
Aku tidak tahu apa yang salah dari aku. Kenapa mata semua orang menatapku dengan tatapan yang tidak seperti biasanya.
"Kenapa?" tanyaku pada Lia begitu aku duduk di kursi kerjaku.
"Ada gosip tentang kamu," ucapnya berbisik dan mendekat padaku.
Gosip? Aku bintangnya? Wadidaw... gawat. Gue masih tergolong anak bawang disini.
"Gosip apa?" tanyaku dengan mimik tak terpacaya sekaligus penasaran.
"Kamu punya pacar?" Dia nanya atau kasih pernyataan, sih? Kok datar.
"Emang kenapa?" Punya atau tidak, bukan suatu keharusan untuk mengumumkan kan?
"Ada yang lihat kamu tadi turun dari mobil mewah di depan. Terus langsung tersebar gosipnya disini."
What? hanya karena itu?
Secepat itu kah gosip menyebar?
Aku hanya singgah di toilet lantai satu tadi sebelum naik ke lantai tempatku bekerja. Apa aku selama itu di toilet sampe-sampe berita sudah berakar di ruangan ini?
"Terus masalahnya apa?"
Benar kan shay? Masalahnya apa kalau aku punya pacar dan punya mobil mewah. Emang itu kenyataannya kan?
"Ada yang patah hati," ucapnya dengan suara normal dan terkekeh sambil memundurkan kursinya kembali ke habitatnya. Eh, tempatnya semula maksud aku.
"Siapa?" tanyaku penasaran.
Disini banyak laki-laki lajang, tapi selama ini tidak ada satupun yang menunjukkan gelagat sukanya padaku.
Malah supervisor yang ternyata udah taken yang sering gombalin. Kalau itu udah jadi rahasia umum. Karena dia begitu ke semua orang.
"Noh!" tunjuknya dengan dagunya ke arah pak Vino yang seorang HRD.
__ADS_1
Dia suka sama aku? Tapi selama ini nggak ada ngomong apa-apa.
Gelagatnya juga biasa aja.
"Halah.. bercanda itu, nggak usah percaya." Aku melambaikan tanganku di depan wajahku.
"Siapa sebar gosipnya?" tanyaku penasaran.
"Pak Dohar." ucapnya dengan kekehan yang tak habis pikir.
Pria itu, Huh... bisa makan orang nggak?
Ini kan bukan berita penting? Kok malah sebar gosip.
Aku menatap pak Dohar yang barusan masuk ke ruangan dengan vibe yang luar biasa positif seperti biasanya.
Dia terkekeh dengan wajah tanpa dosa padaku, padahal tanduk iblis di kepalaku udah hampir keluar.
Aku terkekeh dengan cerita Lia. Dasar pak Dohar edan, selalu aja di luar nalar.
Emang salah aku punya pacar orang kaya? Yang salah itu kalau aku pacaran sama kamu, batinku.
----------beberapa menit yang lalu-----------
"Ya udah, Beb. Aku keluar yah. Nih aku udah upload. Sorry, aku pilih wajah kamu yang agak ketutup. Aku belum siap viral di kalangan kamu," kata Ayu pada Jansen seraya bersiap turun dari mobil.
Saat satu kakinya udah menginjak bumi, dan sebagian kepalanya udah di luar, Jansen memanggilnya.
"Beb, tunggu bentar!"
Akhirnya Ayu masuk lagi, menunggu apa yang mau di katakan oleh Jansen.
Saat itu, seseorang yang baru saja akan masuk ke kantor menundanya demi apa yang barusan di lihatnya.
"Ayu?" gumamnya tak percaya.
__ADS_1
Seingatnya biasanya Ayu datang dengan sepeda motor. Tapi ini? Lagian dia bukan dari pintu belakang atau dari bagian pengemudi.
Taksi online? tidak mungkin, terlalu mewah.
Pacar?
Matanya membelalak dengan hasil tebakannya sendiri. Dengan segera dia berlari ke dalam kantor dan langsung menyebarkannya di lantai lebih tepatnya di ruangan tempat Ayu bekerja.
"Morning!!! Ada berita baru kawan-kawan."
Mendengar seruan dari supervisor yang rasa rekan sejawat, semua heboh berdiri dari kursi masing-masing dan memusatkan perhatian pada orang yang barusan berseru dengan napas ngos-ngosan.
"Vino, hari ini hari patah hati seruangan ini, Ayu punya pacar, dia dibawa di antar pake mobil mewah. Buset"
Napasnya masih ngos-ngosan karena berlari ditambah dengan kehebohannya sendiri.
Semua orang menatap Vino yang salah tingkah. Apa dia suka dengan anak baru bernama Ayu itu?
"Ganteng nggak, Pak?"
"Gantengan siapa dari aku, Pak?"
Beberapa orang bertanya dengan nada bercanda. Sebenarnya apa urusannya jika Ayu punya pacar. Wajarkan, Ayu cewek dan cantik lagi.
"Aku nggak lihat orangnya, cuma lihta mobilnya dan Ayu keluar dari mobil itu."
Jawaban yang langsung di respon dengan teriakan Huuuuu yang menggema di ruangan itu.
Setelahnya, mereka kembali ke posisi awal. Tidak terlalu ambil pusing dengan berita baru pagi ini.
Buat apa heboh kalau hanya berita seperti ini. Yang bikin heboh itu jika seandainya bos mereka yang jadi pacar Ayu. Kan gawat karena udah taken juga.
-----AUTHOR POV END--------------
####
__ADS_1
Absurd bangat yah?
Pls komen dong shay, biar ide nya makin cemerlang...