My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
The Wedding


__ADS_3

Hana pov


Hari ini adalah hari pernikahanku dengan Johan.Laki-laki yang dulu berstatus sebagai sahabatku kini akan berubah status menjadi suamiku.Entah aku bingung dengan perasaanku sendiri.


Harus bahagia atau sedih kah?Akan tetapi aku tak bisa menolak perasaannya kepadaku.Selama ini ia banyak sekali membantuku melewati masa-masa sulit dalam hidupku.


Ia sangat mengenal baik tentangku begitu pula dengan ku.Aku sempat merasa wanita beruntung bisa memilikinya.Tapi perasaan itu hanya sekejap hadir saat tiba-tiba masa lalu yang pernah ku tinggalkan hadir kembali diantara kita.


Kami bertemu diwaktu yang tidak terduga.Seolah semesta telah menghukum kami lalu mempertemukan kami kembali setelah bertahun-tahun kita lost contact.


Dan tanpa ku duga,ia memintaku untuk kembali padanya.Tapi aku harus apa? aku sudah bertunangan.


Meski dalam hatiku ingin,tapi aku tidak boleh egois.Itu akan menyakiti orang tua sahabat sekaligus calon suamiku terutama mama Cyntia yang sudah sangat baik terhadapku.


Dan akhirnya aku memilih.Aku putuskan untuk melanjutkan pertunangan kita.Aku hanya ingin kebahagiaan.Jika aku memilih Kenzi tentu saja kami tidak sepadan.Dia terlalu tinggi untuk ku raih meski hati kami saling memiliki.


Akan tetapi akhir-akhir ini Johan bersikap tak biasa.Ia seperti mengabaikanku.Ia yang dulu selalu perhatian terhadapku dan selalu mengabariku apa saja yang sedang ia lakukan kini kebalikannya.Ia hanya mengabariku sekali saja.


Seperti waktu itu ia menolak ajakanku untuk dinner akan tetapi ia tolak karena ada urusan dengan teman bisnisnya.


Aku masih penasaran bisnis apa yang sedang ia jalani saat ini bersama temannya?Karena memang aku tak mengenal semua rekan dekatnya.


Hingga aku melihat dengan mata kepalaku sendiri.Ia memapah seorang wanita hamil menuju sebuah klinik.Aku tak bisa melihatnya dengan jelas karena terhalang papan reklame.Sampai saat ini pun aku belum menanyakan kepada Johan sama sekali.Aku harus berfikir positif.Aku sudah mengenalnya lama tidak mungkin ia mengkhianatiku. Dan aku tahu betul seperti apa rasa sukanya terhadapku.


Dan disinilah aku berada.Perasaanku hari ini merasa tidak baik apakah akan terjadi sesuatu di hari pernikahanku dengan Johan ?Entahlah..semoga semuanya berjalan dengan semestinya.


##


"Han...Hana,heii ?!" sapa seorang gadis membuyarkan lamunan Hana.


"Marisa ! kamu mengagetkanku saja."


"Hei...princess sebentar lagi loe akan menikah,kenapa loe malah melamun begitu?"


"Entahlah...perasaanku tidak enak hari ini Sa."


"Itu hanya perasaan loe saja Han, come on ini hari bahagia loe harus banyak tersenyum.Loe enggak mau kan tamu undangan kabur melihat wajah loe yang dingin seperti mummi?" gurau Marisa.


Hana pun tersenyum.Hatinya sedikit menghangat karena candaan dari sahabatnya itu.


"Peluk gue Hana." pinta Marisa.


Hana tak mengerti akan tetapi ia ikuti saja permintaan temannya itu.


"Hana..gue seneng sekaligus sedih akhirnya loe bisa meraih kebahagiaan loe,gue sebagai temen gak bisa berbuat apa-apa.Gue cuma bisa doain loe semoga selalu bahagia." ucap Marisa sambil terisak.

__ADS_1


"Tak mengapa,terima kasih ya Sa semoga kamu juga cepat menyusul ke pelaminan."


"Tentu saja,semua orang ingin akhir yang bahagia."


"Jadi kapan Boby akan melamarmu?" ia sudah mengetahui bahwa sahabatnya itu juga terlibat cinta dengan sahabatnya sendiri seperti dirinya.


Memang tak jarang persahabatan antara laki-laki dan perempuan itu tidak ada yang real tanpa perasaan.


"Dia masih berjuang meluluhkan hati bokap gue,semoga aja itu tak lama.Gue enggak mau jadi perawan tua selamanya."balas Marisa disertai kekehan.


"Akh !...gue hampir lupa,gue kesini untuk menjemput loe.Calon mempelai pria sudah menunggu kita di bawah.Asal loe tahu Hana Johan tampan sekali hari ini !" ucapnya antusias.


Hana pun hanya tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepala dibuatnya.Temannya itu selalu terang-terangan memuji laki-laki yang menurutnya tampan.


Kini Hana dan Marisa sudah berada dianak tangga,semua mata menatap kagum kearahnya.Dari kejauhan Johan menatapnya tak berkedip.Hana pun menuruni anak tangga perlahan-lahan karena memang gaun yang ia kenakan sedikit agak membatasi pergerakannya.


Akad nikah kali ini dilangsungkan dikediaman keluarga Effendy.Ya karena Johan merupakan keturunan sunda maka dari itu mereka mengusung konsep Sunda dalam akad nikah sekaligus resepsi pernikahannya.


Hana tampak cantik dan anggun mengenakan pakaian dan riasan sunda serba putih.Makeup yang flawless mampu menegaskan wajah Hana yang memang aslinya sudah terlihat lembut.Dengan gugup Hana mulai menduduki diri disamping Johan.


"Hari ini kau tampak cantik." ucap Johan sedikit berbisik dekat telinga Hana.


Wajah Hana seketika bersemu merah.Ini bukan hal yang pertama ia mendengar kalimat itu dari lelaki yang akan menjadi suaminya itu.Akan tetapi ia tak menyangka jika dulu mereka bersahabat dan sebentar lagi mereka akan menjadi pasangan suami istri.


"Aa..aku gugup Jo." lirih Hana.


Hanya saja ia tutupi dengan senyuman.Ia tak ingin orang lain menyadari akan kekhawatirannya saat ini.


Hana pun menelusuri sekelilingnya ia terlihat mencari-cari seseorang.Dan tepat netra matanya menangkap sosok yang pernah ada dihatinya itu.


Lelaki itu melambaikan tangan kearahnya dan menyemangatinya.Lalu menatapnya sendu.Disampingnya berdiri gadis mungil yang ia kenal bernama Sona merangkul mesra pergelangan tangan Kenzi.Hatinya sedikit memanas.


Apa yang sebenarnya terjadi ? saat ini ia akan menikah tapi hatinya memanas melihat mantannya itu bersama gadis lain.Tidak...tidak..tidak ! ini tidak boleh terjadi. Ia menggeleng kepalanya pelan.


###


"Hei ! kurcaci kenapa loe merangkul pergelangan tangan gue! loe itu bukan pacar gue jadi lepaskan!" tegur Kenzi seraya melepaskan genggaman tangan Sona yang terasa melekat.


" Oppa, kenapa kau jahat sekali.Kau tahu aku orang asing disini aku tak mengenal siapapun.Aku takut pandangan mereka seperti menelanjangiku !" lirih Sona sambil menyembunyikan wajahnya dari orang-orang yang menatapnya penuh minat.


"Salah sendiri kenapa loe memakai gaun yang belahannya begitu ?ini juga kenapa loe malah nempel-nempel begitu lagi.Astaga !" gertak Kenzi kesal karena lengannya dipeluk erat oleh Sona.


Bagaimana tidak wanita yang ia panggil kurcaci itu dengan tanpa beban menempel-nempelkan buah melon miliknya ke lengan kanannya.Wanita itu tak menyadari efek dari tindakan nakalnya itu.


Tiba-tiba sebuah pemandangan menarik perhatian gadis cute itu.Sehingga melepaskan pelukannya pada lengan Kenzi.

__ADS_1


"Oppa...oppa ! siapa wanita itu ?cantik sekali !"decak Sona kagum.


Kenzi pun mengalihkan pandangannya kearah yang Sona maksud.Ia tidak terkejut.Sudah pasti ia mengenal siapa wanita itu.Karena tempo hari wanita menyambangi kantor tempat ia bekerja.Membuat heboh kantornya dan tentu saja menciptakan gosip yang mudah merebak di kalangan karyawan.Mereka mengira Luna adalah kekasihnya.


Wanita itu berjalan anggun menggunakan longdress tanpa lengan berwarna hitam sehingga menampilkan bahu putih mulus tanpa noda yang sangat kontras dengan gaun yang ia kenakan.


Riasannya simple,rambut hitam panjangnya digerai lurus.Ia mengenakan accesoris kalung yang melekat pas pada leher jenjangnya.Riasannya yang pas dengan gaun yang ia kenakan membuat penampilannya terlihat seperti penyihir yang cantik.


Ia berjalan bersama seorang pria.Kenzi tampak tak mengenali pria itu.Wajahnya khas mongoloid dengan mata yang sipit serta kulit putih.Mereka berjalan menghampiri keberadaan Kenzi dan Sona.


"Mari babe kita mulai dramanya !" ucap Luna lirih tentu hanya mereka berdua yang mendengarnya.


Sona pun tersenyum anggun kearah Kenzi dan Sona.


"Haii ! apakah kabar Ken? Ohh..siapa gerangan wanita cantik disamping loe ini?"


Sekilas Kenzi menatap Sona lalu meraih pergelangan tangan gadis itu untuk merangkul lengannya.


"Di..dia pacar gue.Iya dia pacar gue ! Namanya Sona" balas Kenzi sedikit terbata.Ia terpaksa mengakui Sona sebagai kekasihnya.Karena ia tahu wanita dihadapannya sekarang berniat ingin mendekatinya kembali.Ia tak akan tertipu.


Ia sudah mendengar semuanya dari kak Kanza.Bagaimana wanita itu dengan mudah mencampakan dirinya dan mempermalukan keluarganya.


"Oh jadi ini yang namanya Sona itu ? lumayan manis. Tapi gue enggak akan menyerah dia hanyalah gadis kecil !" batin Luna sambil memperhatikan setiap inci penampilan Sona.


Sedangkan wanita cute yang ia akui sebagai pacar hanya membulatkan matanya sempurna.Ia ingin protes akan tetapi lelaki itu menggenggam erat jemarinya.Membuatnya menuruti saja kemauan lelaki galak disampingnya itu.


"Salam kenal ya,gue Luna mantan kekasih Kenzi."


"Dan ini temanku Lee.."


Mereka pun saling berjabat tangan.


"Selera loe lumayan,oh..iya acaranya sudah dimulai?"


"Belum." Kenzi hanya menanggapinya dingin.


Setelah itu terdengar suara pengeras suara dari sang penghulu.


"Baik lah...semua saksi sudah berkumpul,kita mulai saja ya?"


Dibalas anggukan oleh para hadirin termasuk calon pengantin.


"Saya nikah dan kawinkan engkau Johan Effendy bin Fajar Effendy dengan Luthfia Hana binti almarhum Gunawan dengan seperangkat alat sholat dan emas seberat 100gr dibayar tunai !"


"Saya......."

__ADS_1


"Berhentii !!"


__ADS_2