My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Kecelakaan


__ADS_3

Malam ini sedikit mendung.Sedangkan Hana ingin keluar menuju minimarket terdekat untuk membelikan minyak gosok untuk ibunya yang akhir-akhir ini suka merasakan kram di kakinya.


Dengan mengayuh sepeda buntutnya, Hana bergegas menuju minimarket itu karena terlihat rintik-rintik hujan mulai turun. Karena Hana terlalu fokus dan tergesa-gesa tanpa melihat dari arah samping kiri ada mobil yang sedang melaju.


Ckiiiiit !!! Brraakkk!!


Terdengar benda bertabrakan.


"Astagfirulloh...dek itu lihat ada yang ketabrak !" pekik kak Kanza panik.


Jantung Kenzi pun melaju dengan cepat tanpa menyahuti kakaknya, Kenzi pun langsung turun dari mobil untuk melihat kedepan mobil mereka. Saat Kenzi berjongkok dan melihat siapa yang tertabrak olehnya bagai tersambar petir di malam hari gadis yang akhir-akhir ini berhasil mengusik sisi terdalam hatinya terlihat pingsan akibat tabrakan itu.


"Hana !"pekik Kenzi tertahan.


Dengan cekatan Kenzi pun membopong tubuh mungil Hana untuk dimasukan ke mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


"Kak...bisa minta tolong kaka yang nyetir, ternyata tadi yang tertabrak temen Kenzi kak. Kita harus kerumah sakit sekarang, nanti masalah bemper yang penyok Kenzi ganti ,"ucap Kenzi mengingat bagaimana titah kakaknya tadi sebelum berangkat.


"Udah...dek, masalah itu kakak cuma bercanda sekarang kita harus cepat bergegas menuju rumah sakit.Tolong ambil selimut di belakang buat nyelimutin temenmu itu, dan kamu harus ganti bajumu yang basah dengan kaos Kelvin ,"titah kak Kanza sambil menyerahkan paperbag ke arah Kenzi.


Mobil sport mewah Lamborghini itu pun mulai melaju kembali dengan kecepatan agak tergesa-gesa mengingat didalam terdapat korban kecelakaan. Sela 10 menit akhirnya mobil itu sudah terparkir di halaman rumah sakit Medika Hospital. Kenzi pun membawa Hana menuju ruang UGD untuk segera mendapatkan pertolongan pertama.


Kenzi dan kakaknya sedang menunggu pemeriksaan Hana diluar ruangan UGD. Sela 20 menit dokter akhirnya keluar ruangan.


"Dok...dokter bagaimana keadaan teman saya dok?" cerca Kenzi bertubi-tubi.


"Maaf , apakah anda dari keluarga ananda Luthfia Hana?"tanya dokter tersebut.


"Saya temannya dok, saya belum mengabari keluarganya karena belum tahu kontak teleponnya," jawab Kenzi jujur.


"Oh..baiklah, Masnya yang tenang teman mas tidak mengalami luka yang serius hanya terdapat beberapa luka ringan ," balas dokter menenangkan kekawatiran Kenzi yang terlihat jelas di wajahnya.


"Syukur lah, lalu kenapa tadi teman saya tidak sadarkan diri dok ?"tanya Kenzi sekali lagi.


"Mungkin pasien hanya mengalami shock ringan karena kecelakaan.Tapi untuk semuanya baik-baik saja, bahkan saat ini nanti pasien sudah sadarkan diri bisa langsung dibawa pulang ,"terang dokter Haikal yang bertugas di ruang UGD.


"Baik dok..terima kasih atas pertolongannya,"ucap kak Kanza menyudahi.


Kenzi dan kakaknya pun bergegas menuju ruangan UGD dimana terdapat Hana yang terlihat sudah bisa duduk.


"Hana...bagaimana keadaanmu?"tanya Kenzi lembut.


Hana yang masih bingung kenapa bisa dirinya ada dirumah sakit dan siapa yang sudah menolongnya pun terlonjak kaget.


"Ken..Ken...Kenzi, kenapa bisa disini?" tanya Hana lirih sambil menahan perih.


Hana tak mengerti seingatnya tadi memang dirinya terlibat kecelakaan tapi kenapa disini jadi ada Kenzi ? Atau jangan-jangan? pikiran Hana pun mulai menerka-nerka.


"Han..sebelumnya gue minta maaf, karena gue loe jadi begini.Ya orang yang menabrak loe tadi gue ,"terang Kenzi penuh sesal.


Hana mulai mengerti ternyata pengendara mobil mewah tadi adalah Kenzi.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang minta maaf, karena aku naik sepedanya terburu-buru gak merhatiin jalan. Bahkan aku yang udah motong jalan kamu ," balas Hana menyalahkan diri sendiri.


"Gak papa Han, ini salah gue juga. Oh..iya kenalin ini kakak gue ,"tunjuk Kenzi kearah kak Kanza yang berdiri disampingnya.


"Hai..Hana, kenalin aku Kanza kakaknya Kenzi, maafin atas kecerobohan Kenzi ya ? "sapa kak Kanza ramah.


"Saya Hana kak.."


"Apa kamu teman sekelas Kenzi ? atau jangan-jangan kamu pacarnya ya?" tanya kak Kanza menyelidik.


Kak Kanza dapat melihat bagaimana pandangan mata Kenzi memang sungguh berbeda penuh dengan perhatian. Menurutnya Hana gadis yang cantik,sederhana dan sopan.


"Kakak apa-apain sih Hana cuma temen Kenzi !"sela Kenzi malu.


"Bu...bukan kak, saya beda kelas dengan Kenzi.bKami hanya sekedar kenal gak lebih ,"sahut Hana cepat takut salah paham.


"Oh...kirain, soalnya Kenzi selama ini gak pernah lagi ngenalin temennya cewek ke kakak sih baru kamu doang Han kirain dia maho ,"ucap kak Kanza sambil terkekeh.


"Hussst !!..kakak sembarangan aja, jangan dengerin Han ,"potong Kenzi malu.


Hana hanya tersenyum melihat interaksi dari dua saudara didepannya bersenda gurau. Hana jadi teringat akan sosok kakaknya yang telah pergi dua tahun lalu. Mereka dulu juga suka begitu tapi kini hanya tinggal kenangan.


Sedangkan Kenzi begitu terpana akan senyum Hana yang sangat jarang dia lihat dari gadis itu.


"Oke kakak keluar bentar ya ada telepon ,"ucap ka Kanza sambil menunjuk kearah benda pipih miliknya.


"Silahkan kak.."jawab Kenzi dan Hana bersamaan.


Keadaan pun berubah menjadi canggung.


"hmm...Han...loe mau pulang sekarang ?"tanya Kenzi pelan.


"Hmm...iya sekarang aja, ibuku sedang menunggu dirumah. Aku tadi pamitnya hanya membeli minyak gosok ,"jawab Hana.


"Oke..sekarang kita menuju apoteker dulu untuk menebus resep dokternya sekalian beliin pesanan ibumu ya," ucap Kenzi sabar.


"Iya...."


Hana pun mencoba menurunkan kakinya yang terluka sambil meringis karena luka yang masih baru. Akibat kecelakaan itu Hana mengalami luka dipergelangan kakinya dan juga siku tangannya. Mungkin dalam seminggu sudah mulai normal lagi. Saat akan mulai melangkah, Hana merasakan nyeri yang teramat sangat di kakinya.


"Haduuh.....,"terdengar Hana mengaduh sambil menahan sakit.


"Han...loe gak papa?apa masih terasa sakit? apa perlu gue gendong?" ucap Kenzi spontan.


Hana hanya melotot kearahnya mendengar ucapan Kenzi yang menurutnya berani itu. Kenzi pun merutuki kebodohannya yang sudah keceplosan. Jujur dirinya pun tak tahan melihat keadaan Hana yang seperti ini


.Saat ingin berjalan lagi, lagi-lagi Hana mengaduh sakit. Akhirnya Kenzi pun mulai tak tahan dengan meminta maaf sebentar untuk membopong Hana.


"Maaf ya Hana..ini biar lebih cepat aja ,"ucap Kenzi.


Muka Hana terlihat memerah. Hana yang jarang berhubungan kontak fisik dengan laki-laki mulai panik.Tapi ya sudahlah daripada dia paksakan akan lebih merepotkan.

__ADS_1


Setelah keluar ruangan, mereka bertemu dengan kak Kanza yang sudah selesai menerima panggilannya.


"Loh...Ken ini Hana kenapa mau pulang sekarang ?"tanya kak Kanza beruntut.


"Iya...Hana minta pulang kak.Tadi kakinya masih terasa nyeri makanya Kenzi bopong aja," terang Kenzi


.


Hana yang mendengarnya hanya menunduk malu berusaha menyembunyikan mukanya yang terasa panas. Jujur baru kali ini dirinya terasa dekat dengan laki-laki. Bahkan harum parfum Kenzi yang lembut menenangkan terasa menempel dibaju yang ia kenakan.


"Oke..kalau gitu hati-hati aja Ken ,"mengingatkan.


Kak Kanza tersenyum melihat betapa adeknya berusaha untuk bertanggung jawab dan senyum jailnya pun seketika muncul. Diam-diam kak Kanza memfoto Kenzi yang sedang membopong Hana dari belakang.


"Perfect !!" melihat hasil jepretannya yang candid habis dan tersenyum puas. Lalu dimasukannya ponsel kedalam tas dan menyusul Kenzi yang sudah agak jauh didepan.


Setelah semua sudah masuk mobil,bl akhirnya mobil itu mulai melaju meninggalkan halaman rumah sakit tersebut. Saat dalam perjalanan kak Kanza berusaha memecahkan kesunyian.


"Oh..iya Han, rumahmu dimana?biar kami antar sampai rumah. Kalau soal sepedamu nanti Kenzi yang urus ,"tanya ka Kanza.


"Rumah saya sudah dekat kak dari sini. Ada perempatan didepan situ lalu belok kiri rumah pertama no 01,"ungkap Hana menjelaskan.


Kenzi pun hanya mengangguk mengerti. Rumah Hana sudah terlihat, tampak sederhana dengan halaman yang tak begitu luas ditumbuhi berbagai bunga mawar warna-warni tapi mawar pink lah yang lebih dominan.


Rumah Hana terletak dipemukiman yang lumayan padat tapi tidak begitu susah untuk mencarinya karna Kenzi diam-diam menghafalkan. Ada sebuah rencana yang sedang dia susun diotaknya.


Saat sudah parkir dihalaman,Kenzi yang ingin membopong Hana pun ditolaknya dengan halus.


"Udah Ken, sampai sini saja aku bisa sendiri aku hanya tak ingin melihat ibuku kawatir dan terimakasih, maaf sudah merepotkan ,"tolak Hana.


Kenzi sedikit kecewa mendapat penolakan dari Hana.


"Harusnya gue yang minta maaf, karena gue elo jadi terluka begini dan mulai besok gue akan menjemput dan mengantar pulang loe sekolah bagaimana?"


"Tidak perlu Ken, aku tak ingin merepotkanmu," tolak Hana sekali lagi.


"Please... Hana kasih waktu gue buat bertanggung jawab ,"pinta Kenzi memelas.


Sejenak gadis berwajah oriental itu mulai berfikir.


"Baiklah...tapi hanya sampai aku sembuh."


"Yes !!!"teriak Kenzi tertahan.


Setelah itu Kenzi pamit dari Hana,sedang kak Kanza yang sedari tadi memperhatikan tingkah lucu adeknya mulai menyadari bahwa adeknya itu sedang jatuh cinta.


"Salam buat ibumu Hana,maaf kami tidak bisa mampir lama mungkin lain waktu kakak akan main kesini ,"ungkap ka Kanza sambil melambaikan tangan.


"Baik kak..terimakasih ."


Kenzi yang berada dalam mood terbaiknya pun tampak senyum-senyum sendiri. Akhirnya hubungannya dengan Hana yang sempat dingin kini mulai mencair lagi.

__ADS_1


Ya Kenzi begitu penasaran ingin menaklukan hati wanita yang dingin seperti es itu.


Mobil sport putih itu mulai berjalan meninggalkan halaman rumah Hana menuju jalan raya untuk kembali ke tujuan awal mereka.


__ADS_2