ... Tuuuuut ... Tuuuut ...
Tidak ada jawaban lagi. Kemana gadis keras kepala ini?
Tring
Tring
Tring
Bunyi pesan beruntun di ponselku.
Yuyu Love:
'Apa? Ini masih jam kantor.'
'😣😣😣'
Kenapa dia marah? Aku kan hanya mau video call, mau bilang sesuatu.
Me:
'Jawab aku, ada yang mau aku bilang!'
'Urgent!'
Aku yakin di pasti penasaran. Aku coba video call lagi. Astaga di rijek lagi...
Yuyu Love:
' Stop ganggu aku, lagi kerja, aku nggak mau di pecat cuma karena angkat panggilan kamu yah.'
Wah, dia nggak jawab lagi.
Me:
'Sayang, bentar aja, ini penting'
Yuyu Love:
'Bilang sekarang, kan chat bisa, nggak musti vc. 😤😤😤
Kayak dia nggak peka, apa suara batinku nggak sampe ke dia. Padahal aku mau teriakkan apa yang barusan aku dengar dari papa.
__ADS_1
Aku berjongkok sejenak lalu berdiri lagi. Aku menekan tombol panggil, kali ini panggilan biasa. Tidak video call.
No Answer brader. Aku ingin sekali mengunyah perempuan ini sampai hancur berkeping-keping.
Tring
Yuyu Love:
'Sekali lagi kamu lakukan panggilan, aku akan blokir nomormu!😡😡😡
Wah kejam sekali. Mari kita buktikan.
Aku menekan tombol panggilan biasa,
'maaf nomor yang anda tuju sedang di luar jangkauan.'
Hahahah, Apa-apaan ini? Kalian tahu gimana rasanya kesel nggak?
Rasanya aku ingin membanting segala sesuatunya yang ada di sekitarku, tapi aku sadar, jika kulakukan akan ada pengeluaran untuk memperbaikinya atau bahkan membeli yang baru.
Tak habis pikir, akhirnya aku berjalan ke arah meja dan melakukan browsing di laptop ku. Aku mencari nama perusahaan tempat Ayu bekerja. Aku meraih gagang telepon di mejaku dan mendial nomor yang tertera di layar laptop. Tak lama aku mendengar sahutan dari seberang.
"Tolong sambung ke Ayu Mbak, urgent!"
"....."
"Memangnya ada Ayu yang lain? Tolong ke Ayu Apriani, mbak!"
"...."
"Baik saya tunggu, terima kasih"
Aku mendengar nada tunggu tanda sedang di sambungkan ke yang bersangkutan.
"Hallo sayang, ini aku, aku mau ngomong sesuatu sam----"
"Baik pak terima kasih"
Klik
Panggilan di putus.
Apa aku datangi saja ke kantornya? Ya, itu lebih bagus. Aku meraih ponsel dan kunci mobil di atas meja. Dan bersiap keluar sebelum aku menghentikan langkahku karena bunyi notif di ponselku.
Tring
Tring
Yuyu Love:
'Kamu beneran mau saya blokir nomor kamu?'
'Ini jam kantor, nanti telp kalo udah jam istirahat!'
'Kalo urgent ya udah bilang sekarang! Masa harus telepon. Modusmu. 😡😡
Me:
'Kurang pas kalo pake chat, harus ngomong langsung. Masa sih angkat bentar aja nggak bisa. Aku telp biasa yah, Yang.'
Yuyu Love:
__ADS_1
'No!'
'Senior2 disini juga nggak pernah jawab panggilan pribadi kalo pas lagi kerja. Jangan gara-gara kamu aku kena sangsi yah. Aku anak bawang yang lagi di nilai. Awas kalo aku nggak lulus. Aku salahin kamu!'
Me:
'Karena itu? Dont Worry Yang, kaj pasti lulus dan , ntar aku telp bos kamu'
Yuyu Love:
'Kamu jangan bikin aku makin nggak bermutu di kantor ini yah, thanks kemarin udah bantu masukin aku di kantor ini. Tapi bukan berarti setiap ada tantangan harus kamu bantuin. Masa mau lulus trening juga musti di bantuin kamu. Dimana harga diri ijazahku?'
'Cepetan ngomong, mau bilang apa?'
Me:
Oh, aku lupa, kaku anak bawang berbakti yah ðŸ¤ðŸ¤
Tapi perasaan waktu di kantorku kamu nggak sedisiplin ini deh, Yang.'
Yuyu Love:
'Beda!'
'Di Kantor kamu, aku anak magang yang cuma perlu tiga bulan. Bukan anak bawang yang di nilai kinerjanya bagus ato di buang.
Me:
'Baiklah anak bawang, bisakah kita bertemu akhir pekan?' Rindu ini berat, Yang.'
Yuyu Love:
'Mau bilang itu doang, gayanya banyak..Masa musti nelpon.'
Apa dia antusias saat aku minta ketemu hari sabtu? Apa dia bertindak seperti kemarin di tivi? Mungkin saja dia jingkrak-jingkrak karena ajakanku tapi balas di chat seolah - olah di tidak antusias.
Beberapa detik aku menunggu jawabannya yang lain tapi tetap zonk.
Me:
' Sabtu ini aku jemput, kita makan malam di rumah ku!"
Tak lama ponselku bergetar dan ada nama
Yuyu Love Calling...
Bukankah dia bilang lagi kerja? nggak bisa nelpon?
"Hall--"
"Maksud kamu apa?"
"Sapa dulu yang bagus Yang, masa langsung potong pembicaraanku! Teriak lagi!"
"Nggak punya waktu, ini anak bawang lagi berjuang untuk naik gelar
Kamu bilang apa tadi?"
"Ada di ponsel yang, buka pesanku tadi."
"Lama! bilang aja sekarang!"
__ADS_1
Aku harap setelah aku mengatakan ini, Ayu yang punya keras kepala langsung diam.
"Kita di undang makan malam rumahku sabtu besok, Mau kan?