
Pernikahahan Kenzi dan Luna akan berlangsung tak kurang dari 40 jam dari waktu sekarang. Membuat lelaki maskulin itu tampak semakin gelisah setelah mendengar langsung informasi dari kakak iparnya Kelvin yang bekerja sebagai intel negara.
*Flashback On
Sela 15 menit usai kepergian Johan dari kantornya, Kenzi menerima pesan dari kakak iparnya untuk bertemu di sebuah tempat restauran sepulang kerja.
Kini ia sudah berdiri di restauran milik keluarganya. Tanpa berlama-lama lagi, lelaki maskulin itu langsung masuk menuju ruang privat keluarganya. Hanya keluarga inti yang bisa memasuki ruangan itu. Bahkan pelayannya pun tak sembarang orang, mereka yang sudah mengabdi lama yang hanya bisa masuk ke ruangan privat itu.
"Silahkan masuk tuan muda, tuan muda sudah ditunggu oleh tuan Kelvin," sapa seorang kepala pelayan yang bernama Jaeguk.
"Terima kasih Jae, tolong siapkan menu biasa keluarga kami ya. Karena aku benar-benar lapar."
"Baik tuan muda, mohon ditunggu."
Jaeguk adalah kepala restauran sekaligus chef kepercayaan keluarga Kenzi. Ia yang merupakan orang Korea asli sudah sangat lama mengabdi di keluarga Kim.
Semenjak almarhum kakek Kang yaitu ayah dari papa Kim masih hidup. Karena berkat kejujuran dan pengabdiannya, keluarga Kenzi mengangkatnya sebagai kepala Chef dan bertugas mengurus restauran milik mamanya yang ada di kawasan Sarinah.
Kenzi pun langsung masuk ke ruangan yang didesain khusus itu. Ruangan kedap suara dan harus menggunakan sidik jari untuk bisa memasukinya. Hanya orang-orang tertentu yang sidik jarinya terdaftar pada intercom itu.
"Ada apa kak Kelvin ? apa ada sesuatu yang penting sehingga kakak meminta Kenzi untuk datang kemari ?" cerca Kenzi saat baru masuk ke ruangan privat itu.
"Ini mengenai sabotase yang dilakukan seseorang kepada perusahaan papa Ken," balas Kelvin.
"Apa kakak sudah mengetahui siapa pelakunya ?"
"Sudah."
"Katakan kak, siapa yang berani mengusik keluarga kita? Kenzi akan membalasnya 2 kali lipat, perusahaan papa hampir bangkrut gara-gara issu tak sedap ini."
"Tapi kamu jangan marah dulu Ken, kakak juga terkejut saat mengetahuinya. Orang yang sudah menyabotase perusahaan papa Kim adalah....."
"Siapa kak katakan saja !" desak Kenzi.
"Orang itu adalah Luna calon istrimu."
"Apa ?! bagaimana mungkin ? apa kakak mempunyai buktinya? Kita tak bisa menuduh orang sembarang tanpa bukti kak."
"Semua bukti itu ada disini," ucap kak Kelvin sambil menyerahkan sebuah flashdisk berwarna hitam.
Masih dengan perasaan terkejut Kenzi mulai meraih flashdisk tersebut lalu membuka file didalam flashdisk yang berisikan sebuah video dan foto. Kedua tangannya terkepal erat.
Emosinya meradang menyaksikan asisten Luna dengan jelas memberikan sebuah amplop coklat kepada seorang wanita yang mengaku menjadi korban dari produk KBA Beauty. Diperkirakan amplop coklat itu berisi sejumlah uang sebagai bayarannya.
"Brengs*k ! ternyata mereka sudah bersekongkol dari awal ! Bagaimana kak Kelvin bisa mendapatkan semua ini ?"
"Kamu tahu sendiri profesi kakak gimana ? Itu lah keahlian kami. Kami bisa berubah menjadi bunglon untuk mengelabuhi musuh. Kakak sudah mencurigai Luna semenjak wanita itu menawarkan diri untuk membantu perusahaan papa, orang-orang kakak mengikuti kemana pun wanita itu pergi jadi ya hasilnya seperti yang barusan kamu lihat," terang kak Kelvin.
"Kak, thank you very much. Kenzi makin sayang sama kakak, Kak Kanza nggak salah pilih kakak ipar buat Kenzi," puji Kenzi sambil nyengir.
"What ?! Sayang ? kakak masih normal Ken, kakak hanya sayang sama Kanza dan Keshia kali."
"Astaga ! sayang sebagai saudara bang bukan yang lain," balas Kenzi sambil mencebikan bibirnya.
Kak Kelvin pun terkekeh geli.
__ADS_1
"Tapi kakak hanya bisa membantu mencarikanmu barang bukti saja Ken, selepas ini kakak serahkan padamu karena kakak harus pergi lagi."
"Apa kakak sudah memberi tahu papa Kim ?"
"Belum, kakak tidak enak hati untuk memberi tahu beliau. Karena yang menginginkan kamu menikah dengan Luna kan papa."
"Lebih baik jangan kak, ini akan jadi tontonan yang menarik besok. Kenzi akan meminta tolong Darren."
"Baiklah kakak tak bisa berlama-lama, setelah ini kakak harus pergi. Sampaikan salamku kepada kakakmu Kanza dan Keshia," pamit kak Kelvin sebelum ia benar-benar menghilang di balik pintu.
*Flashback Off
Kini Kenzi sedang berada balkon apartemen milik Darren. Mereka berdua sedang menikmati senja sekalian mengatur rencana untuk surprise Luna besok.
"Jadi menurut loe gue harus gimana Darr ?hmm," tanyanya setelah bercerita panjang kepada temannya itu.
Tidak ada sahutan dari sang empunya karena ia sedang melamun sambil tersenyum-senyum.
"Darren ?!" panggil Kenzi sekali lagi.
"Astaga ! apakah ini anak kerasukan ? Gue harus baca apa ini untuk meruqyahnya, gue browshing dulu aja deh," gumam Kenzi pada diri sendiri.
Sedangkan Darren, lelaki macho itu masih menatap awan sambil tersenyum-senyum membayangkan pertemuannya tadi bersama Sona si rubah kecilnya.
Dalam lamunan Darren
"Hei crocodile ! mau kemana kau ?! jangan harap bisa kabur dari Han Sona ya !" teriak Sona yang sudah keluar menyusul Darren.
Darren pun semakin mencibir ke arah Sona, membuat gadis itu kesal setengah mati.
"Wlee nggak kena wlee !" ejek Darren sambil menjulurkan lidahnya.
Lantai ruangan Kenzi memang hanya di perkhususkan untuk ruangan Ceo dan juga untuk ruang rapat. Jadi tempat itu terasa luas dan lega bagaikan tempat bermain kejar-kejaran untuk Sona dan Darren.
Saat Darren menemui jalan buntu, ia berhenti sebentar untuk berfikir bagaimana bisa lolos dari rubah kecilnya. Karena kalau sampai tertangkap, kali ini ia benar-benar akan jadi samsak gadis itu.
Ia masih mengingat bagaimana dengan entengnya gadis itu mampu mengangkat tubuh kekarnya lalu dengan mudah membantingnya ke lantai seperti karung beras. Bisa-bisa ia akan berakhir menjadi daging gebuk gadis itu.
"Haha...mau kemana kau crocodile, aku akan benar-benar mematahkan tulang ekormu !" teriak Sona sambil mengepal-ngepalkan tinjunya.
Glek !
Darren dapat merasakan aura gelap membunuh dari gadis itu.
'Astaga ! kalau marah serem juga auranya. Tapi tambah cantik gue suka !' pekik Darren dalam hati.
"Hehe...Beby jangan marah dong, abangkan cuma bercanda. Beby cantik deh," rayu Darren.
"Sona tidak peduli ! berani-beraninya kau tidur di pangkuanku sebelum oppa Hwang. Aku tidak rela !" balas Sona dengan garang.
bonus pict Oppa Hwang In Youp
"Hwang ? siapa dia ?" tanya Darren penasaran.
__ADS_1
"Dia calon suamiku,(suami hayalanku)" sambung Sona dalam hati.
'S*alan gue ada saingan ternyata !' gerutu Darren.
Tanpa aba-aba Sona berlari kearah Darren untuk menangkap lelaki itu. Namun sungguh apes tiba-tiba ia terpeleset dan menubruk tubuh kekar Darren hingga mereka berdua jatuh terjungkal ke belakang.
Adegan ini bagaikan slowmotian saat kedua sejoli ini saling menatap satu sama lain dan saling mengunci. (Bayanginnya kayak yang lagi viral pake lagunya abang Troye Sivan)
🎵 You’re my angel, angel baby
Kau adalah malaikatku, malaikat sayang
🎵Angel, you’re my angel, baby
Malaikat, kau adalah malaikatku, sayang
🎵Baby, you’re my angel
Sayang, kau adalah malaikatku
🎵Angel baby
Malaikat sayang
Bahkan rasa sakit yang Darren rasakan pun tak berarti apa-apa saat menatap kedua bola mata gadis imut yang sudah berhasil mencuri hatinya.
Rekor pertama bagi seorang Darren sang playboy dari jaman SMA, sudah berganti-ganti pasangan hampir 100 kali pertahun. Beranjak dewasa menjadi Cassanova ulung melakukan suatu hubungan tanpa cinta.
Dan baru kali ini, ia merasakan sebuah cinta yang sesungguhnya. Membuat sang Cassanova yang biasanya dikejar para wanita kini ia harus terbalik mengejar seorang gadis yang berulang kali menolak ketamvanannya.
Byuuuuur !!!
Seketika lamunan indah Darren buyar begitu saja diiringi rasa dingin yang menjalar di sekujur tubuhnya akibat di guyur air oleh Kenzi.
"Kamvr*t ! ngrusak hayalan indah gue aja !" umpat Darren yang terkejut akan tindakan yang Kenzi lakukan.
"Lagian loe bengong aja macam kerasukan, udah gue sholawatin, udah gue bacain surat yasin, udah gue adzanin juga loe makin gak jelas senyum-senyum sambil gigitin jempol lagi. Ngeri gue ngap lihatnya !"
"Astajim masa gue gitu sih ?"
"Terserah deh, terus gimana ini rencana kita besok ?" tanya Darren.
"Rencana apa ?" tanya balik Darren dengan menampilkan wajah innocentnya.
"Astaga ! jadi gue ngomong panjang lebar tadi loe nggak dengerin ? bener-bener gue harus nyari palu ini!" kesal Kenzi.
"Ha...ha, gue denger kok. Pokoknya besok kita harus bikin surprise buat Luna loe pastiin dulu perlengkapan pendukungnya, oke ?"
"Oke, beres !"
Kedua lelaki yang gagal dewasa itu pun bertos ria.
Hai kak readers, kira-kira mereka bakal nyiapain surprise apa ya buat Luna ? Penasaran kan..
Tetap stay ya kasih dukungan thor-thor yang amatir ini biar semangat buat up terus..
__ADS_1
Big love and kiss 😘😘
Saranghae all