
Pertemuan kedua ihsan untuk yang pertama kalinya kemarin, setelah dua tahun tak berjumpa menjadi awal yang indah bagi hubungan Hana dan Kenzi.
Setelah mendapat kabar dari Kenzi yang akan menikah, membuat mama Laura kelabakan. Tidak ada angin dan hujan tiba-tiba putra bungsunya itu memutuskan menikah.
Akhirnya mama Laura beserta suaminya Kim terbang ke tanah air menggunakan jet pribadi mereka. Sampainya mereka di tanah air, betapa terkejut sekaligus bahagianya mama Laura ternyata calon mantunya adalah dokter Hana.
Wanita yang dulu ia dambakan menjadi mantunya saat wanita itu masih berstatus sebagai tunangan orang lain.
Mama Laura sangat menyambutnya denganq antusias. Oleh karena itu semua persiapan untuk lamaran, beliau langsung turun tangan untuk menghandlenya.
Keesokan harinya Kenzi melamar Hana secara resmi disaksikan keluarga besar bulek Harti beserta keluarga yang berasal dari jawa beserta orang tua almarhum Johan.
Mama Cintya dan suaminya Fajar Effendy selaku orang tua almarhum Johan mantan tunangan Hana bersedia menjadi wali nikah wanita itu.
Mereka telah mengangkat Hana sebagai anak angkat. Meski Hana hanya berstatus sebagai anak angkat, namun kasih sayang yang mama Cintya dan papa Fajar berikan sama tara seperti anak sendiri.
Acara lamaran itu dilakukan di kediaman Hana, dan dihadiri beberapa sanak saudara. Senyum tampak mengembang dari para tamu dan saudara yang hadir. Saat sebuah cincin berlian Kenzi sematkan di jari manis Hana.
Tanpa terasa Hana menitikan air mata kebahagiaan. Semua yang pernah terlewatkan menjadi pelajaran tersendiri baginya. Semua kegagalan yang pernah ia dapatkan kini menjadi berkah dan berbuah manis.
"Selamat ya sayang, mama turut senang. Bagaimanapun kamu berhak mendapatkan kebahagiaan dalam hidupmu. Johan pasti turut bahagia disana melihatmu tak berlarut-larut dalam kesedihan lagi," ucap mama Cintya sendu.
Air matanya sudah membanjiri kedua sisinya. Wanita paruh baya itu sangat menyayangi Hana. Bahkan ia sendiri tega mengusir Johan manakala saat Hana gagal menikah dengan putranya.
Hana pun sama. Setelah sekian lama hidup dalam kesendirian tanpa kasih sayang keluarga dan kedua orang tua. Kini ia merasa mendapatkan kehangatan dan kasih sayang kembali dari sebuah keluarga yang menganggapnya seperti anak sendiri.
Rasa haru pun tak mampu ia sembunyikan. Lalu ia memeluk wanita paruh baya itu sambil terus terisak dalam pelukan wanita itu.
"Terima kasih ma, terima kasih untuk segalanya yang sudah mama berikan kepada Hana. Terima kasih sudah bersedia jadi wali nikah Hana ma. Maaf Hana belum bisa membalas apapun atas kebaikan mama Cintya dan papa Fajar," ungkap Hana sambil terisak.
"Tidak, kamu sudah sepantasnya mendapatkan semuanya sayang. Mama bahagia bisa melihatmu bahagia," balas mama Cintya.
"Terima kasih ma, Hana sangat bahagia sekali hari ini," ungkap Hana lagi jujur.
Hana pun juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada keluarga buleknya karena sudah menyempatkan diri untuk hadir.
Bagaimana pun buleknya Harti itu merupakan salah satu orang yang berjasa dalam hidupnya. Berjasa dalam keberlangsungan karirnya. Hana akan selalu mengingatnya sampai kapanpun
Tak perlu menunggu waktu lama, keesok harinya mereka langsung melakukan prosesi ijab qobul di sebuah gedung mewah. Lalu di lanjutkan dengan acara resepsi pernikahan yang dihadiri oleh para sahabat, sanak saudara, serta para kolega-kolega bisnis dari perusahaan KBA Beauty.
Semua persiapan sudah mama Laura pegang kendali. Hana dan Kenzi hanya tinggal menikmatinya saja. Tema kali ini mengusung konsep pernikahan modern, jadi mereka tidak menggunakan tema adat atau apapun.
"Lihat sayang kamu tampak cantik dengan balutan gaun ini," puji mama Cintya.
"Tentu saja, calon mantuku pasti cantik," sela mama Laura.
"Tadinya Hana akan jadi mantuku, namun kini ia jadi anak angkatku. Kalau mengikuti jiwa muda seperti rival jadi besan ya jeng," ungkap mama Cintya sambil terkekeh pelan.
Mama Laura pun mendekat, dan mengelus punggung calon besannya itu.
"Maafkan saya ya jeng, saya turut berduka atas kepergian dokter Johan yang tidak kami sangka. Dokter Johan orang yang baik, ia juga berjasa atas kesembuhan Kenzi dari kebutaannya beberapa tahun silam," jelas mama Laura.
"Benar kah jeng ?" fakta dari putranya ini mama Cintya tak pernah tahu.
"Benar, mereka memang terlibat sebuah hubungan cinta dan persahabatan semenjak mereka duduk dibangku Sekolah Menengah."
"Saya hanya bersyukur, ternyata Hana dikelilingi orang-orang yang baik seperti anda. Saya yakin putra anda akan merasa bangga mempunyai orang tua sebaik anda dan suami. Bahkan almarhum putra anda sangat menjaga Hana dengan baik semasa hidupnya, kami sangat berterima kasih sekali jeng," ungkap mama Laura dengan tulus.
__ADS_1
Wanita paruh baya yang usianya hanya terpaut beberapa tahun itu berpelukan. Menyalurkan rasa persaudaraan yang kini terjalin diantara mereka.
Kini tibalah acara ijab qobul yang akan mengesahkan dirinya bersama Kenzi. Tiba-tiba Hana mendapat serangan panik. Telapak tangannya tampak berkeringat dingin. Sesekali ia menggigiti ujung kuku palsunya.
Ada rasa trauma sendiri pada diri Hana. Bayangan akan kegagalan di masa lalu membuat merasa trauma dan panik sekaligus.
Melihat itu, mama Laura berusaha mendekat seraya meraih telapak tangan calon mantunya itu dan menggenggamnya.
"Ada apa sayang, kenapa kamu terlihat panik ?" tanya mama Laura dengan lembut.
"Hana...Hana tidak tahu tante, Hana seperti pernah merasakannya sebelumnya. Tiba-tiba saja Hana merasa panik dan berkeringat dingin."
Mama Laura mengerti, mungkin ini akibat kegagalan dalam kehidupan Hana sebelumnya membuat wanita itu merasakan rasa trauma tersendiri.
"Kamu yang tenang ya sayang, kamu pasti kuat seperti ibumu dan juga ayahmu," ucap mama Laura menenangkan.
Hana pun merasa tertarik akan pernyataan yang barusan mama Laura lontarkan.
"Apa tante mengenal kedua orang tua Hana ?" tanya Hana ingin tahu.
"Ya dunia memang sempit, ternyata kamu adalah anak dari Hesti dan Gunawan. Kami lumayan mengenal dan berteman dengan kedua orang tuamu kala itu. Bahkan kami sempat ingin menjodohkan anak kami jika salah satu anak kami terlahir laki-laki dan perempuan. Sebelum ayahmu memutuskan pindah ke negara asalnya setelah menikah dengan ibumu. Setelah itu kami hilang kontak, lalu beberapa tahun kemudian mama mendengar ibumu bekerja di keluarga Alexandria rekan bisnis mama."
"Ternyata ikrar kami itu baru terlaksana sekarang, mama sangat bahagia bisa menepati ikrar kami yang sempat terhalang bertahun-tahun, maafkan masa lalu mama ya nak Hana. Mama dulu sempat memisahkan jalinan kasih antara kamu dengan Kenzi dulu," tutur mama Laura penuh penyesalan.
"Tante, tante Laura tidak perlu khawatir_"
"Mama...panggil tante mama, sebentar lagi kamu juga akan menjadi anak mama Hana," potong mama Laura.
"Akh...iya ma, mama Laura Hana sudah memaafkan mama sedari lama kok."
"Mama...bercandanya jangan ngeri begitu ah," sergah Hana pelan sambil tersenyum.
Orang kaya bercandanya memang ngeri-ngeri sedap, meski bukan suatu hal yang mustahil untuk mereka.
Kedua wanita yang terpaut usia dan generasi itu pun tertawa lepas. Rasa bahagia menyelimuti keduanya.
"Calon mempelai wanita harap bersiap-siap ya bu, sebentar lagi acara ijab qobul akan dimulai," ujar seorang panitia resepsi pernikahan Hana dengan Kenzi.
"Ayo sayang mama akan mengantarmu kepada calon suamimu," ucap mama Cintya yang baru saja datang.
"Ya kami akan mengantarmu ke pelaminan," sambung mama Laura.
Kedua ibu angkat dan ibu mertua itu mengapit Hana di kedua sisi wanita tersebut. Sambil mendengarkan suara ijab qobul yang akan segera di berlangsung.
"Mari kita mulai saja ya bapak ibu sekalian, saya nikah dan kawinkan engkau ananda Kenzi Abraham bin Kim Bae Abraham dengan adinda Luthfia Hana binti Gunawan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai !" ucap sang penghulu dengan suara lantang.
"Saya terima nikah dan kawinnya Luthfia Hana binti Gunawan dengan mas kawin tersebut tunai !"
"Bagaimana para saksi ? Sah ? sah ?" tanya pak penghulu.
"SAH !" teriak para saksi dan tamu yang hadir bersamaan.
"Alhamdulillah."
Sedangkan ditempat lain, ketiga wanita berbeda generasi itu mendengarkan dengan seksama. Rona bahagia terpancar dari ketiga wanita itu mendengar Kenzi menamatkan kalimat sakral itu dengan lancar dan sekali ucapan.
"Ayo sayang, kami akan mengantarmu." ajak mama Laura sambil mengapit lengan Hana diiringi mam Cintya.
__ADS_1
Mereka bertiga pun turun bersamaan menuju lantai dimana acara resepsi dan pernikaha itu berlangsung.
Semua mata tampak menatap kagum ke arah Hana. Dari atas Hana mampu melihat, semua keluarga besar Kenzi berkumpul. Bahkan opa uyut Kenzi yang berasal dari Korea pun turut serta hadir. Kecuali kaka Kanza, menurut Kenzi kakaknya itu sebentar lagi akan melahirkan jadi tidak dianjurkan untuk bepergian jarak jauh oleh dokter.
Kini tibalah Hana dihadapan suaminya Kenzi. Ada rasa malu, haru bahagia bercampur jadi satu. Cinta mereka yang sempat sirna kini bersemi kembali dengan jalinan ikatan suci.
"Hai My Ice Girl, you're ready ?" sapa Kenzi sedikit berbisik.
"Ready for what ?" tanya Hana penasaran.
"Siap untuk meleleh bersamaku."
Seketika wajah putih mulus Hana merona bahkan memerah seperti buah tomat matang menyadari arah bicara Kenzi yang sedikit mesyum.
Lalu Hana memukul bahu Kenzi sedikit agak keras membuat sang empunya meringis.
"Kenapa kamu masih saja gemar memukulku sih wife ?" protes Kenzi sambil menampilkan wajah cemberutnya.
"I'm sorry my husband, that is reflex." balas Hana menanggapi kelebaiyan suaminya itu sambil tersenyum tanpa dosa.
Akhirnya kedua pasangan pengantin yang baru saja sah menjadi pasangan suami istri itu tertawa bersamaan. Setelah kegagalan yang pernah keduanya alami, semoga ini yang terakhir untuk mereka.
Wanita es yang jarang sekali tersenyum itu kini sudah meleleh setelah bertemu dengan muaranya.
"Lihat kak mereka sangat so sweet sekali, oppa Kenzi dan unni Hana mereka tampak cocok dan serasi! aku begitu iri dengan kisah cinta mereka !" ucap Sona kepada seseorang yang ia rasa masih berdiri disampingnya.
Namun setelah Sona menengok ke arah yang ia ajak bicara membuat gadis mungil itu geram seketika.
Dari jauh ia melihat laki-laki bertato dan berjambang miliknya tengah berbicara dengan seorang wanita sexy seperti model.
"Dasar laki-laki crocodile ! sepertinya Sona harus memasukanmu ke penangkaran hewan liar agar matamu dan bibirmu itu tidak asal berhubungan dengan wanita. Awas ya kau crocodile!" ucap Sona dengan geram.
Langkahnya sedikit melebar menuju kearah Darren sambil memincingkan lengan gaun brukatnya.
Malam ini mereka mengenakan gaun pasangan sebagai bridesmaid dan grossmen.
Sampainya ia dibelakang lelaki crocodilenya, Sona tampak menunjuk ke arah wanita yang sedang Darren rayu untuk diam.
"Kau tahu sweet, minuman ini sangat manis dan butternya sangat lembut seperti dirimu jika ku teguk dalam mulutku," ucap Darren membual.
Sona pun melotot seketika membuat wanita yang ada dihadapan Darren ketakutan dan pergi.
"Ma...maaf saya harus pergi sekarang," ucap si wanita lalu bergegas dari aura yang seperti ingin membunuhnya.
"Hai..sweety kenapa kau pergi dariku, aku belum sempat menjelaskan bahan dasar dari minuman ini padamu !" kata Darren sedikit berteriak.
"Kenapa tiba-tiba disini hawanya menjadi dingin ya, apa wanita tadi baru saja melihat sebuah penampakan ?"
"Iya penampakan, penampakan yang ingin sekali mencekikmu !" seru Sona sambil berbisik tepat dibelakang telinga lelaki macho tersebut.
Seketika Darren pun berbalik arah. Matanya melotot sempurna mendapati rubah kecilnya tengah berdiri dengan raut wajah ingin memangsanya.
Glek !
Apakah setelah ini ia akan dibanting kembali ?
"Bab...Baby kamu disini ?"
__ADS_1