MY BOSS MY HUSBAND

MY BOSS MY HUSBAND
91. TERLAMBAT ANDRIAN!


__ADS_3

~AUTHOR POV~


*****


    Penyesalan memang selalu terlambat yah, jika datang lebih dulu namanya pendaftaran.


Pria sipit berkulit putih bersih itu duduk termenung di sebuah cafe. Dalam kesunyian yang dia ciptakan sendiri, dia memikirkan kata-kata yang di ucapkan oleh gadis yang menjadi targetnya.


    "Jangan terlalu serius, karena kesempatan untukmu sudah hilang sejak lama. Jika mau, we can't be a friend. Real friend."


    Kesombongannya dulu karena memiliki tampang yang bisa dikatakan di atas rata-rata kini menamparnya. Dulu, dia begitu jijik pada gadis kelebihan minyak itu karena terus mengejarnya hingga dengan tanpa hati dia juga ikut andil mempermalukan gadis itu.


    Kini dengan tidak tau malunya, dia berusaha mendekati gadis berminyak yang telah berubah menjadi gadis cantik yang anggun tanpa menghilangkan keramahannya.

__ADS_1


Sejak mendengar kata-kata Ayu yang berterus terang padanya bahwa dia benci Andrian sejak hari suratnya terpajang di mading. Andrian memikirkannya dengan perlahan betapa kejamnya dia dulu dan sekarang dia seperti kena karma karena memiliki rasa untuk gadis itu.


    Berbagai cara dia lakukan untuk mendapatkan gadis itu termasuk merusak mentalnya dengan informasi yang bahkan hanya sepotong saja. Bahkan dengan tidak tau malunya berkunjung beberapa kali untuk mendapatkan simpati dari orang tua Ayu. Membangun citra yang baik demi kesan baik yang akan di alamatkan padanya.


Tapi, Andrian lupa, bahwa sebelum dia, sudah ada yang datang terlebih dahulu dan sudah berhasil mendapat kesan baik dari orang tua Ayu.


    "Real friend katanya. Mana ada yang real friend jika pernah saling memiliki rasa." Dia menggerutu pelan.


Andrian lupa, mereka tidak pernah saling memiliki rasa. Mereka memiliki rasa di waktu yang berbeda.


Lalu dia beralih ke akun bos nya Jansen. Ada beberapa pilihan dan akhirnya ketemu.


    "Nah, ini."

__ADS_1


Dia tercengang karena tidak ada poto lain selain pemandangan dan juga quote. Tapi matanya tiba-tiba terbelalak ketika melihat dengan lebih jelas. Ada dua buah poto Ayu yang duduk dengan mesra di bangku taman dan juga ada sedang berjalan sambil bergandengan tangan.


Tidak ada poto wanita yang mengaku sebagai tunangannya itu. Apa-apaan ini?


Lalu dia teringat dengan kalimat Ayu lagi malam itu.


    "Aku dan Jansen baik-baik aja, Dia tidak punya tunangan dan pacar lain selain aku."


Kini, dia menyadari. Kesempatan untuknya benar-benar sudah habis. Jansen sudah berani upload poto mereka di I* pribadi. Otomatis teman-temannya juga pasti melihat itu. Andrian sekali lagi kepo melihat poto itu. Melihat beberapa komen yang mengirimkan harapan baik dan memuji keserasian mereka.


    "Sepertinya memang benar, kita hanya bisa menjadi teman. Kesempatan untukku benar-benar sudah tidak ada lagi. Aku benar-benar terlambat!" monolognya dengan pelan.


    "Kamu benar, seharusnya aku menggunakan ketampananku dengan baik. Bukan malah menjerat mereka dengan rayuan gombal dengan bermodalkan tampangku." lanjutnya dengan raut menyesal.

__ADS_1


    Dengan hati yang berusaha rela, dia mengingat kembali beberapa gadis yang hendak dia korbankan demi Ayu. Akhirnya dia sadar, menjadi cassanova ternyata tidak selamanya menyenangkan.


__ADS_2